Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Berakhir?


__ADS_3

'Untuk membunuh Nightmare sekaligus menghancurkan pintu merah, aku harus menciptakan senjata yang memiliki daya serang area (AoE).'


'Gae Bolg hanya bisa menyerang satu target. Jadi aku nggak bisa menggunakannya.'


Tiba-tiba, Ryan mendapat inspirasi. 'Pedang yang dimiliki Raja Kesatria memiliki efek serang area. Aku akan membayangkannya.'


Perlahan, darah yang ada di sekitarnya mulai berkumpul.


"Aku tak akan membiarkannya!" Dengan cepat, Nightmare memukul dada Ryan. 


Boom


Seketika itu juga, darah yang sudah berkumpul tadi pecah dan kembali tercecer di tanah.


Ryan mencoba menahan diri agar tidak terlempar. Tapi ini malah membuat Nightmare melancarkan pukulan secara beruntun.


Boom Boom Boom


Setiap pukulannya, Ryan selalu terdorong selangkah demi selangkah.


Kratak


Kedua tangan yang ia gunakan untuk melindungi dadanya mulai mengalami keretakan tulang.


'Sial, aku nggak bisa berkonsentrasi!'


Mendadak dari samping Nightmare, muncul seorang pria paruh baya berbadan kekar yang langsung memukul kepala Nightmare.


Boom


Nightmare langsung jatuh ke tanah dan berguling-guling sejauh 10 meter. 


"Rian, kamu tidak apa-apa?" tanya pria paruh baya itu.


"Terima kasih telah menolongku. Aku nggak apa-apa kok. Semua luka ini akan segera sembuh dengan sendirinya. Kalau boleh tahu, bapak siapa ya?"


"Aku Kapten Leo, Kapten dari pasukan milik Departemen Penanggulangan Bencana Supranatural, atau kita juga sering disebut sebagai Gravekeeper."


"Leo, kenapa kamu ikut campur dalam masalahku!?" Kini, seperempat topeng Nightmare telah hancur. Bagian mata kiri topeng telah berlubang sehingga sebagian wajahnya mulai terekspos.


‘Kenapa aku merasa familiar dengan mata itu?’ gumam Ryan.


Dengan penuh emosi, Kapten Leo berkata, “Kamu telah membunuh banyak anak buahku! Sebagai seorang Kapten, nyawa anak buahku adalah tanggung jawabku!” 


Setelah mengatakannya, Kapten Leo langsung maju dan menghajar Nightmare. Mereka berdua bertarung dengan sengit.


Tiap kali pukulan mereka bertemu, tanah di sekelilingnya hancur bagaikan terkena ledakan bom. Mereka terus bertarung seperti itu selama 10 menit.


"Seperti yang diharapkan dari mu, Leo. Kamu benar-benar seorang master tenaga dalam dan juga teknik kutukan." ucap Nightmare dengan santai. 


"Tapi kalau cuma segini, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkanku!"


Sambil terus bertukar pukulan, Nightmare mengambil nafas panjang. Ia kemudian berkata dengan nada yang berat. "Berhenti!" 


Seketika itu, tangan Kapten Leo berhenti tepat di depan wajah Nightmare. “Apa yang terjadi?”


Kapten Leo mencoba menggerakkan tangannya dengan paksa, namun ia sama sekali tidak bisa bergerak.


“Ini adalah kemampuan khusus milikku, Perintah Absolut. Jujur saja aku tidak ingin menggunakan Kemampuan ini, karena biaya yang harus aku bayar cukup besar.” jelas Nightmare dengan santai.


“Diam lah di sana, Leo … aku akan menyelesaikan urusanku dengan Rian terlebih da–” Perkataan Nightmare tiba-tiba berhenti. Dengan cepat, ia menoleh ke arah Rian berdiri.


Di tangan Rian, kini muncul sebuah pedang berwarna merah darah. Dari bilah pedang tersebut, terpancar aura gelap yang sangat mencekam.


