
Jaden mengatakan jika mamanya Sebenarnya ingin mengatakan tentang Dane pada Denna, tapi Jaden melarang karena biar Denna mengetahui sendiri dari orang yang bersangkutan.
Setelah dari kantor ayahnya, Denna jadi memikirkan kembali tentang Dane, dan dari ucapan ayahnya waktu itu akhirnya Denna memutuskan akan menerima Dane karena dia juga tidak dapat membohongi dirinya jika dia sangat mencintai Dane, dan mungkin dia tidak akan bisa jauh dari pria itu.
Hari ini terlihat dua keluarga itu sedang berkumpul di ruang tengah, di mana Nio sedang membuka beberapa hadiah yang memang sengaja Nara belikan untuk bocah kecil itu.
Denna dan Dane berjalan dengan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah. "Maaf, jika aku mengganggu sebentar karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada semuanya."
Mereka melihat dengan tatapan penasaran, tapi sepertinya semua sudah mengetahui apa yang akan Dane katakan karena melihat tangan Denna yang digandeng mesra oleh Dane.
"Om Jaden, aku minta izin ingin menikahi putrimu. Sebelumnya aku sudah mengatakan jika aku ingin menikahinya dan Denna sudah menerimanya."
Wajah Jaden tampak serius dan dia diam saja tidak berkata apa-apa. Nala terlihat gemas pada suaminya ini. Kenapa tidak langsung menjawab iya saja? Kenapa terlihat seperti masih memikirkan sesuatu?
Jaden ini merasakan lagi rasanya saat anak perempuannya diambil oleh seseorang yang baru saja masuk dalam hidupnya seperti dengan Dimas dulu. Tidak enak rasanya, seolah ada separuh dari dirinya hilang.
"Ayah, apa aku tidak boleh menikah dengan Dane?" tanya Denna.
"Tentu saja boleh, Sayang." Kedua mata pria itu berkaca-kaca mengatakan hal itu. Nara dan nenek terkejut melihat sang Mafia itu pun meneteskan air mata. Oh, maaf, mantan mafia.
Suasana di sana seketika berubah haru, hanya Nio yang terlihat agak bingung. "Paman Sam, sebenarnya ini ada apa sih?" tanya bocah kecil itu heran.
"Jadi, Nio tidak tau ada apa?"
"Tidak tau, Paman. Kadang orang dewasa itu menggunakan kata-kata yang membingungkan anak kecil," ujarnya kesal.
Paman Sam duduk berjongkok agar sejajar dengan Nio. Dia kemudian mengatakan jika Daddynya dan tante Dennanya akan segera menikah dan itu artinya Nio akan memiliki mommy baru.
"Jadi, aku akan mempunyai mommy baru? Dan Mommy baruku adalah tante Denna?" Kedua bola mata kecilnya mendelik bertanya tentang hal itu.
"Iya! Kamu benar, Nio."
__ADS_1
"Yeah! Jadi, Nio akan memanggil tante Denna dengan sebutan mommy baru?"
"Panggil ibu saja, Nio. Aku lebih senang dipanggil itu," sahut Denna.
Semua melihat ke arah Denna yang tangannya sudah terbuka menyambut Nio memeluknya. Nio berlari dengan senang ke arah Denna dan mereka berpelukan.
"Nio senang sekali, akhirnya Nio akan mempunyai seorang ibu dan bukan mommy pura-pura, nanti kalau daddy kerja, aku di rumah ada yang menemani."
"Kita akan bermain bersama dan Tante akan mengajari kamu belajar. Pokoknya Nio harus menurut sama tante Denna."
"Bukan Tante Denna, tapi Ibu," Nio menekankan ucapannya.
Mereka semua di sana tertawa bahagia. Mereka sekarang makan pagi bersama dengan suasana yang benar-benar bahagia, apa lagi Dane yang tidak hentinya menjatuhkan pandangannya pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
"Rencana kita kalau begini tidak sepenuhnya berhasil ya, Kakek Tua?"
"Iya, Nenek tercantik sejagat raya, tapi setidaknya membawa hasil yang dari awal kita harapkan."
"Oh... Jadi ini salah satu rencana nenek dan kakek? Aku kira kalian sengaja karena ingin berlibur bersama."
