Stay Beside You

Stay Beside You
Jodoh Untuk Denna


__ADS_3

Dane mengantar Denna pulang. Di depan halaman rumah Denna, Denna tampak mencari sesuatu.


"Mana penjaga rumah ini?"


"Untuk apa mencari penjaga rumahmu?"


"Menolongku masuk ke dalam rumah. Kamu bisa langsung segera pulang karena aku tidak mau merepotkan kamu."


Dane tampak terdiam dan dia kemudian melihat ada penjaga mendekat ke arah jendela kaca Denna. Dane segera turun dan menyuruh penjaga itu membawakan kursi roda saja karena dia yang akan mengantar Denna masuk ke dalam rumah.


"Kamu pergi bersamaku dari tadi dan aku harus bertanggung jawab sampai kamu benar-benar aman di rumah."


Dane menggendong Denna berjalan masuk ke dalam rumah. Denna sama sekali tidak mau bergelayut pada leher Dane, bahkan dia tidak mau melihat ke arah Dane.


"Kalian sudah pulang?"


Dane meletakkan Denna duduk di sofa ruang tengah. "Maaf, kalau aku mengantar Denna agak malam karena tadi kami terjebak macet."


"Tidak apa-apa, Dane, Tante percaya kalau kamu pasti bisa menjaga Denna.


"Dane, bagaimana jika kita makan malam? Tadi Nara tidak mau makan malam sebelum Denna dan kamu pulang."


"Dia tidak bisa makan malam karena dia harus segera pulang, Nenek Buyut," jawab Denna cepat.


Nala melihat jika putrinya ini sepertinya sedang kesal pada Dane. Namun, wajah Dane malah terlihat datar saja.


"Maaf, tapi Arsen sudah menungguku karena aku sudah berjanji akan mengajaknya makan malam bersama dan bermain dengannya."


"Ya sudah kalau kamu tidak bisa. Sampaikan salamku pada putramu, Dane."


Dane mengangguk dan dia segera beranjak pergi dari sana.


Denna semakin kesal menatap punggung pria yang seharusnya minta maaf padanya, tapi Dane tidak melakukan hal itu.


Nara duduk di samping Denna. Dia melihat wajah putrinya yang agak kesal.


"Apa kamu dan Dane ada masalah?"


"Tidak ada, Ma.


"Lantas, kenapa wajah kamu seperti kesal pada pria itu?"

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa. Ma, aku lapar, bagaimana jika kita makan malam sekarang saja."


"Aya sudah kalau begitu." Nara membantu Denna untuk duduk di kursi rodanya agar dia bisa makan malam.


Di suasana makan malam itu Denna juga tidak mengeluarkan cerita tentang dirinya hari ini bersama dengan Dane. Nara juga tidak mau bertanya karena tidak mau terlihat mencolok jika dia ingin menjodohkan Denna dengan Dane.


Tidak lama pria yang adalah ayah Denna datang dengan uncle Leo.


"Selamat malam, Nak. Apa kamu baru saja pulang dari makam Dimas? Kenapa malam sekali?"


"Tadi ada kemacetan di jalan, Yah, jadi, pulangnya agak malam."


"Lalu, Dane di mana? Apa dia sudah pulang?"


"Iya, aku juga penasaran ingin melihat wajah pria yang diceritakan oleh Jaden yang katanya akan dijodohkan sama Denna," celetuk Leo yang langsung mendapat mata mendelik dari Jaden.


"Apa? Dijodohkan?"


Mereke berempat di sana langsung saling melihat satu sama lain. "Uncle, maksud Uncle apa?"


Leo melihat ke arah Jaden, dan Jaden sudah menunjukan wajah yang Leo tidak ingin lihat.


"Sayang, maksud Uncle kamu--. Ayah sebenarnya tidak setuju jika kamu dijodohkan dengan Dane oleh mama dan nenek buyutmu, tapi mama kamu sepertinya ingin kamu dan Dane bisa mengenal lebih dekat."


"Denna, memang nenek buyut dan mama senang melihat kamu bisa dekat dengan Dane dan Nio. Kalian juga sangat cocok jika dilihat."


"Ma, aku dengan Dane tidak memiliki perasaan apapun. Aku memang sayang sama Nio, tapi tidak untuk menjadi ibu baginya."


