
Denna tidak mau memperdulikan kata Diaz. Untuk apa dia harus saingan dengan Zia? Kalau memang Dane ingin dengan Zia, Denna juga tidak akan masalah.
"Denna, kamu tidak suka pada Dane?"
"Tentu saja tidak. Dalam hatiku cuma ada Dimas."
"Tapi aku lihat kamu tadi pandangannya beda saat melihat Dane. Dia itu tampan dan beberapa kali menolong kamu. Sosok suami idaman loh Dane itu."
"Terus? Kalau dia suami idaman, mau diapain? Dia cocok sekali dengan Zia. Apalagi Zia sangat menyukai Dane kelihatannya."
"Ih! Kenapa nada bicaranya seperti tidak rela begitu?"
"Siapa yang tidak rela? Kamu jangan berasumsi yang tidak-tidak ya, Diaz. Kita pulang sekarang!" Denna yang kesal duduk sambil menatap arah kaca depan, tangannya memegang kemudi dengan sedikit mencengkeramnya seolah dia ingin meluapkan kekesalannya tanpa diketahui oleh Diaz.
Diaz membiarkan Denna mengemudi mobilnya dan beberapa kali Diaz mengingatkan Denna agar berhati-hati.
Mereka sampai di rumah Denna. Denna turun dan Diaz mengucapkan terima kasih pada Denna karena sudah mau menemaninya hari ini.
Denna juga senang karena bisa menjadi teman curhat dari sahabatnya yang sedang ada masalah.
"Denna, kamu dari mana? Kok baru pulang?" tanya Nara yang baru keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Aku tadi diajak Diaz jalan-jalan, Ma. Diaz sedang ada masalah." Tangan Denna memeluk mamanya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Ada masalah apa? Apa masalah rumah tangganya?" Nara bertanya dengan wajah yang serius karena bagaimanapun juga, Nara itu sudah menganggap Diaz seperti anaknya sendiri.
Nara mendapat anggukan kepala sebagai jawaban atas pertanyaannya. "Apa serius, Denna? Mama jadi khawatir sama Diaz."
Denna meletakkan tas kerjanya dan duduk bersandar pada sofa panjang di ruang tengah.
"Mertua Diaz menuntut Diaz agar segera hamil. Diaz sudah berusaha, bahkan sampai dia menjalani serangkai tes kesuburan dan hasilnya dia baik-baik saja. Kalau memang belum diberi, lalu bagaimana lagi?"
"Masalah momongan? Hal ini sebenarnya juga bisa menjadi masalah sangat serius, bahkan ada yang sampai disuruh menikah lagi si prianya agar memiliki momongan dari wanita lain."
"Apa lagi Rio adalah anak tunggal dan kedua orang tuanya pasti ingin segera mendapat pewaris dari Rio. Mama dulu ada teman, dia menikah dan masih jalan tiga tahun sudah dicerai sama suaminya karena tidak memiliki anak. Jahatnya pria itu malah menghamili seorang wanita sebelum dia cerai, hanya ingin membuktikan jika dia tidak mandul dan akhirnya menyalakan istrinya."
"Hah? Serius, Ma?"
"Iya, mama serius. Pria itu menghamili gadis itu dan setelah tau hamil, gadis itu di suruh menggugurkan kandungannya karena dia tidak mau menikahi selingkuhannya dengan perut besar."
"Ya Tuhan! Jahat sekali."
"Kasihan teman mama, dahal dia wanita yang baik dan bekerja keras untuk membantu perekonomian suaminya, tapi malah diperlakukan seperti itu."
__ADS_1
"Semoga Diaz tidak sampai mengalami hal seperti itu ya, Ma?"
"Semoga saja. Mama akan berdoa semoga Diaz segera diberikan momongan."
Denna berlalu dari sana. Dia naik ke atas kamarnya untuk membersihkan diri dan akan turun untuk membantu mamanya menyiapkan makan malam.
Makan malam sudah tersedia, bahkan ayah Denna dan uncle Leo juga ada di sana.
"Denna, mama lupa mau menanyakan kabar Nio. Dia lama sekali tidak main ke sini, bahkan menelepon pun tidak."
Denna meletakkan sendok makannya dan melihat mamanya dengan mata bingung. "Dia sudah memiliki sahabat baru. Sahabat baru Nio juga adalah calon istri dari Dane. Jadi, Nio tidak membutuhkan aku lagi."
Tiba-tiba terdengar suara batuk ayah Denna. Nara yang duduk di sebelah suaminya segera mengambilkan minuman agar batuk Jaden berhenti.
"Apa benar Dane sudah memiliki calon istri? Tapi kenapa kakek tua itu tidak memberitahuku saat bertemu denganku?" Mata dengan kerutan itu melihat penasaran pada Denna.
"Masih tahap pendekatan, Nek, nanti juga akan dikenalkan Dane pada kakek Rayhan."
Denna menghabiskan makanannya dengan segera.
Malam itu ketika orang rumah Denna sudah terlelap dalam tidurnya. Denna ternyata masih terjaga, dan dia duduk di dekat jendela kamarnya dengan tangan memegang cincin pernikahannya dengan Dimas yang dia simpan sebagai liontin kalung yang dia pakai.
__ADS_1