Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 79. Kencan Lagi.


__ADS_3

Dengan cepat Tiara membuka pintu kamar mandi, tapi hanya setengahnya saja yang ia buka.


"Ada apa?"tanya Tiara yang hanya terlihat kepalanya saja.


"Aku juga ingin mandi,"kata Arkan sambil mengulas senyum penuh maksud.


"Lebih tepatnya aku ingin mandi bersamamu!"


Tiara melebarkan pintu kamar mandi, hingga terlihat semua badannya, yang ternyata sudah memakai jubah mandi.


Ya dia sudah selesai mandi.


Wajah Arkan terlihat kecewa.


"Kau sudah selesai mandi?"


Tiara mengangguk sambil tersenyum puas.


"Sudah, jadi kau mandilah,"kata Tiara, dan segera berlalu dari kamar mandi menuju ke lemari pakaian.


Terlihat Arkan mematung sambil menatap istrinya.


"Dia tidak peka sekali!"


"Kenapa malah diam, katanya mau mandi? Cepatlah!"titah Tiara.


"tapi!"


"Apalagi! Cepatlah mandi, ini udah sore."


"Baiklah!"


dan Arkan pun terpaksa masuk ke Kamar mandi hanya seorang diri, niatnya yang ingin mandi bersama sang istri pudar sudah.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂


"Bagaimana kalau malam ini kita keluar,"ajak Tiara.


"Keluar ke mana, bukankah akan jauh lebih baik jika kita berdua saja di sini."


Tiara tahu jika ia mengajak lelaki itu keluar hanya karena ia bosan di dalam kamar Hotel, sudah pasti tidak akan diizinkan, dan pasti lelaki itu juga akan melakukan hal-hal aneh, Tiara harus mencari alasan yang bisa membuat lelaki itu mengizinkan ia keluar.


"Aku ingin kita Berkencan!"dan kata-kata itulah yang keluar dari bibir Tiara.


"Berkencan!"


"Iya, kita belum pernah berkencan kan, ya! Meskipun dulu kita pernah jalan-jalan bersama, tapi itu belum bisa disebut kencan. Jadi aku ingin mengulanginya lagi, bagaimana? tapi jika kau tidak mau tak apa."kata Tiara, memancing.


"Baik! Tentu kita akan Berkencan malam ini, tapi ada satu hal yang mengganjal di hatiku, dan ganjalan itu harus segera aku singkirkan sebelum kita pergi Berkencan, agar Kencan kita lebih Romantis lagi."


"Apa itu?"


"Panggilan antara kita berdua, masa kau memanggilku dengan sebutan Nama, seperti kau memanggil Ken saja, aku inikan suamimu,"protes Arkan.


"Lalu kau mau aku panggil apa?"


Arkan tersenyum, matanya menatap langit-langit kamar, ia tengah berpikir nama panggilan yang cocok untuk dirinya ketika di sebut oleh Tiara.


"Bagaimana kalau Baby!"usul Arkan, dan sebenarnya usulan itu bukan baru ia dapat setelah beberapa detik berpikir, karena sesungguhnya ia sudah menyiapkan panggilan itu untuk dirinya sendiri.


"Apa! Baby!"


"Apa tidak terdengar aneh!"


"Apa tidak ada yang lain?"


"Kenapa? Apa kau tidak suka?"


"Bukan tidak suka, tapi aku rasa panggilan itu tidak cocok untuk mu."


"Apa benar begitu?"


"Iya,


"Lalu menurutmu panggilan apa yang cocok untukku?"


"Bagaimana kalau Mas!"


"Apa! Mas! Tidak! Aku tidak mau, apa bedanya aku dengan Mas-mas penjual nasi goreng itu! Kau pun memanggilnya dengan sebutan Mas!"protes Arkan yang tak terima jika ia harus di panggil Mas.


"Lalu aku harus memanggil mu apa?"


"Apa saja, yang penting Jangan Mas, ya! Setara dengan kata Baby!" Kata Arkan.


"Iya apa?"Tanya Tiara lagi.


"Bagaimana kalau sayang!"

__ADS_1


"Apa!"


"Aku tidak sanggup jika harus memangilnya seperti itu di depan orang banyak."


