Stay Beside You

Stay Beside You
Makan Malam Di rumah Denna


__ADS_3

Di rumah Jaden. Dua orang wanita berbeda generasi itu sedang memasak di dapur. Nara melihat pada nenek yang tampak antusias membuat masakan hari ini.


"Nenek sebenarnya punya niat apa pada Denna dan Dane?".


"Aku mau menjodohkan mereka berdua. Nenek berharap Dane dan Denna bisa menikah."


"Apa?" Nara tampak kaget.


"Iya, memangnya kamu tidak ingin memiliki menantu seperti Dane?" Wanita tua itu seketika meletakkan potongan sayurnya dan melihat pada Nara. "Tidak mau?"


"Nenek ini. Kalau aku melihat sosok Dane, pasti tidak akan menolak mempunyai calon menantu seperti dia, walaupun statusnya duda memiliki anak, tapi dia juga seperti Jaden."


"Memangnya kenapa kalau seperti Jaden? Bukannya kamu sendiri mau dengan cucuku yang tampan itu?"


"Nenek, kenapa malah membahas aku? Aku dari awal sudah tau siapa suamiku itu dan memang aku akui pria seperti Jaden itu aneh dan unik." Nara terkekeh.


"Jangan bilang dia aneh, kalau dia mendengarkan kamu bisa dihukum, nanti bisa-bisa dibuat kamu memiliki adiknya Denna."


"Nenek!" seru Nara tidak percaya dengan ucapan neneknya.


"Bagaimana menurut kamu jika mereka nenek jodohkan saja?".


"Maaf ya, Nek. Bukannya aku tidak mau mereka bersama, tapi aku menyerahkan semua masalah jodoh Denna yang baru itu sama orangnya sendiri. Kapan hari aku ingin menjodohkan Denna dengan V, tapi Jaden tidak setuju karena V adalah anak Renata, dahal aku setuju saja kalau Denna dengan V."


"Kalau Nenek setuju dengan Dane karena nenek merasa mereka punya keterikatan yang kuat."


Nara tampak berpikir sejenak. "Apa Jaden akan setuju jika Denna dan Dane menikah?"


Wanita tua itu mengangkat bahunya ke atas acuh. "Aku sendiri tidak tau, Nara, tapi kamu bisa meyakinkan suami kamu itu."


"Aku sendiri masih ragu, apa aku harus mendukung nenek untuk menjodohkan Denna?"


"Sudah! Dukung nenek saja, menurut pengalaman kamu dan Jaden. Pria yang memiliki sifat seperti Dane itu pasti pria yang sebenarnya baik dan yang terpenting jika mencintai seseorang dia akan benar-benar setia."


"Nanti aku coba bicara dengan Denna dulu, Nek. Aku juga ingin tau bagaimana tanggapan Denna soal Dane?"


"Kakek Dane juga sedang berusaha meyakinkan cucunya untuk dapat membuka dirinya untuk menerima wanita lain karena Nio juga butuh pengganti ibunya."


"Jujur saja aku senang melihat Denna bisa bahagia. Beberapa bulan ini Denna tampak bahagia dengan kehadiran Nio. Nio seolah membawa kebahagiaan untuk hidup Denna yang waktu itu ditinggal Dimas."


"Oleh karena itu, aku berharap Denna bisa bersama dengan Dane, maka hidupnya akan lengkap nantinya."

__ADS_1


Dane, Denna dan Nio sudah sampai di depan rumah. Nio langsung minta izin untuk pergi ke toilet. Dia diantar oleh salah satu pelayan di sana.


"Denna, apa saja yang sudah kamu ajarkan kepada putraku selain dia harus melawan jika disakiti?"


"Aku--." Denna seketika terdiam saat dia menoleh ke samping dan matanya bertemu sangat dekat dengan mata Dane.


Dane saat itu posisinya menunduk dan berbicara tepat di samping Denna.


"Aku hanya mengatakan apa yang menurutku benar. Nio tidak boleh memukul duluan, tapi kalau dia dipukul, dia berhak membalasnya."


"Terima kasih sudah menjadi mommy pura-pura yang baik untuk Arsen."


"Iya, sama-sama." Denna merasa canggung saat Dane kembali mendorong kursi rodanya masuk ke dalam rumah.


