Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Kemampuan Khusus Mata Baru


__ADS_3

[50%]


[51%]


“Arghhhh" Saat angka mencapai 51%, kedua bola mata Rian hancur. Darah bercucuran dari kedua mata Rian yang kosong karena tidak memiliki bola mata. Tangan dan baju Rian sekarang memerah.


Tak dapat menahan sakit, Rian pun roboh dan berguling-guling di lantai.


[83%]


[84%]


Saat menyentuh angka 84%, perlahan mulai tumbuh mata baru.



[99%]


[100%]


Ding


[Selamat, Host telah mendapatkan kemampuan khusus tingkat tinggi, Mata Penta Stigma]


______________________________________________________________________


Halaman Kemampuan Khusus


- Persepsi Super (⭐⭐⭐)


- #system_error (unknown)


- Nama : Mata Penta Stigma


  *Jenis : Aktif


  *Bintang : ⭐⭐⭐⭐⭐


  *Deskripsi :


    Mata yang dapat menganalisa segala hal dalam alam semesta. Dapat juga melihat secara X-Ray. Selain itu, pemilik kemampuan mata ini dapat membawa target masuk ke dunia ilusi. Satu detik di dunia nyata, sama dengan 1 tahun di dunia ilusi. Pemilik mata ini tidak dapat terkena ilusi ataupun serangan mental lainnya.

__ADS_1


  *Catatan :


   Semua kemampuan dari Mata Batin masih tetap dapat digunakan secara pasif.


   Ilusi dapat dibuat sesuai keinginan pengguna. Namun jika ilusi diaktifkan tanpa persiapan, maka secara otomatis ilusi yang ditampilkan adalah keinginan terdalam pengguna.


   Setiap kali menggunakan kemampuan mata ini untuk membuat ilusi, maka umur pengguna akan berkurang sebanyak 24 jam.


   Sedangkan jika menggunakannya untuk menganalisa, maka umur pengguna akan berkurang 12 jam per penggunaan.


______________________________________________________________________


"Haah haah haah … akhirnya selesai juga prosesnya. Tapi, semua ini setimpal dengan kemampuan khusus tingkat tinggi ini." Rian berdiri dari posisi tengkurap. Di sekitarnya, kini ada genangan darah yang keluar dari matanya.


"Nanti akan aku cek lagi kemampuan khusus baru ini. Yang penting sekarang, aku harus mencari sumber dari fenomena supranatural ini!" Rian pun mencoba mengecek seluruh lantai 5.


Saat ia mendekati Lab biologi, Rian melihat sesuatu hal yang ganjil. Di tengah malam begini, ada suara keramaian layaknya sedang ada kegiatan belajar mengajar. Kelas tersebut tepat berada di sebelah Lab biologi.


Dengan perlahan, Rian mencoba mengintip ke dalam kelas. Di sana, ada seorang guru yang sedang mengajarkan pelajaran kimia. Murid-murid pun terlihat sangat serius dalam kelas. Beberapa kali juga ada murid yang mengajukan pertanyaan pada sang guru. Guru tersebut juga bisa menjawabnya dengan sempurna. Bahkan ia juga melontarkan beberapa candaan di kelas. Suasana menjadi riuh ketika hal itu terjadi.


Walau semua terlihat normal, namun di mata Rian, ia dapat melihat wujud asli dari dari murid-murid dan guru yang ada di kelas. Wajah murid-murid tersebut penuh luka. Ada yang matanya hilang, ada yang mulutnya sobek, ada juga yang isi otaknya terlihat jelas, dan lain sebagainya. 'Inikah keajaiban keenam, kelas rahasia yang hanya muncul di malam hari? Benar- benar mirip kelas biasa!'


Mendengar suara itu, Rian langsung berjongkok di bawah jendela.


"Tidak perlu bersembunyi lagi, masuklah!"


Karena Rian sudah ketahuan, mau tidak mau Rian muncul dan masuk ke dalam kelas. "Malam Pak Guru … malam juga teman-teman …" Rian melambaikan tangan pada murid-murid yang ada di kelas. Mereka semua diam dan melihat ke arah Rian dengan intens.


"Ada perlu apa kamu kemari? Tidak mungkin kamu ke sini malam-malam tanpa alasan. Kecuali kamu sengaja ingin menguji nyali mu!" Saat mengucapkan kalimat terakhir, wajah guru tersebut yang awalnya terlihat normal, berubah menjadi wajah penuh otot dan tulang saja, tanpa ada kulit di atasnya.


