Stay Beside You

Stay Beside You
Pria Misterius


__ADS_3

Paman Sam menceritakan semua yang dia ketahui tentang Tiara, bahkan cerita terbaru yang pernah Nio ceritakan. Tiara ternyata sering bersikap tidak peduli pada Nio jika Dane tidak ada di rumah, tapi jika Dane di rumah, sikap Tiara berubah sayang pada Nio. Dahal Nio itu anak kandungnya, tapi sikapnya seolah-olah Nio itu anak tiri saja.


"Tapi, Nio jika bercerita dia sangat sayang pada Mommynya."


"Tuan Kecil ini memang sayang sekali pada mommynya, dia juga sayang pada semua anggota keluarganya."


"Semoga aku bisa menjadi ibu yang baik bagi Nio, Paman."


"Pasti, saya yakin jika Nona Denna pasti bisa menjadi ibu yang baik untuk Tuan Muda Kecil."


Denna kembali mengajak Nio bermain. Nio yang ingin menangkap ikan tidak diperbolehkan oleh Denna karena ikan-ikan itu masih kecil dan agar membiarkan dia hidup di alam terbuka.


" Apa sudah selesai bermainnya?" tanya Dane yang tiba-tiba ada di sana."


"Daddy!" seru Nio dan bocah itu digendong oleh Dane. "Aku mau menangkap ikan kecil itu, tapi kata Ibu Denna tidak boleh karena masih kecil dan biarkan dia hidup di alam terbuka saja."


"Benar apa yang dikatakan oleh ibu Denna kamu. Sebaiknya sekarang kita kembali ke dalam Villa."


Dane mengajak Denna dan Nio masuk ke dalam villa. Sebenarnya, Dane melakukan hal itu karena dia melihat ada pria mencurigakan sedang mengawasi Denna dan Nio yang berada di dekat sungai. Dane curiga jika orang itu pasti ada kaitannya dengan pria yang kemarin dia sandra. Pria yang mengatakan jika istri Dane sebenarnya sengaja ditabrak oleh seseorang, atau orang itu adalah suruhan dari Troy.


Di dalam rumah Dane tampak menghubungi seseorang dia bicara di tepi jendela sambil melihat apa pria itu masih ada di sana. "Bawa beberapa orangmu ke sini secepatnya."


"Baik, Tuan, saya dan beberapa orang akan segera ke sana."


"Ingat apa yang aku katakan, jangan bertingkah sangat mencolok."


"Iya, saya mengerti, Tuan."


Dane mematikan panggilan teleponnya. Dia kembali melihat di balik jendela, ternyata pria itu sudah tidak ada di sana.


"Dane." Denna memegang pinggang Dane, tapi dia terkejut merasakan ada sesuatu pada pinggang belakang Dane.


"Ada apa, Denna?"


"Itu pistol?"


"Iya, Denna." Dane memegang tangan Denna. "Kamu sudah tau siapa aku, dan aku harap kamu tidak terkejut dengan semua nanti yang kamu lihat."


"Maaf karena mungkin aku masih harus berusaha menyesuaikan diriku dengan hal yang mungkin agak seram bagiku."

__ADS_1


Dane tersenyum. "Tidak ada yang seram, Denna. Percaya saja padaku, semua akan baik-baik saja." Tangan Dane mengusap lembut pipi Denna.


"Dane, kamu tadi bicara dengan siapa? Kenapa seperti ada hal yang sedang kamu sembunyikan?" Dane terdiam sejenak dan menatap Denna dengan lekat. "Jangan ada yang kamu sembunyikan lagi dariku, Dane?" Wajah Denna tampak kesal.


"Jangan cemberut seperti itu." Dane mencubit kecil hidung Denna.


"Ceritakan padaku, ada apa? Bukannya aku orang yang ingin tau, tapi kita akan hidup bersama nantinya, apa kamu tidak mau berbagi apapun denganku?"


"Aku akan mengatakan sesuatu, tapi kamu tidak boleh takut."


"Ada apa sih? Kenapa jadi horor begini?"


Dane masih saja bisa tersenyum. "Ada seseorang yang sedang mengawasi keluarga keluarga kita di sini."


"Oh, ya? Mana?" Denna dengan cepat melihat ke arah luar.


"Denna, jangan menakuti lainnya." Dane menarik pinggang Denna menjauhkan dari jendela. "Jangan terlalu dekat dengan jendela. Kamu jangan panik karena aku sudah menyuruh beberapa orang berjaga di sini. Mereka akan segera datang."


