
V pergi dari sana dengan motornya dan Denna menyuruh kakek Rayhan dan Nio masuk ke dalam rumah.
"Tante, itu tadi kekasih Tante Denna?" tanya Nio yang tangannya digandeng oleh Denna masuk ke rumah.
Denna melihat pada kakek Rayhan yang juga sepertinya sedang menunggu jawaban.
"Tante dan Om V itu saudara, Nio."
"Tapi tadi om itu mencium kening Tante Denna."
"Itu ciuman sayang sebagai saudara." Denna duduk dan mengecup pipi Nio. "Seperti ini."
Denna teringat ciuman yang Dane berikan padanya. Denna berpikir tentang maksud ciuman yang Dane berikan padanya. Itu artinya apa? Hal itu terus menjadi tanda tanya.
Nio tersenyum dan membalas mencium pipi Denna. Denna yang tersadar dari lamunannya langsung tersenyum dan dia menggendong Nio membawanya masuk ke dalam.
Di dalam rumah, Nara terkejut melihat kedatangan kakek Rayhan dan Nio.
"Kakek, kenapa tidak memberitahu jika mau datang ke sini? Kalau tau kakek Rayhan dan Nio datang ke sini, aku akan menyiapkan makan malam kesukaan kalian."
"Maaf jika kedatangan kami di sini mendadak.Tadi Nio ingin pergi ke tempat bermain karena dia merindukan daddynya. Oleh karena aku membawanya jalan-jalan."
"Memangnya Dane belum menghubungi Nio?"
"Daddy belum menghubungiku. Dia sedang sibuk sepertinya, dan aku tidak mau menghubungi karena takut menggangu daddyku."
"Dane memang sedang sibuk. Nanti dia pasti akan menghubungimu, Nio." Tangan kakek Rayhan mengusap pucuk kepala Nio.
"Iya, mungkin Daddy masih banyak urusan yang harus dia selesaikan." Nara melihat pada Denna.
Kakek Rayhan memberikan kue kesukaan Denna yang tadi mereka beli saat perjalanan pulang. Nio ingat kue itu kesukaan Denna dan ingin membelikan untuk Denna.
Akhirnya, nenek Miranti mengajak Rayhan dan Nio makan malam bersama dengan keluarga Denna.
"Nio, besok Tante ada praktek sampai jam sepuluh pagi. Apa Tante Denna boleh menjemput Nio pulang sekolah?"
"Tentu saja boleh!" seru bocah itu senang.
"Kek, aku minta izin besok aku mau menjemput Nio ke sekolah dan aku mau mentraktir Nio makan burger. Mau, kan?"
"Burger! Mau, Tante! Aku sudah lama tidak membeli burger."
"Besok Tante traktir makan burger dan kentang goreng karena aku juga sudah lama tidak makan dan entah kenapa ingin membelinya, tapi kalau makan sendiri tidak enak."
"Iya, Tante."
"Tentu saja boleh, Denna.
__ADS_1
Makan malam dilanjutkan sampai akhirnya waktu menunjukan pukul setengah sembilan malam.
"Kami mau izin pulang dulu karena besok pagi Nio harus sekolah."
"Tante, besok jangan lupa, ya?"
"Iya, Sayang." Tangan Denna mencubit pipi Nio dengan lembut.
Ponsel milik kakek Rayhan berbunyi dan saat dilihat ternyata ada nama Dane pada layar ponselnya.
"Halo, Dane."
"Halo, Kek. Apa kabar?"
"Kakek baik, Nak. Kamu sendiri baik-baik saja? Kenapa suara kamu terdengar seperti itu?"
Denna yang mendengarnya tampak khawatir. Apa lagi dari tadi siang dia merasa ada hal yang mengganggu hatinya.
"Kek, aku baik-baik saja. Kakek bersama dengan Nio? Aku ingin bicara dengannya."
"Kakek sedang berada di rumah keluarga Denna. Nio ingin memberikan kue pada Denna.
Dane terdiam sejenak di tempatnya. Dia sebenarnya juga merindukan Denna, tapi dia belum bisa menghubungi Denna.
"Aku mau bicara pada Daddy, Kek." Kakek Rayhan memberikan ponselnya pada Nio. "Halo, Daddy, Ini Nio."
"Aku baik. Daddy kapan pulang?"
