
Setelah Rian pergi, murid-murid lain yang menonton Rian sejak tadi mulai keluar satu persatu. Mereka semua takjub dengan wujud Rian yang baru. Mereka juga tidak jijik dengan apa yang dilakukan Rian pada pelaku pengeboman. Mereka malah senang dengan tontonan itu. Seakan apa yang dilakukan Rian telah mewakili perasaan mereka semua.
"Dasar penjahat!" Seorang murid pria menendang tubuh pria berambut pirang tanpa nama tersebut.
Seakan apa yang dilakukan Rian belum membuat puas mereka, satu persatu murid mulai keluar dari gedung dan menendang mayat pria itu. Bahkan ada yang mengambil tongkat dari tubuh satpam yang telah tewas dan memukuli kepala pria itu.
Beberapa guru juga mulai keluar dan melakukan hal yang sama dengan murid lainnya. Hingga setengah jam kemudian, para petugas kepolisian yang datang menjadi ketakutan melihat tingkah para murid dan guru.
"Jadi Rian juga bisa berubah. Apakah dia juga menjalin kontrak dengan setan?" Dari dalam gedung, Yohan hanya diam melihat murid-murid lainnya meluapkan amarah mereka. Di saat yang sama, Yohan mencoba melakukan simulasi, namun ia tetap tidak bisa melihat Rian di dalam simulasinya.
"Apakah ini karena kekuatannya? Aku juga masih belum menemukan jawaban pada diri Adel mengenai anomali ini. Namun satu hal yang bisa aku pastikan, Rian bukanlah orang jahat. Mungkin, aku juga bisa mengajaknya melindungi kota ini." gumam Yohan sambil tersenyum. Ia senang karena ia menemukan seseorang yang mungkin paham dengan idealisme miliknya.
......................
"Menurut Alicia, seharusnya Handler ada di tempat ini.” Rian mengecek kembali data yang Alicia berikan dalam ponselnya. Ia kemudian masuk ke dalam hotel dan naik menggunakan lift ke lantai 10. Tentu saja, wujud Rian saat ini menarik banyak perhatian. Dengan rambut panjang berwarna abu-abu dan juga telinga serigala di atas kepalanya, Rian terlihat tampan dan elegan. Ada aura seorang raja yang terpancar dari tubuhnya. Petugas keamanan pun tidak berani melarangnya masuk. Malah timbul rasa hormat dalam benak petugas keamanan.
Sesampainya di lantai 10, Rian berjalan perlahan sampai ke depan kamar nomor 1007. Saat akan mendobrak pintu, tiba-tiba pintu tersebut terbuka. Dari dalam kamar, keluar seorang wanita berambut pendek berusia 30 tahunan memakai tanktop merah. “Aku sudah menunggu tuan. Silahkan masuk …” ucap wanita itu dengan sopan.
Rian sangat bingung dengan gaya bicara Handler yang sangat sopan kepadanya. Tapi Rian tidak mau memikirkan hal itu. Yang terpenting sekarang adalah membalas dalang di balik semua ini. “Kamu sepertinya sudah menduga aku akan ke sini. Tapi, kenapa kamu tidak kabur?”
“Aku tidak perlu kabur. Aku tahu tuan tidak akan membunuhku.” Kemudian, Handler melempar sebuah amplop coklat pada Rian. “Ini data klien yang menginginkan kepala anda, tuan …”
“Bukankah data klien adalah rahasia? Kenapa kamu dengan mudah memberikan ini padaku?” Rian tidak menyangka semua berjalan semulus ini. Padahal Rian sudah berencana akan membunuh Handler jika ia tidak kooperatif.
“Ini adalah kompensasi dan permintaan maaf dari kami. Kami tidak menyangka bahwa tuan adalah pemilik kemampuan khusus tingkat 5. Kalau kami tahu level kekuatan tuan adalah tingkat 5, tentu saja aku tidak akan menerima permintaan klien untuk membunuh tuan.”
Wanita itu kemudian membuka sebotol Vodka dan menawarkannya pada Rian. Namun Rian menolaknya. Wanita tersebut akhirnya duduk di tempat tidurnya dengan memegang segelas Vodka. “Klien kami hanya memberitahu kami bahwa kekuatan tuan hanya tingkat 3 saja. Maka dari itu, semua pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuh tuan hanyalah pemilik kemampuan khusus dengan tingkat 3 atau orang biasa yang sudah berpengalaman membunuh tingkat 3.”
Ia meminum Vodkanya sejenak, kemudian melanjutkan pembicaraannya. “Karena aku tidak mau membuatmu menjadi musuh kami, jadi aku dengan senang hati memberikan data klien kami.”
“Bukankah itu sama saja kamu akan menjadi musuh mereka?”
“Lebih baik bermusuhan dengan mereka daripada bermusuhan dengan pemilik kemampuan khusus tingkat 5. Jadi, aku harap tuan mau memaafkan kami.” ucap Handler sambil bersujud di hadapan Rian.
“Sudah, cukup … kau boleh berdiri.”
“Terima kasih tuan. Kami juga telah menyiapkan tanda persahabatan untuk tuan.” Handler berjalan ke lemari dan mengambil 2 buah koper besi besar. “Di dalam masing-masing koper ini, ada uang sebesar 5 Milyar Rupiah. Kami harap Tuan puas dengan nominal ini.”