***


Orlaf dan Dane menerima undangan makan malam di rumah Denna. Jaden yang baru datang melihat ke arah Dane dengan tatapan datar.


"Selamat malam Tuan Jaden."i


"Malam. Kamu Danendra yang waktu itu, kan? Melihat kamu dengan penampilan seperti ini seolah kamu orang yang berbeda saat di rumah sakit."


"Iya, saya Dane. Senang bisa kembali bertemu dengan Anda Tuan Jaden."


"Aku baik, Yah." Denna memeluk pinggang ayahnya.


"Kalau begitu kita makan sekarang saja. Nio pasti sudah lapar."


"Iya, Bibi Nara, aku sudah lapar."


"Jangan panggil bibi, kamu panggil nenek Nara saja."


Denna mendelik melihat ke arah mamanya. Jaden juga kaget mendengar apa yang baru saja istrinya katakan.


"Kenapa harus memanggil kamu nenek? Kamu itu masih muda dan cantik. Lagi pula kita juga belum memiliki cucu."


"Tidak apa-apa, kan, kalau Nio memanggil aku nenek? Nio juga sudah menganggap Denna seperti ibunya. Iya, kan, Nio?"


"Iya, Tante Denna itu mommy pura-pura Nio supaya Nio tidak diejek terus di sekolah karena tidak memiliki mommy."


Denna melihat pada ayahnya dan memberi isyarat jika hal seperti ini tidak perlu di bahas.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa, kamu juga boleh memanggilku kakek Jaden."


"Iya, Kakek tampan. Ini Kakek tampan dan ini nenek cantik," ucap Nio sambil menunjuk satu persatu pada Jaden dan Nara.


"Aku suka panggil itu." Jaden mengajak Nio tos dengan tangan dikepalkan.


Nara kaget. Ini kenapa suaminya cepat akrab dengan bocah kecil seperti Nio, dahal tadi dia terlihat kaku.


Mereka kemudian makan bersama. Denna yang duduk dekat Nio tampak beberapa kali menyuapi Nio dan bocah laki-laki itu tampak senang dengan perhatian Denna.


"Yah, aku besok lusa mau izin pergi ke sekolah Nio untuk acara pentas sekolah Nio."


"Apa tidak apa-apa kamu datang ke sana, Sayang?"


"Tidak apa-apa, Yah. Aku baik-baik saja, lagi pula aku bosan di rumah terus. Kalau di sana aku bisa bertemu dengan anak-anak kecil teman-teman Nio."


"Iya, Sayang, kamu tidak perlu khawatir karena ada Dane nanti yang menjaga putrimu."


Denna sekali lagi kaget mendengar ucapan mamanya. Ini kenapa mamanya seolah dari tadi membuat Denna seperti ada sesuatu dengan keluarga Dane?


"Saya akan menjaga Denna, Tuan Jaden."


Setelah makan malam selesai. Dane diajak mengobrol oleh Jaden di ruang keluarga. Mereka berkumpul semua di sana.


"Bagaimana dengan bisnis kamu, Dane?"


"Beberapa hari ini saya baru kembali beraktifitas untuk menjalankan lagi bisnis saya."


"Lalu, siapa yang mengaturnya selama ini? Apa asisten pribadi kamu?"


"Saya tidak memiliki asisten pribadi. Kakekku yang mengaturnya dan aku sangat percaya pada kakekku."


"Kenapa kamu tidak memakai asisten pribadi saja?"


"Saya tidak mudah untuk percaya orang lain."


"Apa kamu pernah dikhianati oleh orang kepercayaanmu?"


Dane terdiam sejenak. Kemudian dia mengangguk perlahan. "Saya dulu memiliki seorang asisten bernama Selena, tapi dia telah berkhianat dengan menjual informasi tentang perusahaan pada pihak yang menjadi saingan saya."


"Apa sebabnya dia melakukan itu? Oh, kamu tidak perlu berbicara terlalu formal denganku. Kita bicara seperti dua orang yang sedang berbagi cerita saja. Anggap saja aku teman kamu."

__ADS_1


Dane terdiam sejenak dan melihat pada Denna. "Dia mencintaiku, tapi aku menikah dengan wanita yang aku cintai."


__ADS_2