
Denna dan Nio sedang makan berdua. Mereka tampak bahagia, bahkan Nio sampai belepotan saus tomat. Denna dengan telaten membersihkan sisa saus tomat di mulut Nio.
"Enak sekali ya, Tante Denna. Aku sudah lama tidak makan ini karena kata kakek tidak boleh terlalu banyak makan makanan junk food."
"Memang tidak boleh kalau sering makan makanan junk food seperti ini."
"Iya, Tante Dokter, aku tidak akan banyak makan burger." Nio tersenyum. "Tante Dokter, setelah ini kita ke mana?"
"Nio mau ke mana?"
"Em!" Bocah laki-laki itu tampak berpikir sebentar. "Aku tidak tau. Ke taman bermain aku sudah ke sana, kalau jalan-jalan ke kebun binatang waktunya sudah siang."
"Kamu mau jalan-jalan ke kebun binatang?"
Kepala Nio mengangguk cepat. "Aku mau ke sana karena sudah lama aku tidak ke sana. Aku mau melihat gajah dan jerapah, Tante."
"Tante sebenarnya mau mengajak kamu ke sana." Gantian Denna yang berpikir sejenak.
"Aku tunggu Daddy saja, tapi kapan Daddy pulang, ya?" Nio sekarang ikut melamun.
Denna melihat muka Nio yang tampak lucu sedang berpikir. "Nio mikirin apa?" Denna mencubit hidung Nio gemas.
"Tante juga sedang memikirkan apa?"
"Nio, hari Minggu besok Tante Denna libur. Bagaimana kalau kita pergi berdua jalan-jalan ke kebun binatang?"
"Beneran, Tante?"
"Tentu saja. Jam delapan pagi tepat Tante akan menjemputmu di rumah. Kamu jangan sampai terlambat."
"Siap!"
"Sekarang kita habiskan makanannya dan aku akan antarkan kamu pulang supaya bisa beristirahat."
"Iya, Tante."
Denna mengantarkan Nio pulang setelah menghabiskan makanannya. Di rumah ternyata hanya ada paman Sam karena kakek Rayhan sedang berada di kantor Dane.
"Terima kasih, Tante Denna."
"Sama-sama, Nio. Paman Sam, aku pulang dulu kalau begitu."
"Hati-hati Nak Denna."
Denna izin pulang dan dia hari ini tampak senang sekali.
"Bagaimana jalan-jalannya sama Nio, Sayang?"
"Kita hanya makan saja, Ma. Hari Minggu besok aku akan mengajak Nio jalan-jalan ke kebun binatang."
__ADS_1
"Minggu besok?" Denna mengangguk. "Kalau begitu Sabtu dan Minggu depannya saja kita pergi ke villa yang waktu itu nenek buyut janjikan sama kamu."
"Ke Villa?"
"Iya, kamu lupa kalau nenek buyut pernah katakan sama kamu."
"Oh ... yang waktu kaki aku sakit dan merengek karena bosan di rumah?"
"Iya, dan kita akan pergi ke sana dengan keluarga Danu Atmaja."
"Apa?" Denna tampak mendelik. "Kenapa harus dengan keluarga Dane?"
"Karena Nenek ingin merayakan hari ulang tahunnya di sana dan hanya ingin mengundang keluarga Dane. Keadaan ayah V juga sedang tidak baik V juga tidak Kakek dan nenekmu juga tidak bisa hadir karena mereka sedang berada di Ottawa satu bulan ini karena ada urusan penting. Jadi, Nenek buyutmu mengajak kakek Rayhan, paman Sam, Dane dan Nio. Supaya lebih ramai."
"Oh ... begitu. Dane? Memangnya dia sudah datang. Sepertinya dia akan lama di sana."
"Kamu kangen ya sama dia?"
"Siapa yang kangen? Ma, aku ke kamar dulu. Mau mandi dan bersiap-siap tidur."
"Kami tidak makan malam?"
"Tidak, Ma, aku mau tidur saja. Lagi pula aku kenyang karena tadi habis dua burger dan kentang goreng tiga porsi."
"Awas ya kalau tengah malam kamu tiba-tiba lapar dan mencari makanan."
