Stay Beside You

Stay Beside You
Pemilik Baru Jantung Dimas


__ADS_3

Operasi transplantasi jantung segera dilakukan karena jantung Dimas yang sudah tiada tidak boleh lebih dari empat jam di dalam tubuhnya jika akan diberikan pada Dane.


Semua orang menunggu dengan cemas di depan ruangan operasi. Raut wajah Denna masih tampak terpukul dengan yang terjadi pada Dimas, tapi dia berusaha kuat dan berusaha menerima semuanya, bahkan menerima jika jantung suaminya akan berpindah tempat pada Dane.


Kakek Rayhan duduk dengan wajah melihat dengan tatapan datar. Di pikirannya dia terus meminta pada Tuhan agar Dane dapat menerima dengan baik jantung dari Dimas karena mungkin ini harapan terakhir dari Dane.


"Ma, kenapa waktu begitu lama?"


"Sayang, waktu tidak berjalan lama, tapi kita yang merasa seperti itu. Denna, mama bangga dan salut dengan apa yang sudah kamu lakukan. Kamu sangat kuat sudah mengambil keputusan yang besar ini."


"Setidaknya Dimasku akan tetap hidup di dalam tubuh Dane, dan Nio akan bisa tetap bersama dengan daddynya."


Lima jam hampir berlalu, tapi dokter belum ada tanda-tanda keluar dari ruangan operasi, dan tentu saja hal itu membuat cemas para keluarga di depan.


"Itu dokter," ucap paman Sam.


Semua orang menuju ke arah dokter yang baru saja mengoperasi Dane.


"Dok, bagaimana keadaan cucuku?"


"Operasinya berhasil dan tubuh Dane menerima dengan baik jantung Dimas. Sekarang kita hanya menunggu Dane pulih sepenuhnya."


Semua di sana tampak bahagia. Ada sesuatu yang membuat hati Denna merasa lega. Denna memeluk mamanya erat.


"Nio akan segera bertemu dengan daddynya, Sam." Kakek Rayhan dan paman Sam juga saling berpelukan.


"Iya. Tuan Muda Dane akan bisa bertemu dengan putranya yang sangat dia rindukan.


Dane masih berada di ruang perawatan khusus. Sementara keluarga Denna sedang mempersiapkan pemakaman untuk Dimas.


Kakek dan Paman Rayhan juga turut hadir dalam acara itu. Denna terlihat terduduk lemas memandangi liat lahat di mana Dimas akan disemayamkan di sana.


"Selamat jalan suamiku. Aku sangat mencintaimu selamanya sampai aku akan menutup mataku kelak menyusulmu." Denna mendekap erat foto Dimas.


Acara pemakaman Dimas berjalan dengan lancar. Setelah semua orang sudah pulang. Denna duduk tepat di samping pusaran di mana Dimas di makamkan.

__ADS_1


Denna memeluk gundukan tanah yang masih basah itu. Dia ingin sekali berada di sana dengan Dimas, tapi dia harus tetap hidup dan kuat untuk orang-orang yang masih mencintainya.


"Denna, kita pulang sekarang ya? Cuaca sepertinya akan turun hujan."


"Ma, Denna masih mau di sini menemani Dimas."


"Jangan seperti itu, Nak. Dimas sudah tenang dan dia pasti sedih jika melihat kamu seperti ini."


"Aku masih kangen sama Dimas, Ma."


"Mama tau, tapi tidak seperti ini, Denna." Nara melihat ke arah suaminya.


Jaden mendekat pada putrinya. Dia menggendong Denna. Putri semata wayang Jaden itu memeluk erat ayahnya dan menangis.


Jaden tau apa yang dirasakan oleh putrinya itu. Mereka semua membawa Denna pulang ke rumah.


Semua orang berkumpul di rumah Denna yang Dimas belikan untuknya.


"Denna, untuk sementara apa kamu mau tinggal di rumah ayah dulu. Di sini kamu akan sendirian."


"Nanti aku dan suamiku akan sering main ke sini, Denna." Diaz sahabat baik Denna memeluk Denna dengan erat.


"Terima kasih, Diaz."


