
Denna mengatakan jika dia tidak ingin jauh-jauh dari tempat Dimas berada walaupun Dimas sekarang sudah meninggal.
"Aku besok lusa harus kembali ke London untuk kembali bekerja Denna, tapi saat cuti nanti aku akan datang ke sini untuk mengajak kamu jalan-jalan. Apa kamu mau aku ajak jalan?"
"Tentu saja mau, Adik ipar." Denna mengacak-acak rambut V.
V tampak tersenyum dengan perlakuan Denna. "Denna, bagaimana perasaan kamu sekarang?"
"Aku baik, V."
"Benar-benar baik atau mencoba untuk merasa baik?" V menatap mata Denna dengan lekat.
Mereka berdua ini sedang duduk di teras depan rumah Denna. Kedua orang tua Denna dan V serta nenek berada di ruang tamu.
"Aku mencoba merasa baik-baik saja, walaupun di sini." Denna menunjuk pada dadanya. "Aku merindukan Dimas." Seketika air mata Denna meluncur dengan sendirinya membasahi pipi cantiknya.
"Jangan menangis lagi." V menghapus air mata Denna. "Aku juga merindukan kakakku itu, Denna. Ingin sekali aku menangis kencang dan berteriak agar dia kembali dan jangan meninggalkan kita di sini, tapi hal itu juga tidak akan bisa terwujud." Seketika kedua mata V berkaca-kaca.
Denna memeluk V yang duduk di anak tangga teras tepat di sampingnya.
"Dimas pasti juga merindukan kita, V."
"Sudah pasti. Oh ya, Denna, apa kamu pernah bertemu dengan cucu Kakek Rayhan itu?"
Denna menggeleng. "Aku belum. pernah bertemu bahkan melihatnya karena sejak di rumah sakit aku hanya fokus pada Dimas."
"Lalu, bagaimana keadaannya setelah mendapat donor jantung dari Dimas?"
"Jantung milik Dimas bereaksi dengan baik apa tubuh Dane dan hanya menunggu proses pemulihannya. Aku sudah cukup senang mendengar hal itu, dan sekarang yang mau aku lakukan fokus pada pekerjaanku saja, V. Aku akan banyak menghabiskan waktu dengan para pasien kecilku agar aku bisa sedikit melupakan kesedihanku."
"Aku senang kalau kamu memiliki pemikiran yang seperti itu. Denna, selama aku masih di sini, aku juga akan terus menghibur kamu."
Denna melingkarkan tangannya pada lengan tangan V dan menyandarkan kepalanya pada pundak V.
Nara yang melihat hal itu tampak senang karena Denna memiliki orang yang bisa dia ajak berbagi kesedihannya.
"Nara, kamu sedang melihat apa?" Tepukan pada pundak Nara membuat wanita itu terkejut.
__ADS_1
"Sayang, kamu mengangetkan saja. Aku ini sedang melihat putri kita dan V di sana."
"Denna tampak dekat sekali dengan V beberapa hari ini."
"Sayang, kira-kira kamu setuju tidak jika Denna berpasangan dengan V?"
"Hah? Kamu mau menyuruh Denna dan V menikah? Nara, apa kamu sadar dengan ucapan kamu?"
"Tentu saja aku sadar, memangnya kenapa jika Denna dan V ada hubungan khusus? Mereka tidak berselingkuh, kan?"
"V itu anak dari Renata yang dulu pernah jahat dengan kamu."
"Itu sudah lama berlalu dan tidak perlu diangkut pautkan lagi dengan ibunya. Kalau V sangat mencintai Denna dan bisa menjaganya. Apa salahnya jika mereka bersama?"
Jaden terdiam sejenak. "Apa Denna mau dengan V? Putriku itu orangnya sangat setia seperti aku. Dia tidak akan mudah jatuh cinta pada orang lain."
"Memangnya aku tidak setia dengan menyuruh Denna dan V bersama? Aku itu hanya memikirkan keadaan Denna, supaya dia tidak larut terus dalam kesedihan."
Tangan Jaden merangkul tubuh istrinya. "Biarkan Denna yang memutuskannya, lagi pula dia baru saja ditinggal Dimas pergi."
