Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Penyebab Winny Sering Keramas


__ADS_3

"Apakah Winny menderita sleepwalking? Maka dari itu dia secara tidak sadar akan berkeramas tiap tengah malam! Tapi, anehnya ketika dia menginap di rumah Ida, dia juga masih bermimpi sedang berkeramas. Apa dia juga berkeramas malam-malam di rumah Ida?"


Rian mencoba menganalisa perilaku Winny. "Anggap saja Winny tidak menderita sleepwalking. Tapi buat apa Winny membutuhkan banyak shampo? Apakah ia memiliki penyakit kulit kepala? Atau dia memiliki banyak ketombe? Atau dia ingin membersihkan rambutnya dari sesuatu yang kotor? Bagaimana menurutmu tur?"


"Kalau menurutku, mungkin dia menderita OCD. Jadi ketika ia merasa rambutnya nggak bersih, maka ia akan segera membersihkannya." jawab Guntur yang masih tetap merekam kegiatan Rian.


Rian kemudian berpikir sambil menyentuh cermin yang ada di sampingnya. 'Alasan yang dikatakan Guntur sangat masuk akal. Sekarang aku tinggal mencari identitas dari makhluk yang mengganggu Winny. Dan juga, judul dari misi ini adalah Sekamar Bertiga, jangan-jangan yang dimaksud sistem adalah adanya 3 makhluk yang tinggal di kamar ini. Yang pertama adalah Winny, dan yang kedua adalah makhluk dalam mimpi. Kemungkinan makhluk yang ketiga adalah makhluk yang duduk di atas kepala Winny!'


Di saat yang sama, Dokter Denis kembali dan memanggil Rian dan teman-temannya. Mereka pun segera berkumpul di tengah ruangan.


"Winny, sebelumnya saya ingin meminta izin padamu. Apa yang akan saya bicarakan sekarang berhubungan erat dengan kehidupan pribadimu. Jika kamu enggan masalah pribadimu terekspos ke masyarakat luas, maka saya akan meminta Rian untuk menghentikan Live Broadcastnya. Namun, jika kamu tidak keberatan, maka saya akan membicarakan hal ini sekarang, bagaimana?" tanya Dokter Denis. Winny mengangguk tidak mempermasalahkannya.


"Jadi begini, saya mendiagnosa Winny menderita OCD dan PTSD."


"Apa? Bagaimana mungkin?" Mereka pun terkejut dengan diagnosa dari Dokter Denis.


"PTSD adalah gangguan kecemasan yang membuat penderitanya mengingat kejadian traumatis. Hal inilah yang terjadi pada Winny. Aksi Winny berkeramas setiap hari adalah salah satu mekanisme pertahanan Winny untuk lari dari rasa trauma di masa lalu. Aku baru saja dihubungi oleh Ayah Winny. Ayahnya pun bercerita tentang masa lalu Winny." Dokter Denis mulai menceritakan kisah Winny.


"Saat Winny kecil, ia tinggal berdua dengan Ibunya. Ayah Winny bekerja di luar kota sehingga hanya tinggal mereka berdua. Suatu malam, seorang perampok membobol masuk ke rumah mereka. Saat pagi tiba, tetangga mereka menghubungi polisi dan memberi tahu Ayah Winny yang ada di luar kota. Menurut cerita tetangganya, Winny lah orang pertama yang menemukan mayat Ibunya."


"Tunggu, kalau Winny yang menemukan mayat Ibunya, artinya Winny semalaman bersama Ibunya yang telah mati? Dan semua itu baru diketahui tetangganya setelah pagi?" potong Rian. Winny pun hanya terdiam, namun tangannya terlihat bergetar.

__ADS_1


"Bisa diasumsikan begitu. Mungkin, sang perampok menaruh rasa iba pada Winny kecil, atau mungkin Winny saat itu masih tidur sehingga lolos dari pembunuhan. Namun yang pasti, Winny berhasil selamat dari kejadian itu."


"Maka dari itu, saya menduga hal ini lah yang menyebabkan luka pada psikologis Winny. Dari luka tersebut, timbullah OCD dan PTSD dalam diri Winny. Hanya saja, ada satu hal yang membuatku bingung. Kenapa Winny selalu berkeramas? Apa hubungan berkeramas dengan pembunuhan Ibunya? Saya masih belum menemukan titik terangnya." Dokter Denis sendiri tampak bingung untuk mengaitkan keramas dengan trauma yang Winny alami. Ia ingin sekali bertanya pada Winny, namun kondisinya saat ini tidak memungkinkan.


