
Denna memandangi terus cincin yang dia sematkan pada tali kalungnya. Dimas, kamu pasti tersenyum melihat aku dari atas sana." Denna pun melihat ke arah langit yang malam ini tampak bintang bertaburan dengan indahnya.
Denna tidak tau jika ada seseorang yang sedang melihatnya duduk di dalam mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari rumah Denna.
Orang di dalam mobil itu memandang Denna dengan tatapan yang sulit diartikan.
Tidak lama pria yang duduk di dalam mobil itu mendapatkan panggilan telepon, dan setelah selesai dia bicara, dia beranjak pergi dari sana.
Denna masih saja duduk di tempatnya, dia sepertinya tidak merasa mengantuk sama sekali.
"Sepi rasanya, biasanya aku dihibur oleh suara berisik Nio, tapi sebentar lagi juga dia akan memiliki mommy baru dan aku pasti tidak akan bisa bertemu dia lagi," ujar Denna tanpa sadar.
"Eh, kenapa aku malah memikirkan Nio? Sebaiknya aku tidur saja karena sudah malam juga." Denna menutup jendelanya dan naik ke atas tempat tidurnya.
Pagi itu, Denna yang ternyata sudah bangun berjalan menuju dapur rumahnya.
"Mama! Ya ampun! Kalian pagi-pagi menodai pandanganku saja." Mulut Denna mengerucut karena melihat mamanya yang sedang memasak dipeluk oleh ayahnya dari belakang.
"Denna? Kenapa kamu sudah bangun?" tanya Jaden tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Nara.
"Aku itu, kan memang selalu bangun pagi. Ayah ini pagi-pagi apa tidak malu? Bagaimana kalau dilihat oleh nenek?" Denna berjalan mendekat pada kedua orang tuanya.
"Nenek buyut kamu sedang tidak ada di rumah."
"Tapi, kan, ada aku, ada pelayan di sini. Tidak malu apa?"
Jaden malam memeluk erat istrinya. "Kenapa harus malu? Mama dan ayah, kan, sudah menikah. Memangnya kamu tidak senang melihat ayah dan mama saling menyayangi begini?"
"Tentu saja aku senang, tapi aku, kan iri. Bukannya aku anak kesayangan ayah." Denna tampak bersikap manja.
Nara kemudian menarik tangan putrinya dan memeluknya. Mereka bertiga pun berpelukan.
"Tentu saja kamu masih menjadi anak kesayangan kami."
"Ma, memangnya nenek buyut ke mana?"
"Tadi pagi jam tiga nenek kamu dijemput oleh teman-temannya untuk diajak pergi ke luar kota, katanya mereka sengaja berangkat jam tiga agar bisa menikmati matahari terbit."
"Wah! Pasti indah sekali, apa lagi ditemani pasangan."
"Kamu mau? Makannya cepat cari pasangan lagi, Nak," ucap Nara.
Denna terdiam. "Masih belum mau memikirkan hal itu, Ma."
__ADS_1
"Sayang, kalau begitu ideku harus di jalankan."
"Ide apa, Yah?"
"Ayah dan mama ingin memberikanmu adik baru yang."
"Apa?" Mulut Denna sampai menganga.
"Jangan dengarkan ayahmu. Dia hanya bercanda." Tepukan agak keras tepat pada lengan kekar Jaden.
"Ayah punya ide itu karena kalau kamu tidak mau menikah. Ayah masih memilik satu anak lagi yang mau memberikan ayah cucu."
"Kenapa ayah sampai berpikiran seperti itu?"
"Habisnya, anak kesayangan ayah tidak mau memberikan kebahagiaan pada ayahnya. Sukanya menyiksa diri sendiri."
"Siapa yang suka menyiksa diri sendiri? Sudahlah, aku mau ke lantai atas untuk membaca buku sekalian menikmati liburanku hari ini." Denna melengos pergi dari sana.
"Putrimu itu selalu begitu."
"Dia juga putrimu, Tuan JL."
