
Denna tampak senang mendengar keadaan Dane sudah baikkan. Paman Sam mengatakan hal itu dengan lirih agar Nio tidak mendengarnya.
"Nona Denna apa tidak ingin bertemu dengan Tuan muda Dane," ucapnya masih dengan nada lirih.
Denna menggeleng. "Maaf, Paman, bukannya aku tidak mau, tapi mungkin sebaiknya tidak usah karena aku tidak mau dia bertanya siapa aku yang tiba-tiba melihatnya. Apa kakek Rayhan tidak pernah menceritakan dari mana Dane donor jantungnya?"
"Tidak pernah."
"Bagus kalau begitu. Kita pura-pura saja kenal karena aku adalah dokternya Nio, cukup itu saja."
"Tuan muda Dane pernah bertanya siapa yang memberikan jantung padanya, tapi kakek tetap tidak menjawab karena kakek sudah janji padamu Nona Denna."
"Terima kasih karena sudah menepati janjinya."
Denna membayar kue Nio dan miliknya. "Dokter Cantik karena sudah mentraktirku, bagiamana kalau aku antarkan naik mobilku rumah Dokter Cantik?"
"Tidak perlu Nio. Rumahku tidak jauh dari sini. Jadi, kamu tidak perlu mengantarkannya aku bisa pulang sendiri."
"Jangan begitu sebaiknya diantar saja karena pasti capek kalau jalan."
"Terima kasih.Nio, tapi dokter ingin jalan saja hari ini biar lebih sehat karena dokter jarang sekali berolahraga."
"Dokter cantik ke rumahku saja di rumahku ada alat olahraga milik daddyku, tapi sudah lama tidak dipakai."
"Kapan-kapan saja dokter ke rumah kamu, tidak apa-apa, kan, Nio?"
"Kalau aku ke rumah dokter cantik boleh tidak?"
"Tentu saja boleh Nio. Dokter sangat senang sekali."
"Apa Boleh hari ini ke rumah Dokter Cantik hari ini?"
"Jangan kalau hari ini. Bagaimana kalau besok lusa saja? Besok lusa sekolah kamu, kan libur dan kebetulan dokter juga libur di rumah sakitnya, nanti Nio minta antar Paman Sam ke rumah dokter, kita akan membuat kue sama-sama. Nio mau tidak?"
"Wah! Aku mau sekali. Nio tidak pernah diajak membuat kue. Nio bosan mainan ini itu ini itu terus tidak pernah bermain yang lainnya."
"Paman Sam, Ini ada kartu namaku kalau tidak merepotkan besok lusa bisa mengantarkan Nio ke alamat ini. Aku akan menunggu dia datang."
"Tentu saja tidak merepotkan, Nona Denna, dan nanti saya akan izin ke Kakek Rayhan agar memperbolehkannya main ke rumah Nona Denna."
Denna kembali menunduk mensejajarkan dirinya dengan bocah kecil itu. "Nio sekarang aku pulang dulu ya? Besok lusa aku tunggu di rumah."
__ADS_1
"Okay, Dokter Cantik. Oh ya terima kasih sekali lagi atas kuenya."
"Sama-sama, Nio. Paman Sam, aku permisi dulu."
"Nona Dena silakan." Denna keluar dari toko roti itu. Paman Sam melihat dengan wajah sangat senang.
"Nio, dokter Dena sangat baik ya?"
"Iya, Paman, dokter cantik sangat baik dan dia juga cantik makanya aku memanggil dia dokter cantik."
"Nio suka tidak kalau seumpama dokter cantik menjadi Mommy Nio?"
"Maksud Paman Sam? Dokter cantik menjadi seperti mommyku yang berada di surga itu?"
"Iya, mommy Nio yang dulu."
Nio terdiam sejenak. "Nio tidak mau kalau dokter cantik seperti itu."
"Kenapa tidak mau? Apa Nio tidak ingin punya keluarga yang lengkap? Ada mommy dan Daddy?"
"Kalau seperti mommy yang dulu Nio tidak mau." Nio sekali lagi terdiam sejenak, dia menundukkan kepalanya.
"Kenapa, Nio?"
Paman Sam agak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nio. "Kenapa Nio tidak pernah bicara hal ini?"
