
"Aku permisi Jay."
Dirasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan jalan Tiara pun pamit dari sana.
"Apa aku boleh mengantarmu ke Hotel?"
Dengan cepat Tiara menggeleng.
"Tidak usah! Terimakasih, aku bersama temanku Bulan."
Dan Tiara pun benar-benar pergi dari sana meninggalkan Jay, yang tengah mengalami sengatan luka di hatinya.
❤️❤️❤️
Bulan segera menghampiri Tiara.
"Apa yang dia katakan?"
"Tidak ada apa-apa!"
"Kau mencampakkannya?"Bulan bisa menebak itu.
"Apa aku terlihat seperti mencampakkannya? Tidak kan?"
"Iya tidak! Lagipula keputusanmu untuk memberi penegasan pada lelaki itu sudah tepat dan benar, kau harus menjaga perasaan suamimu, tapi aku hanya merasa kasihan saja pada. Dia sangat tampan tapi hatinya harus terluka,"kata Bulan.
"Sudahlah! Ayo kita kembali ke Hotel hari sudah mulai gelap."
🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂
Di tempat lain.
Arkan tengah berada di kamarnya.
Baru setengah hari ia meninggalkan istrinya di sana, lelaki itu sudah dilanda kerinduan yang amat luar biasa.
Ia meraih ponselnya lalu melakukan Video Call dengan istrinya itu.
Tapi karena Tiara masih berada di perjalanan menuju Hotel, dia tidak bisa membalas panggilan Video suaminya.
Tiara hanya mengirimkan pesan Jika ia sedang berada di perjalanan menuju ke Hotel dan akan menghubunginya setelah sampai sana.
Dan Arkan mengerti itu.
Di saat yang bersamaan.
Arkan mendapatkan notifikasi pesan dari orang-orang yang ia utus untuk menjaga Tiara di sana.
Notif itu bukan hanya sebuah pesan teks, tapi ada Video di sana.
Arkan terkejut! dan Sudah menajamkan matanya, ia hampir saja melempar benda pipih yang ada di tangannya itu tatkala melihat gambar Video itu adalah Jay dan Tiara tengah berdiri, berdua saja.
Dengan nafas yang memburu dan hati yang diselimuti rasa takut, Arkan memutar Video itu.
Setelah beberapa menit Arkan menyaksikan Video yang dikirim oleh anak buahnya Arkan tersenyum lega ketakutannya sudah memudar Dan di saat itu juga Ia mendapat keyakinan jika Tiara mencintainya.
Video yang Arkan tonton adalah percakapan antara Tiara dan Jay.
Orang yang disuruh Arkan untuk mengawasi dan menjaga Tiara, merekam percakapan mereka.
Awalnya mereka ingin menarik Jay ketika Jay memaksa Tiara untuk bicara dengannya, tapi niatnya itu mereka urungkan karena melihat Tiara yang menyetujui bicara dengannya.
__ADS_1
Mereka memiliki ide untuk merekam semua percakapan Nonanya dan Jay.
Setelah melihat hasil Video yang mereka rekam, mereka jadi yakin jika Video itu di kirimkan pada Tuannya, mereka pasti mendapatkan bonus yang besar dari Arkan.
Tepat sekali!
Arkan mengulangi Video itu sampai beberapa kali, ia sangat puas dan merasakan bahagia di hatinya. karena Tiara dengan tegas menolak Jay dan mengatakan bahwa ia mencintai suaminya.
Setelah puas menonton Video yang ia putar berulang-ulang, Arkan mengetikkan pesan pada orang-orang suruhannya yang ada di sana.
(Pekerjaan yang sangat bagus dan memuaskan! Gajimu akan saya naikkan 10 X lipat)
Dan itulah pesan yang Arkan kirimkan pada orang yang ada di sana, dan sudah pasti akan disambut dengan riang gembira oleh para pengawalnya Tiara.
Berbeda sekali Jika mereka mengirimkan kabar sebaliknya dari Video itu, sudah pasti para pengawal Arkan di sana akan dihukum gantung.
Beberapa menit kemudian.
Tiara menghubunginya.
Sontak akan mengembangkan senyum terbaik yang ia miliki.
Dan dengan semangat Arkan mengalihkan panggilan suara itu ke panggilan viydeo ia sudah sangat merindukan wajah istrinya.
🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂
Keesokan harinya.
Arkan, Bu Lastri, serta Ken dan Tri bersiap-siap menuju ke pengadilan.
Mereka sangat optimis jika hari ini mereka pasti akan memenangkan hak asuh Intan, karena mereka sudah mengumpulkan semua bukti-bukti jika Herman bukanlah orangtua yang baik untuk Intan.
🍂❤️❤️❤️❤️❤️🍂
Sama halnya dengan keluarga Arkan.
Herman pun tengah bersiap-siap untuk pergi ke pengadilan, Merlin sudah menyiapkan bukti-bukti yang ia kumpulkan lewat bantuan beberapa anak buahnya, dan wanita itu juga sudah mempersiapkan pengacara terbaik yang ia kenal.
Merlin sangat optimis jika Intan akan bisa ia bawa pulang.
Merlin sangat yakin, karena ia sudah menyusun rencana-rencana baru di otaknya, untuk menghancurkan keluarga Arkan.
