Stay Beside You

Stay Beside You
Denna Di Culik part 1


__ADS_3

Denna memaksa Dane untuk membuka bajunya agar dia dapat melihat luka yang ada pada tubuhnya. Dane perlahan membuka kaos lengan panjangnya dan Denna tampak menahan napasnya beberapa detik.


"Tubuhmu ada beberapa luka."


"Sudah aku katakan kalau kamu tidak perlu membantuku mengoleskan obat itu, Denna."


Denna mengambil salepnya kemudian dia mengoleskan sedikit demi sedikit pada luka yang ada pada tubuh Dane. Tubuh putih mulus dan ada sedikit bulu halus itu terlihat indah walaupun ada beberapa bekas luka jahit. Tidak membuat terlihat menjijikan sama sekali.


"Ini luka kenapa, Dane?" tanya Denna yang menyentuh luka pada pundak bagian kiri Dane. Luka itu tidak terlihat jika dari jauh, tapi jika melihat sangat dekat seperti posisi Denna saat ini, luka itu akan kentara atau terlihat samar.


"Luka bakar."


"Bagaimana bisa terkena luka bakar?"


"Mamaku," ucap Dane lirih.


"Maksudmu?"


Pria di depan Denna itu tampak terdiam sejenak. Denna sekarang membalikkan tubuh Dane menghadap ke arahnya. Tangan lembutnya menyentuh pipi Dane. "Kalau tidak mau cerita juga tidak apa-apa."


Dane tidak membiarkan tangan Denna terlepas, dia menggenggam erat tangan Denna. "Mamaku yang menempelkan bara api di sana karena aku melihatnya berselingkuh dengan seseorang waktu itu, dan dia mengancamku agar aku tidak menceritakan hal itu pada siapapun." Manik mata itu menatap Denna dengan lekat.


"Aku minta maaf jika membuatmu teringat lagi akan hal itu."


"Tidak apa-apa, aku sama sekali tidak merasa sakit karena hal itu. Sekarang sudah malam, kamu tidurlah. Perjalanan ke sini sangat jauh dan kamu pasti lelah."


"Iya, aku juga sudah mengantuk."


"Denna, aku ingin memberikan kamu ini." Dane memberikan sebuah alat berbentuk kotak kecil. "Kamu bawa selalu alat ini." Dane merekatkan alat itu pada jam tangan milik Denna.


"Ini apa Dane?"


"Seperti alat penyadap dan aku bisa mengetahui di mana kamu berada jika alat ini masih terus menyala."


"Untuk apa kamu memberikan alat ini, Dane? Apa kamu tidak percaya padaku? Takut aku nanti selingkuh di belakang kamu?"


Dane malah terkekeh. "Apa kamu tipe wanita yang suka berselingkuh?"

__ADS_1


Denna mencubit lengan tangan Dane yang tidak sakit. "Enak saja, aku itu tipe wanita setia. Aku tidak akan selingkuh karena itu perbuatan yang menyakitkan. Kalau pasangaku yang selingkuh, akan aku lepaskan. Hal itu menunjukan jodohku dengannya hanya sampai di situ."


"Apa kamu tidak sakit hati?"


"Sakit pastinya, Dane."


"Aku tidak akan melakukan hal yang dilakukan oleh mamaku karena hal itu ayahku meninggal, dan itu sangat-sangat menyakitkan." Wajah Dane tampak dingin.


"Aku percaya padamu, Tuan Mafia." Tangan Denna memainkan rambut Dane yang sedikit ikal."


"Denna, aku memberikanmu itu bukan karena aku curiga sama kamu, tapi agar aku bisa mengetahui di mana kamu karena pria misterius itu, aku harus waspada."


"Baiklah, akan aku pakai terus jam tangan ini. Selamat malam, Dane."


Denna mendekat dan mengecup bibir Dane. Pria itu terkejut dan menarik lagi Denna. Sekarang dia yang mendominasi ciuman itu.


"Selamat malam."


Denna tampak tersipu malu karena tadi dia yang memulai duluan. "Cepat tidur!" Denna berjalan menuju dapur dan mengambil air minum. Kemudian dia kembali dan masuk ke dalam kamarnya.


Keesokan harinya. Semua orang sudah bangun, dan mereka juga sudah bersiap-siap untuk bersepeda melihat Pemandangan alam yang sangat indah di daerah villa tempat mereka menginap.


"Aku mau bersepeda sendiri, Kek. Bukannya aku membawa sepeda kemarin?"