"Karena Mommy bilang dia jangan banyak bicara sama ayah dan kakek buyut atau kalau tidak nanti mommy akan mencubitku."
Paman Sam bingung, setahu dia Tiara istri tuan muda Dane sangat baik dan sayang, dia juga terlihat sangat perhatian kepada anak dan suaminya, dan juga perhatian sama kakek Rayhan."
"Kalau punya Mommy seperti mommynya dulu, Nio tidak mau."
"Dokter Dena tidak akan seperti itu, Nio, dia pasti akan menjadi mommy yang baik dan sayang sekali sama Nio.
"Kalau seperti itu Nio mau Paman, nanti kalau Daddy bertemu denganku, aku akan menyuruh Daddy bertemu dengan dokter cantik dan menyuruh dokter cantik menjadi mommyku."
"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja sekarang karena kamu harus mengganti baju makan dan beristirahat biar tidak sakit lagi dan besok lusa bisa pergi ke rumah dokter Denna."
Denna yang berada di rumahnya tampak duduk sendirian di ruang tamu, dia membuka kue kesukaan Dimas dan menikmatinya. "Aku merindukan kamu, Dimas. Apa kamu di sana juga merindukan aku?"
"Andai saja waktu itu kita sudah memiliki anak pasti rumah ini tidak akan sesepi ini."
__ADS_1
Tidak lama ponsel Denna berbunyi dia melihat nama Dias di sana.
"Halo Denna, kamu sudah sampai rumah, kam?" a
"Aku baru saja sampai rumah, Diaz, memangnya ada apa?"
"Tidak apa-apa, aku hanya takut saja. Takut kamu malah nyasar atau kalau tidak diculik sama pria yang memiliki jantungnya Dimas."
"Apa maksudmu? Dane itu masih terbaring di rumah sakit, tapi aku tadi bertemu dengan Paman Sam yang bekerja di rumah Dane. Paman itu mengatakan perkembangan Dane sudah sangat baik."
"Denna, apa kamu tidak penasaran ingin melihat wajah dari pria yang mendapat donor jantung Dimas?"
"Aku sama sekali tidak penasaran, aku bahkan berharap dia tidak tahu jika jantung yang ada pada dirinya adalah milik suamiku. Aku tidak mengharapkan apa-apa."
"Bukan seperti itu maksudku. Siapa tahu dia sangat baik dan tampan meskipun dia seorang duda."
"Kenapa kau malah memikirkan sampai di sana? Sudah! aku mau mandi dulu, kamu juga bersiap-siap katanya kamu mau pergi."
"Iya aku dan mas Rio mau pergi dan nanti kita mau menyusul kamu di rumahmu."
"Untuk apa? Aku sudah bilang kalau aku ingin menghabiskan waktu di rumah saja, aku mau tiduran Diaz."
"Jangan banyak tidur nanti bermimpi yang aneh-aneh. Pokoknya aku nanti dan mas Rio akan ke rumah kamu untuk mengajak kamu nonton.
"Terserah, aku tidak akan mau keluar, malahan aku akan mengunci pintunya dari dalam.
"Jahat sekali kamu Denna."
"Salah sendiri, aku sudah bilang tidak mau ,tapi kenapa memaksa?"
"Denna, kita ini hanya ingin mengajak kamu jalan jalan saja, lagian ada Fabio saudara sepupu mas Rio, kasihan kalau dia sendirian dia juga baru saja datang ke sini. Semakin tambah teman kan lebih baik Denna. Please ya!";
Denna yang merasa kasihan akhirnya Mau menyetujui ajakam Diaz.
"Hanya menonton terus pulang."
"Makan dulu, Denna, makan dulu. Jangan langsung disuruh pulang, kalau aku lapar dan sampai pingsan, bagaimana? Apa kamu nanti yang bertanggung jawab?"
"Ya ampun! Baiklah! Kita makan nonton terus pulang tidak melakukan kegiatan lainnya lagi."
"Setuju!" Seru Diaz Senang. "Pokoknya yang penting kamu ikut."
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu aku mau mandi dulu dan beristirahat sebentar. Hari ini benar-benar capek Dias "
Ya sudah kalau begitu nanti jam tujuan aku jemput ke rumah kamu."