Stay Beside You

Stay Beside You
Menghabiskan Waktu Bersama part 2


__ADS_3

Kakek Rayhan mengatakan jika Nio sedang tidak ada di rumah, dia berada di rumah sahabat barunya yang adalah seorang dokter. Dokter itu sangat baik dan dia adalah dokter yang merawat Nio waktu Nio sakit.


"Dokter? Seorang wanita?"


"Iya, dia wanita yang baik, dia ternyata cucu dari sahabat kakek waktu kakek masih muda."


"Kenapa kakek percaya begitu saja dengan orang asing? Siapa tau dia salah satu musuhku, Kek. Kalau dia jahat sama Arsen bagaimana?"


"Dane, kamu tau siapa kakekmu, kan? Apa mungkin Nio akan aku biarkan berada dalam bahaya? Lagi pula bukan wanita itu yang meminta Nio ke rumahnya, tapi putramu sendiri. Putramu sangat sulit dekat dengan orang baru, tapi entah kenapa dengan dokter ini Nio bisa berteman baik? Sudahlah! Putramu juga butuh mengenal dunia luar dan kamu harus tau itu."


"Aku bukannya tidak mau mengenalkan Nio dengan dunia luar, tapi kakek tau sendiri bagaimana kejamnya di luar."


"Kalau begitu carikan dia seorang ibu. Jadi, dia di rumah ada yang memperhatikan lebih sering dan ada yang mengurusnya."


Dane terdiam sesaat. Dia teringat dengan mendiang istrinya yang dulu terlihat sangat sayang pada Nio. Dane juga mencintai istrinya yang adalah pacarnya waktu mereka sama-sama masih kuliah.


"Bukannya aku tidak mau memberikan seorang ibu pada Nio, tapi melupakan orang yang kita cintai butuh waktu, Kek."


"Jika kamu menikah dengan seorang wanita, perlahan-lahan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya."


"Kakek tua, apa segampang itu? Aku juga tidak mau asal menikah karena aku harus memikirkan juga tentang Nio. Apa wanita itu bisa mencintai dan menyayangi putraku, jangan hanya tertarik padaku saja."


"Bagaimana kalau kakek katakan kakek memiliki kriteria yang kamu inginkan?"


"Oh God! Sudah aku duga, Kakek ternyata belum menyerah ingin menjodohkanku."


"Kali ini wanitanya berbeda dia---."


"Cukup,Kek. Lebih baik hal itu tidak perlu dibahas karena aku akan fokus pada kesembuhanku dan bertemu dengan Arsen, dan inilah tujuanku untuk tetapi hidup. Putraku, Kek."


Hari itu kakek tidak mau menghubungi Nio karena takut Dane akan tau tentang Denna.


Denna benar-benar menghabiskan hari dengan Nio. Mereka sekarang berada di sebuah cafe di mana Denna mentraktir Nio makan ice cream setelah tadi bermain bola di lapangan.


"Mulut kamu belepotan, Nio."


"Mulut Dokter Cantik juga belepotan."


Mereka berdua tertawa. Denna mengajak Nio pulang, di rumah Denna menyuruh Nio beristirahat sebentar karena Denna mau menerima telepon dari Diaz.

__ADS_1


"Halo, Denna, kamu sedang apa?"


"Aku sedang bersama Nio."


"Oh iya, kemarin kamu bilang akan menghabiskan waktu dengan anak kecil itu. Bagaimana? Apa anak itu tidak merepotkan kamu?"


"Tidak sama sekali. Dia anak yang baik dan pintar. Kamu ada apa menghubungiku?"


"Sebenarnya Fabio ingin mengajak kamu makan siang berdua."


"Maaf, aku tidak bisa karena aku hari ini mau menghabiskan waktu dengan Nio."


"Fabio di sini hanya tinggal beberapa hari. Dia katanya senang berkenalan dengan kamu. Denna, apa kamu tidak ingin membuka diri berkenalan dengan Fabio."


"Ayolah, Diaz! Kita sudah pernah membahas tentang hal ini. Semua aku anggap sebagai sahabat baikku, bahkan V juga. Kemarin mamaku juga mengira aku dan V memiliki hubungan, tapi aku sudah menjelaskan. Aku ingin menikmati kesendirianku saja."