"Kenapa? Dane pria yang baik dan dia bisa menjadi suami yang pantas untukmu."


"Aku juga tidak setuju putrimu menikah dengan Dane," sahut Jaden, dan Nara sekali lagi langsung melotot pada suaminya. "Aku hanya mengeluarkan pendapatku."


Leo tampak meringis. Sang mafia takut juga sama istrinya.


"Ma, aku tidak mau memikirkan tentang pernikahan lagi. Aku mau hidup sendiri saja dan aku bahagia dengan kesendirianku ini."


"Apa? Jangan bicara seperti itu, Sayang. Kamu juga butuh seseorang untuk mendampingimu kelak," ujar Jaden.


"Dasar membingungkan." Nara melihat malas pada suaminya.


"Yah, aku benar-benar tidak mau memikirkan masalah itu, dan aku harap kalian tidak perlu memikirkan tentang kehidupanku ini. Aku senang dengan apa yang sekarang aku jalani ini."

__ADS_1


"Denna, mama itu ingin kamu menikah dan memberi kita seorang cucu."


Denna tampak merasa sedih sekarang setelah mendengar apa yang baru saja mamanya katakan.


"Ma, tapi Denna masih belum memikirkan masalah ini. Lagi pula Dane juga tidak akan mau menikah dengan seseorang dan dia sudah pernah mengatakannya padaku. Dia juga masih sangat mencintai mendiang istrinya. Aku dan Dane lebih pantas menjadi sahabat."


"Kalau Dane tidak mau ya sudah, tapi kamu suatu hari akan menikah, kan? Jujur saja ayah juga ingin kamu memberikan ayah seorang cucu, Nak."


"Tapi untuk saat ini aku masih belum memikirkan hal itu, Yah."


"Ya sudah, ayah tidak akan memaksamu."


Denna mengangguk dan meminta agar dia dibawa ke kamarnya karena dia mau istirahat.


"Sepertinya, keinginan kita tidak akan pernah terwujud, Nek. Denna tidak mau memikirkan menikah dulu, dan kata Denna tadi, kalau Dane juga tidak ada keinginan untuk menikah." Nara duduk lemas di atas sofa.


"Nara, apa benar Dane itu juga seperti tuan Jaden?"


"Iya, dia cucu dari Rayhan Atmaja."


"Oh ... Tuan Rayhan, apa dia cucunya yang bernama Danendra Danu Atmaja?"


"Iya, tapi Jaden sepertinya tidak setuju dengan Dane."


"Tuan Jaden takut jika putrinya menikah dengan seorang mafia karena dia takut Denna akan dalam bahaya. Kamu tau sendiri jika seorang mafia itu banyak musuhnya."


"Tapi aku yakin jika Dane akan bisa menjaga Denna dengan baik, seperti Jaden menjagaku."


Jaden turun dari kamar Denna dan melihat istrinya yang malah bersidekap melihat malas pada Jaden.


"Dia keras kepala sekali. Bagaimana jika dia benar-benar tidak mau menikah lagi? Apa kita membuat anak lagi saja, Nara?"


"Apa?" Nara seketika melihat kaget pada suaminya.


Leo dan nenek langsung terkekeh mendengar permintaan Jaden yang diucapkan seperti anak yang meminta permen saja.


"Kenapa kalian tertawa? Tidak ada yang lucu." Jaden duduk di samping istrinya.


"Kamu itu yang membuat rencanaku gagal. Aku dan nenek, bahkan kakeknya Dane ingin sekali Dane dan putri kita menikah karena kakek Rayhan sangat menyukai Denna. Apa lagi mereka ingin membalas budi akan jantung milik Dimas yang sekarang ada pada tubuh Dane. Jika Denna menikah dengan Dane, maka Dane pasti bisa menjaga Denna dan kita bisa memiliki cucu selain Nio," terang Nara.


"Tapi apa harus Dane? Apa kamu tidak ada pilihan lain?"

__ADS_1


"Siapa? V?"


Jaden terdiam sejenak. Dia juga sebenarnya tidak setuju dengan V, mengingat siapa V itu sebenarnya dan V juga dulu hampir ingin mencelakai Dimas dan Denna.


__ADS_2