"Kenapa kau terkejut seperti itu! Apa kau tidak mau?"


"Bukan begitu, tapiii....!"


"Tapi apa sayang!" Kata Arkan, yang mendekat dan langsung memeluk istrinya itu.


"Ah! Baiklah! Aku rasa panggilan itu juga cocok untukmu,"kata Tiara mengalah, dari pada harus memakan waktu hanya karena sebuah panggilan. Bisa-bisa mereka tidak jadi Berkencan, karena sudah pasti Arkan tidak akan mau mengalah.


"Bagus! Dan mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan sayang dimanapun dan kapanpun, jika kau sampai lupa, kau akan tahu sendiri akibatnya. Karena aku akan memberikan hukuman yang sangat berat padamu, kau mengerti kan sayang!"kata Arkan, memberi peringatan dengan mengancam.


"Iya aku mengerti."


"Ya! aku harus menghindari hukuman beratmu itu."


🍂❤️❤️❤️❤️🍂


Malam hari!


Mereka benar-benar pergi Berkencan, pertama-tama mereka mengunjungi sebuah Restoran untuk makan malam.


Tentu saja perut mereka harus terisi lebih dahulu sebelum mereka melakukan Kencan.


"Tempat mana yang pertama ingin kau kunjungi di malam ini seperti ini?"tanya Arkan.


"Bagaimana kalau di Pantai dekat Hotel tempatku dulu bekerja, di malam hari pemandangan di sana sangat bagus, banyak lampu berkelap-kelip dan kembang api, tapi sayang dulu aku tidak pernah bisa melihat dan menikmatinya secara langsung karena aku sibuk bekerja."


"Kau tenang saja! Setelah makan kita pergi ke sana,"kata Arkan.


🍂❤️❤️❤️❤️🍂


30 menit kemudian.


Pasangan suami istri itu sudah sampai di Pantai yang Tiara ingin kunjungi.


Dengan antusias, Tiara melepaskan kedua sepatunya dan langsung berlari menapaki hamparan pasir di Pantai itu.


Meskipun suasana sudah malam tapi di tempat itu sangatlah ramai, terutama pasangan muda-mudi yang tengah memadu kasih sambil menikmati deburan ombak dan merasakan hembusan angin Pantai yang dingin.


Tiara lari menuju ke bibir Pantai.


Ia membiarkan Ombak menyentuh kaki telanjangnya.


Arkan mengikuti istrinya dari belakang.


"Apa kau bisa berenang?"Tanyanya yang melihat Tiara dengan berani bermain Ombak dan terus melangkah maju.


"Tidak!"Sahut Tiara, tanpa menoleh.


"Kalau begitu kemarilah, jangan terlalu dekat di bibir Pantai bagaimana kalau Ombak menyeretmu sampai ke tengah Laut,"kata Arkan.


"Kalau itu terjadi, kau akan menolong ku kan?"sahut Tiara.


mencoba menciptakan kata-kata Romantis, seperti di Drama yang ia pernah tonton.


Di dalam Drama yang ia tonton. Jika wanita berkata seperti itu pada pasangannya, dengan lantang pasangannya akan berkata (tentu saja aku akan menolong mu! Bahkan jika ombak sampai menyeretmu ke tengah lautan, aku tidak akan kalah dengan kecepatan ombak itu, dan aku akan merebut mu dari sang Ombak) Tiara terkekeh dalam hatinya.


Apa mungkin Arkan juga akan berkata seperti itu!


Tiara memejamkan mata, menikmati hembusan angin Pantai sambil menunggu jawaban dari Arkan.


"Tentu saja aku akan menolongmu! Tapi jika aku mengejarmu yang terseret Ombak, pasti kita akan berakhir di dasar Laut,"sahut Arkan.


"Kenapa bisa begitu?"Tiara menoleh melihat suaminya.


"Karena aku juga tidak bisa berenang! Bagaimana aku bisa menolongmu."


Tiara menghela nafas berat lalu menundukkan kepalanya.


"Memang Drama tidaklah sesuai Ekspektasi.".


"Cepatlah kemari jangan terlalu dekat-dekat di bibir Pantai!"panggil Arkan.


Tiara memundurkan langkahnya sedikit menjauh dari bibir pantai tapi Ombak masih bisa menyentuh kakinya.


