Stay Beside You

Stay Beside You
Chemistry yang Terbentuk part 1


__ADS_3

Denna membawa Dane duduk di kursi ruang tamu, dan ada beberapa orang datang ke sana, Denna tidak tau siapa mereka, hanya saja ada seorang pria dengan rambut cepaknya dan kulit sawo matang menghampiri Dane dan Denna.


"Kenapa kamu bertindak sendiri? Aku sudah bilang jika aku akan segera datang ke sana."


"Lama. Aku sudah tidak tahan melihat perbuatan mereka," jawab Dane santai.


"Apa ada yang kamu bunuh?"


"Dua." Dane yang duduk melihat pada Denna yang berdiri di sampingnya. "Aku benci melihat apa yang mereka lakukan."


"Oh God! Kamu membuat aku kesulitan saja." Wajah pria itu tampak kesal dan dia masuk ke ruang tengah untuk melihat yang terjadi.


"Dane, apa kamu tidak apa-apa? Bagaimana jika kita pergi saja ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan jantung kamu."


"Bagaimana kamu tau tentang jantungku?"


Denna terkejut, kenapa dia malah bicara soal jantung Dane?


"Kakek Rayhan yang menceritakan kenapa kamu beberapa bulan meninggalkan Nio selama ini."


Dane merasakan tidak enak pada jantungnya. Dia seperti menahan rasa sakit.


Denna seketika menunduk dan melihat wajah Dane. Dane pun melihat wajah Denna dan entah kenapa dia seolah merasakan ada hal yang tidak tau kenapa rasanya aneh.


Tangan Dane reflek terangkat dan mengusap lembut pipi Denna. Denna yang merasakan sentuhan lembut Dane seolah dia merasakan Dimas sedang membelainya.


"Kamu tidak apa-apa, Denna?"


Denna yang akhirnya tersadar memegang tangan Dane yang memegang pipinya dan mengalihkan tangan Dane perlahan.


"Aku tidak apa-apa. Kita sebaiknya ke rumah sakit saja." Dane mengangguk karena Dane tau kaki Denna juga sakit saat tadi membawa Dane ke ruang tengah. Denna tampak berjalan agak terseok.


Mereka berdua sekarang berada di rumah sakit dan ada di satu ruangan. Dane diperiksa kesehatan jantungnya dan Denna juga diperiksa luka pada kakinya.


Mereka duduk di atas ranjang dan saling melihat satu sama lain. Detak jantung Danne berdetak sangat cepat saat dia melihat luka pada wajah Denna, dan kenapa darahnya tiba-tiba mendidih teringat perlakuan yang para pencuri itu lakukan pada Denna.


"Dane, apa yang terjadi?" Tiba-tiba Kakek Rayhan berada di sana dengan Paman Sam. "Denna?" Kakek Rayhan bingung melihat ada Dena di sana.

__ADS_1


"Sebaiknya, kalian berdua dirawat dulu di sini hanya beberapa hari saja untuk aku lakukan pemeriksaan lengkap."


"Aku tidak perlu dirawat, Dok. Aku baik-baik saja."


"Kita akan melakukan pemeriksaan lengkap sama kamu, Denna. Kakimu juga pasti sakit jika dibuat berjalan dan kalau kamu paksakan akan berakibat fatal."


"Sebaiknya kamu menurut saja apa yang dibilang oleh dokter, walaupun kamu sendiri seorang dokter, tapi apa salahnya mendengarkan orang yang lebih mengerti akan keadaan kamu, Denna," jelas Dane.


Kakek Rayhan yang mendengarkan cucunya berkata panjang seperti itu melihat pada paman Sam. Paman Sam hanya tersenyum kecil.


Mereka berdua kaget saat Dane terlihat peduli dengan orang lain, padahal Dane selalu tidak peduli dengan urusan orang lain, tapi dengan Denna dia seolah terlihat khawatir.


"Dane, sebenarnya apa yang terjadi? Radit menghubungi kakek dan kamu terlibat dalam suatu insiden di rumah seorang wanita muda yang rumahnya didatangi beberapa pencuri yang selama ini dicari oleh pihak kepolisian."


