
Pesta sudah dimulai namun Arkan dan Ken belum juga tiba
dan itu semua disebabkan karena mereka berdua terjebak macet.
"Apa ini masih lama Ken?"tanya Arkan yang sudah tidak betah.
"Sepertinya begitu tuan."
"Cepat cari rute lain,"pinta Arkan yang tak masuk akal, karena saat ini mereka terjebak di tengah-tengah dan tidak ada jalan untuk berbelok apalagi memutar arah.
πππππ
"Tiara minumlah ini,"Jay menyodorkan satu botol air mineral pada Tiara yang tengah duduk untuk beristirahat sambil melamun.
"Terima kasih Jay,"ia langsung meraih dan meminumnya.
"Apa Arkan tidak datang? Aku tidak melihatnya,"tanya Jay.
"Aku tidak tahu."
"Apa dia tidak menghubungimu?"
"Ponselku mati kehabisan baterai."
Jay masih mengajak Tiara mengobrol untuk menghibur Gadis yang sepertinya sedang sedih itu.
"Tiara, kenapa kau terlihat murung apa ini karena Arkan?"
"Tentu saja tidak, aku hanya tengah memikirkan Ibu dan adikku."
"Wah... ternyata kau mempunyai adik, apa dia perempuan?"
Tiara mengangguk.
"Dia pasti secantik dan semanis dirimu?"
Tiara tertawa mendengar pujian garing dari Jay.
"Kau ada-ada saja, adikku itu jauh lebih cantik daripada aku, dia seperti Ibuku."
"Benarkah! Kalau begitu, tolong jadikan aku adik iparmu."
Tiara memukul lengan Jay.
"Adikku itu masih sekolah kau jangan aneh-aneh Jay, cari saja wanita dewasa."Kata Tiara sambil terkekeh.
Jay menimpalinya dengan tawa.
Lelaki itu lega karena bisa melihat Tiara, kembali tersenyum dan tertawa.
"Kau hanya menyebut Ibu dan adikmu saja, lalu di mana ayahmu?"
Tiara diam
dan ia langsung memasang raut muram di wajahnya.
Jay menyadari itu.
"Maafkan aku, jika itu membuatmu tidak nyaman tidak usah dijawab anggap saja aku tidak pernah menanyakan itu."
Tiara tersenyum kecut tanpa mengatakan apapun.
Tiba-tiba Jay meraih kedua tangan Tiara.
Karena terkejut!
Tiara menarik tangannya
dan Jay menahan itu.
"Beri aku waktu 1 menit untuk mengatakan sesuatu padamu."
"Jay, jangan seperti ini bagaimana jika dilihat orang."
"Tiara, hanya 1 menit saja,"pinta Jay dengan wajah memohon.
Dan membuat Tiara luluh.
"Baiklah, katakan Apa yang ingin kau sampaikan."
Jay,
yang sedikit gugup kembali mengumpulkan keberaniannya agar tidak membuang waktu 1 menit begitu saja.
"Tiara, Aku menyukaimu, bukan hanya menyukaimu tapi lebih dari itu, Aku Mencintaimu."
Tiara terkejut!
Ini memang bukan yang pertama kali Jay mengatakan suka padanya
bahkan lelaki itu sudah sangat sering mengatakannya namun Tiara menganggap itu hanya gurauan.
Karena Jay mengatakannya di iringi dengan candaan,
dan kalaupun itu serius, Tiara mengartikan,
jika Jay menyukainya hanya sebagai sahabat.
Tapi hari ini.
Lelaki itu menyampaikan perasaannya dengan serius dan sepenuh hati.
Bahkan kesungguhan yang begitu nyata terpancar jelas di matanya,
iya benar-benar mengungkapkan Cintanya pada Tiara.
"Tiara, mungkin saat ini kau menganggap ku aneh karena berani mengatakan ini padamu, tapi inilah kenyataannya, aku benar-benar Mencintaimu."
"Jay, aku...!"
"Tiara, aku tidak akan menerima alasan jika kau menolak ku karena kau masih istri Arkan, karena pada kenyataannya aku tahu hubungan kalian seperti apa."
"Jay!"Tiara menarik tangannya dari genggaman lelaki itu.
Namun Jay kembali menggenggam tangan Tiara.
"Tiara, aku tidak mau mendengar jawaban yang mengecewakan untukku, aku akan menunggumu sampai kau benar-benar bisa menerimaku
dan aku juga akan menunggumu sampai kau berpisah dengan Arkan."
"Jay, kita...!"
