
“Guru, mari kita mulai!” Rio kemudian langsung membaca sebuah mantra pendek.
“Dhuh angin, teka, tiup kabeh ing dalanmu, muter-muter nganti ora ana apa-apa. ajurno kabeh, rotokno kabeh!”
Seketika itu, sebuah angin tornado tercipta di depan Rio. Dengan lambaian tangannya, Rio mengendalikan arah tornado tersebut. Tapi, ketika tornado tersebut akan menyentuh Mayat Hidup Wanita itu, dengan jentikan jari saja, tornado tersebut menghilang.
“Sudah aku duga, Teknik kutukan : Tanpa Batas, memang benar-kuat. Bahkan Aku sampai sekarang masih belum bisa menguasainya.”
Teknik Kutukan : Tanpa Batas adalah sebuah Teknik yang memberi penggunanya kontrol mutlak atas ruang melalui manipulasi energi terkutuk pada tingkat atom. Dengan kata lain, Mayat Hidup itu dapat memanipulasi dimensi.
Mayat Hidup tersebut mendadak muncul di belakang Rio dan memukulnya.
Boom
Rio pun terlempar sejauh 20 meter ke arah kerumunan Mayat Hidup. "Ugh … bukankah aku sudah menempatkan perisai vektor di sekeliling tubuhku? Tapi kenapa Guru bisa menyentuhku? Seharusnya siapapun yang akan menyentuhku, tangannya pasti hancur!"
Para Mayat Hidup yang ada di sekitar Rio langsung menyerang Rio. Akan tetapi, ketika mereka berusaha menggigit Rio, mendadak kepala mereka terpelintir dan putus. Melihat banyak temannya hancur, Mayat Hidup lainnya mulai mundur. Mereka menjaga jarak dengannya, seakan mereka takut pada Rio.
"Mayat Hidup biasa mati ketika akan menyentuhku, itu artinya perisai vektorku masih bekerja dengan baik." gumam Rio sambil mencoba bangkit.
Dari depan Rio, Mayat Hidup Wanita itu kembali muncul dan melayangkan pukulannya lagi. Namun kali ini, Rio juga ikut melayangkan pukulannya.
Kratak
"Argghhh …" Rio meringis kesakitan. Tangan kanannya patah hingga tulang belulangnya keluar dari kulitnya.
Dengan cepat, Mayat Hidup itu melancarkan pukulan bertubi-tubi ke tubuh Rio. Setiap pukulannya, menciptakan gelombang yang menghancurkan area di sekitarnya.
Boom Boom
Kratak kratak
Semua tulang ditubuhnya retak akibat daya hantam yang kuat. Rio berulang kali memuntahkan darahnya.
Boom
Rio kembali terpental sejauh 10 meter dan berguling-guling di aspal. Tubuhnya babak belur dan dipenuhi luka. Darah pun mulai mengalir dari semua bagian tubuhnya.
"Uhuk uhuk … jadi begitu, pengendalian vektor ku akan ternetralisir oleh Teknik Kutukan : Tanpa batas. Makanya dia bisa menyentuhku, dan begitu juga sebaliknya."
__ADS_1
"Sepertinya, aku harus menggunakan ini …" ucap Rio sambil mengambil sebuah botol dari saku jasnya yang sudah compang-camping.
Dari botol tersebut, terdengar suara beberapa orang yang bicara secara bersamaan. "Hei, lepaskan aku! Bukankah kamu sudah berjanji akan melepaskanku?"
"Maaf, keadaan berkata lain. Jadi aku terpaksa memakanmu!"
"Tunggu, tunggu, tunggu! Jangan makan aku!"
Tanpa memperdulikan teriakan chimera, Rio membuka botol menggunakan tangan kirinya yang masih utuh. Dengan cepat, Rio menghisap chimera tersebut ke dalam mulutnya.
"Teknik Kutukan : Pelahap Jiwa …" Rio lalu mengatur pernafasannya. Hirup nafas dalam-dalam, lalu kemudian mengeluarkannya. Ia melakukan hal tersebut berulang-ulang selama 1 menit penuh.
Di saat ia melakukan pernafasan seperti itu, mulai muncul asap putih tubuh Rio. Luka-luka Rio pun perlahan sembuh dengan sendirinya. Di sekujur tubuhnya, kini muncul garis-garis berwarna kuning yang menyerupai sirkuit listrik.
Teknik Kutukan : Pelahap Jiwa adalah teknik memperkuat tubuh penggunanya dengan melahap jiwa makhluk hidup ataupun makhluk astral. Semakin kuat jiwa yang dilahap, semakin kuat tubuh penggunanya.
