
Malam itu, tepat tengah malam, Denna terbangun karena dia ingin mengambil air minum di dapur. Denna berjalan di kegelapan malam dan saat dia melewati ruang tengah, Denna mendengar ada suara seseorang sedang berbicara.
Seketika jantung Denna berdetak dengan cepat. Denna yakin ada pencuri yang masuk ke dalam rumahnya. Denna berjalan perlahan menuju ke pantry karena jarak pantry lebih dekat dari tempatnya berdiri saat ini. Jika dia kembali ke dalam kamar, dia bisa saja ketahuan oleh pencuri itu dan pasti kamar adalah tempat yang diincar pencuri itu.
Denna duduk bersembunyi di balik kabinet dapur. Denna menunggu para pencuri itu masuk ke kamar dan dia akan berlari keluar mencari bantuan.
Denna sebenarnya benar-benar ketakutan di sana. Dia berharap ada yang membantunya, tapi hal itu tidak mungkin terjadi karena ini sudah tengah malam dan semua orang pasti sudah tidur.
Denna mendengar langkah kaki perlahan-lahan berjalan menuju dapur. Dia semakin takut, dan Denna berdoa agar pencuri yang lebih dari satu orang itu tidak mengetahui jika dia ada di sana sedang bersembunyi.
"Aku mendengar pemilik rumah ini seorang wanita muda yang sangat cantik, dia juga seorang dokter."
"Benarkah? Bagaimana kalau nanti kita bersenang-senang sebentar dengannya?"
"Tentu saja, kapan lagi kita bisa menikmati wanita cantik, apa lagi dia sudah lama tidak dibelai suaminya karena suaminya sudah meninggal." Mereka berdua terkekeh pelan.
Denna yang bersembunyi di sana dan mendengar semuanya tampak menahan tangisannya. Dia tidak mau kalau sampai para pencuri itu melakukan hal buruk terhadapnya, dan jika dia tidak bisa lolos dari para pencuri itu dia akan memilih bunuh diri saja daripada dia harus dilecehkan oleh para pencuri itu.
Dua orang itu terlihat mengambil air dan kemudian berjalan pergi dari sana. Denna mencoba mengintip sejenak dan dia melihat ada sekitar empat orang pencuri. Dua orang berdiri di depan pintu kamar Denna, dan dua lagi yang baru dari dapur berjalan ke ruang tamunr
Mt6. untuk memeriksa keadaan di luar melalui jendela.
Denna ingat ada semprotan cabai yang pernah ayah Denna berikan padanya. Semprotan itu Denna letakkan di dalam laci tepat di belakang Denna. Denna mencoba membuka pelan-pelan laci itu dan dia berhasil mengambil semprotan itu.
Denna mengendap-endap berjalan menuju ke dekat arah ruang tamu agar dia lebih cepat jika pencuri itu sudah pergi dari sana, dan benar dua orang pencuri yang ada di dekat ruang tamu itu pergi menuju ruang tengah. Denna tidak terlihat oleh mereka karena suasana di sana memang gelap, hanya sedikit cahaya dari lampu teras rumah Denna yang memberi mereka sedikit penerangan. Mereka melihat-lihat foto yang ada di atas meja kayu di sana. Salah satu dari mereka mengambil foto Denna dan menciuminya. Denna yang melihat dari kejauhan ingin sekali memukul pencuri itu karena tingkah menjijikkannya.
__ADS_1
Dua orang yang dekat dengan kamar Denna langsung menerobos masuk ke kamar Denna dan mereka kaget melihat tidak ada Denna di sana. Salah satu dari mereka masuk ke dalam kamar mandi untuk memeriksa apa Denna ada di sana.
"Wanita itu ada di luar, dia pasti tau kita datang, cepat cari dia!" perintah pencuri yang menduga Denna pasti sudah tau kedatangan mereka.
