Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Alter


__ADS_3

"Bagaimana mungkin kamu bisa di sini … Alicia!?"


"Hihihihihi hihihihihi … akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Rian!" Seorang wanita bertubuh dan berambut pendek berdiri di depan pintu menyambut Rian.


"Bukan, kamu bukan Alicia … wajahmu memang mirip, tapi Alicia yang asli tidak memiliki ekspresi sama sekali! Siapa kamu sebenarnya?"


"Aku? Tentu saja aku Alicia … namun aku berbeda dengan Alicia yang kamu kenal, hihihihihihi …" tawa wanita berbaju merah darah.


"Apa maksudmu?"


Alicia menghampiri Rian dengan centil. "Hihihihihihi … kamu akan mengerti setelah melihat ini!" Alicia menjulurkan tangannya dan menyentuh dahi Rian dengan jari telunjuknya.


......................


Alicia terlahir dengan warna mata yang berbeda antara kanan dan kiri. Sejak lahir, ia sudah dibenci oleh keluarganya. Bahkan Ayahnya sendiri sampai memerintahkan Liliana, Ibu Alicia, untuk membuang bayi yang dilahirkannya. Sebagai seorang Ibu, Liliana tidak tega membuang Alicia. Karena hal itulah, Ayah Alicia menceraikan Liliana. Namun, itu malah membuat Liliana terpecut menuju kesuksesan.


Dalam kurun waktu 12 tahun setelah Alicia lahir, nama Avernus yang merupakan usaha Liliana semenjak ia belum menikah, menjadi sebuah merek terkenal. Yang awalnya hanya sebuah sekolah swasta dan supermarket, mulai berkembang ke sektor lain. Mulai dari universitas, rumah sakit, hotel, perusahaan makanan, perusahaan konstruksi, perusahaan farmasi, hingga perusahaan teknologi menggunakan nama Avernus.


Namun, semua hal itu tidak membuat Alicia bahagia. Manusia adalah makhluk yang lebih menyukai mayoritas ketimbang minoritas. Dan inilah yang dirasakan Alicia. Ia terkucil karena ia berbeda. Alicia terus mengalami isolasi dari teman-teman sekelasnya.


Pada awalnya, teman-teman sekelas Alicia merundungnya. Namun, dengan semakin pesatnya perkembangan dari Avernus Group, lambat laun orang tua dari anak-anak yang merundung Alicia memerintahkan anaknya masing-masing untuk menghentikan semua itu. Malah para orang tua tersebut meminta anak untuk akrab dengan Alicia. Tapi, mereka semua takut dan jijik melihat keanehan dari mata Alicia. Jadi, mereka lebih memilih untuk mengisolasinya.


Saat SMP, Alicia mulai menyembunyikan mata kirinya yang berwarna biru dengan poni panjangnya. Alicia sengaja memilih sekolah yang jauh dari Sekolah Dasarnya dulu. Ia tidak ingin terisolasi lagi seperti dulu.


Rencana Alicia pun berhasil. Alicia dapat akrab dengan teman-teman sekelasnya. Ditambah keimutannya, Alicia dinobatkan sebagai junior paling imut. Namun, semua itu berubah ketika salah seorang murid cowok iseng dan menyibakkan poni Alicia di kelas. Dari situlah teman-teman Alicia mengetahui warna mata kirinya berbeda. Perundungan pun terulang. Bahkan guru-guru pun ikut dalam merundung Alicia.


Geram dengan perbuatan mereka, Liliana langsung membeli SMP tersebut dan memecat guru-guru yang terlibat perundungan. Mengetahui hal ini, murid-murid SMP itu pun langsung diam dan menjauhi Alicia. Kemanapun Alicia pergi, pasti suasana akan hening, seakan mereka semua takut padanya. Hal ini membuat Alicia kembali terisolasi. Akhirnya Alicia mengisi kesepiannya dengan belajar pemrograman komputer, bermain segala macam alat musik, dan juga membaca


Saat Alicia menginjak masa SMA, ia bertemu dengan seorang siswi kembar bernama Rani dan Rina. Mereka berdua berusaha untuk berteman dengan Alicia. Tapi Alicia terlanjur menutup hatinya. Rina dan Rani tidak menyerah begitu saja. Mereka pun mengajak Alicia mengikuti ekstrakurikuler musik, dimana Rani dan Rina ternyata jago bermain piano.


Suatu saat, Alicia tidak sengaja menyibakkan poninya saat berkeringat ketika bermain piano. Rani dan Rina yang saat itu juga berlatih bertiga melihat mata Alicia. Pada awalnya mereka terkejut. Tapi mereka tidak jijik dan malah penasaran. Sejak itu, lambat laun Alicia mulai membuka hatinya.


"Alicia, kamu malam ini latihan lagi?" tanya Rani, wanita berkuncir satu. Ia terlihat sporty dan cantik dengan kuncirnya itu.

__ADS_1


"Iya … kalau aku nggak latihan, aku takut gagal pada seleksi awal …"


"Padahal permainan piano mu sudah sangat bagus, tapi kamu masih tetap berlatih." sahut Rina, saudara kembar Rani.


"Hehehe, bisa aja kamu …" Alicia tersipu malu mendengar ucapan Rina. Namun, ia juga sangat senang dengan pujiannya.


