
V mengemudikan mobil Denna, dan mereka menuju ke sebuah restoran di mana ternyata V sudah menyiapkan segalanya di sana.
"V, apa kamu tidak capek baru saja datang langsung mengajak pergi begini? Seharusnya kamu ke rumah dulu untuk beristirahat dan besok saja kita makan malam."
"Aku tidak mau membuang waktuku yang hanya sebentar di sini. Aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu, Denna."
"Kapan kamu akan pergi ke Desa terpencil itu? Kamu benar-benar siap berangkat ke sana?"
"Tentu saja. Bagaimanapun di sana masih banyak yang membutuhkan tenaga medis dan mereka masih minim pengetahuan tentang menjaga kebersihan untuk kesehatan. Di sana juga fasilitas medis kurang memadai."
"Semoga kamu menemukan orang-orang yang menyenangkan di sana. Aku sangat bangga dengan apa yang kita kerjakan ini."
"Iya, kebahagiaan kita yang utama adalah melihat mereka yang sakit bahagia karena mendapat perawatan yang benar-benar baik."
Tidak lama mereka sampai di sebuah restoran mewah. V mengajak Denna masuk dengan menggandeng tangannya.
Di dalam restoran merek di sambut salah satu pelayan dan V mengatakan jika sudah memesan meja untuk dua orang. Pelayan itu dengan ramah mengantar V dan Denna ke arah meja mereka.
Saat melewati satu meja, pandangannya terpaku pada sosok seseorang yang sedang duduk bersama seorang wanita dengan rambut digelung rapi ke atas, dan wanita itu memakai gaun hitam dengan model Sabrina pendek hingga memperlihatkan belahan dadanya.
"Dane," ucap Denna lirih sembari berjalan dengan V menggandeng tangannya dengan ditarik perlahan dari depan. Pun Dane juga melihat wanita yang dia kenal sedang memandangnya.
Denna heran kenapa Dane ada di sini? Tapi tidak bersama dengan Zia. Wanita yang sedang bersama dengan Dane malam ini seperti wanita kelas atas, terlihat dari baju dan penampilannya.
"Denna, Hei! Kamu melamun apa?" panggilan V sontak membuat Denna terkejut, netranya langsung melihat ke arah adik iparnya itu. "Kamu kenapa?"
"Tidak kenapa-napa. Aku hanya takjub saja melihat restoran yang indah ini. Aku baru tau ada restoran seindah ini di kota ini." Bohongnya Denna.
"Tentu saja restoran ini sangat indah karena ini salah satu dari tujuh restoran terbaik di kota ini."
"Aku benaran baru tau."
Pelayan itu mempersilakan mereka duduk dan akan segera menghidangkan menu terbaik di sana.
__ADS_1
V dan Denna berbincang banyak hal. Sementara dari kejauhan Dane sibuk memperhatikan dua orang yang sedang berbicara dan sesekali Denna melirik pada Dane karena mungkin Denna merasa jika dia dari tadi diawasi oleh Dane.
"Dane, aku senang melihat kamu kembali pulih seperti ini. Apa rencanamu setelah ini?"
Sekarang netra Dane tertuju pada lawan bicara di depannya. "Aku akan menikah lagi."
"Oh God! Kamu serius?" Wanita cantik dengan lipstik merah marronnya tampak terkejut mendengar apa yang baru saja Dane katakan.
"Tentu saja aku serius. Arsen butuh seorang ibu dan aku butuh dia untuk berada di sampingku."
"Jadi, kamu sudah jatuh cinta sekali lagi pada wanita itu?" Tatapnya penasaran.
Dane hanya tersenyum menanggapi ucapan wanita di depannya. "Flow, aku ke belakang sebentar, kamu nikmati saja dulu makananmu."
Dane berjalan menuju kamar mandi dan dia melihat sosok wanita di depannya masuk ke dalam toilet khusus wanita.
Beberapa menit kemudian Denna yang berjalan keluar dari kamar mandi tampak kaget melihat sosok pria yang ingin dia hindari malah ada di depannya.
