
Kakek Rayhan mengatakan jika Dane sebenarnya suka sekali melukis. Lukisan yang diberikan kepada Denna adalah hasil imajinasi Dane sendiri karena Denna memang tidak pernah berfoto seperti itu. Nio yang kala itu bilang pada daddynya jika dia bingung mau memberikan Denna apa untuk hadiah ulang tahunnya dan Dane mengusulkan memberikan lukisan itu.
"Tante Denna, nanti lukisan itu ditaruh di kamar Tante Denna, ya, supaya Tante bisa ingat terus sama Nio kalau kembali ke tempat kerja Tante di sana."
"Tempat kerja baru?" Nara heran.
"Em! Maaf, Nio kapan hari mencari Denna, tapi Danne mengatakan jika Denna ada tugas ke tempat lain yang agak jauh. Jadi, belum bisa bertemu dengan Denna," Kakek menjelaskan dengan memberi isyarat pada Nara dan lainnya.
Nara seketika paham. Dia mengerti jika putrinya memang sedang ada masalah dengan Dane.
"Iya, nanti Tante akan taruh di kamar Tante. Kamu tau, Nio? Tante sudah kembali bekerja di rumah sakit yang ada di sini. Jadi, Nio bisa bertemu dengan Tante."
"Benar ya, Tante? Jadi, Nio boleh bermain di rumah Tante seperti waktu itu?"
"Iya, nanti kalau aku sudah pindah kembali ke rumahku yang dulu. Kamu boleh menginap. Kita akan menghabiskan waktu bersama di sana."
"Terima kasih, Tante!" seru bocah kecil itu senang sembari memeluk Denna.
Tidak lama terdengar suara kembang api di atas langit. Denna tampak takjub melihatnya. Suasana di sana menjadi sangat meriah karena suara kembang api bersahutan tidak berhenti..
"Selamat ulang tahun Dokter Cantik."
"V! Kamu kenapa baru muncul, dahal aku melihat motormu ada di sini dari tadi?"
"Aku masih sembunyi untuk menyiapkan kembang api ini untukmu. Ini juga bunga cantik untuk wanita yang sangat cantik." V memberikan buket bunga mawar putih berukuran sedang.
"Terima kasih, V, bunga ini indah sekali." Denna saling berpelukan dengan V.
Tidak jauh dari sana, kakek Rayhan mendekat pada nenek Miranti, dan kakek Rayhan bertanya tentang siapa pria yang memberi Denna bunga mawar itu.
"Dia V adik angkat mendiang Dimas yang pernah aku ceritakan sama kamu."
"Adiknya? Apa dia menyukai Denna?"
"Kalau itu aku tidak tau, Ray. Namun, jika dilihat dari apa yang selalu V lakukan, sepertinya dia memang menyukai Denna."
__ADS_1
"Apa Denna juga menyukainya?"
Nenek Miranti menggedikkan bahunya acuh ke atas. "Kalau Denna sedang dekat seseorang. Dia pasti akan menceritakan pada mamanya, tapi untuk saat ini dia sering bercerita jika dia masih belum ingin memikirkan masalah itu."
"Dane juga. Setiap kali aku membahas agar dia mau menikah, dia tetap saja menghindar. Kata paman Sam, Dane sedang didekati oleh guru sekolahnya Nio yang bernama Zia."
"Zia? Apa kamu sudah bertemu dengannya?"
"Aku pernah berkenalan dengan gadis itu saat mengantar Nio sekolah. Aku lihat dia sangat baik, lembut dan cantik. Dia juga gadis yang sederhana, tapi Dane tidak pernah membahas tentang gadis itu. Malahan Dane pernah beberapa kali bertanya tentang Denna."
"Mereka berdua sepertinya susah untuk di satukan kalau begini." Dua orang dengan usia yang sama itu saling melihat.
Acara berjalan dengan lancar. Denna terlihat bahagia, walaupun. ada sedikit sesuatu yang mengganggunya.
Dane. Pria itulah yang membuat dalam hati Denna malam ini tidak sepenuhnya bahagia.
