Stay Beside You

Stay Beside You
Kejutan Dari V part 1


__ADS_3

Denna pulang ke rumah dengan naik mobil online. Sebenarnya dia tadi diminta ikut oleh Diaz, tapi Denna tidak mau karena dia tidak mau menjadi pengganggu Diaz dan suaminya.


"Loh, kamu kok naik mobil online, Denna? Memangnya Dane ke mana? Kenapa dia tidak mengantarmu?" tanya Nara yang sedang berada di teras depan dan melihat Denna yang malah turun dari mobil online.


Denna berjalan dengan malas menghampiri mamanya dan dia memeluk mamanya dengan bergelayut manja.


"Aku tadi ke rumah sakit karena ada pekerjaan mendadak, Ma. Dane yang mengantarku ke rumah sakit, dan sampai sana aku pulang sendiri ke sini. Nio, kan masih sakit, jadi aku tidak mau merepotkan Dane."


"Oh iya, bagaimana keadaan Nio?"


"Dia terkena radang pada tenggorokannya, tapi aku sudah menuliskan resep untuknya." Denna melepaskan pelukannya.


"Kamu mau makan? Mama akan siapkan."


"Nanti saja, Ma. Ma, aku mau ke kamar dulu untuk istirahat sebentar karena aku capek." Denna mengayunkan langkahnya dengan susah menuju ke anak tangga.


Setelah sampai di atas kamarnya dia terhenti sejenak mengingat jika di rumah Dane masih ada Zia. Denna membayangkan jika suasana saat itu di saat pasti indah dan menjadi hal yang diinginkan oleh Nio.


Denna membanting tubuhnya ke atas kasur empuknya dan dia memandang langit-langit di atasnya.


"Mas Dane." Denna terkekeh sendiri mengingat Zia memanggil Dane dengan sebutan Mas. "Zia sepertinya memang sangat mencintai Dane. Lalu, kenapa memangnya kalau dia mencintai Dane?" Denna malah seolah bertanya pada dirinya sendiri.


Tangan Denna meraih bantal besar miliknya dan memeluknya dengan erat. Dia menyembunyikan kepalanya pada bantal itu dan seolah ingin berteriak, tapi di tahannya.


Denna sendiri tidak tau kenapa dia seperti ingin meluapkan kekesalannya.


Denna sampai tertidur dan tidak sadar jika hari berubah menjelang malam.


Pintu kamar Denna diketuk oleh salah satu pelayan suruhan Nara agar Denna turun untuk makan malam.


"Iya, aku akan segera turun," jawab Denna tanpa membuka pintu.


Denna masih nyaman bergelut dengan selimutnya hingga ponselnya berdering dan dia agak kaget melihat nama Dane pada layar ponselnya.


"Dane? Ada apa dia menghubungiku? Aku angkat tidak? kalau Zia masih ada di sana, nanti aku jadi orang yang salah lagi?" Denna tampak bingung.


Denna masih tampak berpikir sejenak. Akhirnya dia mengangkatnya dan ingin menegaskan sesuatu pada Dane.


"Halo Denna."

__ADS_1


"Iya, Dane, ada apa?"


"Kamu sekarang berada di mana?"


"Aku berada di rumah, memangnya kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku hanya memastikan kalau kamu baik-baik saja."


Dane khawatir jika Troy akan berbuat buruk pada Denna karena Dane tadi mendapat telepon ancaman dari Troy.


"Aku baik dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku. Dane, bagaimana keadaan Nio?"


Dane melihat pada putranya yang sedang makan dengan disuapi oleh Zia.


"Dia sangat baik, dan dia sedang makan bersama Zia."


"Zia? Jadi dia masih di sana?" ucap Denna lirih.


"Kamu bicara apa, Denna?"


"A-aku tidak bicara apa-apa. Dane, mulai sekarang aku minta kita seperti waktu beberapa hari yang lalu. Tidak perlu saling menghubungi atau beri pengertian pada Nio jika dia mencariku. Aku tidak mau dianggap terlalu dekat atau memiliki hubungan denganmu. Jujur saja rasanya sangat tidak nyaman." Denna ini sebenarnya tidak ingin mengatakan hal itu, tapi dia harus melakukannya.