Rian pun menahan nafasnya karena terkejut dengan nominal tersebut. Seumur-umur, Rian tidak memiliki uang sebanyak itu. Rian berusaha menahan senyumannya, namun ia tetap tak bisa menahan senyumannya. “Heheheheh … Ehehehehehe …”
Melihat ekspresi Rian seperti itu, Handler sadar bahwa kelemahan terbesar Rian adalah uang. Handler pun memilih diam dan membiarkan Rian terus tertawa.
Beberapa menit kemudian, barulah Rian tersadar alasan utama ia kemari. Rian kemudian membuka isi amplop. Ia membaca profil dan aset yang dimiliki Philip Sugiharto. “Sudah ku duga, keluarga Sugiharto benar-benar dalang di balik semua ini.” Ia kemudian menyimpan kedua koper yang handler berikan ke dalam Kantong dimensi.
Handler terkejut melihat koper tersebut menghilang. ‘Kekuatan ruang? Jadi selain memiliki kemampuan khusus peningkatan fisik, ia juga memiliki kemampuan ruang! Kami beruntung telah menjalin hubungan baik dengannya!’
__ADS_1
“Tuan, ini adalah kartu nama saya. Jika tuan membutuhkan bantuan organisasi, tuan bisa menghubungi saya …” ucap Handler sambil menyodorkan kartu namanya.
“En.” Rian pun mengangguk dan menyimpan kartu nama tersebut dalam kantong dimensi. Saat Rian akan pergi, mendadak muncul notif dari sistem.
Ding
[Kondisi spesial telah terdeteksi]
[Misi baru telah terbuka, -Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 3-]
[Misi ini bersifat WAJIB, Host tidak bisa menolak dan secara otomatis menerima misi ini]
"He~ aku tak menyangka sistem akan memberikanku misi di saat seperti ini." gumam Rian sambil berjalan keluar kamar.
"Sistem-chan, buka halaman misi."
[Okey Dokey Kyun✨]
______________________________________________________________________
Halaman Misi
* Tantangan Cermin (Pemula)
* Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial) (Selesai)
* Kamar Kos No.4 (Normal) (Selesai)
* Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2 (Spesial) (On Progress)
* Sekamar Bertiga (Terbatas) (Selesai)
* Rumah Sakit Jiwa Terbengkalai (Berantai)
* Misi : Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 3 (Spesial)
*Tingkat Kesulitan : Normal
*Hadiah : 50 poin, Ramuan Pengembali Vitalitas 1x
*Batas Waktu : -
*Status Penyelesaian : 0%
*Deskripsi :
__ADS_1
Keluarga Sugiharto telah menguji nyali Host. Sekarang giliran Host menguji nyali mereka.
*Catatan :
Musnahkan seluruh keturunan Philip Sugiharto.
* Terkunci
______________________________________________________________________
'Walau berhadiah 50 poin, namun Ramuan Pengembali Vitalitas memiliki harga 500 poin di Toko. Dengan ramuan ini, aku tidak perlu memakan daging manusia saat aku kehilangan banyak vitalitas.' pikir Rian yang sekarang berada dalam lift.
Ting
Pintu lift terbuka di lantai lobi. Rian pun berjalan keluar dari lift dengan penuh karisma. "Baiklah, saatnya berburu!"
......................
Sementara itu, di rumah keluarga besar Sugiharto, sedang ada acara rapat keluarga besar Sugiharto. Mereka semua membahas langkah apa yang akan dilakukan dalam kasus hukum yang menimpa Philip Sugiharto.
Mendadak, saat rapat Philip menerima telepon dari Handler. Philip pun meminta ijin keluar untuk mengangkat telepon. "Halo, apakah misi yang saya publikasikan sudah ada yang berhasil?"
"Mohon maaf Pak, kami terpaksa harus membatalkan misi ini." ucap seorang wanita dari ujung telepon.
"Apa!?"
Handler kemudian memberitahukan tentang kegagalan mereka dan juga kesalahan informasi yang Philip berikan. Philip sugiharto benar-benar panik. Ia tak menyangka keputusannya mempublikasi misi untuk membunuh Rian akan gagal total. “Bagaimana ini, bagaimana ini, bagaimana ini …” ucap Philip yang sedang berjalan mondar-mandir.
“Apakah kita tidak bisa meminta bantuan master Ling? Aku dengar ia adalah praktisi ilmu tenaga dalam.” ucap Evi.
“Master Ling sekarang ada di Singapura. Seandainya kita mengundangnya kemari, ia tidak akan sampai tepat waktu. Aku yakin Rian sekarang sedang dalam perjalanan kemari!”
“Lalu kita harus bagaimana?” Evi pun menjadi ikut panik.
“Segera evakuasi orang-orang yang ada di rumah kita. Aku akan tetap di sini untuk memohon padanya agar ia mau melepaskan anak-anak kita. Aku juga akan mengumumkan hal ini pada rapat yang sedang berjalan saat ini."
Evi kemudian bergegas mengajak anak-cucunya untuk segera mengevakuasi diri.
......................
“Hei, siapa kamu? Ada perlu apa kamu ke sini?” tanya dengan ketus seorang satpam yang berjaga di depan rumah keluarga besar Sugiharto. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia takut dengan Rian. Satpam tersebut dapat merasakan aura seorang raja yang dipancarkan dari tubuh Rian.
“Aku ke sini untuk memusnahkan keluarga Sugiharto!”
Slash
__ADS_1
Kepala satpam itu pun menggelinding di tanah.