Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Musnahnya Keluarga Sugiharto


__ADS_3

“Sayang, bagaimana ini!?” Melihat Rian sudah ada di depan rumahnya dari CCTV, Evi sangat ketakutan.


"Para tetua dan anggota keluarga inti lainnya berencana untuk bersembunyi di bunker. Padahal aku sudah menyarankan mereka untuk pergi. Apa Rendy dan keluarganya sudah siap untuk pergi?" tanya Philip.


"Rendy sudah siap, namun menantu dan cucu kita masih meributkan barang apa yang akan mereka bawa …"


"Brengsek! Ini bukan liburan!" Philip benar-benar jengah dengan sikap menantu dan cucunya yang sudah berusia 14 tahun.


"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Evi dengan panik.


"Segera bawa cucu kita, Leonard pergi dari sini. Aku yakin Rian akan membutuhkan waktu untuk bisa bertemu denganku di ruangan ini. Setidaknya, ada garis keturunanku yang bisa bertahan hidup dan membawa api balas dendam kita pada Rian!" Mendengar perintah Philip, Evi kemudian langsung undur diri dengan pelayan dan bodyguardnya.


Di saat yang sama, Rian berjalan dengan santai di halaman depan rumah keluarga besar Sugiharto. Di sekelilingnya, ada banyak mayat berserakan. Rian hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk membunuh 100 orang anak buah Philip.


[Waktu Host tinggal 1 jam sebelum durasi Mode Alpha habis]


“Mode Alpha? Apa itu sebutan untuk wujud baruku ini?”


[Host bisa melihatnya detailnya pada halaman kemampuan khusus]


______________________________________________________________________


Halaman Kemampuan Khusus


- Persepsi Super (⭐⭐⭐)


- Nama : Setengah Werewolf


  *Jenis : Pasif


  *Bintang : ⭐⭐⭐⭐


  *Deskripsi :


   Mutasi yang sering terjadi ketika Werewolf menikah dengan manusia biasa. Bedanya, Setengah Werewolf tidak dapat berubah sepenuhnya ke wujud binatang. Selain itu, Setengah Werewolf juga tidak lemah terhadap perak.


  *Catatan :


   Memakan daging dapat mengembalikan vitalitas dengan cepat, terutama daging manusia.


  *Kemampuan Spesial :


   > Alpha Werewolf (Aktif) (⭐⭐⭐⭐⭐) : Kemampuan untuk berubah wujud menjadi Alpha Werewolf. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh Werewolf yang memiliki kualifikasi sebagai Raja. Untuk mengaktifkan kemampuan ini, Werewolf harus memakan daging orang yang ia sayangi. Durasi wujud ini hanya 6 jam sehari. Wujud ini bisa menjadi permanen jika Werewolf memakan jantung orang yang ia kasihi.


  *Waktu Tersisa : 00:59:58


- Spiritualism (⭐⭐⭐⭐⭐)


- Sang Pemimpi - Senjata Darah (⭐⭐⭐⭐⭐)


______________________________________________________________________


Setelah membaca deskripsi dari kemampuan spesial yang muncul dari Setengah Serigala, Rian pun sadar bagaimana ia mendapatkan wujud ini. “Sial! Lagi-lagi aku menyakiti teman-temanku lagi! Maafkan aku Alicia, demi aku, kamu sampai menyakiti dirimu sendiri ...”


Rian mengingat kembali apa yang telah dilalui Alicia sejak kecil. Mengingat betapa menderitanya hidup Alicia selama ini, Rian mengepalkan tangannya hingga mengeluarkan darah. “Aku berjanji akan selalu menjagamu, Alicia. Aku nggak akan pernah membiarkanmu terluka lagi! Aku juga akan selalu menemanimu, sama seperti apa yang aku janjikan kepada Livia!”

__ADS_1


“Sekarang, saatnya aku serius. Akan ku musnahkan orang yang membuatmu terpaksa mengorbankan dagingmu untukku, Alicia!” Kesepuluh kuku pada tangan Rian mulai mengeluarkan cahaya merah. Percikan-percikan api yang menyerupai kunang-kunang keluar dari kuku-kukunya tersebut. Rian kemudian mengayunkan kedua tangannya ke arah rumah keluarga Sugiharto yang sangat besar bak istana. “[Firefly]” 10 kilatan cahaya merah menyambar rumah berukuran 1 hektar itu.


BOOM


Seketika itu juga, angin berhembus kencang meluluh lantakkan pepohonan di sekitarnya. Debu-debu berterbangan dan membuat asap tebal seluas 500 meter. Rumah itu hancur tak berbekas. Seluruh penghuni rumah pun tewas semua. Di tempat itu, kini hanya tersisa bekas cakaran di tanah sedalam 10 meter. Bekas cakaran ini menghancurkan bunker yang ada di bawah rumah keluarga Sugiharto.


"Sistem-chan, buka halaman misi."