Rian mencoba mensimulasikan ia berkeramas di kamar mandi Winny. Kemudian Rian teringat dengan tetesan air yang jatuh ke bagian belakang lehernya. "Dokter, di mana polisi menemukan mayat Ibu Winny?"


"Kalau tidak salah, sang perampok menyimpan mayat Ibu Winny di atas plafon kamar mandi." Mendengar perkataan Dokter Denis, Rian semakin yakin dengan deduksinya.


"Winny, aku tahu ini sangat menyakitkan. Tapi aku butuh konfirmasi darimu. Jadi begini deduksiku … Winny dan Ibunya sadar bahwa ada perampok masuk ke dalam rumah. Sang Ibu memerintahkan Winny untuk bersembunyi, sedangkan sang Ibu mencoba menghubungi polisi."


"Tapi naas, sang Ibu ketahuan dan akhirnya dibunuh oleh perampok. Setelah perampok itu pergi, Winny mencari-cari Ibunya. Saat ia mencari di kamar mandi, secara tidak sengaja, tetesan darah dari Ibunya jatuh mengenai kepala Winny. Maka dari itu, setiap ada tetesan air mengenai kepalanya, maka Winny akan kembali teringat peristiwa itu dan berusaha membersihkan memory buruknya dengan berkeramas. Inilah yang menyebabkan Winny memiliki OCD berkeramas! Benarkan Winny?"


Winny mengangguk atas penjelasan Rian. Kemudian ia menangis. "Hiks hiks hiks …" Ida pun memeluk Winny untuk menenangkannya.


"Tapi kasus ini tidak lah sesimpel itu. Yang membuat Winny ketakutan bukan karena ia bermimpi sedang berkeramas, tapi munculnya orang misterius yang terus berjalan mendekat dan mencekik Winny dalam mimpi! Untuk bisa membantu Winny, kita harus mengusir orang itu dari dalam mimpi Winny!"


"Mengusirnya?" Dokter Denis melihat Rian dengan tatapan penuh kecurigaan. Kemudian ia melihat ke arah Winny yang masih berpostur menundukkan kepala hingga 90 derajat. Melihat keduanya, Dokter Denis pun berpikir bahwa ia sekarang sudah kembali ke rumah sakit jiwanya. "Apa kamu bercanda?"


Dokter Denis juga melihat sekeliling Rian, di mana teman-teman Rian terlihat tidak memiliki keraguan di mata mereka. "Haah~ terserah kamu saja. Kalau kamu bisa menyelesaikannya, aku akan memberimu kejutan …"


"Dokter Denis bisa mempercayakan masalah ini pada kami. Aku sudah ada gambaran bagaimana cara menyelesaikannya!" tegas Rian.

__ADS_1


"Kalau sudah seperti ini, jelas sudah apa maksud dari Sekamar Bertiga." celetuk Adi. Livia dan Guntur mengangguk setuju atas celetukan Adi.


"Kemungkinan, sosok yang mencoba menyakiti Winny dalam mimpi berasal dari kamar 303!" sambung Alicia yang sejak tadi diam dan tidak ikut dalam diskusi.


"Apa maksud kalian?" Dokter Denis tidak paham atas apa yang mereka bicarakan. Hanya tim Pemburu Hantu lah yang mengetahui misi Sekamar Bertiga. Rian juga sudah bercerita tentang sistemnya pada Alicia.


"Guntur, bisakah aku meminta tolong pada mu?" Setelah itu, Rian mengajak Guntur keluar kamar.


......................


Tok Tok Tok


"Kamu lagi?" Seorang pria paruh baya membuka pintu kamar 301. Tercium bau alkohol dari mulut pria tersebut.


"Bisakah aku meminta waktumu sedikit?" tanya Rian sambil menyodorkan uang 100.000 rupiah.


Pria tersebut langsung mengambil uang yang Rian sodorkan. "Apa mau mu?"


"Aku ingin tahu lebih detail mengenai penghuni kamar 303 yang meninggal di dalam kamar tersebut!"


Pria menengok keluar kamar dan memeriksa keadaan sekitar. Setelah memastikan tidak ada orang lain selain Rian, pria tersebut lalu mempersilahkan Rian untuk masuk ke dalam kamarnya. Di sana, berserakan sampah botol minuman keras berbagai merek. Rian sampai kesulitan untuk mencari tempat duduk.

__ADS_1


Setelah pria itu menutup pintu, ia mengeraskan volume televisinya. "Kamu benar-benar bocah yang penuh keingintahuan, aku memujinya. Tapi, dengarkan nasehatku, demi kebaikanmu dan teman-temanmu. Terutama temanmu yang bernama Winny itu. Segera keluar dari sini! Tidak semua orang dapat tinggal di sini, termasuk teman mu itu!"


__ADS_2