"Denna, kakek sekali lagi mengucapkan banyak terima kasih sama kamu dan Dimas. Jika kamu membutuhkan sesuatu, katakan saja pada kakek."


"Aku tidak membutuhkan apa-apa, Kek. Aku tidak mengharapkan imbalan atas apa yang sudah aku dan Dimas lakukan. Dimas pasti senang bisa memenuhi janjinya pada Dane dan melihat Nio bahagia.


Pria tua itu sekali lagi memegang erat genggaman tangan Denna. Hati kalian berdua sungguh baik dan mulia. Kakek yakin jika Dimas akan mendapatkan tempat terindah di sana."


"Terima kasih, Kek. Kek, ada satu hal sebenarnya yang ingin aku minta pada kakek."


"Kamu minta apa, Denna? Katakan saja."


"Kek, jangan memberitahu Dane jika jantung yang sekarang berdetak di dalam tubuhnya adalah milik Dimas. Biarkan saja Dane tidak mengetahui hal itu karena jika dia tau akan membuat dia merasa bersalah pada Dimas. Biar semua berjalan seolah-olah Dane mendapat jantung dari orang lain."

__ADS_1


"Tapi kenapa seperti itu, Denna? Dane harus tau jika jantung itu milik Dimas--sahabatnya."


"Tidak perlu, Kek. Kebaikan yang sudah Dimas lakukan tidak perlu Dane ketahui, hanya itu yang aku ingin katakan sama kakek."


"Ya sudah kalau kamu memang menginginkan hal itu."


"Denna, apa yang baru saja aku dengar ini?" Tiba-tiba suara V menyahut di sana.


V yang adalah adik angkat Dimas dan dia seorang dokter, kaget mendengar jika Denna telah memberikan jantung Dimas kepada orang lain.


"V, kamu kenapa baru datang?"


"Aku minta maaf karena baru hadir setelah kakaku di makamkan karena pesawatku mengalami perubahan jadwal. Denna, tolong jelaskan, apa benar jantung Dimas sudah didonorkan pada cucu Kakek ini?" V tampak tidak senang mendengar hal itu.


"V, aku hanya memenuhi apa yang kakak kamu janjikan pada Dane saat mereka masih kecil dulu. V, aku ikhlas melakukan hal itu dan pasti Dimas juga bahagia bisa memberikan jantungnya pada sahabatnya."


"Oh Tuhan, Denna! Aku benar-benar kecewa sama kamu. Cucu Kakek ini bisa mendapatkan donor jantung dari orang lain walaupun Dimas sudah berjanji dulu."


"Aku minta maaf jika kamu tidak senang karena jantung kakakmu diberikan pada cucuku, tapi waktu itu juga keadaan Dane sudah benar-benar harus mendapatkan donor jantung segera." Kakek Rayhan melipat tangan di depan V. "Andai aku bisa menggantikan dengan jantungku, aku tidak akan meminta jantung milik Dimas."


"V, sudahlah! Dimas akan tetap ada di dekat kita karena jantungnya akan terus berdetak pada diri Dane."


V mendekat dan memeluk Denna dengan hangat. "Maafkan aku, tapi aku benar-benar tidak bisa menerima ini dengan begitu cepat."


"Aku tau, V."


V berada di sana dalam beberapa hari. Begitu juga dengan kedua orang tua Denna serta kakek Rayhan juga ikut membantu acara setelah pemakaman Dimas.


"Denna, apa kamu tidak mau menerima tawaranku untuk bekerja di rumah sakit di Inggris?"


Denna menggeleng pelan. "Aku ingin menjadi dokter dan membuka praktek di sini saja V. Aku sudah merencanakan akan menggunakan uang tabungan yang Dimas miliki untuk membuka tempat praktek bagi anak-anak dengan ekonomi yang kurang agar dapat berobat dengan baik."


"Padahal jika kamu mau menjadi dokter di sana, gaji yang mereka tawarkan sangat besar, apa lagi kamu dokter spesialis anak yang bagiku super keren."


Denna tersenyum mendengar pujian yang V berikan.

__ADS_1


__ADS_2