"Guru, kali ini aku benar-benar serius!"
Setelah mengatakannya, Rio melepas kacamatanya yang sudah retak. Mata Rio kini dipenuhi garis-garis kuning yang bergerak-gerak bagaikan aliran listrik.
Menggunakan manipulasi vektor dan juga kekuatan fisiknya, Rio menghentakkan kaki dengan keras hingga membuat aspal yang menjadi pijakannya hancur berkeping-keping.
Swoosh
"GRAAA"
Hanya dalam satu kedipan mata, Rio tiba di depan Mayat Hidup Wanita itu. Mereka kemudian saling bertukar pukulan dengan cepat. Gerakan tangan mereka berdua sangat cepat hingga orang biasa akan kesulitan melihatnya.
Gelombang yang dihasilkan dari tabrakan pukulan mereka membuat aspal, pepohonan, gedung dan juga Mayat Hidup di sekitarnya hancur.
Di saat yang sama, Rio terus mencari kelemahan Mayat Hidup wanita itu. Setelah beberapa saat, Rio menemukannya. Berbeda dengan Mayat Hidup kebanyakan yang memiliki kelemahan pada otaknya, Mayat Hidup Wanita itu memiliki titik lemah pada jantungnya.
Di dalam Jantungnya, terdapat sebuah kristal merah yang menjadi sumber kehidupan Mayat Hidup tersebut. Tapi, jantung Mayat Hidup itu diselimuti membran keras menyerupai besi, sehingga serangan biasa tidak akan bisa menembusnya.
‘Sepertinya aku harus bertaruh pada satu serangan terakhir!’ Rio dengan sabar menunggu saat yang tepat untuk menyerang jantung Mayat Hidup tersebut, Sampai akhirnya, 1 jam kemudian, Mayat Hidup itu membuat kesalahan dan membiarkan bagian dadanya terbuka lebar.
Dengan cepat, Rio memusatkan semua kekuatannya pada tangan kanannya. Cahaya kuning menyelimuti tangan kanan Rio, dan membentuk sebuah cakar besar menyerupai cakar naga.
“Sekarang!”
__ADS_1
Jleb
Tangan Rio berhasil menembus membran keras yang menyelimuti jantung Mayat Hidup itu. Seketika itu, kristal yang ada di dalam jantungnya pun pecah. Tubuh Rio juga telah kembali normal setelah ia kehabisan energi.
“Te … ri … ma … ka … sih …” senyum Mayat Hidup tersebut. Hingga akhirnya, ia kembali menjadi mayat lagi.
“Guru …” Walau Rio mencoba untuk tidak menangis, namun tetap saja ia meneteskan air matanya. “Hiks hiks hiks …”
...****************...
Dedededede
Suara baling-baling Helikopter denger nyaring di area Rumah Sakit Universitas Avernus.
“Apa yang terjadi pada bangunan Rumah Sakit Universitas Avernus? Kenapa sekarang semuanya telah rata!?” teriak Kapten Leo dari dalam Helikopter yang sedang terbang pada ketinggian 100 meter..
“Kapten, sepertinya ini adalah perbuatan Rian. Hal yang sama juga pernah terjadi pada rumah kediaman keluarga Sugiharto.” jelas pilot Helikopter.
“Hmm, jadi Rian telah tiba terlebih dahulu. Kalau begitu, aku turun dulu!”
“Semoga berhasil, Kapten!” Pilot Helikopter tersebut memberi Hormat pada Kapten Leo.
“En …” Kapten Leo mengangguk atas ucapan sang pilot. Ia kemudian membuka pintu Helikopter, dan langsung melompat dari ketinggian 100 meter.
Boom
Sebuah lubang berdiameter sepanjang 5 meter tercipta di tempat Kapten Leo mendarat. Ia perlahan berjalan sambil mencari letak pintu masuk ke ruang bawah tanah.
Saat ia menemukan lokasi tangga ke bawah, tiba-tiba sebuah bayangan hitam bergerak dengan cepat menyerang Kapten Leo. Dengan santai, Kapten Leo menangkap makhluk tersebut. Ia mencengkram erat kepala makhluk itu dan mengangkatnya ke atas.
“Mayat Hidup Pelari ya …” gumam Kapten Leo setelah melihat bentuk kaki Mayat Hidup tersebut yang menyerupai kaki Cheetah. “Sudah lama sekali aku tidak melihat mayat hidup jenis ini.”
“Graaa”
Mayat Hidup itu terus meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari cengkraman Kapten Leo.
Croot
Bagaikan buah tomat, kepala Mayat Hidup tersebut pecah. Darahnya pun mengotori seragam Kapten Leo.
__ADS_1