"Beberapa hari lagi, Jagoan. Arsen sehat, kan? Tidak merepotkan kakek?"
"Aku baik-baik saja dan sangat sehat. Nio juga tidak merepotkan kakek, hanya saja tadi Nio minta diajak jalan-jalan sama kakek."
"Nanti, kalau urusan Daddy sudah selesai di sini. Daddy akan mengajak kamu jalan-jalan. Kita akan menghabiskan waktu seharian."
"Iya, Daddy. Nio akan menunggu Daddy pulang dan semoga pekerjaan Daddy cepat selesai."
"Terima kasih, Jagoan. Daddy sayang sekali sama kamu."
"Aku juga sayang sekali sama Daddy."
Nio memberikan ponselnya pada kakek Rayhan.
"Nak, kalau urusanmu sudah selesai, kamu cepatlah pulang. Kasihan Nio menunggumu, dia takut kamu lama meninggalkannya seperti dulu."
"Aku akan segera pulang, Kek. Tolong salamkan pada keluarga Denna."
"Iya, nanti kakek sampaikan salam kamu pada keluarga Denna."
__ADS_1
Kakek mengakhiri panggilan dan menyampaikan salam Dane pada keluarga Jaden.
"Kapan Dane pulang, Kek?"
"Aku sendiri tidak tau karena pekerjaannya di sana mungkin membutuhkan waktu yang agak lama."
"Kalau dia sudah pulang aku mau mengundangnya makan malam di sini. Bagaimana Jaden?"
"Tentu saja aku sangat senang sekali. Aku juga ingin berbicara banyak dengan Dane."
Kakek dan Nio izin pulang. Denna setelah membantu mamanya membereskan dapur, dan kemudian dia izin ke kamarnya untuk beristirahat.
"Dane kenapa, ya? Apa dia benaran baik-baik saja? Apa lagi tadi kakek mengatakan seolah dia kenapa-napa."
Denna melihat pada ponselnya. Dia mau menghubungi, tapi dia tidak mau kalau ketahuan memikirkannya.
"Biar dia sendiri saja yang menghubungiku lebih dulu. Katanya dia ingin menikahiku, tapi sikapnya cuek begini. Dia itu sebenarnya niat apa tidak ingin menikahiku?" Denna cemberut dan akhirnya memutuskan tidur saja.
Pukul menunjukkan jam satu dini hari. Denna terbangun setelah dia mimpi buruk. Denna beranjak dari tempat tidurnya, berjalan menuju laci dan mengambil cincin pemberian Dane.
"Dia datang, aku akan memberikan cincin ini sama dia. Aku tidak mau selalu memikirkan dia."
Tiba-tiba ponsel Denna berdering dan dia melihat nama. Dane?
Jantung Denna seketika berdetak dengan cepat. Dia masih saja melihati nama Dane di sana."
"Aku angkat tidak, ya?"
Panggilan itu akhirnya mati. Ada rasa menyesal dalam hati Denna saat Dane tidak lagi menghubunginya.
"Aku ini kenapa? Seharusnya tadi aku jawab dan aku bertanya apa dia sehat atau baik-baik saja di sana. Apa aku balik menghubungi dia saja?" Denna tampak bingung. Dia mondar-mandir di depan tempat tidurnya.
Tidak lama terdengar suara pesan masuk, dan Denna tau itu pasti dari Dane.
Denna tidak membuka, dia tidak mau jika ketahuan dia sebenarnya belum tidur, tapi tidak mau menjawab panggilan Dane.
Denna membalikkan ponselnya dan dia menutup kepalanya dengan selimut.
"Aduh! Kenapa jadi tidak tenang begini?"
Denna akhirnya membuka pesan Dane. Di sana Dane bertanya maaf karena sudah menganggu dengan menghubungi Denna di jam yang tidak seharusnya. Dane melakukan itu karena dia sedang memikirkan Denna.
Denna tampak tersenyum membaca pesan dari Dane. Dia kemudian membalasnya. Jika dirinya tadi tidur dan baru saja terbangun karena ingin minum.
Denna mengunggu balasan dari Dane, tapi pria itu malah tidak membaca balasan dari pesan Denna.
"Apa dia sedang tidur atau dia kesal padaku?
__ADS_1
Denna sekarang malah tidak enak pada Dane. Denna menunggu dan melihati terus pada tanda centang dua pada pesan whatsupnya.