Nara melihat suaminya yang hanya diam saja tidak menyentuh makanannya sama sekali. Nara tau pasti Jaden memikirkan tentang putrinya yang akan menikah dengan Dane. Dia itukan ayah yang terlalu paranoid.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Tidak apa- apa, Nara," jawabnya lirih. Tangan Nara mengusap lembut lengan tangan suaminya. "Dane, setelah ini aku ingin bicara sama kamu di ruang tengah, kita akan bicara empat mata."
"Iya, Om."
Setelah makan pagi itu, Nio mengajak Denna dan paman Sam pergi ke sungai untuk bermain di sana. Sedangkan Nara dan nenek serta kakek ada di halaman depan berbincang.
Jaden seperti apa yang dia katakan jika dia akan berbicara dengan Dane di ruang tengah.
__ADS_1
"Dane, sejujurnya aku memiliki perasaan takut jika Denna sama kamu. Aku tau jika kamu mencintai putriku. Begitupun dengan Denna juga sangat mencintaimu, tapi kamu tau sendiri jika bisnis gelap yang kita jalani ini banyak sekali berhubungan dengan bahaya, bukan hanya kita yang selalu dalam bahaya, tapi juga orang-orang disekitar kita."
"Aku tau jika Om pasti khawatir jika Denna akan terlibat dalam bahaya. Aku akan pastikan Denna akan baik-baik saja, bahkan aku akan melindunginya dengan nyawaku."
Tangan Jaden menepuk pundak calon menantunya itu. "Aku memberikan kepercayaan sama kamu, Dane. Tolong jaga baik-baik putriku, jangan sampai dia kamu sakiti ataupun disakiti oleh orang lain. Dia separuh dari nyawaku, Dane."
"Om jangan Khawatir. Percayalah denganku."
Di sungai, Denna dan Nio tampak sangat senang bermain air. Sungai di sana terlihat sangat jernih, bahkan terlihat ada ikan yang berenang di sana.
"Nona Denna, saya senang sekali akhirnya Nona dan Tuan Muda Dane akan menjadi satu keluarga. Sejak mengenal Nona Denna, Tuan Dane tampak lebih baik dari sebelumnya. Dia bukan lagi orang yang kaku dan dingin. Lebih hangat dan itu karena hatinya sudah menemukan yang dia cari selama ini." Paman Sam tersenyum pada Denna, dan tentu saja membuat wajah wanita itu merona malu.
"Paman, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Tentu saja boleh. Nona Denna, mau bertanya soal apa?"
"Paman mengenal orang yang bernama Troy?"
"Troy?" Paman Sam tampak berpikir sejenak. "Dia itu kakaknya mendiang Nyonya Tiara. Memangnya ada apa?"
"Dia beberapa kali datang menemuiku, lebih tepatnya seperti menakutiku."
"Oh, ya? Berani sekali dia mencari masalah dengan Tuan Muda. Nona Denna jangan takut sama dia karena dia tidak akan berani menyakiti Nona Denna, Tuan Muda akan menjaga Nona."
"Aku tau Dane akan menjagaku. Dia seperti itu karena dia tidak ingin Dane menikah lagi dan dia terus menyalahkan Dane atas kematian adiknya."
"Tuan Dane tidak berselingkuh dan saya tau hal itu karena meskipun Tuan Muda menikah dengan Nyonya Tiara hanya karena balas budi, tapi Tuan Muda tidak akan menyakiti hati seorang wanita. Tuan Dane itu pria yang susah sekali jatuh cinta atau mencintai seseorang, tapi akhirnya dia jatuh cinta pada orang yang tepat."
"Bagaimana dengan sosok Tiara, Paman?"
"Awalnya Nyonya Tiara adalah wanita yang baik dan lembut. Dia juga sangat perhatian pada Tuan Muda, tapi sejak melahirkan, nyonya Tiara berubah, dia jadi sering marah karena karier modelnya menjadi terhambat. Tuan Dane sudah mengatakan agar Nyonya tidak perlu memikirkan untuk bekerja karena Tuan Dane pasti bisa mencukupi kebutuhan mereka."
__ADS_1
"Dia seorang model?"
"Awalnya dia hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Tuan Dane, tapi setelah menikah dia yang memang ingin menjadi model akhirnya meminta Dane agar bisa menjadi seorang model, dahal Tuan Dane tidak setuju, tapi karena dia tidak ingin membuat istrinya sedih, akhirnya Tuan menuruti keinginannya."