Denna naik ke lantai atas di mana ada kolam renang besar di sana, dan bentuknya seperti rooftop. Di sana juga adalah salah satu tempat favorite Denna karena Denna juga meletakkan lemari kecil yang berisi buku bacaan kesukaannya.
Nara masih berkutat di dapurnya. Tidak lama seorang pelayan datang dan memberitahu Nara jika ada Dane di luar ingin bertemu dengan Denna.
"Dane? Apa mereka ada janjian?"
Nara berjalan keluar dan dia melihat Dane dengan penampilan yang berbeda, dia memakai baju casual hari ini.
"Tante Nara, selamat pagi."
"Dane, selamat pagi. Apa kamu mau bertemu dengan Denna?"
"Iya, Tante. Apa Denna ada?"
"Denna sudah bangun dari tadi dan dia ada di lantai atas sendiri sedang membaca buku. Kamu naik saja ke lantai atas."
"Apa boleh?"
" Tentu saja, silakan kamu naik karena Tante masih ada pekerjaan di dapur."
"Kalau begitu, aku permisi dulu, Tante."
__ADS_1
Dane berjalan naik ke lantai paling atas dari rumah besar itu. Dane sudah sampai di lantai atas dan dia dari kejauhan sudah dapat melihat wanita yang dia cari sedang berjemur dan menggunakan bikini yang sexy.
Dane berjalan perlahan mendekat ke arah Denna dengan mengambil handuk kimono di sana. Denna masih tidak sadar jika ada seseorang yang memperhatikannya.
"Pagi Denna," ucap Dane, dan sontak saja wanita itu langsung melihat ke arah suara seseorang di sana.
"Dane? Ada apa kamu ke sini?"
"Bisa kita bicara sebentar? Tapi kamu pakai dulu handuk mandimu." Tangan Dane memberikan handuk kimono pada Denna.
Denna baru sadar jika dia dari tadi masih memakai bikini. Tangannya langsung menyaut handuknya dan segera memakainya.
Wajah Denna tampak malu karena dilihat oleh Dane. "Kenapa kamu langsung naik tadi kalau memang ingin bertemu denganku?" Denna sudah memakai handuk kimononya.
"Mama kamu yang menyuruh aku langsung naik ke atas saat aku bilang ingin bertemu denganmu."
Wanita yang sedang mereka bicarakan berjalan mendekat ke arah dua orang yang sedang saling menatap.
"Denna, kamu habis berenang? Mama kita tadi kamu sedang membaca buku."
"Iya, aku sudah lama tidak berenang dan tadi melihat kolam renang itu rasanya aku ingin berenang."
"Dane, apa kamu mau ikut makan pagi dengan kami?"
"Maaf, Tante, tapi aku ke sini ingin mengajak Denna ke rumah karena Arsen ingin bertemu dengan Denna seperti apa yang kemarin Arsen bilang sama kamu." Dane menatap pada Denna.
Denna bingung. Dia sebenarnya tidak ingin menolak ajakan Nio, tapi dia ingat apa yang dikatakan oleh Zia.
"Dane, aku minta maaf karena hari ini aku sedang tidak ingin ke mana-mana. Aku mau beristirahat di rumah."
"Kamu itu bagaimana? Katanya kangen sama Nio."
"Mama!" Denna menekankan pelan ucapnya sembari membesarkan bola matanya pada Nara-- mamanya.
"Nio sedang sakit, Denna. Semalam dia panas, tapi dia ingin memenuhi janjinya mengajakmu ke rumahnya."
"Apa? Nio sakit?" Wajah Denna seketika terkejut. "Kamu tunggu di bawah, aku akan berganti baju dulu."
Denna segera berjalan dengan agak berlari menuju lantai bawah.
Nara mengajak Dane turun ke lantai bawah menunggu Denna. Nara pun menyiapkan bekal yang dia ingin berikan pada Nio.
Setelah selesai berganti baju, dan tidak lupa Denna membawa tas kerjanya. Dia segera mengajak Dane menemui Nio.
__ADS_1