Denna mencoba mengatur napasnya yang memang rasanya tercekat saat mengetahui ada orang yang sedang mengawasi mereka.


"Dane, apa dia orang suruhan dari kakaknya mendiang istri kamu?"


"Memangnya, apa yang dia katakan tentang mendiang istrimu?"


Dane terdiam sejenak dan dia bingung harus mengatakannnya apa tidak? Denna kembali mendesak Dane agar berkata jujur tentang semuanya.


"Dia bilang jika kecelakaan yang menimpa istriku itu adalah hal yang sudah direncanakan."


"Maksudnya?"


"Istriku itu sengaja ditabrak oleh seseorang dan di dorong masuk ke dalam jurang, Denna."


"Oh, Tuhan!" Denna yang terkejut sampai menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


"Jadi, maksudmu Tiara sengaja dibunuh oleh seseorang?" Dane mengangguk. Wajah Denna seketika berubah aneh.


"Apa kamu takut setelah mendengar hal itu?"


"Huft! Aku manusia normal, Dane, apa lagi aku memang tidak pernah berhubungan dengan hal-hal seperti ini. Film action saja aku tidak terlalu suka."

__ADS_1


"Aku bisa paham akan hal itu. Kamu jangan terlalu panik agar yang lainnya tidak ikut khawatir."


Denna mengangguk perlahan. "Akan aku coba. Huft! Dan aku akan mulai membiasakan diriku dengan semua ini karena calon suami adalah tuan mafia." Denna berjalan pergi dari sana.


Dane menatap wanita yang sudah membuat hari-harinya penuh kebahagiaan. "Aku sudah tidak sabar ingin segera menjadikan dia milikku agar aku bisa berada di dekatnya dan tentu saja melindunginya."


Malam itu setelah semua makan malam dan saling berbincang. Mereka semua pergi ke tempat tidurnya masing-masing karena besok pagi mereka akan bersepeda mengelilingi tempat yang sangat indah itu. Nio meminta tidur bersama dengan Denna, dan Denna dengan senang hati mau tidur dengan bocah kecil itu.


"Ibu Denna, tolong bacakan dongeng untukku."


"Tentu saja, Nio, kamu ingin aku membaca cerita dongeng yang mana?"


Nio tampak memilih beberapa buku cerita yang Nara berikan. "Nenek Nara banyak sekali membelikan buku cerita ini, tapi beberapa sudah ada yang pernah aku baca."


"Nenek Nara memang tidak tau cerita mana yang belum kamu baca, tapi karena dia mengetahui kamu suka membaca cerita, jadi, nenek membeli saja semuanya."


"Tidak apa-apa. Aku malah senang dan berterima kasih dengan semua yang nenek Nara berikan padaku."


"Ya sudah, sekarang aku akan membacakan cerita bubur manis ini saja karena aku juga penasaran dengan ceritanya."


Nio mendengarkan saat Denna membacakan cerita untuknya hingga tidak terasa Nio tertidur dengan pulas di samping Denna. Denna menarik selimut untuk menutupi tubuh kecil Nio dan dia keluar untuk mengambil air minum karena dia haus setelah dari tadi membacakan cerita untuk Nio.


"Dane? Kamu sedang apa?" Denna melihat Dane duduk di sofa panjang yang ada di ruang tamu. Dane juga sepertinya sedang mengoleskan sesuatu pada lukanya.


"Denna, kenapa kamu keluar? Apa Nio sudsh tidur?"


"Iya, dia sudah tidur, dan aku mau mengambil air minum karena haus." Denna melihat di dekat sofa itu ada bantal, guling dan selimut. "Dane, apa kamu tidur di sini?"


"Iya, aku memilih tidur di sini karena orang suruhanku belum juga sampai ke sini. Mobil mereka mengalami masalah."


"Lalu, kamu sedang apa? Obat apa itu?"


"Aku harus mengoleskan obat ini pada lukaku agar cepat sembuh dan tidak sampai membekas."


Denna duduk dan mengambil salep pada tangan Dane. "Denna, kamu mau apa?"


"Membantu mengoleskan salep ini pada lukamu. Sekarang buka bajumu dan akan aku mengoleskannya."


"Tidak perlu, Denna. Sebaiknya kamu pergi tidur saja setelah mengambil air minum."

__ADS_1


__ADS_2