
Tiara pulang dengan tergesa-gesa.
Karna dalam surat perjanjian milik Arkan, Tiara harus pulang terlebih dahulu dari Arkan, dan menyambut lelaki itu ketika pulang ke Rumah.
"Aku pulang!" Seru Tiara, yang langsung masuk kedalam Rumah,dan menemui Bi Imah.
"Nona Pelan-pelan!"ucap Bi Imah yang melihat Tiara sedikit berlari karena terburu-buru.
"Iya, bi apa Arkan sudah pulang?"tanya Tiara sedikit cemas, karna sebenarnya ini sudah memasukinya jam pulang Arkan.
"Belum nona."
"Syukurlah!"lega Tiara,"kalau begitu aku mau mandi dulu,"dan Tiara Segera menuju kamarnya.
Seperti mandi bebek, tidak sampai 10 menit Tiara sudah selesai mandi, dan ia langsung menuju dapur, melakukan rutinitas yang ia lakukan selama 2 bulan ini.
Ia akan memasak, untuk sarapan dan makan malam Arkan, meskipun Tiara kerap kali Jengkel dan kesal dengan Arkan yang selalu marah-marah dan menyalahkannya dalam Segala hal.
Tapi Tiara tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik dengan cara memasak dan menyiapkan makanan untuk suaminya itu.
30 menit sudah berlalu, dan menu makan malam pun sudah tersaji dengan rapih di meja makan, Tiara melepas senyum menatap hidangan yang ada di meja, entah apa sebabnya Tiara memasak masakan sepesial malam itu, dalam hatinya berkata! Arkan pasti suka.
πππ
Sudah Jm 8 malam, tapi Arkan belum juga pulang, biasanya Lelaki itu akan pulang di jam 6 sore, itu artinya ia sudah terlambat 2 jam.
"Nona, lebih baik anda menunggu di kamar saja, jika tuan Arkan pulang bibi akan memanggil anda,"ucap Bi Imah.
"Tidak apa bi, aku takut ketiduran jika menunggu di Kamar,aku di sini saja mungkin sebentar lagi dia akan pulang, aku harus menyambutnya bukan!"
"Baiklah non, kalau begitu bibi tinggal ke belakang dulu ya Non?"pamit Bi Imah.
"Iya bi Silahkan." Sahut Tiara.
"Tumben sekali dia terlambat pulang seperti ini,"gumam Tiara, sambil melihat waktu di ponselnya.
Kenapa Tiara memperdulikan Arkan?
Bukankah Arkan selalu bersikap sesuka hati padanya?
Bukankah dia juga tidak menyukai Arkan?
Bukankah Tiara tau jika pernikahan mereka hanya sebuah kesepakatan, dan akan berpisah dalam waktu 1 tahun?
Justru karena Tiara tau pernikahan ini tidak akan bertahan lama, jadi Tiara ingin sedikit saja meninggalkan kesan istri yang baik dan bertanggung jawab dengan melakukan tugasnya, dan setelah itu ia berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan Arkan di masa depannya.
Dan Tiara pun menyimpan harap, kalau-kalau Arkan akan bermurah hati dengan merubah isi perjanjian pernikahan, yang tadinya 1 tahun menjadi 7 bulan saja, karna di waktu itu Tiara akan pergi ke luar negeri untuk mengejar mimpinya.
__ADS_1
Dengan bersikap baik dan patuh siapa tau lelaki itu akan menyetujuinya, dan Tiara rasa suaminya itu akan menyetujuinya jika ia bisa mengambil hatinya.
Sebenarnya ada secuil sikap baik dari Arkan, karena dia selalu menghargai dan memakan masakan apapun yang Tiara sajikan untuknya, dan Arkan pun tidak pernah melewatkan sarapan dan makan malam di Rumah.
π
Tiara masih menunggu sampai jam menunjuk di angka 10, tapi Arkan belum juga kembali, bahkan lelaki itu tidak memberi kabar pada dirinya atau bi Imah jika harus pulang terlambat.
"Nona,"bi Imah kembali menghampiri Tiara yang masih menunggu di meja makan,"Nona tunggu saja di kamar,"pinta bi Imah, yang tak tega karena Tiara sudah duduk selama 4 jam di sana.
"Mungkin tuan Arkan ada pekerjaan yang belum selesai, jadi pulang terlambat."Sambung bi Imah.
Dan kali ini Tiara mendengar dan menuruti saran dari Bi Imah untuk menunggu di dalam kamar, mungkin ia juga sudah merasa ngantuk dan lelah karna ber jam-jam duduk di kursi itu.
Setelah memastikan Tiara masuk kedalam kamarnya, bi Imah menghubungi Ken, dan ternyata Ken pun tengah mencari keberadaan Arkan, yang sejak siang pergi dari kantor dengan seorang wanita yang tak lain tak bukan adalah mantan kekasihnya, Berlian.
