
Denna menatap lekat pria yang berjarak sangat dekat dengannya itu. Dia tau jika dia memang sudah jatuh cinta lagi pada seseorang dan seseorang itu adalah Dane.
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya pria yang masih memeluk pinggang Denna.
"Karena aku suka sekali dengan tatapan matamu. Tatapan itu yang sebenarnya sudah membuatku jatuh cinta sama kamu."
Dane tersenyum tipis. "Jadi, apa aku sudah membuatmu jatuh cinta?"
Denna mengangguk perlahan karena dia malu untuk mengakui hal itu. Tangan Dane kembali menelusup perlahan pada pipi Denna dan sekali lagi mendekatkan wajah Denna padanya. Dane kembali mengecup bibir Denna dengan lembut dan sekarang pria itu mendapat balasan dari wanita yang dikecupnya itu. Denna menikmati ciuman Dane, sekarang entah kenapa dia merasa tidak sungkan berciuman dengan pria yang sudah memiliki hatinya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua saling melempar senyuman. "Apakah cincinku akan kamu pakai?" seloroh Dane.
Denna tersenyum tidak menjawab apapun. "Apa ini salah satu trik kamu agar aku memakai cincin itu?"
"Tidak juga. Aku hanya berpikir jika kamu tidak jadi memakai cincinku, setidaknya aku sudah berusaha menunjukkan apa yang aku rasakan sama kamu. Aku baru merasakan jatuh cinta dengan seseorang, yaitu denganmu, Dokter Denna."
"Jujur saja, setelah kepergian Dimas, aku merasa mungkin aku tidak akan pernah menikah atau bahkan mencintai orang lain, tapi entah kenapa denganmu aku merasakan sesuatu yang lain."
"Bukan karena aku memiliki jantung Dimas, kan?"
Denna menggeleng dengan cepat. "Bukan karena itu, Dane." Denna mendaratkan kepalanya pada dada Dane, dia memeluk erat pria itu.
Tiba-tiba di sana terdengar suara tepuk tangan seseorang. Kedua orang itu terkejut dan melihat siapa yang sudah mengganggu makan malam mereka.
"Troy?" Dane menatap tajam pada pria yang adalah kakak iparnya.
"Wow! Benar-benar pemandangan yang sungguh indah. Begitu cepatnya kamu melupakan mendiang adikku, Danendra."
"Bagaimana kamu bisa masuk ke sini? Keluar dari tempatku," ketus Dane.
"Hei! Apa kamu lupa jika aku adalah kakak iparmu meskipun adikku sudah meninggal? Dokter Denna, apa kamu tidak salah mencintai pria yang hidupnya penuh dengan hal yang tidak kamu ketahui ini? Dia bukan pria yang baik untuk menjadi pasanganmu."
"Maaf, tapi bagiku Dane pria yang baik dan aku percaya padanya." Denna melihat pada pria yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Dane melepaskan pelukannya pada Denna dan turun mendekat pada Troy.
Dua orang itu saling berhadapan dengan tatapan sengit. Denna sekarang merasa takut, takut jika akan ada pertengkaran di sini.
"Aku masih menghormatinya sebagai kakak iparku, tapi jika kamu melebihi batas, aku tidak akan diam saja."
"Kamu pikir aku akan takut akan ancamanmu? Aku sama sekali tidak takut dengan kamu, Dane. Kamu sudah membuat adik satu-satunya yang aku miliki pergi selamanya dari muka bumi ini."
Dane menaikkan dagunya melihat pria yang baginya sangat menyebalkan yang pernah ada di dunia ini.
"Troy, aku tau siapa kamu, dirimu tidak pernah menyayangi siapapun karena kamu hanya sayang pada dirimu sendiri. Siapa pun tau akan hal itu. Troy, aku tidak ingin ada keributan di sini. Jadi, pergilah sekarang dari sini!" usir Dane dengan marah.
Denna mendekat pada Dane. "Sebaiknya kita pergi saja dari sini, Dane. Aku sudah senang dengan acara makan malam kita ini."
"Dokter Denna, apa kamu mencintai Danendra? Apa kamu tau siapa dia? Jangan sampai kamu seperti adikku dikhianati dan akhirnya mati dengan mengenaskan."
