
Dane sudah sampai di tempat di mana dia diajak oleh nenek Miranti untuk berlibur di sebuah villa. Sebenarnya acara berlibur ini adalah rencana nenek Miranti dan kakek Rayhan yang ingin lebih mendekatkan Denna dengan Dane, tapi nyatanya mereka malah yang ada masalah seperti saat ini.
Keluarga Dane tidak tau jika Denna memutuskan untuk tidak mau ikut ke sana. Nio dan yang lain yang sudah sampai di sana tampak senang melihat villa yang bagus dan pemandangan ya sangat indah.
Penjaga tempat itu dan istrinya menyambut kedatangan mereka dengan sangat baik dan ramah. Mereka membukakan pintu dan mempersilakan masuk. Hidangan juga sudah tersedia. Mereka juga mempersilakan keluarga Dane untuk makan terlebih dahulu, tapi Dane dan keluarganya mengatakan ingin menunggu keluarga nenek Miranti datang untuk makan bersama.
Nio naik ke lantai atas untuk melihat kamar mereka "Wow...! Di sini keren sekali, Daddy!"
"Iya, di sini indah sekali." Dane sedang memikirkan tentang wanita bernama Denna. Dia tidak yakin apa Denna mau datang ke sana, dan adapun jika dia datang, pasti hari ini dia akan menerima jawaban yang tidak dia harapkan atas lamaran pernikahannya.
"Dane, apa yang kamu pikirkan?" Tepukan kakek tua itu seolah dia tau apa yang sedang cucunya pikirkan.
"Aku sedang memikirkan apa yang harus aku katakan nanti kepada kalian tentang berakhirnya kedekatan diriku dan Denna, dan apa yang akan aku sampaikan pada Arsen jika dirinya tidak bisa bertemu Denna lagi karena aku akan mengajaknya pindah jauh dari sini setelah hari ini?"
"Kakek berharap masih ada keajaiban yang akan bisa membuat hati Denna berubah untuk bisa menerima siapapun dirimu."
"Daddy, Tante Denna mana? Kenapa dia belum datang?"
"Tante Denna sedang dalam perjalanan ke sini, Nio, kamu sabar saja menunggu." Tangan Paman Sam mengusap lembut pucuk kepala bocah kecil itu.
"Aku tidak sabar ingin mengajak Tante Denna bermain di sungai yang ada di depan sana. Tante Denna pasti akan menyukainya."
"Apa mau bermain dengan Daddy dulu di sana?"
"Iya, aku mau!" serunya senang.
Mereka berdua menuruni anak tangga, dan berjalan menuju pintu utama. "Arsen, jangan berlarian, hati-hati!"
"Tante Denna?" Seketika wajah bocah itu tampak senang karena saat membuka pintu dia melihat sosok yang dia rindukan dari tadi.
"Hai, Nio," sapa Denna.
Nio berlari dan menghampiri Denna yang baru saja turun dari dalam mobil. Dane yang berdiri di depan pintu terlihat datar melihat wanita yang sedang menggendong putranya.
Sedetik kemudian, Dane mengulas senyum panjangnya tatkala dia melihat ada cincin berlian terpasang cantik di jari manis Denna. Iya! Denna memakai cincin pemberian Dane, dan itu artinya Denna mau menikah dengan Dane.
Di dalam hati pria itu rasanya seolah ada banyak sekali kupu-kupu yang berterbangan. Dane tidak dapat mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini melihat Denna memakai cincin darinya.
__ADS_1
"Pagi, Dane!"
Dane menjawab sapaan mamanya Denna, dan juga menyapa Jaden serta nenek Miranti. Mereka bertiga berjala masuk ke dalam rumah.
Dane kemudian berjalan mendekat dan dia bingung ingin mengatakan apa pada Denna. "Hai, Tuan Mafia, apa kabar?" sapa Denna, dan sekali lagi pria bernama Dane itu mengulas senyum panjangnya.
"Aku baik, Dokter Cantikku."
"Tante, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke sungai bersama dengan daddyku?"
"Tante mau masuk dulu karena nenek Nara membawa sesuatu buat Nio."
"Apa hadiah buat Nio maksud tante Denna?" Denna mengangguk. "Tapi Nio, kan, tidak berulang tahun hari ini?"
"Apa harus berulang tahun dulu kalau ingin memberi Nio hadiah? Nenek Nara kemarin heboh sekali berbelanja karena ingin membelikan Nio sesuatu. Apa Nio tidak mau melihat dulu apa itu?"
"Mau! Tentu saja mau!"
"Pergilah ke nenek Nara."
"Dane! Apa yang kamu lakukan?" Denna tampak kaget dengan pelukan Dane yang tiba-tiba. "Lepaskan, Dane, nanti dilihat lainnya bagaimana?" ucap Denna lirih.
"Terima kasih, Denna," ucapnya lembut tanpa melepaskan pelukannya.
"Terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih untuk kamu sudah mau menerimaku."
"Jangan yakin dulu, Tuan Mafia. Aku hanya sayang saja jika cincin ini aku buang atau aku kembalikan sama kamu. Cincin ini pasti mahal sekali."
"Aku mencintaimu." Dane malah mengeratkan pelukannya dan mencium pipi Denna dengan dalam.
"Dane! Jangan lakukan itu." Sebuah tepukan kecil tepat mengenai lengan tangan pria itu.
"Aduh! Sakit, Denna." Dane merintih kesakitan.
"Salah sendiri, kenapa main peluk orang seenaknya?"
__ADS_1
"Aku memeluk calon istriku, apa salah?"
Mereka berdua tidak tau jika ada seseorang dari dalam rumah sedang menyaksikan kebahagiaan mereka. Orang itu adalah Jaden yang turut andil dengan kebahagiaan Denna dan Dane karena dirinya, Denna akhirnya memutuskan untuk menerima Dane.
Pagi itu Denna yang akan pulang dari rumah sakit dihubungi ayahnya dan meminta Denna datang ke perusahaan di mana ayahnya bekerja.
Denna datang ke sana dan langsung menuju ke ruangan ayahnya. Di sana sudah ada uncle Leonya. Denna merasa heran kenapa dia tumben sekali ayahnya menyuruh datang ke Kantornya.
"Ini apa, ayah?" tanya Denna yang melihat semua foto yang ada di atas meja kerja ayahnya. Di sana banyak sekali foto yang Denna masih tidak paham jika ayahnya adalah seorang mafia kejam.
"Itu adalah masa lalu dari ayahmu, Denna," ungkap Uncle Leo.
"Maksud Uncle Leo?" Denna masih sangat bingung.
"Ayah dulu adalah seorang Mafia yang sangat kejam. Ayah memiliki banyak sekali bisnis gelap, Nak. Kamu adalah putri dari salah satu mafia yang ada di negara ini."
"Apa?" Wajah Denna sangat terkejut mendengar hal ini.
"Iya, Denna, dan Uncle Leo juga adalah asisten ayah kamu di dunia hitam ini."
"Ayah bercanda, kan?" Denna seolah masih tidak bisa menerima dengan apa yang ayahnya katakan.
"Ayah serius, Denna. Ayah minta maaf jika selama ini ayah menyembunyikannya darimu, itu ayah lakukan agar kamu tidak mengetahui keburukan tentang ayahmu. Ayah hanya ingin kamu mengetahui tentang sosok ayah yang sangat baik dan menyayangi putrinya. Dane pun pasti melakukan hal itu, dia pasti tidak ingin putranya dan bahkan istrinya mengetahui tentang siapa dia karena dia tidak mau dibenci bahkan dijauhi oleh orang-orang yang sangat dia cintai."
Denna langsung terduduk lemas di kursi tepat di depan meja ayahnya. Kedua mata Denna masih melihat pada foto yang ada di atas meja.
"Denna, bahkan mamamu awalnya juga tidak mengetahui siapa ayahmu, tapi dia malah jatuh cinta pada ayahmu. Ayahmu sebenarnya ingin menjauhi mamamu waktu itu karena dia tidak mau membuat mamamu dalam bahaya jika bersamanya, tapi karena Nara sangat mencintai ayahmu, dan begitupun ayahmu sangat mencintai mama kamu, mereka akhirnya memutuskan bersama dan akan melalui semuanya karena mereka yakin jika cinta mereka adalah kekuatan terbesar untuk menghadapi semuanya.
"Ayah sangat bersyukur bisa memiliki wanita yang hebat dan sabar seperti mama kamu. Dia mau menerima ayah walaupun mengetahui siapa ayah sebenarnya. Saat kamu lahir, ayah memutuskan untuk meninggalkan perlahan-lahan dunia hitam itu dan ingin hidup bahagia dan tenang bersama keluarga kecil kita, dan apa kamu tau jika kakek buyutmu adalah juga seorang Mafia? Dari beliau ayah belajar semua ini, dan nenek Miranti juga adalah wanita yang hebat yang tidak takut menjadi istri yang mendampinginya."
"Kenapa kalian harus menyembunyikan semua ini dariku? Apa aku tidak berhak mengetahui siapa aku ini?"
"Sekali lagi kami minta maaf sama kamu, Nak. Tidak ada niat buruk dari kami untuk menyembunyikan hal ini, hanya saja tadi ayah sudah sampaikan alasannya, dan mungkin itu juga alasan yang Dane gunakan sama kamu."
"Dane?"
"Denna, ayah dan mama sudah mengetahui siapa Dane saat Dimas dan Dane berada di rumah sakit karena nenek menceritakan siapa kakek Rayhan, tapi kami tidak menyangka jika kamu dan Dane akan terlibat suatu hubungan yang serius."
__ADS_1