Denna yang mendengar hal itu seketika berlari dengan secepatnya menuju pintu keluar, tapi naas, dia yang berlari ketakutan tidak melihat ada kursi kecil di sana dan kakinya malah terbentur dan tubuh Denna jatuh dengan keras.
"Sakit!" rintihan Denna kesakitan karena kakinya memang terbentur kursi kayu dengan keras.
Pria yang tadi mengambil foto Denna dengan cepat membungkam mulut Denna agar tidak berteriak. Denna mencoba memberontak, tapi kekuatannya kalah dari pria itu. Apa lagi satu temannya memegangi kaki Denna. Denna dibawa ke ruang tengah dan diikat dengan posisi berbaring.
Denna tidak dapat berteriak karena mulutnya sudah disumpal oleh kain. Denna hanya bisa menangis, dalam hatinya dia berharap agar dilepaskan dan mereka boleh mengambil barang-barang berharga miliknya.
Salah satu dari pencuri itu menyalakan lampu baca di sana. Jadi, suasana di sana terlihat lebih temaram. Denna pun akhirnya dapat melihat lebih jelas wajah para pencuri yang di tutupi oleh kain, dan hanya separuh wajahnya yang terlihat.
"Gadis ini cantik sekali, tubuhnya juga indah," ucap pria yang Denna tau dia orang yang memandangi bahkan mengecup foto Denna karena hanya pencuri itu yang memakai topi seperti seperti kupluk.
"Kita secepatnya mengambil barang berharga di sini dan segar pergi sebelum nanti para security di sana bangun karena efek obat tidur yang kita berikan."
"Aku memberinya obat tidur agak banyak, jadi mereka tidak akan bangun sampai pagi. Di sini juga keadaannya tidak terlalu ramai, jadi kita bisa bersenang-senang sebentar."
"Terserah kamu, aku dan lainnya mau mengambil barang berharga miliknya dulu."
"Iya, kamu pergilah dan aku ingin menikmati tubuh dokter cantik dan sexy ini."
Terdengar suara Denna yang tidak jelas mencoba berteriak memohon, tapi suaranya tidak bisa didengar.
__ADS_1
"Menjauh dari tubuh wanita itu?"
Suara seseorang tepat berada di belakang para pencuri itu. Mereka yang di sana kaget kenapa tiba-tiba ada seorang pria di sana, apa lagi pria itu tidak datang sendiri, dia membawa salah satu teman pencuri itu dengan leher yang ditodong sebuah pistol.
"Kamu siapa?"
"Bukan ikatan gadis itu. Cepat!" serunya dengan nada tinggi.
Salah satu dari mereka segera membuka ikatan Denna dan menahan tangan Denna. Pencuri yang bersenjata itu juga menodongkan senjata ya pada kepala Denna.
"Letakkan senjatamu dan lepaskan temanku."
"Kita lakukan penukaran. Kamu lepaskan wanita itu dan aku melepaskan teman kalian."
"Jangan lepaskan wanita itu. Aku menginginkan dia."
"Kamu jangan bodoh!"
"Satu, dua, tiga." Danne melepaskan teman pencuri itu dan menyuruh berjalan bertukar dengan Denna.
Tapi--
Terdengar suara tembakan dan pria yang disandera Dane tumbang. Denna menjerit dan dengan cepat Dane menarik Denna dan mendekap Denna erat. Denna tidak tau apa yang terjadi karena Danne menyembunyikan wajah Denna pada dadanya. Denna hanya bisa mendengar suara tembakan yang bertubi-tubi.
Detak jantung Danne seketika berdetak dengan cepat saat Denna memeluknya dengan erat. Dane memundurkan langakahnya ke belakang karena dia merasa ada yang tidak baik dengan tubuhnya.
__ADS_1
Denna yang merasa keadaan Dane tidak baik segera menarik tubuhnya dan melihat pada Danne. Kedua mata mereka saling bertemu.
"Dane, kamu tidak apa-apa?" Denna memegang dada Dane.