Alicia, Rani, dan Rina baru saja menghadap guru seni musik yang juga guru penanggung jawab ekstrakurikuler musik di ruang guru. Mereka bertiga mendapatkan kesempatan mewakili SMA Avernus untuk tampil pada kompetisi piano tingkat nasional yang akan diselenggarakan bulan depan.


"Oh ya, denger-denger nih, kalau kamu memohon di depan cermin yang ada di depan tangga lantai 4, permintaanmu akan terkabul lho. Nggak mau coba ta?" Rani sangat senang dengan legenda dan mitos. Sehingga ia selalu merekomendasikan hal-hal berbau mistis pada Alicia dan juga saudara kembarnya, Rina.


"Hal seperti itu sangat mustahil. Segala sesuatu di dunia ini, harus diraih dengan usaha. Aku yakin usaha nggak akan mengkhianatimu! Makanya aku selalu berlatih setiap hari …" Alicia terlihat sangat serius. Namun, hal ini tidak menghentikan Rani dan Rina mencubit pipi Alicia


"Iih~ kamu kok lucu sih …"


"Aduh, cakit~"


"Hahahahaha" Rani dan Rina tertawa melihat keimutan Alicia. "Kabur …"


Brak


Kepala mereka bertiga jatuh membentur lantai. Darah pun mulai merembes keluar memenuhi lantai.


"Kyaaa"


"Cepat panggil ambulan!"


Para guru dan murid langsung panik melihat kejadian ini. Tanpa sengaja, darah Alicia, Rani, dan Rina mengalir ke arah cermin yang ada di depan tangga lantai 4.


......................


"Bagaimana, sudah melihatnya?" Alicia tersenyum melihat kesadaran Rian telah kembali.


Rian akhirnya paham mengenai mengapa Alicia di sini mirip dengan Alicia yang ia kenal. "Jadi begitu ya … kamu adalah sebagian jiwa Alicia yang terus menyesali kematian Rani dan Rina, Alicia Alter. Kamu juga mewakili emosi yang hilang dari Alicia. Karena kamu juga, muncul fenomena tangga tak berujung. Tapi aku masih bingung, bagaimana mungkin kamu bisa mengubah cermin itu menjadi pintu merah? Padahal kamu nggak melakukan tantangan cermin?”

__ADS_1


“Ada dua cara untuk membuka pintu merah. Cara pertama adalah keinginan atau emosi kuat dari sang pembuka pintu.”


“Keinginan atau emosi kuat?”


“Benar .. jika kamu menginginkan kekayaan, kamu bisa memohon di depan cermin mana pun. Semakin kuat keinginanmu, maka cermin itu akan berubah menjadi sebuah pintu. Begitu juga emosi kuat. Jika kamu memiliki penyesalan ataupun amarah yang kuat, dan itu kamu lakukan di depan cermin, maka cermin tersebut lama kelamaan akan berubah menjadi pintu merah.”


“Jadi begitu, lalu apa cara kedua?”


“Tumbal …”


“Tumbal? Pengorbanan manusia?”


“Benar. Dan aku menggunakan dua cara tadi sehingga aku bisa membuka pintu merah.”


“Jadi begitu, Rani dan Rina adalah tumbalnya. Aku paham sekarang. Tapi, apakah pemilik pintu merah akan mendapatkan keinginannya jika menggunakan cara pertama?”


“Tentu saja. Lihat saja dua roh jahat di belakangmu.”


Rian langsung menengok ke belakang. Di sana, terdapat 2 sosok wanita berbaju merah. Wajah mereka tampak sangat tidak asing. “Rani? Rina? Aku paham sekarang. Semua keinginan akan terkabul, namun di alam gaib! Jika aku meminta kekayaan, aku akan menjadi kaya, namun itu di alam gaib!”


“Tepat sekali. Maka dari itu, tidak mungkin manusia yang belum mati bisa membuka pintu. Kecuali kamu mati dan jiwamu menjadi penjaga dari pintu merah.”


“Lalu bagaimana cara menutupnya? Aku memiliki pintu merah di rumah. Tiap malam aku harus menaburkan garam agar makhluk dari balik pintu tidak keluar.”


Alicia Alter berpikir sejenak. “Itu tidak mungkin, seharusnya kamu sudah mati jika berhasil membuka pintu merah! Dalam kasusku, ini adalah kejadian langka di mana jiwaku terbelah menjadi dua akibat jatuh dari tangga. Manusia yang masih hidup tidak bisa menggunakan kekuatan pintu merah!”


“Apa karena saat melakukan tantangan cermin, aku sempat terlena dengan bayanganku sendiri dalam cermin?” Rian kembali teringat momen di mana ia terpanggil untuk masuk ke dalam cermin.


“Di dunia ini, banyak makhluk astral berkeliaran. Mulai dari arwah penasaran, hingga raja iblis. Makhluk yang menghipnotismu itu adalah setan. Setan memerlukan tubuh untuk bisa berkeliaran di luar alam gaib. Sepertinya ia terpanggil ketika kamu melakukan tantangan itu. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh dengan kemunculan pintu merah.”


Rian pun semakin bingung dengan pintu merah yang ada di rumahnya. Ia merasa pintu tersebut berbeda dengan pintu yang ada di sekolah. 'Pasti ada rahasia tersembunyi di balik kemunculan pintu merah di rumahku!’


Saat sedang berpikir, Rian tiba-tiba teringat dengan tujuan awal ia ke sini. “Ahhh! Benar juga! Aku ke sini untuk membebaskan Livia, Guntur, dan Adi!”

__ADS_1


__ADS_2