Seruan menggema membuat Tiara tidak bisa meneruskan ucapannya.
Karena suaranya tentu akan tenggelam dengan suara meriah di Pesta itu.
Ternyata!
__ADS_1
acara puncak dari Pesta mewah telah dimulai.
"Tiara!"panggil Pak Gandi yang tiba-tiba muncul.
"Iya Pak?"
"Semua Koki diminta untuk ikut serta di acara puncak Pesta ini."
"Apa!"
Jay dan Tiara sama-sama terkejut.
Pak Gandi menyampaikan.
Jika Berlian dan Merlin meminta semua Koki untuk hadir di Aula Pesta,
khususnya di acara puncak.
Merlin berdalih jika ingin menyampaikan ucapan Terimakasih pada Koki yang menyajikan hidangan di Pestanya secara langsung.
Tapi!
Apakah benar itu alasannya?
Seperti yang Berlian katakan sebelumnya.
Kehadiran Antariksa Resto adalah sesuatu yang paling ia nantikan dan akan menjadi sebuah kehebohan.
Dan khusus untuk Tiara, Berlian ingin memberi 2 kejutan sekaligus untuk Gadis itu.
Dengan ragu,
Tiara melangkah menuju Aula.
Ia melirik pada Jay,
dan Jay mengangguk, mengisyaratkan jika semua akan baik-baik saja.
Mungkin Tiara takut, jika ia ke Aula pasti melihat Arkan bersama Berlian di sana.
Meskipun Tiara sudah memprediksinya, tapi ia belum siap jika harus melihat secara langsung.
π
Tiara memasuki Aula bersama Pak Gandi dan Koki yang lainnya.
Sedangkan Jay
dia tidak berani ke Aula, karena ia masih menyembunyikan identitasnya pada Tiara.
Jika ia ke Aula tentu semua orang akan mengenalinya.
Dengan hati cemas Tiara Yang bergandengan dengan Bulan sampai ke Aula.
10 Koki sudah berbaris di sana.
5 dari Antariksa Resto
Dan sisanya dari The Dragon Resto.
Dan seseorang membagikan Bunga Mawar putih pada mereka,
dan itu semua sebagai simbol rasa Terimakasih dari Merlin.
"Tiara angkat wajahmu, tunjukkan jika kita hebat!"bisik bulan.
Tiara sudah siap apapun yang akan terjadi di hadapannya nanti,
karena sesungguhnya
Tiara tahu ada maksud tertentu dari Berlian yang memanggilnya di sini.
Tiara mengangkat tegak wajahnya menatap Berlian yang tengah tersenyum palsu padanya.
Dan Tiara pun membalas senyum palsu itu.
Tapi ia sedikit bingung karena tidak ada Arkan di sana.
Apa Lelaki itu tidak datang?
Atau dia tengah bersembunyi untuk memberi kejutan pada calon Mama mertuanya?
Merlin mulai menyampaikan basa-basi nya pada semua tamu Terhormat yang sudah menghadiri Pesta berkurangnya sisa umur.
Setelah berbasa-basi pada para Tokoh Terhormat
Artis terkenal,
dan tamu Sosialitanya, tibalah saatnya Merlin menyampaikan rasa Terimakasihnya pada 2 Resto yang sudah menyajikan hidangan di Pestanya malam ini.
Tanpa makanan apalah arti sebuah Pesta!
Jadi!
Tentu saja ia harus berterimakasih pada pejuang berbaju putih dan Apron hitam yang menyempurnakan Pestanya.
"Sekali lagi saya ucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya
untuk para Koki yang ada di sini, terutama untuk Antariksa Resto yang di miliki oleh pak Gandi, meskipun Resto beliau tidak sepopuler the Dragon, tapi kehebatan dan makanan yang dibuat oleh Koki di sana sungguh luar biasa."
Semua bertepuk tangan sambil menatap kagum, Tiara dan teman-temannya.
Tentu ini membuat mereka merasa bangga.
Lebih-lebih Pak Gandi,
yang namanya disebut secara langsung oleh Merlin.
Giginya sampai kering karena sejak tadi ia selalu memasang senyum selebar samudra dengan hati yang berkembang kembang.
Sementara di sudut lain.
Dua orang lelaki tengah memperhatikan mereka.
Ia adalah!
Arkan dan Ken, lelaki itu sudah sampai dengan menempuh jalan pintas yaitu, naik Ojek.
Arkan tidak langsung menyapa Berlian dan keluarganya,
ia lebih memilih untuk duduk di pojok bersama Ken sambil mengamati situasi.