Denna mencoba bersikap tenang dan tidak mengenal Dane.
"Dane, aku sudah katakan jika aku tidak ingin mengenal kamu." Tangan Denna melepaskan tangan Dane perlahan.
Namun, bukannya Dane membiarkan Denna pergi, tapi malah dia menarik tangan Denna dan membawanya ke lorong menuju bagian belakang restoran itu.
"Dane, apa yang kamu lakukan?"
Pria itu membawa Denna pada sudut lorong dan menyandarkan punggung Denna perlahan pada Tembok. Dane dengan cepat mengunci Denna agar tidak pergi dari sana. Keadaan di sana pun tampak sepi.
Dua pasang mata itu saling menatap seolah ada sesuatu yang sama-sama ingin mereka sampaikan, tapi takut. Entah apa yang mereka takut katakan.
"Apa kamu membenciku, Denna?"
"A-aku--." Wajah dalam kegelapan itu terdengar bingung.
__ADS_1
Sentuhan lembut dari bibir Dane membuat kedua bola mata Denna seketika membesar. Iya! Pria di depan Denna itu tanpa memberi aba-aba dan meminta izin mengecup bibir Denna.
Denna merasa, dia ingin mendorong tubuh Dane agar ciuman mereka terlepas, tapi walaupun kedua telapak tangan Denna menapak pada dada Dane. Tangan itu serta merta hanya terdiam, seolah tidak mau menjauhkan Dane darinya.
"Selamat ulang tahun Denna, dan. aku harap kamu tidak membenciku." Kata-kata itu keluar dari mulut Dane saat dia melepaskan ciumannya pada Denna.
Denna masih terdiam menatap seseorang di depannya, walaupun Denna tidak bisa melihat wajah pria di depannya dengan jelas, tapi Denna tau jika pria di depannya ini juga sedang menatapnya.
Denna Dane berjalan pergi dari sana, membiarkan Denna masih terpaku di tempatnya.
Detak jantung Denna sekarang berdetak lebih cepat, apa lagi saat dia mengingat ciumannya dengan Dane.
"Oh Tuhan, apa yang sudah aku lakukan dengan Dane barusan? Dia menciumku dan aku membiarkan hal itu? Kenapa aku ini?" Denna terlihat bingung, terbukti dari salah satu tangannya memegang kepalanya seolah dia merasa baru saja bermimpi.
Denna mencoba menarik napas dan mengembuskan perlahan. Dia melakukan hal itu beberapa kali.
Setelah dia merasa agak tenang. Denna berjalan menuju mejanya dan sekarang dia tidak mau melihat sama sekali ke arah meja Dane, dahal pria itu dari tadi masih memperhatikan Denna.
"Denna, kamu lama sekali. Apa di dalam banyak yang ke kamar mandi?"
"Iya, tadi ada beberapa orang di sana. Aku minta maaf sudah membuat kamu menunggu."
"Jangan begitu, Denna. Aku sama sekali tidak merasa kamu berbuat salah."
Denna tersenyum kecil dan dia mengambil segelas air minum kemudian menghabiskannya karena dia kembali teringat akan ciuman tadi.
"V, apa kita--."
Belum selesai Denna bicara terdengar suara biola dimainkan. Ada seorang wanita dengan rambut panjang dikepang ke belakang dan dia menarik dengan membawa biola ditangannya.
"Kejutan untukmu. Bukannya kamu ingin sekali mendengarkan musik dari biola menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Apa ini sudah sempurna?"
"V, kamu masih ingat akan hal itu? aku hanya berkata asal saja gara-gara film yang aku lihat. Hal seperti ini kelihatannya sederhana, tapi bagiku sangat manis."
__ADS_1
"Selamat ulang tahun untukmu, Dokter cantikku. Semoga segala kebaikan di dunia ini akan selalu bersamamu." V menggenggam tangan Denna.
Dari kejauhan ada tangan sedang memegang gelas minumannya, dan tangan itu seolah ingin meremukkan gelas kaca itu.