Stay Beside You

Stay Beside You
Acara di Sekolah Part 2


__ADS_3

"Nio terlalu berlebih menceritakan tentang aku," ucap Denna lirih.


"Putraku tidak tau apa itu bicara terlalu berlebihan, dia hanya tau bicara apa yang dia rasakan selama dia mengenalmu."


Nio meneruskan ceritanya, di tengah cerita dia menunduk sebentar. Denna dan Dane yang melihatnya agak cemas, kenapa Nio seperti itu?


"Ada satu lagi yang ingin aku katakan. Maaf teman-teman, jika aku selama ini berbohong tentang mommy baruku."


Denna terkejut saat Nio mengatakan jika dia sebenarnya belum memiliki mommy baru dan Tante Denna itu hanya mommy pura-puranya. Nio melakukan hal itu karena tidak mau diolok-olok terus oleh teman-teman sekolahnya.


"Andai Tante dokter itu menjadi mommyku sesungguhnya, aku pasti sangat senang, tapi aku juga tidak boleh memaksa keinginanku."


Denna tampak terkejut mendengar pengakuan Nio yang sangat pemberani.


Tiba-tiba salah satu teman Nio yang berbadan gendut naik ke atas panggung dan memeluk Nio. Dia secara pemberani meminta maaf pada Nio dan berjanji tidak akan mengolok-olok Nio walaupun Nio tidak memilik mommy.


Acara di sana yang tadinya terlihat sangat menyenangkan berubah menjadi haru. Terakhir Nio mengucapkan terima kasih dan sayang pada semuanya, terutama daddynya. Nio mendapat tepuk tangan dari seluruh guru dan para orang tua serta teman-teman Nio.


Sekarang persembahan selesai. Nio turun dan dia menghampiri Denna dan Dane.


"Nio, terima kasih atas pujianmu yang begitu banyaknya, dan Tante Dokter bangga sama kamu karena kamu berani mengatakan hal yang sejujurnya tentang siapa aku."


"Iya, aku diberitahu Daddy jika kejujuran itu akan lebih indah." Nio melihat pada daddynya.


Denna melihat pada Dane. "Aku juga sangat menyukai orang yang jujur tidak menyembunyikan sesuatu, apa lagi berhubungan dengan kita." Denna ini sebenarnya menyindir Dane akan pertanyaan tentang orang yang menemui Denna saat dia membeli kue waktu itu.


"Iya, dan setelah aku mengatakan hal yang jujur. Aku sangat merasa lega."


Denna memeluk Nio dan mereka kembali mengikuti acara. Acara pentas sudah selesai, Denna sedang duduk bersama Nio, dia sedang menyuapi Nio makanan karena dari pagi Nio memang belum makan.


"Nio, kamu bisa makan sendiri, kan?"


"Bukan aku yang meminta, tapi Tante Denna sendiri yang ingin menyuapiku."


Denna melihat pada Dane dengan melirik sebal. Dane hanya bisa terdiam tidak meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


"Hai, Nio, sapa seorang wanita cantik yang ternyata adalah guru komputer Nio.


"Bu guru Zia, hai juga."


"Perkenalkan saya Zia guru komputer Nio." Gadis itu mengulurkan tangan pada Denna dan kemudian pada Dane. "Senang berkenalan dengan Anda Tuan Dane."


Dane hanya menanggapi dengan senyum kecil. "Bu guru, ini daddyku yang aku ceritakan. Dia tampan, kan?"


Gadis itu tersenyum manis. "Iya, tampan. Dia tampan seperti kamu."


"Maaf jika Zio merepotkan Anda."


"Tidak sama sekali, dia anak yang pintar dan saya sangat menyukai Nio."


"Bu guru, ini Tante Dokter yang juga pernah aku ceritakan itu. Dia bidadari Nio."


Gadis itu melihat pada Denna. "Maaf, tadi aku kira Anda mommynya Nio, tapi setelah Nio menjelaskan tadi saya baru tau jika Anda hanya membantu Nio agar tidak mendapat ejekan dari temannya."


"Iya karena aku sayang pada Nio aku hanya ingin dia tidak mendapat ejekan setiap hari."


