Stay Beside You

Stay Beside You
Tetangga Baru part 1


__ADS_3

Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Kedua keluarga akan segera mengadakan pertemuan keluarga guna menentukan tanggal pernikahan Denna dan Dane yang rencananya akan dilaksanakan secara mewah.


"Denna, besok aku akan mengantar kamu pergi bekerja."


"Tidak perlu, Dane, aku bisa membawa mobil sendiri berangkat ke sana."


"Tidak apa-apa. Lagi pula aku sedang tidak sibuk."


"Ya sudah kalau begitu, aku mau tidur dulu karena ini juga sudah sangat malam. Kamu juga sebaiknya juga tidur dan jangan pergi ke rumah ayahku untuk melihatku dari bawah jendela kamarku karena aku sudah tidak di rumah ayahku." Denna terkekeh.


"Sayangnya kebiasaan itu masih aku lakukan, Denna sayang."


"Hah? A-apa maksud kamu?"


"Aku sedang melihatmu dari tadi."


"Apa?" Denna benar-benar terkejut mendengar apa yang baru saja Dane katakan."


"Berbaliklah."


"Apa?" Denna sekali lagi terkejut dan dia dengan cepat membalikkan badannya. "Dane?" Denna melihat dari dalam kamarnya yang sekarang berada di lantai dua rumahnya dulu ada Dane yang ternyata menempati rumah yang ada di sebelah rumahnya.


Dane berada di atas rooftop dan memegang secangkir kopi di tangannya.

__ADS_1


Denna membuka pintu kamarnya yang terbuat dari kaca dan menghampiri Dane.


"Hai," sapa Dane.


"Kamu kenapa bisa berada di sini?"


Mereka berdua berbicara di atas rooftop masing-masing. "Aku sudah membeli rumah ini agar bisa selalu dekat sama kamu, dan agar aku bisa menjagamu."


"Ya ampun, Dane. Kita ini sebentar lagi juga akan menikah dan kamu tidak perlu melakukan hal ini."


"Proses menuju ke acara pernikahan kita masih membutuhkan waktu beberapa Minggu bahkan bisa berbulan-bulan, dan selama itu aku mau selalu bisa mengawasimu di rumah, Denna."


"Tapi, di bawah ada bapak penjaga yang akan selalu menjagaku, Dane."


Denna terdiam sesaat. Dia lantas menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku senang kamu bisa berada di dekatku, Tuan Danendra."


Mereka berdua saling melemparkan senyuman. "Sudah malam, Denna. Kamu sebaiknya tidur saja. Besok aku akan mengantarmu."


"Iya. Oh ya! Apa Nio juga ikut bersamamu?"


"Belum, dia masih berada di rumah kakekku dan rencananya aku akan membawanya ke sini saat aku menjemputmu pulang."


"Dia pasti akan sangat senang bisa tinggal berdekatan dengan rumahku."

__ADS_1


"Itu pasti."


Mereka saling mengucapkan selamat malam dan masuk ke dalam kamar masing-masing.


Denna merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya dan dia tampak tersenyum sendiri.


"Apa dia begitu mencintaiku sampai dia khawatir sekali padaku? Aku juga sudah jatuh cinta padanya." Denna tersenyum dan memeluk gulingnya.


Dane pun di kamarnya tampak duduk terdiam memikirkan tentang wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


"Semoga apa yang aku impikan bersama dengan Denna bisa terlaksana dengan baik. Dia sudah membuat aku merasakan apa itu cinta yang sebenarnya.


Malam itu dua orang yang saling jatuh cinta tidur dengan mimpi indah mereka.


Keesokan harinya. Denna yang bangun lebih pagi segera pergi ke dapurnya dan membuat sarapan pagi. Dia ingin mengajak calon suaminya yang sekarang tinggal tepat di sebelah rumahnya untuk makan pagi dengannya.


"Dane, apa kamu sudah bersiap?"


"Iya, aku sudah bersiap dan ini tadi aku mau menghubungimu, tapi ternyata kamu dulu yang meneleponku."


"Dane, apa kamu bisa ke rumahku sekarang saja? Aku mau mengajakmu makan pagi bersama. Aku memasak pagi ini."


"Tentu saja, aku akan segera ke sana." Mereka mengakhiri panggilan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2