Rian sudah mulai terbiasa semenjak ia mendapatkan Mata Batin, jadi ia tidak begitu bereaksi dengan apa yang dilihatnya. "Aku ke sini karena ingin menyelamatkan teman-temanku!"


"Menyelamatkan?" Wajah guru itu kembali normal selayaknya manusia biasa, hanya saja kulitnya lebih pucat.


"Benar. Aku ke sini untuk membebaskan jiwa teman-temanku yang terjebak di tangga antara lantai 4 dan 5. Apakah Pak guru tahu caranya?"


"Oh~ … kalau itu, kamu bisa bicara langsung dengan Yang Mulia Ratu. Beliau ada di lantai atas."


"Baik, terima kasih Pak guru!"


"Sama-sama …"

__ADS_1


Sebelum Rian meninggalkan kelas, Rian teringat akan sesuatu. "Oh ya, sebelumnya saya bisa bertanya sesuatu Pak?"


"Silahkan … tapi setelah itu, kamu harus pergi dari sini!"


"Baik Pak. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana kalian bisa berakhir seperti ini? Apakah benar, hal ini disebabkan kecelakaan Bus saat karya wisata?"


Mendengar itu, wajah guru tersebut berubah kembali jadi menyeramkan. Ia tampak marah atas pertanyaan Rian. "Kurang ajar kamu!" bentak guru tersebut.


Satu Gelang perlindungan yang ia gunakan langsung hancur terkena gelombang yang dihasilkan dari amarah guru tersebut. "Sial!" Rian segera kabur dari kelas itu.


""Hihihihihi hihihihihi"" Seisi kelas riuh dengan suara tawa menyeramkan itu. Kemudian, 31 hantu yang ada dalam kelas langsung keluar dan mengejar Rian.


"Apa salahku? Kenapa mereka semua marah!?" Rian berlari sekuat tenaga menuju tangga ke lantai 6.


Tapi para hantu tersebut menggunakan kekuatannya menggerakkan barang-barang di sekitar Rian. Pemadam api dan tong sampah pun beterbangan menyerang Rian. Ia pun dapat menghindarinya dengan mudah. Ketika ada benda yang mendekati Rian dari belakang, Rian dapat merasakannya dengan kemampuan khusus persepsi super. Dunia seakan melambat dan Rian tidak perlu melihat ke belakang untuk menghindar.


Rian terus berlari hingga ia tiba di lantai 6. Di sana, Rian melihat bangunan kecil yang digunakan sebagai gudang peralatan sekolah. Aura aneh yang mirip dengan yang ada rumahnya terpancar dari gudang tersebut.


"Hihihihihi hihihihihi"


"Sial, mereka masih mengejarku!" Tanpa pikir panjang, Rian lari menuju gudang. Saat mencoba membukanya, ternyata pintu gudang tidak terkunci. Secepat kilat, Rian langsung masuk ke dalam gudang dan menguncinya dari dalam.


"Haah haah haah haah … aku benar-benar lelah secara mental!" gumam Rian sambil duduk bersandar pada pintu gudang. Setelah menenangkan diri, Rian melihat-lihat isi gudang. Sejak ia mendapatkan Mata Penta Stigma, Rian dapat melihat jelas dalam kegelapan.


"Sudah ku duga, ada pintu merah di sini!"


Kreeak


Pintu merah tiba-tiba terbuka sendiri. Rian pun bersiap untuk melempar garam yang ada dalam Kantong dimensi. Garam yang Rian miliki tidaklah banyak. Maka dari itu ia tidak menggunakannya ketika di kejar banyak hantu tadi.


"Rian Morfran … Masuklah …"


Mendengar suara dari balik pintu, Rian merasa familiar dengan suara itu. Dengan tetap menggenggam sejumput garam, Rian perlahan membuka pintu merah.


"Tempat apa ini?"


Di balik pintu, terdapat ruang gudang yang sama. Namun bedanya, semuanya letak terbalik antara kanan dan kiri. Terdapat garis-garis menyerupai pembuluh darah menempel di seluruh ruangan. Garis-garis merah darah tersebut berdenyut seakan hidup. Suasana pun terasa lebih suram.


"Selamat datang di alam gaib, Rian … aku adalah penguasa wilayah ini, dan juga pemilik pintu merah!"


"Nggak mungkin! Ini nggak mungkin! Bagaimana mungkin kamu ada di sini!?"

__ADS_1


__ADS_2