Tapi Ken tidak memberitahukan dulu pada bibi.
Ken pun baru mengetahui itu semua atas laporan dari Karyawan wanita yang mengantarkan Berlian masuk ke ruangan Arkan.
Dan Arkan pun tidak memberi kabar apapun pada Ken jika ia keluar dari kantor dan Belum kembali sampai malam begini, bahkan ponselnya tidak dapat di hubungi.
πππππ
Tik.
Tik.
Tik.
Tiara perlahan membuka matanya, dan seketika ia terkejut kala ingat jika ia tengah menunggu Arkan pulang.
"Astaga! Aku ketiduran,"Tiara melirik jam dinding yang sudah menunjukkan jm 2 dini hari,"Arkan pasti sudah pulang, kenapa aku bisa ketiduran sih, dan bi Imah, kenapa tidak membangunkan ku."
Tiara bergegas turun dari ranjangnya dan keluar dari kamar.
Lampu di ruang meja makan sudah setengahnya di padamkan,dan sudah tidak ada makana yang ia sajikan di sana.
"Apa ia sudah memakannya? Tumben sekali dia makan dengan tenang, biasanya jika ingin makan ia selalu mengajak ribut terlebih dahulu, mungkin ia terlalu lelah jadi tidak mengajakku ribut malam ini."Gumam Tiara,dan kembali masuk kedalam kamarnya.
Baru saja Tiara melangkahkan kembali kakinya di kamar,ia mendengar suara mobil dari luar.
"Itu suara mobil Ken, apa dia beru pulang selarut ini!"
Tiara yang penasaran, kembali keluar dari kamarnya untuk memastikan jika itu benar-benar Ken atau orang lain.
Bersamaan dengan itu bi Imah pun tengah terpogoh-pogoh menuju pintu utama.
__ADS_1
"Nona!"kaget bi Imah yang melihat Tiara Tenga mengendap-endap menuju pintu utama,"kenapa nona ada di sini? Apa Nona belum tidur?"
"Sudah bi, aku hanya terbangun karena mendengar suara mobil, apa itu Ken? Dia baru pulang di jam segini?"
"Benar nona, itu mobil Ken, beserta tuan Arkan, bibi permisi kedepan dulu Nona?"
"Iya bi silahkan."
"Jadi dia baru pulang!" Gumam Tiara.
Tiara enggan menyambut kedatangan Arkan, Karena menyambut suami pulang di jam seperti ini tidak ada dalam surat perjanjian, lagi pula lelaki itu tidak memberi kabar apapun jika ia terlambat pulang, meskipun dalam hati Tiara KEPO , dari mana lelaki itu sampai pulang di waktu menjelang subuh seperti ini, tapi Tiara lebih memilih untuk kembali kedalam kamarnya.
Di Luar.
"Astaga! Tuan Arkan Kenapa?" Panik bi Imah, yang melihat Arkan terkulai dan muntah-muntah.
"Tuan Arkan mabuk!"sahut Ken.
"Apa mabuk! Ya Tuhan, kenapa bisa seperti ini Ken, jika Nyonya Tri tau beliau pasti sangat marah."
"Sepertinya ini ulah Berlian!"
"Apa Berlian?"bibi mengulangi nama itu.
"Iya, dia kembali, dan tadi siang ia menemui tuan Arkan di kantor dan membawanya pergi entah kemana sampai aku sulit menemukannya."
"Lalu! Kau menemukan Tuan Arkan dia mana?"
"Di KLUB malam dan dia sudah seperti ini, tapi aku tidak menemukan Berlian di sana." Jelas Ken.
"Ya sudah ayo cepat bawa masuk tuan Arkan!"
Di bantu dengan penjaga dan Ken, Arkan di papa menuju kamarnya.
"Bi, tolong jangan beri tau Nyonya Tri soal ini!" Pinta Ken.
Bi Imah terdiam, tentu ia tidak bisa melakukannya, karna ia sudah berjanji pada Tri, akan melaporkan apapun yang terjadi dan di lakukan Arkan, Tri benar-benar menganggap Arkan seperti seorang bocah yang harus di pantau dan melakukan absen setiap hari, Tri harus tau, apa saja yang di lakukan Arkan selama tidak tinggal bersama dirinya.
"Bi, tolonglah,ini semua demi kebaikan kita bersama,jika Nyonya Tri tau, tentu bibi sudah taukan akan semarah apa beliau?"
Mendengar ucapan Ken, bibi jadi mengingat kejadian beberapa tahun silam.
πππππππππππππ
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini ππ€ππ»
Mohon dukungannya ya ππ€
__ADS_1
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