"Sepertinya tidak, Ma. Aku benar-benar ingin tidur karena beberapa hari ini aku tidak bisa tidur." Denna teringat jika dia tiap malam malah teringat Dane.
Denna yang tidak mau membahas soal Dane. Dia naik ke kamarnya untuk tidur.
***
Denna terbangun tepat jam sepuluh malam dan benar apa yang dikatakan oleh mamanya. Perutnya lapar. Denna menyikap selimutnya dan mengambil air minum di samping ranjangnya.
"Aku malas sekali turun. Lebih baik minum air putih saja." Denna kembali berbaring.
Dering ponsel Denna membaut kedua mata wanita itu terbuka kembali dan dia dengan cepat mencari di mana ponselnya.
"Dane? Aku jawab tidak, ya?"
"Halo, Denna."
"Dane, ada apa? Kamu tidak lihat ini jam berapa?" Denna pura-pura menguap.
"Apa aku mengganggumu?"
"Tentu saja, kalau menghubungi jangan malam-malam seperti ini."
"Maaf, aku bisanya di jam seperti ini menghubungimu."
__ADS_1
"Memangnya kamu sibuk apa sampai menyita waktumu banyak sekali?"
"Aku--."
"Tuan Dane, ini obat Anda."
Denna mendengar suara seseorang mengatakan tentang obat Dane. Dane memberi isyarat agar pria yang bicara dengan Dane pergi dari ruangan itu.
"Dane, obat apa? Dan itu siapa?"
"Dia salah satu pengawalku. Denna, kalau kamu terganggu aku minta maaf dan kembalilah tidur."
"Dane, kamu kenapa? Apa kamu sakit. Aku mau video call sama kamu."
"Untuk apa? Aku baik-baik saja Denna."
"Kenapa kamu selalu tidak mau jujur? Kamu memintaku menikah denganmu. Asal kamu tau saja, pernikahan itu didasari atas kepercayaan dan kejujuran, dan aku hanya akan menikah dengan orang yang mau jujur dengan pasangannya." Denna ini kesal sama Dane. Dia beberapa hari ini bermimpi buruk tentang Dane dan pria ini benar-benar membuatnya gelisah, tapi lagi-lagi kecewa yang dia dapatkan dari pria ini.
Dane kemudian mengganti panggilannya dengan video call. Denna tampak terkejut, tapi dia juga penasaran pada apa yang sebenarnya terjadi pada Dane.
"Hai, Denna," sapa Dane.
Denna agak terkejut melihat Dane berada di sebuah kamar rumah sakit dan ada selang infus yang terpasang di sana.
"Kamu di rumah sakit? Kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu pada jantungmu?"
"Jantung Dimas baik-baik saja. Dia sangat kuat seperti pemiliknya dulu."
"Lalu, kamu kenapa?" Denna memperhatikan apa yang ada di sana.
"Aku tertembak karena melawan seorang pencuri saat berada di sebuah minimarket di sini."
"Apa?" Denna mendelik kaget. "Tertembak? Lalu, apa yang tertembak dan bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Kamu bisa lihat sendiri. Aku baik-baik saja, hanya sedang menunggu pulih."
"Bagian mana yang tertembak, Dane?" suara Denna tampak lirih.
"Perut sebelah kiri, dan aku bersyukur pelurunya tidak sampai menembus organ dalamnya."
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?"
"Belum dan mungkin aku pulang sampai keadaanku benar-benar pulih. Aku tidak mau sampai kakek dan Arsen mengetahui keadaanku seperti ini. Denna apa kamu bisa menyembunyikan rahasia ini?"
"Tentu saja, kamu jangan khawatir. Aku juga tidak ingin membuat kakek dan Nio khawatir kalau sampai mereka tau keadaanmu."
"Terima kasih, Denna."
"Dane, sebenarnya ada yang ingin aku katakan, tapi aku akan menunggu kamu pulang saja."
__ADS_1
"Apa yang mau kamu bicarakan? Apa ini soal cincin pemberianku?"
Denna langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Dane. Dia sebenarnya ingin memberitahu soal Zia.