Merasakan aura tersebut, tubuh Nightmare gemetaran. "Senjata apa yang kamu bayangkan!? Kenapa senjata ini memiliki aura yang sangat menakutkan!?"


Rian hanya terdiam dan terus membayangkan pedangnya.


'Pedang suci terkuat yang merupakan simbol dari kekuatan Raja Arthur. Dibuat oleh 6 Peri Besar sebagai senjata pelindung Bumi dari serangan makhluk yang ingin menghancurkan dunia.'


'Dengan kekuatan sucinya, ia akan menghancurkan segala kejahatan dan ketidak murniaan.'


Semakin Rian membayangkannya, semakin pekat aura kegelapan dari pedang itu. 

__ADS_1


Walau Ryan membayangkannya sebagai kekuatan suci, namun energi yang digunakan untuk membuatnya adalah energi kutukan. Sehingga kekuatan kegelapan lah yang menggantikan kekuatan suci. 


Tapi tetap saja, efek yang dihasilkan sama dengan aslinya.


"Aku memberimu perintah, berhenti!" Nightmare menggunakan kemampuan khusus Perintah Absolut pada Rian.


Seakan tidak mendengar Nightmare, Rian hanya diam dan terus membayangkan.


"Bagaimana mungkin?"


"Bagaimana mungkin Perintah Absolut tidak bekerja?" Nightmare mulai panik.


"Berhenti!"


"Mati!" 


"Berlutut!"


"Kenapa tidak ada yang bekerja!" Kemudian, samar-samar Nightmare melihat darah mengalir dari telinga Rian.


"Jadi begitu, kamu menghancurkan gendang telingamu agar tidak dapat mendengar perintahku … kalau begitu, aku akan menyerangmu secara langsung!"


Bagaikan teleport, Nightmare dengan cepat muncul di depan Rian dan mengayunkan pukulannya.


Di saat yang sama, Rian telah menyelesaikan pedangnya. "Diselubungi nafas planet dan energi kehidupan yang suci, rasakan amarahnya! [EXCALIBUR]"


Cahaya kegelapan langsung menyeruak dan membungkus area sejauh 10 kilometer.


Cahaya gelap ini dapat dilihat oleh orang-orang dari semua penjuru kota Surabaya.


Setelah satu menit penuh, cahaya gelap itu perlahan menghilang. Di depan Ryan, sebuah lubang berdiameter 10 kilometer pun tercipta dari cahaya gelap itu.


"Aku tak menyangka akan kalah dari mu, Rian …"


Di depan Ryan, terbaring seorang pria yang tubuhnya tinggal separuh. Mata Ryan terbelak melihat wajah orang yang ada di depannya.


"Kenapa? Kenapa Ayah mertua melakukan semua ini!?" teriak Rian.


"Aku titip Alena dan juga Roh Jahat Istriku padamu. Jaga mereka baik-baik." Perlahan, Dokter Denis menutup matanya. 


Di saat yang sama, semua Mayat Hidup yang tersebar di kota Surabaya mendadak roboh. Mereka talah kembali menjadi mayat biasa.


Sambil menahan tangis, Ryan menghampiri jasad Dokter Denis. 


Ketika akan menggendongnya, mendadak muncul suara seorang wanita dari belakangnya. "Jangan sentuh tubuhnya! Atau kau akan menyesal."


Rian langsung menengok ke belakang. Di sana, berdiri seorang gadis muda berambut sebahu. 


"Siapa kamu? Apa maksudmu aku akan menyesal? Apa kamu mengancamku?" ucap Ryan penuh emosi.


"Terserah kau saja. Tapi aku sudah memberimu peringatan."


Rian tidak mempedulikan ucapan gadis muda itu. Saat Rian menyentuh tubuh Dokter Denis, sebuah cahaya gelap muncul dari kepalanya.


Ding


[Pembaharuan Sistem]


[1%]


[2%]


[3%]


Rian mendadak mendengar suara notifikasi sistem. "Suara ini! Tapi suara sistemku tidak seperti ini!"