Saat ini Merlin tengah marah pada Arkan dan Tiara, karena kedua manusia itu sudah membuat Berlian terluka.
Karena sudah satu minggu ini Berlian mengurung diri di Kamar tak mau keluar dan tak mau makan, Gadis itu menyiksa dirinya sendiri karena dicampakkan oleh Arkan membuat Merlin semakin murka kepada Tiara.
Wanita itu akan selalu menyalahkan Tiara, dan dia bersumpah akan merebut dan menghancurkan semua yang dimiliki Tiara.
Dan Merlin juga akan bersumpah akan membuat Tiara berakhir seperti Rossa, ibunya.
Setelah Merlin memastikan kondisi Berlian di kamarnya, wanita itu segera pergi ke persidangan bersama Herman.
"Pokoknya kau harus bisa mengambil alih Intan dari Tiara pah!"kata Merlin yang saat ini sudah berada di dalam mobil.
Herman diam saja tak menyahut perkataan istrinya itu.
Karena sebenarnya, pria itu tengah ragu Jika ia akan berhasil mendapatkan hak asuh Intan dengan apa yang selama ini ia lakukan pada anak-anaknya.
Tapi Merlin sudah memalsukan semua bukti-bukti ketidak perdulian Herman pada putri-putrinya, hingga membuat wanita glamour itu yakin jika Herman akan membawa pulang Intan Intan.
__ADS_1
🍂❤️❤️❤️❤️🍂
Di persidangan.
Dan debat di antara kedua belah pihak pun telah dimulai.
Pihak Herman sudah meluncurkan semua barang-barang bukti yang ia dapat.
Dan Merlin pun mendatangkan saksi palsu di sana yang memberatkan Lastri.
Semua bukti yang Merlin tunjukkan di persidangan mengatakan bahwa Lastri yang memisahkan Herman dengan putrinya karena Lastri tidak memiliki seorang anak hingga ia ingin menguasai dua Putri Herman.
Saksi juga mengatakan jika Lastri memanfaatkan sakitnya Intan untuk memeras keuntungan dari keluarga Herman.
Herman diklaim sebagai orangtua yang baik yang rela berkorban apapun demi putrinya bahkan Herman pun mendonorkan sumsum tulang belakangnya demi kesembuhan Intan, namun ia tidak diizinkan oleh Lastri untuk menemui putrinya bahkan hanya untuk menjenguknya beberapa menit pun wanita itu tidak mengizinkannya.
Begitulah kata-kata yang keluar dari bibir Merlin untuk membela suaminya agar memenangkan hak asuh Intan.
Setelah memakan waktu cukup lama mendengarkan bualan Merlin dan Herman beserta kebohongan dari para saksi dan bukti-buktinya.
Kini giliran pihak Arkan yang mengeluarkan semua bukti-bukti yang sudah di kumpulkan selama satu minggu ini.
Pertama-tama kuasa hukum dari pihak Bu Lastri menunjukkan bukti bahwa 10 tahun yang lalu Herman meninggalkan kedua putrinya.
Dan semenjak saat itu juga, pria itu sudah tidak lagi menafkahi dan mengurusi bahkan menanyakan kabar kedua putrinya.
Bahkan Herman pun tidak tahu kelahiran Intan, lelaki itu sungguh tidak tahu anak itu lahir di bulan berapa dan tanggal berapa.
Ketika Hakim menanyakan itu semua, Herman gugup! Ia benar-benar tidak tahu tanggal berapa dan Jam berapa Intan dilahirkan.
Dan Merlin pun merasa kecolongan akan hal ini dia tidak menyangka jika perkara lahirnya Intan akan dibahas di pengadilan ini hingga membuat ia tidak bisa mempersiapkan semuanya.
Dia hanya berambisi untuk mendapatkan Intan hingga Ia hanya mengumpulkan bukti-bukti di garis besarnya saja tanpa memikirkan masa lalu Intan seperti apa.
Merlin memelototi Herman untuk menjawab pertanyaan.
Namun Herman yang tidak mengetahui kapan Intan dilahirkan menjadi salah dalam menjawab.
Dan hal itu saja sudah mampu memberatkan pria itu.
Beberapa menit kemudian tim Arkan kembali melemparkan beberapa barang bukti yang benar-benar sangat memberatkan Herman.
Bahkan entah dapat dari mana, Ken menunjukkan bukti-bukti bahwa semua kesaksian dan bukti yang Merlin bahwa di pengadilan ini adalah palsu!
Mendapati kebenaran itu, tanpa melakukan sidang kedua Hakim sudah memutuskan jika Lastri lah yang berhak mengasuh Intan.
Lastri dan Tri tersenyum lega dan bahagia.
Sementara Merlin wajahnya memerah bahkan sampai berasap menahan marah dan kesal di hatinya.
Ia sungguh tidak siap dengan kekalahan ini, tapi bukan Merlin namanya Jika ia menyerah begitu saja.
Ia menatap murka Arkan, ketika melihat lelaki itu Merlin jadi teringat Berlian yang tengah frustasi karena dicampakkan oleh.
"Kalian jangan senang dulu! Karena aku masih mempunyai 1001 Cara untuk menjatuhkan dan menghancurkan keluarga kalian,"guma Merlin sambil mengepalkan kedua tangannya ia meremas kuat jari-jarinya menggambarkan Jika ia tengah meremas Tiara.
🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️