"Tante Denna, terima kasih. Nio doakan semoga Tante Denna panjang umur, sehat selalu dan segera menjadi mommy. Eh, maksudku cepat menikah. Paman Sam aku lupa kata-katanya." Nio seketika melihat pada Paman Sam.
Pria paruh baya itu malah nyengir. Merasa ketahuan jika dia yang mengajarkan kata-kata itu pada Nio.
"Iya, itu."
Denna tersenyum. "Terima kasih, Nio."
Acara malam itu selesai pukul sebelas malam, tetapi Nio dan kedua kakeknya pulang pukul sembilan karena Nio besok masuk sekolah pagi.
"Denna, itu tadi anaknya Dane?"
"Iya, itu putranya Dane. Namanya Nio dan dia anak yang manis sekali." Denna tampak bahagia saat menceritakan tentang awal pertama dia mengenal Nio.
"Pantas sekali kalian sangat akrab. Kamu malah seperti ibunya." V meneguk orange jusnya.
"Aku tidak tau kenapa aku sayang sekali dengannya. Dia membuat aku perlahan-lahan melupakan kesedihanku."
"Denna, apa kamu dan Dane tidak ada hubungan yang spesial?" V melirik pada Denna.
__ADS_1
"Aku? Tentu saja tidak." Denna memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Dane.
"Karena biasanya seorang wanita jika dekat dengan anak seorang pria. Biasanya akan dekat juga dengan ayahnya. Apa lagi Dane single parents dan kamu wanita single."
"Aku memang dekat dengan Nio, tapi Dane tidak. Kamu kemarin lihat sendiri jika Dane makan bersama dengan kekasihnya."
"Iya juga sih."
Dari kejauhan Nara dan Nenek melihat Denna dan V yang sedang duduk berdua di satu meja bundar yang ada di tengah kebun.
"Jadi, Dane sudah mengatakan ingin menikahi Denna? Tapi kenapa Rayhan tidak mengatakannya padaku?"
"Sepertinya belum ada yang tau jika Dane mengajak Denna untuk menikah."
"Aku sebenarnya tidak percaya saya kamu bilang hal ini karena tadi Rayhan bercerita jika Dane selalu menghindar jika Rayhan membahas tentang pernikahan, tapi tidak taunya dia melakukan hal yang tidak terduga."
"Dane tipe pria seperti Jaden. Dia akan berbuat hal yang tidak ingin orang lain tau."
"Lalu, apa jawaban Denna?"
"Dia belum menjawab. Dia malah ingin mengembalikan cincin pemberian Dane. Denna bilang tidak mau menikah dengan pria egois seperti Dane. Putriku itu sepertinya kesal dan marah karena hari ini Dane tidak datang ke acara ulang tahunnya. Dia malah pergi beberapa hari meninggalkan Nio juga."
Nenek Miranti menghela napasnya pelan. "Dahal, nenek berharap mereka itu bisa menikah. Dane sepertinya diam-diam menyukai Denna."
"Pun dengan putriku, hanya saja dia belum menyadari hal itu. Kenapa dia orang ini mirip sekali denganku dan Jaden dulu?" Nara melirik pada Nenek Miranti.
Denna masih tampak berbicara dengan V. Mereka bahkan terlihat menikmati pembicaraan saat ini.
Sampai akhirnya semua acara benar-benar selesai. V pulang ke rumahnya dan Denna tidur di kamarnya.
Denna yang berbaring di atas tempat tidurnya memandangi cincin dari Danne, bahkan dia memakai cincin itu.
"Ini indah sekali. Kenapa aku sangat menyukai cincin ini? Dan kenapa juga aku merindukan orang yang memberikan cincin ini?"
Denna beranjak dari tempat tidurnya dan dia sekarang duduk di dekat jendela kamarnya melihat ke arah luar berharap dia melihat ada mobil Dane seperti waktu itu, tapi lama dia menunggu, mobil Dane tidak ada di sana.
__ADS_1
Ada rasa kecewa di hati Denna, tapi dia menyadarkan dirinya kembali jika Dane memang sudah mengatakan dia akan pergi ke suatu tempat dalam beberapa hari.