"Rumah Denna yang para pencuri itu datangi dan aku sudah menghabisi dua orang pencuri itu."


"Apa? Jadi, rumah Denna?" Sekarang Kakek Rayhan melihat pada Denna. "Nak Denna, kamu tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja dan aku sangat berterima kasih pada Dane. Aku tidak tau apa aku masih ada di sini jika Dane tidak datang saat itu juga."


"Para pencuri itu seperti iblis. Dia tidak hanya mencuri, tapi dia ingin melecehkan Denna, tapi aku puas bisa menghabisi mereka yang hampir melecehkan Denna."


"Nak Denna jangan memikirkan lagi kejadian itu, semuanya sudah berakhir."


"Tapi aku takut sekali Paman. Aku sudah mengatakan pada diriku sendiri, jika mereka sampai melecehkan aku, aku lebih baik mati saja." Tangisan Denna semakin keras, dan Paman Sam yang mendengarnya merasa sangat kasihan melihat Denna.


Kakek Rayhan mendekat pada Dane dan mengusap perlahan pundak cucunya serta dia memberi isyarat agar Dane lebih tenang.


"Dane, kamu sebaiknya tenangkan diri kamu. Biar Radit yang mengurus mereka."


"Jika dua orang itu tidak mati, aku ingin mereka tidak dipenjara karena aku yang akan membuat penjara khusus untuk mereka." Tangan Dane mengepal erat dan kedua rahangnya mengeras.


"Nak, sudahlah." Kakek Rayhan menemui Denna yang sekarang terlihat lebih tenang. Kakek Rayhan akan menghubungi keluarga Denna dan mengatakan jika Denna berada di rumah sakit.


"Apa, Kek? Tapi kenapa putriku bisa berada di rumah sakit?"


"Kalian ke sinilah dulu dan nanti aku akan jelaskan semuanya."

__ADS_1


"Tapi keadaan Denna baik-baik saja, Kan?"


"Kamu jangan khawatir karena keadaan Denna baik-baik saja."


"Kami akan segera ke sana, Kek, terima kasih atas pemberitahuannya."


Denna dan Dane sudah dipindahkan ke kamar rawat mereka masing-masing. Kamar mereka pun berdampingan.


Denna duduk bersandar pada tepi ranjangnya. Pun dengan Dane, dan jika tidak ada tembok penghalang di antara mereka, pasti punggung mereka akan menyatu satu sama lain.


"Aku ingin bertanya sesuatu padanya, tapi kakiku tidak boleh digunakan untuk berjalan." Denna menunduk.


"Ini milikmu, Denna." Sebuah tangan dengan memegang kalung dengan inisial huruf D tepat di tangan seseorang.


Denna mendongak melihat pada orang yang membawakan kalung itu.


"Dane?"


"Ini kalung milikmu yang tadi tidak sengaja terbawa padaku."


"Kamu kenapa turun dari atas tempat tidurmu? Bagaimana kalau dokter tau?"


"Aku tidak peduli kalau mereka tau." Dane memberikan kalung Denna.


"Terima kasih." Dane mengangguk perlahan dan dia berjalan menuju pintu keluar. Denna bingung harus bertanya apa tidak?


"Dane, tunggu!" Denna akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Dane.


Pria yang sudah sampai di depan pintu itu menoleh dan melihat Denna yang seolah terlihat bingung.


Dane berjalan mendekat dan duduk di samping tempat tidur Denna.


"Apa ada yang mau kamu tanyakan padaku?"


"Iya, Dane, aku ingin bertanya bagaimana kamu bisa mengetahui kalau di rumahku sedang ada pencurian?"


Dane sudah menduga pasti Denna akan bertanya mengenai hal itu. Dane ingin menjelaskan bagaimana dia bisa tau akan hal itu, tapi apa nanti Denna akan percaya apa yang akan dikatakannya?

__ADS_1


"Denna, apa nanti jika aku menjelaskan bagaimana aku bisa mengetahui hal itu, apa kamu akan percaya dengan apa yang aku katakan?"


Kedua alis Denna mengkerut bingung. "Coba kamu katakan saja dan aku mungkin akan percaya."


__ADS_2