Stay Beside You

Stay Beside You
Berkenalan part 1


__ADS_3

Tepat jam tujuh malam Denna sudah bersiap. Dia menggunakan baju casual celana panjang dan kaos lengan pendek berwarna hitam, kemudian dia memakai jaket dari rajutan.


Diaz dan mas Rio sudah tiba di sana, ada juga saudara sepupu mas Rio yang baru datang dari luar negeri.


"Denna, kenalkan ini Fabio. Fabio ini kenalkan sahabat baikku, namanya Denna."


Fabio mengulurkan tangannya dan Denna menyambut jabatan tangan Fabio.


"Hi, Denna. Nice too meet you."


"Senang juga berkenalan dengan kamu." Denna tersenyum.


"Fabio, kamu jangan menggunakan bahasa Inggris karena Denna ini tidak suka sok Inggris begitu. Pakai saja bahasa Indonesia."


"Aku akan mencobanya," ucap Fabio terbata.


"Tidak apa-apa kalau kamu belum terbiasa, jangan dengarkan apa kata Diaz. Dia suka sekali mengusili orang."


Mereka berempat pergi menuju mall untuk menonton bioskop. Di sana mereka langsung menuju gedung bioskop untuk menonton film apa yang hari ini tayang.


"Kita mau lihat apa?"

__ADS_1


"Film action saja," ucap Denna cepat.


"Aku se-tu-ju," timpal Fabio.


Diaz dan Rio melihat ke arah mereka berdua. "Pilihan kalian kenapa bisa sama?"


"Aku tidak suka film horor, Diaz dan kamu tau itu."


"Film romantis juga ada, Denna." Denna menggeleng pelan. Diaz mengerti jika mungkin Denna tidak mau melihat film romantis karena dia takut teringat dengan mendiang suaminya.


"Tapi aku sedang tidak ingin melihat film action, Denna, pasti nanti ada adegan bunuh-bunuhan. Aku bisa-bisa tidak mau makan selama beberapa hari, solamua aku dulu pernah begitu waktu diajak nonton sama Fabio."


"At that time there were no more movies than action films."


Denna terkekeh pelan. "Makannya waktu pelajaran bahasa inggris kamu jangan tidur saja. Itu dia bicara jika waktu itu tidak ada film lainnya."


"Kalian cocok sekali, seperti kamus bahasa inggris indonesia. Satunya bisa jadi penerjemah."


"Aku masih belajar, Diaz," ucapnya terbata.


"Ya sudah kalau begitu begini saja, kalian berdua lihat film action dan biar aku dan Diaz nonton film romantis." Tangan Rio memeluk leher Diaz.

__ADS_1


"Kok jadi terpisah begini? Bukannya kita ke sini mau lihat film bersama?"


Diaz melihat pada suaminya. "Kalau melihat film horor, kamu masih bisa makan tidak, Mas?"


"Kayaknya masih bisa."


"Kalian ini, jangan melihat film horor, aku itu sendirian di rumah."


"Nanti aku menginap di rumah kamu," jawab Diaz cepat.


"Loh, Yang, bukannya nanti malam kita mau berusaha lagi untuk memiliki momongan? Kalau kamu mau menginap di rumah Denna, lalu aku buat aanaknya sama siapa?"


Denna seketika malah tertawa. Fabio terlihat bingung mendengar perdebatan mereka karena dia ada yang mengerti maksudnya ada yang tidak.


"So we'll see what movies?" tanya Fabio.


"Aku tidak tau, Fabio."


Fabio melihat ada satu film yang bisa dilihat oleh mereka berempat dan dia berjalan ke arah penjual tiket.


"Let's just watch this, let's go in!" Fabio memberikan tiket ke tangan mereka satu persatu.

__ADS_1


Diaz membaca judul film dari tiket yang sudah dibeli oleh Fabio. Lalu, dia melihat ke arah Denna. Denna tersenyum melihat judul film yang dibeli oleh Fabio. "Pilihan yang bagus. Pasti filmnya mengedukasi sekali." Denna berjalan mengikuti Fabio masuk ke pintu teater tiga karena memang filmnya akan diputar.


"Film kartun?"


__ADS_2