Denna tampak terdiam karena ucapan guru Nio itu. "Saya memang salah, tapi waktu itu saya tidak memiliki cara lain, tapi setelahnya teman-teman Nio malah sadar akan apa yang mereka lakukan itu salah."


Gadis bernama Zia itu tersenyum seolah dipaksakan. "Nio, lain kali kalau kamu ada masalah di sekolah, kamu boleh bercerita denganku, nanti kita akan mencari solusinya bersama-sama. Nio mau, kan?" Tangan gadis itu mengusap lembut pipi Nio.


"Iya, Bu Guru, Nio mau."


Gadis itu melihat piring di tangan Denna. "Apa mau Bu Guru suapi? Kasian Tante Denna kamu kalau harus menyuapimu." Gadis itu mengambil piring dari Denna. Denna hanya diam saja melihat hal itu.


"Kalau begitu aku mau mengambil minuman dulu."


"Apa mau aku ambilkan?"


Denna melihat pada Dane datar. "Tidak perlu, aku bisa mengambil sendiri karena aku bukan orang lumpuh, kakinya hanya menunggu penyembuhan. Sebaiknya kamu di sini saja menemani Nio."


Denna mendorong kursi rodanya berjalan menuju stand minuman dengan kesal, entah apa yang membuatnya kesal.

__ADS_1


Dane berdiri di sana menatap punggung Denna.


Gadis itu tampak akrab dengan Nio. Dia juga tidak sungkan mengajak Dane berbicara.


Denna tidak kembali ke sana, dia dari tempatnya hanya melihat Dane dan guru itu seperti sebuah keluarga. Denna merasa jika guru itu sepertinya dia menyukai Dane terlihat dia dari tadi pandangannya tidak lepas dari Dane.


Tidak lama saat Denna termenung sendirian di sana, ada seseorang yang menghampirinya. Pria itu berdiri tepat di depan Denna.


"Boleh kenalan tidak?" Pria itu tiba-tiba duduk berjongkok mendekat pada Denna. Denna yang kaget mau memundurkan kursi rodanya, tapi terlambat karena sudah keburu ditahan oleh pria itu.


"Tolong lepaskan kuris rodanya karena saya mau pergi menemui keluarga saya."


"Siapa keluargamu? Apa ayah dan anak itu?" Tangan pria itu menunjuk pada Dane dan Nio. "Mereka itu tidak cocok untuk menjadi keluargamu."


"Aku mau pergi, aku tidak ada urusan denganmu. Lepaskan!" seru Denna marah.


Pria itu masih memegang kursi roda Denna dengan erat. "Apa kamu mendengar apa yang tadi aku katakan? Pria brengsek seperti Dane itu tidak pantas untukmu dan kalau kamu mencari calon suami, aku siap menjadi suamimu."


"Jangan menggangunya. Pergi dari sini," suara seseorang dari arah belakang pria yang sedang duduk berjongkok menatap Denna.


"Dane."


Pria itu berdiri dan sekarang dia menatap Dane dengan tajam. "Kamu mencintai wanita ini?"


"Bukan urusanmu, dan sebaiknya kamu pergi dari sini."


Pria itu kembali melihat pada Denna. "Jangan terlalu percaya pada pria itu. Dia hanya akan membawamu dalam kesedihan dan dia bukan pria yang baik untukmu." Tangan pria itu ingin menyentuh pipi Denna, tapi dengan cepat Denna menangkisnya.


Pria itu berjalan pergi dari sana. Sekarang dua orang itu saling melihat satu sama lain. "Kamu mengenal orang itu, kan?"


"Aku akan mengantarmu pulang karena acara Nio juga sudah selesai."


"Dane, aku bertanya padamu, dia pria yang kemarin itu, kan?"


Dane tidak menjawab dan dia malah mendorong kursi roda Denna. Denna dengan tangannya menahan kursi roda itu sampai jarinya malah terjepit dan berdarah.

__ADS_1


"Denna, kamu tidak apa-apa?" Dane langsung memasukkan jari Denna yang berdarah ke dalam mulutnya. Denna tampak terdiam melihat jarinya masuk ke dalam mulut Dane.


__ADS_2