Stay Beside You

Stay Beside You
Tamat


__ADS_3

Dane mencoba menghubungi Denna, tapi tidak mendapat jawaban. Dane jadi panik sekarang Denna ada di mana?


Denna yang sudah sampai di rumah sakit langsung pergi ke kamar di mana Diaz dirawat.


"Nenek, di mana Diaz?"


"Dia sedang tidur, tadi dokter baru saja memberinya obat penenang agar keadaannya lebih tenang. Diaz tadi menangis histeris karena mendengar berita jika bayi di dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan."


Nenek pun menangis dan Denna memeluknya dengan erat. "Oh Tuhan! Kenapa hal ini bisa sampai terjadi? Kenapa Diaz tidak berhati-hati, Nek?"


"Diaz tadi bilang akan pergi ke rumah Rio, dan saat pulang Diaz menangis. Nenek tidak tau apa yang sudah Rio lakukan pada Diaz. Diaz yang terlihat sangat bersedih masuk ke dalam kamar mandi dan terjatuh."


"Diaz kenapa harus pergi ke rumah Rio sendirian? Seharusnya dia hanya menghubungi lewat telepon dan dia bisa mengajakku jika ingin pergi ke sana. Diaz ini memang tidak bisa mendengarkan apa yang aku katakan!" Wajah Denna tampak kesal.


Tidak lama ponsel Denna kembali berdering dan kali ini Denna mendengar bunyi ponselnya. "Ya Tuhan! Dane." Saking paniknya dia sampai tidak ingat tentang janjian makan mereka.


"Halo, Dane."


"Denna, kamu di mana? Aku ke rumah kamu, tapi kamu malah pergi."


Denna menceritakan tentang apa yang terjadi. Dane segera menyusul pergi ke rumah sakit.


Denna sedang menunggu Diaz yang belum sadar. Dia tampak cemas sekali.


"Denna," ucap Diaz lirih.


"Diaz, kamu sudah sadar. Diaz, bagaimana keadaan kamu sekarang?"


Diaz malah menangis dengan keras. Denna seketika memeluk dengan erat sahabatnya itu.


"Aku kehilangan anakku, kan Denna?" Denna bingung harus menjawab apa. "Aku kehilangan satu-satunya kenangan dari Mas Rio dan semua ini salah keluarga Mas Rio," ucapnya marah.


Denna yang mendengar hal itu seketika kaget. Dia menarik tubuhnya dari Diaz dan menatap heran pada Diaz.


"Maksud kamu apa, Diaz?"


"Aku tadi datang ke rumah Mas Rio, tapi aku tidak bertemu dengan mas Rio, malah aku bertemu dengan istri dan ibunya mas Rio."


"Lalu, apa yang terjadi?"


"Aku langsung mengatakan jika aku hamil anak mas Rio, tapi ibunya mas Rio bahkan istrinya menuduh bayi yang ada dalam perutku adalah anak dari kekasihku yang sekarang. Bayi itu bukan anak mas Rio."


"Apa? Mereka mengatakan hal itu? Keterlaluan!" seru Denna marah.

__ADS_1


"Aku tidak butuh mereka bertanggung jawab dengan bayiku, aku hanya ingin Mas Rio tau jika aku bukan wanita mandul karena aku bisa memberinya seorang anak, tapi mereka begitu jahatnya."


"Diaz, kamu harus tenang sekarang. Jangan memikirkan hal itu lagi, dan sebaiknya kamu sekarang memikirkan dirimu dan putrimu. Dia juga sekarang adalah anakmu dan sangat membutuhkan kamu."


"Iya, Denna, aku tidak mau berhubungan lagi dengan mas Rio dan Keluarganya. Aku benar-benar akan melupakan semuanya."


"Kamu harus kuat dan selalu bersemangat untuk membesarkan putri kecilmu itu." Diaz mengangguk perlahan.


Denna keluar dari ruangan agar Diaz dapat beristirahat. Dane yang baru datang langsung di peluk erat oleh Denna. Wanita itu menangis dalam pelukan Dane.


"Ada apa, Denna? Diaz baik-baik saja, kan?"


Denna menceritakan semuanya pada Dane. Dane benar-benar tidak percaya jika Diaz harus mengalami hal seburuk itu.


"Tante Denna kenapa?"


Denna yang melihat Nio mencoba menjelaskan kenapa dia menangis, dan Nio ternyata mengerti apa yang Denna jelaskan.