Melihat semua ini, gadis muda bernama Luci itu tersenyum menyeringai. "Sudah ku bilang bukan, jangan menyentuhnya, hahahahaha …"


Secepat kilat, Rian muncul di depan Luci dan menarik kerah bajunya. "Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi!?"


"Singkirkan tangan kotormu, makhluk rendahan!" Luci menepis tangan kanan Rian. Tepisan tersebut, membuat tangan kanan Rian hancur berkeping-keping.


"Arghhh!" Rian merintih kesakitan. Walau begitu, tidak sampai 29 detik, tangan Rian tumbuh kembali dengan cepat.

__ADS_1


Di saat yang sama, dari belakang Rian, muncul aura yang sangat kuat.


[95%]


[96%]


[97%]


[98%]


[99%]


[100%]


Ding


[Sistem Mimpi Buruk telah berubah menjadi Sistem Raja Iblis]


[Mendeteksi Host telah mati. Transformasi Raja Iblis tingkat rendah dimulai]


[1%]


[2%]


[3%]


Tubuh tidak lengkap Dokter Denis tiba-tiba kembali utuh. Dari kepalanya, muncul tanduk hitam. Kulitnya sangat pucat. Ia juga memiliki sayap burung berwarna hitam di belakang tubuhnya.


[97%]


[98%]


[99%]


[100%]


Begitu transformasi Dokter Denis selesai, ia membuka matanya. "Aku tidak menyangka akan hidup kembali. Kamu benar-benar curang, Luci …"


Luci tertawa mendengarnya. "Hahahaha … anggap saja itu bonus karena telah membuat kami terhibur selama 2 tahun ini, Denis." 


"Walau begitu, aku sudah tidak punya alasan lagi untuk melanjutkan permainan ini."


"Jika kamu menyelesaikan permainan ini sampai akhir, kamu dan istrimu bisa kami hidupkan kembali. Bahkan kami akan memberi kalian kemampuan khusus untuk hidup abadi, seperti halnya kami. Bagaimana, apa kamu mau menerima tawaran kami?" Luci melihat ke arah Dokter Denis dengan wajah yang ceria.


Rian yang sejak tadi mendengarkan percakapan Dokter Denis dan Luci mulai paham dengan misteri di balik sistem yang ia miliki. 


'Jadi semua ini hanya permainan yang dibuat oleh kadukeus. Kemungkinan besar orang tua ku ingin menghentikan permainan ini.' 


'Dia mencuri ponsel hitam itu dan menyembunyikannya. Akibatnya, dia di bunuh oleh Nightmare. Ini deduksi yang paling masuk akal berdasarkan informasi yang aku miliki!' pikir Rian.


"Jika kalian bisa melakukannya, aku menyetujuinya! Akan ku lakukan apapun demi bisa hidup bersama dengan istri tercintaku!" tegas Dokter Denis.


Luci menghampiri Dokter Denis dan menyentuh keningnya. Perlahan, sebuah cahaya merah menyelimuti tubuh Dokter Denis.


"Kontrak baru sudah dibuat." ucap Luci. "Sekarang tunggulah misi baru dari sistem. Untuk misi kali ini, kamu kami anggap gagal."


"Baik …" Kemudian Dokter Denis melihat ke arah Rian sambil tersenyum. "Sampai jumpa Rian, kita akan bertemu lagi di misi selanjutnya."


Setelah mengucapkannya, sosok Dokter Denis dan Luci menghilang dari tempat itu.


...End of Season 1...


__________________________________


Terima Kasih telah mengikuti dan membaca Sistem Uji Nyali.


Season 1 telah berakhir dan akan dilanjutkan lagi ke Season 2 tahun depan.


Di season 2, Author akan memperjelas banyak karakter seperti Noir sang siluman kucing, Rio sang dukun, Risky sang App Holder, dan juga Kakak sepupu Alicia sang Kultivator.


Nantikan season keduanya ya.


Sampai jumpa lagi tahun depan.

__ADS_1


__ADS_2