"Iya, kamu membawa sepeda Tuan Muda Kecil. Sepeda kamu masihTt diisi anginnya biar bisa digunakan."


Mereka bersiap-siap untuk bersepeda bersama-sama. Nio tampak senang sekali. Kakek Rayhan dan nenek Miranti juga ikut bersepeda. Denna sampai tidak percaya melihat hal itu.


"Nenek keren sekali!" serunya seraya menautkan kedua jarinya membentuk tanda live besar.


"Nenek, kan, tidak mau kalah dengan kalian. Makannya, waktu itu nenek banyak istirahat dan minum vitamin untuk tulang agar kaki nenek kuat untuk digunakan bersepeda."


"Kalau begitu kita bersepeda di jalan yang banyak tumbuh bunga-bunga itu saja. Aku mau ke sana."


"Ya sudah, kalau begitu kita ke sana." Mereka semua menuju ke sana.


Tiba-tiba ban sepeda Denna kempis karena tertusuk paku. Denna melihat semua orang sudah jalan di depannya.

__ADS_1


"Denna, mana?" Dane menoleh ke belakang dan melihat dari kejauhan, Denna yang turun dari sepedanya, sedang memeriksa ban sepedanya.


Dane memutar sepedanya, mengayuh ke arah Denna, tapi dia akhirnya berhenti dan berteriak memanggil nama Denna dengan keras. Dua orang pria langsung membungkam Denna dengan sapu tangan. Wanita itu pingsan dan segera dibawa pergi oleh dua orang itu


Dane sudah melepaskan tembakannya, tapi hanya mengenai lengan salah satu orang yang membawa Denna. Jaden dan yang lainnya mendengar hal itu langsung berbalik arah dan melihat Dane yang mengayuh sepeda dengan cepat mengejar mobil berwarna hitam di depannya.


Jaden tidak melihat Denna, dan dia langsung tau jika ada sesuatu yang terjadi dengan putrinya. "Denna!" Jaden ikut mengejar di mana Dane mengayuh sepedanya, tapi mereka berhenti di sepanjang jalanan yang sepi. Mereka kehilangan mobil hitam itu.


Tidak lama Nara dan yang lainnya tiba di sana. Nio sekarang dibonceng oleh paman Sam. Mereka tampak sangat khawatir.


"Siapa mereka Dane?"


"Mungkin orang suruhannya Troy, atau pria misterius itu." Dane tampak bingung.


"Aku habisi mereka jika berani melukai putriku!" Wajah Jaden tampak menakutkan.


"Kita pulang dulu dan akan aku cari ke mana mereka membawa Denna. Kita bawa Nio pulang dulu."


Mereka memutuskan pulang kembali ke villa agar Nio tidak terlalu cemas. Dia taunya ibu Dennanya nyasar dan sekarang mereka akan mencari di mana ibu Dennan


"Kakek, apa aku tidak boleh ikut mencari ibu Denna?"


"Nio di rumah saja karena Nio masih kecil, dan nanti malam merepotkan orang-orang yang mencarinya.


Dane masuk ke dalam kamar untuk mengisi peluru pada pistolnya dan dia membawa dua buah pistol di belakang punggungnya.


"Beri aku satu pistol, Dane. Aku akan ikut mencari di mana putriku berada. Dia sudah berani mengganggu putri Jaden Luther."


Dane kemudian memberikan satu pistolnya pada Jaden. Orang-orang Dane datang dan Dane segera menyuru mereka ikut mencari Denna dan yang lainnya berjaga di Villa.


Dane menyalakan ponselnya dan dia dapat melihat ada tanda merah berkedip di sana. Tanda itu menunjukkan bahwa Denna masih berada di dalam mobil menuju suatu tempat.


Dane serta Jaden berangkat ke sana dengan naik mobil yang berbeda. "Aku akan menemukanmu, Denna. Tidak akan aku biarkan orang-orang itu sampai melukaimu walaupun hanya secuil." Dane berdialog sendiri.


Tanda merah itu akhirnya berhenti, dan itu menunjukkan jika mobil yang membawa Denna sudah berhenti. Denna yang masih belum sadar dibawa masuk ke sebuah rumah yang Sepertinya sudah lama tidak dihuni.


"Baringkan dia di atas tempat tidur itu, dan kalian pergi dari sini." Denna ditidurkan di atas tempat tidur yang juga sudah lama usang.

__ADS_1


__ADS_2