
Denna mengatakan tidak membahas hal itu dulu. Denna malah bicara jika Nio merindukan daddynya.
"Kemarin dia membawakan aku kue yang aku sukai, dan tadi aku gantian mentraktirnya membeli burger."
"Burger? Dia beberapa kali memintaku membelinya dan makan di tempatnya, tapi karena aku belum ada waktu, dia akhirnya lupa."
"Kasihan sekali wanita yang menjadi istrimu kelak karena memiliki suami yang sibuk sekali dengan pekerjaannya."
Dane tersenyum mendengar apa yang Denna katakan. "Dulu saat aku masih memiliki seorang istri. Aku bahkan dianggap pria yang tidak peduli dengan pekerjaannya karena lebih sering menghabiskan waktu dengan istriku dan anakku karena memang mereka berdua adalah dua hal yang tidak bisa tergantikan di dunia ini, tapi setelah kematian Tiara, aku lebih menyibukkan diri di kantor. Nio waktu itu masih kecil dan ada baby sitter yang menjaganya."
"Kamu sangat mencintai istrimu, ya?"
"Denna, aku dan Tiara menikah karena dia pernah menyelamatkan nyawaku. Aku belajar mencintainya, walaupun itu sulit." Dane terdiam.
"Kenapa Diam? Apa tidak mau menceritakan padaku?"
"Aku akan ceritakan dan terserah kamu nanti menganggap aku bagaimana."
"Aku akan menganggap kamu pria yang jujur dan pemberani."
"Tiara dan aku menikah, dan kami berusaha saling melengkapi satu sama lain. Bahkan aku berharap bisa jatuh cinta pada Tiara suatu hari nanti, sebelumnya kami memang berpacaran, tapi itu kami jalani karena Tiara yang menginginkannya sampai akhirnya dia ingin menikah denganku."
"Tapi kalian masih tidak merasakan apa itu cinta?"
"Bukan kami, tapi hanya aku yang tidak merasakan apa itu cinta."
"Kalian memiliki cinta. Cinta itu adalah Nio."
"Kamu benar. Cintaku adalah Nio." Dane tersenyum tipis.
"Lalu, siapa pria yang beberapa kali menghampiriku, dan aku pernah dengar dia mengatakan tentang adiknya yang adalah istrimu."
Dane tampak terdiam sejenak. "Kamu masih penasaran dengan pria itu? Dia Troy kakak iparku. Dia juga orang yang sangat membenciku setelah Tiara meninggal."
__ADS_1
"Aku bisa melihatnya waktu itu, tapi kenapa? Apa dari awal dia tidak menyukai kamu menikah dengan Tiara?"
"Dia menganggap aku penyebab adiknya meninggal dalam kecelakaan waktu itu."
"Kamu?" Denna tampak heran.
"Denna, aku sebenarnya tidak ingin membahas masalah ini karena jujur saja aku takut."
"Takut? Takut apa?"
"Kalau bercerita pada orang lain mungkin aku tidak peduli mereka menganggapku bagaimana, tapi aku tidak mau kamu berpikiran buruk padaku karena aku tidak mau kamu membenciku."
"Dane, kamu belum mengenalku. Aku bukan orang yang langsung menelan begitu saja apa yang dikatakan oleh seseorang karena belum tentu apa yang dikatakan orang itu buruk kenyataannya juga buruk. Bisa saja salah."
"Aku senang dengan cara berpikirmu, Denna."
"Mamaku yang mengajari akan hal itu. Tidak selamanya sisi gelap seseorang itu menjadikan dia buruk."
"Tiara sebelum kecelakaan itu terjadi menuduhkan aku berselingkuh dengan seseorang. Kami bertengkar hebat saat itu, dia pun menunjukkan fotoku bersama seorang wanita. Aku tidak menyangkal karena foto itu memang benar. Wanita yang bersamaku itu adalah wanita yang kamu lihat saat kita bertemu di restoran itu. Dia Flow--rekan kerjaku sekaligus teman baikku. Flow dan aku tidak pernah memiliki perasaan apapun karena Flow mencintai pria lain, sayangnya pria itu meninggal karena sakit. Flow yang kala itu ingin mengakhiri hidupnya, tapi bisa aku cegah. Aku tidak tau siapa yang mengambil fotoku dengan Flow waktu itu."
