Stay Beside You

Stay Beside You
Chemistry yang Terbentuk part 2


__ADS_3

Dane menceritakan bagaimana dia bisa berada di rumah Denna tengah malam.


Denna yang mendengarnya seolah tidak bisa percaya dengan apa yang Dane katakan.


"Aku tau kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku jelaskan, terbukti dari ekspresi wajah kamu."


"Bukan tidak percaya, tapi memang apa yang kamu jelaskan sulit dipercaya, Dane. Kamu mengatakan terbangun dan merasakan ada hal yang tidak baik padaku."


"Iya, aku tidak tau kenapa aku bisa bermimpi sesuatu tentang kamu, dan setelah mimpi itu aku tidak bisa tidur, dan aku ingin menemuimu. Aku ingat Arsen pernah mengatakan di mana rumah kamu tinggal dan dia mencatatnya di buku kecil yang biasa dia bawa.


"Lalu, kamu langsung ke rumahku?" tanya Denna agak ragu.


"Iya, aku tidak bisa tenang dan langsung ke sana, tapi yang aku lihat di pos penjaga, dua orang penjaga sepertinya terkena obat bius, mereka tertidur. Aku menduga ada yang ingin berbuat jahat di daerah rumah kamu, tapi aku tidak menyangka jika mereka mendatangai rumahmu."


"Aku juga tidak menyangka mereka akan ke rumahku. Aku hanya mendengar mereka mengatakan jika di rumahku aku tinggal sendiri karena suamiku sudah meninggal. Mereka sepertinya sudah lama mencari informasi tentang siapa yang tinggal di rumahku."


"Aku taunya mereka ke rumahmu karena aku melihat ada mobil berhenti di depan rumahmu dan ada orang terlihat mencurigakan, aku sudah bisa menebak ada hal buruk, aku langsung menodongnya dengan pistol milikku dan dia mengatakan niatnya di sana. Setelah itu kamu sudah tau kelanjutannya."


"Dane, terima kasih sekali lagi."


"Sama-sama." Dane berdiri dari tempatnya. "Denna, jika sudah keluar dari rumah sakit, sebaiknya kamu jangan tinggal di rumahmu sendirian karena hal itu mungkin bisa membahayakan kamu."


Denna terdiam menatap Dane. Pria itu berjalan pergi dari sana.


"Kenapa dia terlihat dingin, tapi peduli. Kenapa jantung itu menempati tubuh yang hampir mirip dengan pemiliknya yang dulu. Mungkin Dimasku yang sudah menuntunmu ke tempatku."


Kakek Rayhan yang sedang berada di ruang administrasi bertemu dengan kedua orang tua Denna dan nenek Miranti.


"Kakek tua, bagaimana keadaan cucuku? Dan di mana dia?"


"Denna sudah dipindahkan ke ruangan perawatan, dan dia baik-baik saja, kamu jangan khawatir."

__ADS_1


"Kek, sebenarnya apa yang terjadi dengan Denna dan kenapa kakek bisa membawa Denna ke sini?" tanya Jaden penasaran.


"Rumah putrimu didatangi oleh lima orang pencuri yang sedang menjadi incaran pihak kepolisian."


"Apa? Rumah Denna didatangi pencuri, lalu, apa mereka melukai Denna?" Seketika wajah Nara cemas.


"Pencuri itu selain ingin mengambil benda berharga di rumah Denna, dua orang dari mereka juga ingin melecehkan Denna," ucap Kakek itu ragu-ragu dengan menatap wajah Jaden.


"Apa? Brengsek! Di mana mereka sekarang? Aku habisi mereka sekarang juga, dan akan aku buat mayatnya tidak akan ditemukan." Jaden seketika meledak marah. Jiwa mafianya yang lama sudah terkubur dalam di dasar bumi seketika muncul mendengar apa yang terjadi pada putrinya.


"Sayang, kamu tenang dulu." Nara memeluk suaminya untuk menenangkan pria itu.


"Oh Tuhan!" Nenek sampai menangis mendengarnya. "Ray, tapi hal itu tidak terjadi, kan?"


"Tidak, Miranti. Cucumu baik-baik saja, hanya saja kakinya terluka saat dia ingin kabur dari dalam rumah."