Karena
Ken, meyakini jika ada Udang dibalik Terigu..
Eeeeh.....
__ADS_1
Udang dibalik Batu, dari kebaikan Berlian yang mengundang Resto tak terkenal milik Pak Gandi.
Setelah basa-basi dari Merlin selesai.
Kini MC acara mempersilakan Berlian untuk Menyampaikan sesuatu.
Dengan senyum cerah mengembang Berlian meraih Microphone.
Tak lupa ia menyempatkan matanya untuk melirik Tiara yang masih menatapnya dengan serius.
Tatapan Berlian, seolah mengisyaratkan Tiara agar tidak melewatkan sedikitpun pemandangan yang ada di hadapannya.
"Tidak banyak yang ingin aku katakan di sini, karena sesungguhnya saat ini hatiku sedang sangat bahagia hingga aku tidak dapat merangkai kata kata apapun, aku hanya ingin memberi sedikit kejutan untuk Mamahku tercinta, sekaligus menunjukkan pada Dunia jika keluarga kami keluarga yang sangat sempurna dan bahagia."
Setelah selesai berbicara, Berlian mengisyaratkan seseorang untuk masuk.
"Papah masuklah!"
Dengan gemerlap lampu yang ditambahkan tingkat kecerahannya.
Seorang Pria muncul dengan kue berbentuk Love di tangannya, lengkap dengan iringan musik.
Tidak hanya itu,
Pria itu juga sambil menyanyikan lagu ulang tahun dan menyebut nama Merlin ku sayang!
(Sungguh sangat lebay!)
Semua bertepuk tangan dan terharu melihat Keromantisan itu.
Ketika Pria itu tepat berada di antara Merlin dan Berlian
ia mengucapkan.
"Selamat ulang tahun Merlin istriku tercinta!"
HOWAAAAA..
WUUUUUUU...
PROK!
PROK!
PROK!
Seruan!
Dan teriakan Lebay!
Serta tepuk tangan meriah memenuhi Gedung itu.
Mereka semua Baper!
Menyaksikan pemandangan Romantis dari pasangan lansia itu.
Diantara ratusan wajah bahagia dan tersenyum lebar.
Hanya ada satu wajah yang terdiam dan terpaku menyaksikan itu.
Tiara!
Dialah orang itu.
Pria itu mencium kening Merlin dan Berlian dengan penuh kasih sayang.
Tiara menatap mereka dengan dada yang bergemuruh! dan darah yang mendidih!
Seketika,
hatinya serasa di tombak hingga membuat semua sendi di tubuhnya menjadi lemas dan menyakitkan.
PUK!
Tiara menjatuhkan Mawar putih yang ada di tangannya.
Karena rasa sakit yang luar biasa di hatinya, membuat mata Tiara sampai berkaca-kaca.
Menatap pria yang disebut Papah oleh Berlian.
Sekilas ingatan 10 tahun silam memenuhi bola mata Tiara.
"Ayah tolong jangan pergi! Jangan tinggalkan aku aku mohon tetaplah bersama kami ayah!"
"Ayaaaaah tolong ibu, Ibu pingsan Tolong bantu ibu, tolong bawa ibu ke rumah sakit perut ibu sakit Ayah!"
"Tolong jangan pergi ayah jangan tinggalkan aku dan ibu!"
Seorang Gadis kecil tengah memeluk erat kaki seorang Pria sambil mengiba dan memohon untuk tidak dicampakkan.
Tapi dengan teganya.
Pria itu menghempaskan dengan kuat kaki panjangnya,
sampai membuat tubuh Gadis kecil itu tersungkur.
Ia tidak peduli dengan raungan dan teriakan pilu gadis kecil yang memohon padanya.
Tanpa beban dan belas kasih.
Pria itu melenggang pergi bersama seorang wanita yang menutupi wajahnya dengan selendang dan kacamata hitam.
Meninggalkan Gadis itu yang tengah menangisi Ibunya yang tidak sadarkan diri.
"Ayaaaaah...."
Teriakan itu seolah nyata di telinga Tiara sampai ia menutup telinganya.
Ketika sadar!
Tiara mengusap matanya yang tiba-tiba meneteskan bulir bening begitu saja.
Pria
yang di tangisi Gadis kecil itu adalah Herman, Pria yang sama dengan sosok yang ada di depan Tiara saat ini.
Dan gadis kecil itu adalah Tiara.
πππππππππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini ππ€
Mohon dukungannya ya ππ€
Tolong koreksi dan sampaikan pada Ntor jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1