"Tapi kalau kamu diajak makan siang berdua dengan Fabio. Kamu mau, kan?"


"Kalau dia menganggap hanya teman aku tentu saja mau."


"Ya sudah, kalau begitu aku tidak akan mengganggu waktu kamu dan calon anakmu itu." Diaz tertawa dengan senangnya.


Denna teringat dengan keinginan Nio memintanya menjadi mommynya yang baru.


"Kenapa menunggu nanti malam? Saat ini juga aku mau berjuang, mumpung mas Rio libur, makannya itu aku mau singkirkan itu si bule dari rumah biar tidak menganggu."


"Ya Tuhan! Jadi itu maksud kamu? Dasar, Dokter mesum." Diaz malah terkekeh.


Mereka mengakhiri panggilanya. Denna menemui Nio yang sedang duduk dengan membawa selembar kertas.


"Kertas apa itu, Nio?"


"Ini kemarin, aku ikut lomba bercerita di depan seluruh teman-temanku di sekolah dan aku juara satu."


"Wah! Hebat sekali. Apa aku boleh melihat kamu bercerita tentang apa?"


"Tentang keluarga yang aku impikan. Ada daddy, mommy, kakek, nenek, kakek buyut, seperti keluarga lengkap lainnya agar di rumahku tidak sepi. Aku kesepian, Dokter Cantik."


Denna yang mendengar memeluknya dengan erat. Dia mengusap kepala Nio lembut.

__ADS_1


"Nio tidak akan kesepian, Daddy Nio akan segera pulang, dan Nio sekarang memiliki aku. Nio boleh main ke rumahku kapanpun Nio mau."


Bocah kecil itu mengangguk dalam dekapan Denna. "Aku sedih setiap teman-temanku mengataiku tidak punya mommy. Aku sudah menjelaskan kalau aku punya mommy, tapi dia sudah berada di surga dan sama Tuhan tidak boleh pulang."


"Kalau teman-teman Nio mengejek Nio, Nio tidak perlu mendengarkan. Anggap saja mereka seperti burung yang sedang berkicau."


"Aku kesal, Dokter Cantik. Aku sampai pernah menonjok salah satu dari mereka, tapi kemudian mereka beramai-ramai memukuliku."


"Ya Tuhan! Kenapa Nio sampai memukul? Nio tidak perlu memukulnya. Tinggal pergi saja."


"Biar saja, aku tidak takut dengan mereka semua. Kalau mereka masih berani denganku, nanti aku laporkan daddyku, biar mereka ditodong senjata oleh daddyku."


Denna agak terkejut mendengar cerita Nio. Sepertinya Nio pernah melihat daddynya membawa senjata, tapi untuk apa Dane sampai memegang senjata?


"Nio, sampai sekarang Nio masih sering diejek oleh mereka?"


"Mereka sekarang hanya sering berbisik dengan teman lainnya kalau melihatku."


"Nio, mau janji tidak sama dokter?"


"Janji apa?"


"Dokter mau mengantar Nio berangkat sekolah, asal Nio tidak boleh memukul teman Nio lagi walaupun mereka menghina Nio."


"Mengantar sekolah? Tapi untuk apa? Memangnya Dokter Cantik mau jadi supir Nio? Tidak bekerja di rumah sakit lagi?" tanyanya polos.


Denna langsung terkekeh mendengar ucapan Nio. "Bukan seperti itu, Nio Sayang. Dokter akan mengantar Nio sebagai mommy pura-pura Nio. Jadi, mereka tidak akan menghina Nio lagi.".


"Mommy pura-pura?"


"Iya, hanya untuk beberapa hari saja, supaya teman-teman Nio berhenti menghina Nio. Setuju?"


"Setuju!"


"Ya sudah sekarang kita buat makan siang yang enak bersama." Denna menggendong Nio dan membawanya ke dapur.


Mereka akan membuat sup ayam dan ayam goreng krispi. Nio sangat menyukai ayam goreng.


"Aku akan membuatkan puding susu juga untuk Nio. Pasti enak di makan sore hari."

__ADS_1


"Iya, aku suka dengan puding."


Mereka kembali bekerja sama membuat makan siang dan kue. Denna dan Nio seolah menjadi partner yang baik.


__ADS_2