"Aku akan mengurus para pencuri itu. Mereka tidak akan aku biarkan masuk tahanan dan hanya menjalani hukuman beberapa tahun. Aku yang akan menghukum mereka dengan caraku sendiri agar otak mereka yang dipenuhi hal kotor dapat aku bersihkan."


"Dane?" Jaden bingung melihat pada istrinya. "Siapa Dane?"


"Cucuku yang sudah pulih setelah mendapat donor jantung dari Dimas."


"Oh, Dane cucu kakek." Jaden akhirnya ingat tentang Dane setelah tadi pikirannya sudah kalut saja.


"Ba-bagaimana Dane bisa berada di sana?" tanya Nara dengan wajah heran.


Kakek Rayhan membawa mereka ke kamar di mana Denna dirawat. Nara seketika memeluk putrinya dan mereka berdua menangis.


Jaden juga memeluk erat Denna. Denna pun menangis dengan keras ada pelukan ayahnya, seolah dia ingin mengadu pada ayahnya itu atas semua yang terjadi padanya.


"Ayah berjanji, jika kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi, Nak."

__ADS_1


"Aku benar-benar takut dengan mereka, Yah."


"Sekarang tidak ada yang perlu kamu takutkan karena ayah akan melindungi kamu." Jaden yang memang sangat menyayangi putri semata wayangnya itu dalam hatinya sebenarnya hancur mendengar apa yang hampir terjadi pada putrinya.


Dokter yang menangani Denna masuk ke dalam kamar Denna dan dia memberitahu hasil Rontgen pada kaki Denna yang tadi langsung dilakukan cek pada kakinya.


"Kaki Denna mengalami benturan yang amat keras sehingga ada keretakan yang tidak kamu rasakan dan ada infeksi juga karena kamu baru ke sini. Denna, untuk sementara ini kamu harus menggunakan kursi roda dulu sampai kaki kamu benar-benar pulih dan kuat untuk digunakan berjalan."


"Apa? Memakai kursi roda? Tapi bagaimana saya bisa bekerja di rumah sakit kalau harus menggunakan kursi roda?"


"Denna, ini hanya beberapa bulan saja, tapi kalau kamu malah memaksa, kaki kamu bisa lebih lama sembuhnya."


"Apa tidak bisa memakai tongkat saja, Dok?"


"Kalau tongkat, takutnya kamu terjatuh atau sedikit banyaknya nanti kamu gunakan kaki yang sakit itu untuk berjalan, aku mengatakan hal ini belajar dari pasienku yang dulu dan dia tetap memaksa dan akhirnya dia harus kehilangan kakinya karena terjadi pendarahan dan akhirnya infeksi. Aku tidak mau itu terulang lagi sama kamu Denna."


"Denna, sebaiknya kamu menurut apa kata dokter karena ini untuk kebaikan kamu juga," terang nenek.


"Lalu, bagaimana dengan pekerjaanku, Nek?"


"Kamu juga selain menggunakan kursi roda, kamu juga akan sering kontrol dan melakukan terapi di rumah sakit ini, agar kesembuhan kaki kamu lebih cepat."


"Lakukan yang terbaik untuk putriku, Dok."


"Dok, kalau saya memakai kursi roda dan harus sering ke sini, akan merepotkan nantinya. Apa tidak bisa dipindah pemeriksaanya di rumah sakit lain yang dekat dengan rumah keluargaku?"


Dokter itu melihat pada kakek Rayhan. "Denna, sebenarnya Dokter Tom ini adalah dokter orthopedi terbaik di sini dan aku mengenalnya karena dulu Dane pernah mengalami cedera pada tangannya dan dia bisa dengan baik menangani Dane. Aku memanggilnya ke sini saat tau ada masalah dengan kaki kamu dan kebetulan dia juga bekerja di rumah sakit ini."


"Fasilitas di sini sangat lengkap dan akan lebih baik kamu ditangani di sini."


"Tidak apa-apa, Denna, nanti biar ayah yang mengantar kamu ke sini. Ayah juga ingin kamu mendapat perawatan yang baik."

__ADS_1


"Maaf, kalau boleh saya bicara. Lebih baik Nak Denna untuk sementara tinggal di rumah Kakek Rayhan saja," terang Paman Sam.


__ADS_2