[Okey Dokey Kyun✨]


______________________________________________________________________


Halaman Misi


- Tantangan Cermin (Pemula)


- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial) (Selesai)


- 7 Keajaiban SMA Avernus (Hard) (Selesai)


- Kamar Kos No.4 (Normal) (Selesai)


- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2 (Spesial) (On Progress)


- Sekamar Bertiga (Terbatas) (Selesai)


- Rumah Sakit Jiwa Terbengkalai (Berantai)


- Misi : Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 3 (Spesial)


 *Hadiah : 50 poin, Ramuan Pengembali Vitalitas 1x


 *Batas Waktu : -


 *Status Penyelesaian : 100%


 *Deskripsi :


  Keluarga Sugiharto telah menguji nyali Host. Sekarang giliran Host menguji nyali mereka.


 *Catatan :


  Musnahkan seluruh keturunan Philip Sugiharto.


  {Selesaikan Misi}


- Terkunci


______________________________________________________________________


"Dengan ini, aku telah memusnahkan keluarga Sugiharto dari kota ini. Sepertinya aku butuh liburan kali ini." Rian menghela nafas panjang setelah mengingat apa yang terjadi hari ini dan tadi malam. "Tadi malam aku kehilangan rumah gara-gara Pak Effendi. Lalu sekarang teman-temanku terluka gara-gara keluarga Sugiharto. Ini benar-benar membuatku penat!"


"Selesaikan misi!"


Ding

__ADS_1


[Selamat, Host mendapat 50 Poin dan Ramuan Pemulih Vitalitas 1x]


[Ramuan Pemulih Vitalitas telah berada dalam Kantong]


Ding


[Host telah mengalahkan manusia berkemampuan khusus tingkat 3. Host mendapat hadiah 750 Poin]


[Total Poin sekarang 4087]


"Jadi begitu ya … kalau aku membunuh manusia biasa, aku tidak mendapat poin. Namun jika aku membunuh pemilik kemampuan khusus, sistem akan memberikanku poin. Ini menarik."


Setelah beberapa saat melihat kehancuran yang diperbuatnya, Rian kemudian pergi dari tempat itu. Tak lama setelah Rian pergi, seorang pria dengan wajah tidak rata tersenyum lebar melihat semua mayat yang ada di halaman. Walau ada beberapa yang hancur terkena serangan Rian, namun beberapa masih dalam kondisi baik.


"Tuan Nightmare pasti sangat sangat senang dengan semua ini, hehehehe …"


......................


Kabar mengenai kehancuran keluarga Sugiharto menyebar dengan cepat. Para keluarga konglomerat lain pun dengan cepat langsung membagi aset-aset keluarga Sugiharto yang tersisa. Mereka juga menanamkan kejadian ini dalam benak mereka, agar mereka tidak mengalami nasib sial seperti keluarga Sugiharto.


Saat Rian kembali ke sekolah, durasi mode Alpha telah habis. Begitu Rian sampai, ia melihat gerbang sekolah dipenuhi wartawan. Tampak juga polisi sedang memasang melakukan penyelidikan.


"Livia, kalian dimana? Apa kalian sudah pulang?" tanya Rian melalui telepon.


"Kami lagi di Rumah Sakit Universitas Avernus kamar 404. Apa urusan sayang sudah selesai?"


"Sudah kok. Aku sudah membereskan semuanya sampai ke akarnya."


"Oke, kalau gitu kami tunggu di sini ya sayang."


"Oke, sampai nanti."


Klik


Rian kemudian bergegas pergi menuju rumah sakit yang letaknya tepat di depan sekolahnya.


Tok Tok Tok


Dari kamar 404, Livia membuka pintu. "Rian!" Ia kemudian memeluk Rian yang  masih berdiri di depan pintu.


Alena hanya bisa tersenyum kecut melihatnya. 'Kenapa aku malah merasa seperti jadi seperti selingkuhannya Rian. Padahal kan aku pacar aslinya!'


Merasakan dirinya di pelototi Alena, Rian langsung melepaskan pelukan Livia. Ia pun mengalihkan perhatian dengan menanyakan kabar Guntur dan Adi. "Gimana Adi dan Guntur?"


"Mereka tadi sudah sadar. Namun Dokter menyuruh mereka untuk istirahat dulu semalam. Sekarang mereka sedang tidur." jawab Livia.


"Syukurlah kalau mereka baik-baik saja." Rian kemudian duduk di kasur Adi dan melihat kembali tangan barunya. Ia tidak menemukan keanehan pada tangan barunya kecuali warna kulitnya lebih terang.


"Lalu bagaimana dengan keadaan sekolah? Tadi aku lihat banyak wartawan di depan gerbang."


"Sekolah ditutup selama 5 hari. Senin depan baru dibuka lagi. Jadi kita akan libur mulai hari ini."


Mendengar jawaban Alicia, muncul ide dalam benak Rian. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi berlibur?"


"Liburan? Aku ingin ikut tapi, aku nggak punya uang …"

__ADS_1


"Tenang saja Tika, aku yang bayar. Kalian semua juga, aku bayarin semua akomodasi kalian."


"Beneran!?" Adi dan Guntur langsung bangun begitu mendengar kalau Rian akan membayar semua biaya liburan mereka.


__ADS_2