"Apa ini karena Zia yang dekat denganku? Apa kamu mencoba menghindari aku? Kenapa?"


"Kamu pikirkanlah sendiri apa maksud dari ucapanku. Dane, sudah dulu, aku harus turun ke bawah karena sudah ditunggu oleh kedua orang tuaku."


Denna langsung mematikan panggilan teleponnya dan kembali mendekat erat bantal besarnya. Entah kenapa air matanya menetes dan tangisannya mulai terdengar.


***


Keadaan Nio benar-benar sudah membaik. Dia juga beberapa kali menanyakan kabar Denna, tapi Dane kembali mencari alasan jika Denna tengah sibuk dengan pekerjaannya.


Bahkan Dane sampai berbohong jika Denna baru saja dipindah tugaskan di rumah sakit yang ada di kota lain untuk beberapa hari.


"Daddy, kapan-kapan kita mengunjungi Tante Denna di kota itu. Bukannya Daddy memiliki pesawat terbang sendiri. Jadi, kita bisa pergi ke tempat Tante Denna. Mau, kan, Daddy?"


"Iya, nanti Daddy akan menghubungi Tante Denna dan bertanya kapan kita bisa pergi ke sana."


Denna sendiri dua hari ini menghabiskan waktunya di rumah sakit dengan menggantikan Diaz yang izin cuti karena dia akan pergi ke luar kota bersama dengan suaminya untuk menghadiri acara pernikahan sepupu Mas Rio.

__ADS_1


"Masuk."


"Pagi, Dok, saya sedang sakit, Dok," ucap seseorang tepat di depan Denna.


Denna yang sedang menulis sesuatu tampak terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya.


"V! Kenapa tidak memberitahuku kalau sudah sampai? Aku bisa menjemputmu di bandara." Denna beranjak dari tempatnya dan memeluk erat pria dengan senyum manisnya itu.


"Aku tidak mau menyusahkan kamu. Aku sengaja berangkat Malam supaya bisa datang lebih cepat lagi karena aku sedang sakit."


"Sakit? Kamu sakit apa? Lagi pula ku itu seorang dokter. Kenapa tidak kamu obati sendiri sakitnya?"


"Sakitku ini tidak ada obatnya karena obatnya ada di sini."


Denna melihat heran pada adik iparnya ini. "Obatnya di sini?"


"Iya, aku sakit karena merindukan dokter cantik yang sayang sekali sama anak-anak." V kembali memeluk erat Denna.


Denna tampak tersenyum senang. "Kamu bisa saja, V."


V melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah sayu dan meneduhkan kakak iparnya itu. "Aku senang melihat kamu bisa kembali ceria dan tersenyum seperti ini, Denna."


"Aku harus selalu ceria, V, supaya auranya nanti menular pada anak-anak yang menjadi pasienku. Aku berharap aura bahagia yang aku bawa bisa membawa anak-anak yang sedang sakit itu bahagia dan akhirnya mereka sembuh karena selain obat, mereka juga membutuhkan semangat."


Denna ini ternyata juga sedang menangani beberapa pasien anak-anak dengan penyakit kanker di rumah sakit khusus kanker anak-anak, dan dia melakukan hal itu tanpa meminta imbalan.


"Kamu sudah selesai di sini?"


"Sudah, memang ada apa?"


"Aku akan mengajak kamu pergi makan malam."


"Sekarang?" Denna tampak terkejut.


"Tentu saja sekarang. Ayo! Ambil tas kamu dan biar aku yang mengemudi mobilnya."


"Tapi aku belum bersiap-siap! Apa makan malam dengan memakai baju ini?" Denna tampak tidak siap.


"Memangnya kenapa kalau kamu memakai baju itu? Kamu sudah terlihat cantik dan manis dengan baju itu."

__ADS_1


"Tapi--."


V mengambil tas dan Denna juga langsung menyahut ponsel dan jas dokternya. Dia berjalan dengan digandeng oleh V menuju tempat parkir.


__ADS_2