"Pergi dari sini, Troy," Dane menekankan kalimatnya.
"Mungkin kecelakaan yang menimpa adikku itu kamu yang sudah merancangnya."
"Kami pasti bisa melakukannya dengan sangat rapi karena kamu sudah sering berhubungan dengan hal berbahaya seperti itu."
"Apa maksudmu?" tanya Denna heran dengan maksud pembicaraan Troy.
"Dokter Denna, sebaiknya kamu pikirkan seribu kali menjadikan pria ini kekasihmu karena setelah kamu memilih bersamanya, hidupmu akan selalu dalam bahaya. Tanyakan saja berapa banyak luka yang ada pada tubuhnya akibat tembakan peluru dan sayatan pisau. Oh ya! Aku dengar kamu habis tertembak oleh lawanmu di kota Produs. Lawanmu bodoh sekali, kenapa dia tidak menembak tepat di jantungmu agar kamu pergi menyusul adikku."
"Dane, apa yang dia katakan?" Denna melihat pria di sampingnya itu dengan tatapan bingung.
"Denna, aku nanti akan jelaskan semua sama kamu. Troy pergi dari sini, atau aku akan benar-benar lupa kamu kakak iparku."
Troy tersenyum miring dan berjalan pergi dari sana. Dane menggenggam erat telapak tangannya menahan marah karena ulah Troy.
"Dane, apa semua yang dikatakan Troy benar? Luka tembak itu bukannya seorang pencuri yang melakukanya." Dane terdiam.
__ADS_1
"Jawab aku, Dane?"
"Auw!" Dane meringis sakit karena tangan Denna mencengkeram lengan tangan Dane yang masih sakit.
Denna tampak terkejut. "Kenapa tanganmu?"
"Denna."
"Aku ingin melihatnya, Dane," ucap Denna tegas. Denna tidak mau menunggu. Dia membuka kancing lengan kemeja Dane dan menggulung perlahan kemeja Dane ke atas. Pria itu terdiam tidak menahan apa yang Denna lakukan.
"Oh Tuhan!" Denna terkejut melihat ada luka yang tidak kecil tepat pada lengan tangan Dane. "Siapa kamu sebenarnya, Dane?"
"Denna, aku mungkin tidak jujur siapa diriku sebenarnya, tapi apa yang aku rasakan denganmu itu semuanya jujur."
"Luka itu bukan karena kamu melawan para pencuri, kan?"
"Denna."
"Jawab aku, Dane?" Kelopak mata wanita di depan Dane sudah basah. air matanya Denna perlahan turun. Dia kecewa sekali dengan pria yang sudah membuat hatinya jatuh cinta, tapi tetap saja ada kebohongan yang dia berikan.
"Denna, percaya padaku. Aku tidak ingin membohongi atau menyakitimu."
"Lepaskan!" Denna melepaskan tangan Dane yang menaut pada jarinya. Tatapan nanarnya masih berharap jawaban dari Dane.
"Aku seorang mafia yang memiliki bisnis gelap, dan semua luka itu aku peroleh dari musuhku."
"Apa?" Denna melangkah mundur dengan gontai mendengar semua yang Dane katakan. Baru saja dia merasa sangat yakin dengan pria di depannya ini, tapi tiba-tiba pria ini juga yang membuatnya kecewa.
"Denna, hidupku penuh dengan bahaya. Sebenarnya aku tidak ingin kamu masuk dalam kehidupanku, tapi aku tidak bisa, kamu seolah menjadi magnet yang menarikku sangat kuat dan aku ingin kamu menjadi bagian dari kehidupanku."
"Aku kecewa sama kamu. Terlalu banyak kebohongan yang sudah kamu berikan padaku. Jika kamu memang mencintai seseorang, maka jujurlah sepahit apapun itu, hanya itu yang aku minta, Dane." Denna berjalan pergi dari sana dengan mengusap air matanya.
Dane hanya berdiri terpaku di tempatnya dan membiarkan orang yang dia cintai pergi dari sana.
__ADS_1
Denna menangis di dalam mobil online yang memang berada di sana. Dia pulang dengan hati yang sangat kecewa mengetahui Dane yang tidak jujur, mengetahui siapa Dane sebenarnya.