"Tiara hanya tau Flow rekan bisnisku. Flow juga tidak terlalu suka bergaul dengan banyak orang. Dia sangat tertutup."
"Lantas, apa yang terjadi?"
"Aku menjelaskan pada Tiara. Namun, wanita itu tidak mau mendengar dan malah pergi mengendarai mobilnya. Aku tidak bisa mengejarnya karena Arsen waktu itu sakit panas dan demam tinggi. Aku pergi membawa Arsen ke rumah sakit dan tidak lama aku mendengar berita kecelakaan. Mobil Tiara masuk jurang dan jasad Tiara terbakar di sana."
"Jadi, hal itu yang membuat pria bernama Troy membencimu?"
"Iya, dia mengira aku penyebab adik satu-satunya meninggal, padahal aku sama sekali tidak ingin hal itu terjadi. Aku menghormati Tiara dan akan menjaganya karena dia adalah ibu dari putraku. Aku juga tidak akan pernah berpikir untuk berselingkuh karena itu pasti akan sangat menyakiti hati pasangan kita. Aku teringat pada kedua orang tuaku dulu." Dane terdiam sejenak.
Denna melihat kesedihan pada wajah pria yang sedang video call dengannya. "Maaf, kamu tidak perlu meneruskannya."
Denna mengetahui tentang kedua orang tua Dane dari paman Sam yang waktu dia menceritakan dan membanggakan tuan mudanya itu.
__ADS_1
Kedua orang tua Dane berpisah dengan cara yang buruk. Mamanya berselingkuh dengan pria lain sampai ayahnya meninggal karena tidak bisa menerima hal itu. Mama Danne pergi dan meninggalkan Dane sendirian dengan kakeknya.
Dari sana Dane belajar tidak akan mengkhianati pasangannya karena pasti akan sangat menyakitkan pasangan lainnya. Kalau memang tidak suka lebih baik dibicarakan dengan baik-baik.
"Denna, aku minta maaf jika sudah membuat kamu kesal setiap kamu bertanya tentang pria bernama Troy itu karena memang aku sebenarnya tidak ingin bercerita kepadamu."
"Aku malah senang kamu bercerita akan hal itu. Aku jadi lebih mengenal dirimu."
"Terima kasih, Denna."
Mereka berdua sekarang saling melihat dan malah tampak canggung. "Em ... Dane, kamu sebenarnya berada di mana? Aku lihat sepertinya di sana masih pagi."
"Iya, aku berada di California. Aku ada urusan bisnis di sini."
"Oh. Dane, ini sudah malam, sebaiknya kamu juga beristirahat agar keadaanmu cepat pulih. Jangan lupa makan buah dan sayur dan jangan terlalu banyak memikirkan pekerjaanmu dulu," cerocos Denna.
"Iya. Denna, sebelum aku mengakhiri panggilan ini, apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?"
"Ka-kamu mau tanya apa?"
"Apa kamu merindukanku?"
"A-aku--." Kedua mata Denna mendelik kaget.
"Tidak perlu menjawabnya karena aku sudah mengetahui jawabannya. Terima kasih, Denna. Tunggu aku pulang."
Dane mematikan panggilannya. Denna mengedipkan kedua matanya beberapa kali dengan mulut yang juga menganga.
"Memangnya aku jawab apa? Siapa juga yang merindukan dia? Dasar! Kenapa pria ini percaya diri sekali? Pakai acara bilang tunggu aku pulang. Kalaupun kamu tidak pulang dan menetap di sana, aku juga tidak peduli. Menikah saja sekalian sama wanita bule di sana, pasti kamu lebih cocok dengan mereka."
Denna berdialog sendiri, tapi anehnya dia tampak kesal sendiri juga saat mengatakan hal itu.
"Tapi dia harus pulang karena bagaimana dia akan tau jawaban dari cincin yang diberikan padaku kalau dia tidak pulang? Aku tidak mau membawa cincin ini bersamaku."
__ADS_1
Denna menarik selimut dan mendekap ponselnya dengan erat. "Dia harus pulang."