"Iya, biar dia memenangkan dirinya dulu."
Nio dirawat selama satu Minggu di rumah sakit, dan selama itu Nio selalu ditemani oleh Denna.
"Nio kenapa hari ini tidak mau makan? Kata suster tadi bilang, jika Nio tidak menghabiskan makanannya."
"Aku mau Daddy, Dokter Cantik. Kenapa daddy lama sekali tidak datang. Pokoknya aku mau berhenti makan sampai Daddy datang ke sini."
Denna seketika mengerucutkan bibirnya. "Kenapa Nio berkata seperti itu? Kalau Nio tidak mau makan. Nio akan lebih lama di sini dan Nio tidak bisa bersekolah."
"I don't care, Dokter Cantik. Kalau Nio tidak sekolah, daddy pasti akan marah dan datang menemui Nio."
Denna tidak menyangka jika bocah kecil di depannya ini memiliki pemikiran seperti itu.
"Nio, Nio mau tidak mendengarkan apa kata dokter cantik?"
Bocah itu mengangguk dengan cepat. "Apa ini tentang Daddy?"
__ADS_1
"Tentu saja. Dokter akan memberitahu Nio sebuah rahasia."
"Rahasia apa?"
"Dokter pernah bertemu dengan Daddy Nio dan Daddy Nio ingin agar untuk sementara Nio mau menurut apa kata dokter. Saat Nio sembuh dan boleh pulang. Daddy akan menemui Nio."
"Kenapa daddy tidak menemui Nio di sini saja? Nio kangen sama Daddy." Bocah itu menangis.
Denna yang melihatnya langsung memeluk pria kecil yang sama sekali tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan daddynya.
"Daddy tidak bisa menemui Nio di rumah sakit karena nanti takutnya Daddy juga tertular sakit dan akhirnya Nio tetap tidak bisa bertemu dengan Daddy. Nio sembuh dan pulang ke rumah dulu, baru nanti Daddy bisa bertemu dengan Nio. Kalian berdua sama-sama sehat." Denna menarik tubuh Nio dan menatap dengan senyum khas Denna.
"Nio pasti tidak ingin Daddy tertular dan sakit juga, Kan?"
"Tidak mau karena sakit tidak enak."
"Itu Nio tau. Jadi, sekarang makan dan kalau besok dokter periksa semua baik-baik saja. Nio boleh pulang dan bisa bertemu dengan Daddy."
"Benar ya, Dok."
"Iya, Sayang. Sekarang dokter akan menyuapi Nio. Nio mau tidak disuapi oleh dokter?" Bocah itu kembali mengangguk dengan cepat.
Denna menyuapi Nio dengan telaten dan kadang dia mengajak Nio bercanda. Hari ini Denna sebenarnya tidak ada jadwal masuk, tapi karena dia diberitahu oleh salah satu suster yang bertugas hari itu, jika Nio tidak mau makan dan tidak mau minum obat. Denna menyempatkan diri datang ke rumah sakit.
"Sam, Denna gadis yang baik. Dia juga terlihat bisa dengan cepat akrab dengan Nio."
"Iya, Kek. Nona Denna memang sangat baik dan sabar."
"Sam, bagaimana menurut kamu jika Dane aku jodohkan dengan Denna?"
"Kakek serius? Apa tidak menjadi masalah untuk Nona Denna ke depannya, mengingat apa yang dulu terjadi dengan Nyonya Tiara?"
"Tentang Tiara, kita tidak perlu membahasnya lagi. Jika Denna bersedia menjadi istri Dane, aku pastikan dia akan baik-baik saja, dan bahkan aku akan melindunginya dengan nyawaku."
"Tapi apa tuan muda Dane mau menikahi Nona Denna. Kakek tau sendiri bagaimana karakter cucu kakek itu."
"Aku akan coba bicara dengan Dane jika nanti keadaannya sudah benar-benar pulih."
__ADS_1
"Kakek juga lupa jika Nona Denna tidak mau tuan muda Dane tau jantung siapa yang ada pada tubuhnya."
Pria tua itu melirik pada paman Sam dan dia menghela napasnya pelan.