Arkan memeluknya dari belakang.


"Apa kau senang?"


"Tentu saja! Aku sangat senang."


"Nikmatilah!"kata Arkan yang masih memeluk Tiara dari belakang.


"Apa kau tidak ingin menikmati keindahan Pantai ini, ayo kita bermain ombak!"

__ADS_1


"Aku lebih suka menikmatimu, daripada menikmati Pantai ini,"sahut lelaki itu, dengan tidak tahu malu karena ada beberapa orang yang memperhatikan mereka.


🍂❤️❤️❤️🍂


Setelah puas bermain Ombak dan menikmati keindahan malam di Pantai, Tiara mendudukkan dirinya di hamparan pasir, ia baru merasakan dingin di tubuhnya, sampai membuatnya menggigil.


"Apa kau kedinginan?"


Tiara mengangguk.


"Kalau begitu ayo kita kembali ke Hotel, kau bisa masuk angin jika berlama-lama di sini."


"Sebentar lagi! 15 menit lagi kembang apinya akan dimainkan,"sahut Tiara yang masih duduk sambil menatap langit.


Arkan membuka Jasnya, lalu memakaikannya pada Tiara.


"Pakailah ini, agar kau tidak kedinginan, tapi jika kau masih kedinginan aku akan membantu dengan memelukmu dari belakang."


Arkan ikut mendudukkan dirinya dengan posisi di belakang Tiara.


Mereka duduk bersama dengan Arkan yang melingkarkan tangannya di perut Tiara dan dagu yang ia tempelkan di pundak wanita itu.


"Apa kau sudah merasa hangat?"


Tiara mengangguk.


"Sudah!"


"Jika kau ingin lebih hangat lagi, ayo segera kita kembali ke Hotel,"bisik Arkan di telinga Tiara, namun lelaki itu bukan hanya berbisik tapi dia juga menggigit kecil telinga istrinya.


"Aaww! Apa yang kau lakukan, ini di tempat umum!"kesal Tiara.


"Memangnya kenapa jika di tempat umum, kita suami istri kan!"


"Tapi tidak seperti ini juga!"


"Sudahlah sayang, kau nikmati saja kembang apinya, dan aku menikmatimu,"kata Arkan sambil mencengkram dua benda milik Tiara.


"Aaah! Jangan seperti ini, malu jika di lihat dan di dengar orang!"protes Tiara, karena suaminya ini benar-benar tidak tahu tempat.


"Mereka tidak akan tahu jika kau tidak mendesah!"bisik Arkan, lalu ia menggigit leher istrinya itu.


"Dia benar-benar seperti Vampir!"


Pergerakan tangan Arkan semakin diaktifkan dan dia pun semakin liar menjamah istrinya di balik Jas yang menutupi tubuh Tiara.


Karena suara kembang api yang mulai meletup-letup dan suara sorakan pengunjung Pantai bisa menyamarkan suara pekikan Tiara hingga Arkan semakin giat menggoda istrinya itu.


Dan Malam itu berakhir dengan Arkan yang tersenyum puas dan Tiara yang nampak kesal.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Satu minggu kemudian.


Arkan tengah bersiap-siap untuk kembali ke Tanah air karena esok hari, adalah hari persidangan antara Bu Lastri dan Herman.


Arkan memang tidak bilang pada Tiara soal masalah ini, karena itu atas permintaan Ibu Lastri sendiri.


"Kau baik-baik lah di sini! Besok aku akan kembali lagi,"kata Arkan pada Tiara sebelum ia keluar dari kamar Hotel.


"Kau tidak perlu khawatir aku akan baik-baik saja di sini, aku titip salam untuk Ibu, Mamah dan Intan."


Sebelum pergi Arkan menciumi seluruh wajah istrinya dan ia memeluk erat.


"Ingat! Jangan terlalu dekat dengan siapapun."


"Iya aku mengerti."


Kali ini Arkan benar-benar harus pulang.


Karena ia harus menghadiri persidangan itu.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Di tempat lain.


Ken tengah menunggu di Bandara tentu saja untuk menjemput tuanya itu.


Dan lelaki itu juga sudah mempersiapkan semua yang di perlukan untuk persidangan besok.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2