"Kasihan sekali Tante Diaz. Aku nanti akan menghibur tante Diaz kalau Tante Diaz sudah pulang dari rumah sakit."


"Anak Tante Denna ini pintu sekali." Denna mengecup lembut pipi Nio.


***


Beberapa bulan kemudian.


Dane sudah duduk dengan didampingi ayah Denna dan kakeknya. Hari ini dia akan mengucapkan ijab qobul dan menjadikan Denna miliknya.


Semua tampak terdiam saat Dane mengucapkan kata sakral yang akhirnya menjadikan Denna menjadi Nyonya Danendra.


"Aku harus merasakan hal seperti ini lagi, Nara." Wajah Jaden tampak terharu.


Nara pun menangis melihat kebahagiaan putrinya sekali lagi. Denna di sana juga menangis karena dia akhirnya menemukan lagi cinta dari pria yang dia cintai.


"Aku sekarang harus memanggil Tante Denna apa? Ibu, bolehkan?"


"Ibu? Tidak jadi mama?" tanya Denna.


"Ibu saja karena wajah tante Denna sangat lembut, jadi cocok dipanggil Ibu." Nio terkekeh dan semua yang ada di sana pun tertawa senang.


Acara resepsi pernikahan juga diadakan hari itu juga. Tampak dua keluarga sangat bahagia dia sana.


Pesta pernikahan diadakan di rumah keluarga Dane, dan nanti Denna untuk sementara tinggal di sana. Sampai nanti Dane akan mengajak Denna tinggal di apartemen yang baru dia beli.

__ADS_1


Diaz pun tampak senang melihat pernikahan sahabatnya itu. Denna pun juga bahagia melihat keadaan Diaz yang sudah lebih baik.


"Kamar pengantinnya indah sekali, Denna. Bisa-bisa tidak mau keluar kamu dari sini." Diaz menggoda sahabatnya itu.


"Apa sih, Diaz!" Wajah Denna tampak malu.


"Jangan ditunda untuk memberikan Nio adik."


"Oh ... kalau itu tidak akan ditunda." Mereka berdua terkekeh bersama.


Dane dan Denna sudah berada di dalam kamar pengantin mereka. Dane tampak berdiri dengan memeluk Denna dari belakang. Wanita itu sedang berdiri di depan cermin merapikan dirinya.


"Apa kamu bahagia?"


"Sangat bahagia, Dane."


Dane membalikkan tubuh istrinya dan perlahan mengecup bibir Denna. Denna merangkulkan kedua tangannya bergelayut pada leher Dane.


Kata cinta di antara kedua orang itu saling terucap dan akhirnya malam pertama untuk keduanya terjadi.


Kehidupan pernikahan Denna dan Dane berjalan dengan sangat baik. Hampir tiap hari selama satu bulan, Dane selalu membawa Denna bunga kesukaannya.


Nio pun sangat senang memiliki ibu sebaik dan sangat perhatian padanya.


"Dane, aku ingin bicara denganmu."


"Troy? Ada apa kamu menemuiku di sini?"


Dane yang akan menuju pulang ke apartemennya dihadang oleh Troy yang kala itu datang sendirian.


"Sebelumnya, aku ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan kamu. Aku juga ingin memberikan kamu hadiah pernikahan. serta kabar bahagia."


Troy memberikan sebuah kotak berukuran sedang pada Dane. Dane hanya melihati kotak itu.


"Kamu tidak perlu memberiku apa-apa."


"Ya sudah kalau kamu tidak mau menerima, tapi aku ingin memberikan kamu kabar yang sangat bahagia."


"Kabar bahagia? Apa maksud kamu?"


Troy memberikan sebuah kertas dan di sana ada sebuah alamat rumah sakit. Dane tampak bingung kenapa Troy memberikan alamat rumah sakit dan itu letaknya agak jauh dari tempat tinggal Dane.


"Datanglah ke sana dan kamu akan mendapatkan kabar bahagia." Troy berjalan pergi dari sana.

__ADS_1


Dane benar-benar bingung dan dia berpikir apa ini adalah jebakan yang Troy persiapkan untuknya.


Tamat Season 1. Nanti aku bakal lanjutin cerita ini pada novel baru lainnya dan dengan judul yang berbeda juga. Terima kasih masih setia baca novel aku, Kak. Semoga sehat selalu.


__ADS_2