Stay Beside You

Stay Beside You
Cerita Tenang Denna


__ADS_3

Hari itu Dane kembali menghabiskan waktu dengan daddynya.


Malam hari d dalam kamar Nio. Dane sedang membantu bocah kecil itu untuk bersiap-siap untuk tidur. dia mengganti baju Nio dengan piyama tidurnya.


"Nio, apa dokter Denna sangat baik denganmu?"


"Tentu saja dia sangat baik denganku, bahkan Tante Dokter mau menjadi mommy pura-puraku supaya aku tidak diejek oleh temanku terus karena aku tidak memiliki mommy."


Dane mendengar semua cerita dari putranya. Nio menceritakan Denna dengan sangat semangat dan tampak Nio sangat menyukai sosok Denna.


"Nio, kamu seharusnya tidak boleh terlalu akrab dengan orang asing seperti dokter Denna."


"Orang asing? Dia orang yang baik, Daddy, kemarin saja waktu aku menginap di rumahnya, Tante Dokter dihubungi suster di sana karena ada anak yang harus di operasi, tapi ayahnya meninggal bunuh diri, dan ibunya tidak punya uang. Tante Dokter dengan cepat mengatakan akan membiayai operasinya."


"Tapi orang baik tidak hanya dilihat dari hal seperti itu saja Nio."


"Daddy ini. Tante Dokter itu benaran baik, Nio saja ingin dia menjadi mommy Nio. Nio pernah meminta agar Tante Dokter mau menjadi mommy Nio."


"Lalu, apa yang dokter Denna jawab?"

__ADS_1


"Tante Dokter tidak bisa katanya karena tante dokter masih mencintai suaminya yang sudah meninggal.


"Jadi, dia sudah menikah, dan suaminya meninggal?"


Nio mengangguk beberapa kali. "Iya, suaminya sangat tampan, hampir sama tampannya seperti daddy."


"Apa dia tinggal sendirian di rumahnya?"


"Iya, tinggal sendirian, tapi tante dokter tidak merasa takut. Daddy, apa Daddy tidak menyukai tante dokter?"


"Maksud, Nio?"


Dane tersenyum mendengar ucapan anaknya. "Jagoan Daddy kenapa sekarang mengerti tentang berpacaran? Siapa yang mengajari kamu? Apa dokter Denna?"


Nio menggeleng dengan cepat. "Safira yang mengajariku, dia bilang jika dia menyukaiku dan ingin aku berpacaran dengannya, tapi aku tidak mau karena dia belum bisa membaca."


Dane mendelik mendengar apa yang baru saja Nio jelaskan. "Nio, Daddy dan dokter Denna tidak bisa berpacaran karena kita memang tidak memiliki perasaan yang dekat. Mulai sekarang Nio juga tidak perlu terlalu dekat dengan dokter Denna karena sekarang ada Daddy di sini yang akan selalu menemani Nio."


Dane seolah ingin menjauhkan putranya dengan Denna karena Dane memang tipikal orang yang introvert, dia tidak mudah terlalu dekat dengan seseorang bahkan percaya.

__ADS_1


"Tapi kalau Nio ingin main ke rumah Tante dokter boleh tidak, Daddy?"


Dane terdiam sejenak. Dia bingung apa harus memberi izin atau tidak. "Boleh, tapi hanya main sebentar, tidak boleh sampai menginap."


Nio bibirnya langsung mengerucut. "Kenapa sebentar?"


"Nio, dokter Denna itu punya kehidupan sendiri dan kita jangan terlalu membuatnya kerepotan, walaupun dia bilang tidak merasa direpotkan. Nio paham, kan?" Nio mengangguk pelan. "Lagi pula sekarang ada Daddy, apa kamu tidak ingin seperti dulu selalu bersama Daddy?"


"Tentu saja aku mau."


Dane menyuruh putranya tidur, dia menyelimuti putranya. Dane malam ini akan menemani Nio tidur di kamarnya. Dane sangat merindukan putranya.


"Tiara, putra kita sudah besar dan sekarang aku dapat menjaganya hingga kelak dia tidak membutuhkanku lagi."


Dane mengecup kening Nio dan dia mulai berbaring di samping Nio.


"Denna!"


Dane sekali lagi terbangun dengan memanggil nama Denna.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa aku bermimpi tentang denna lagi?"


__ADS_2