
"Sepertinya kau melupakan itu."sahut Arkan dengan wajah yang ia bikin sesedih mungkin.
"Melupakan apa?"
"Biar aku ingatkan kembali, kau dengar baik-baik!"
Taira mengangguk!
Arkan mulai membelai lembut rambut Tiara, lalu ia kembali mengulangi kata-katanya siang tadi.
"Tiara, aku Mencintaimu!"
"Aaah kata-kata itu, tentu saja aku tidak akan bisa lupa, bahkan di seumur hidupku."
"Kenapa kau diam saja!"protes Arkan.
"Kau mau aku bicara apa?"
"Aku sudah mengatakan Cinta padamu, apa kau tidak ingin melakukan hal yang sama?"
"Dia percaya diri sekali kalau aku juga mencintainya."
"Tiara!"
"Aku tidak tau harus bicara apa? Aku merasakan nyaman ketika bersamamu, aku merindukanmu saat aku tidak bertemu dengan mu dan aku....!"
"Itu artinya kau juga mencintai ku!" Potong Arkan.
Tiara tersenyum, bagaimana bisa ia menyimpulkan sendiri, jika orang lain mencintainya.
Arkan kembali membelai Rambut Tiara, dan berkata.
"Tiara, jika memang kau belum benar-benar mencintaiku tidak apa-apa, aku akan menunggu sampai kau mencintaiku sama seperti aku mencintaimu, tapi aku tidak akan mengizinkan kau untuk menyukai atau mencintai laki-laki lain selain aku."
"Jika aku bilang, aku mencintaimu, bagaimana dengan Berlian?"Sahut Tiara.
"Kenapa kau malah memikirkannya, aku sudah tidak peduli dengannya, sekarang aku hanya peduli padamu,aku sangat senang jika kau juga mencintaiku."
"Arkan, Apa boleh aku bertanya sesuatu?"
"Katakanlah!"
"Kenapa kau tidak mencintai Berlian, sedangkan kau bersamanya sudah lebih dari 2 Tahun, bagaimana kau bisa bertahan dengan hubungan itu jika memang tidak ada cinta?"
Arkan menghembuskan nafasnya ia kembali mengingat pristiwa beberapa tahun silam.
"Aku terpaksa! Karena secara tidak sadar dan tanpa pikir panjang aku mengucapkan sebuah janji pada Berlian."
Tiara semakin tertarik dan penasaran dengan masa lalu Arkan dan Berlian.
"Janji!"
"Iya, janji bahwa aku akan terus menjaga Berlian, bersama Berlian, dan menyayangi Berlian sama seperti Vino. Aku pikir akan sangat mudah menaati semua janji yang aku ucapkan padanya, karena pada awalnya aku memang tertarik dengan Berlian, bahkan aku sampai bersaing dengan Jay untuk mendapatkannya. Tapi ternyata itu semua tidaklah mudah, setelah aku bersama Berlian aku tidak merasakan apapun padanya dan aku sadar kalau aku tidak mencintainya, tapi sebisa mungkin aku membuka hati dan mencoba Mencintai Berlian dan itu tetep tidak bisa, aku hanya menganggapnya sebagai tanggung jawabku atas kematian Vino." Jelas Arkan.
"Siapa Vino?"Tanya Tiara.
*
*
π FLASH BACK π
Arkan, Jay dan Vino adalah sahabat baik sejak duduk di bangku SMA.
__ADS_1
Bahkan ketika menempuh pendidikan di jenjang kuliah mereka bertiga pun masih bersama.
Saat itu di Kampus ada mahasiswa baru yang sangat cantik dan mampu menarik perhatian semua lelaki di sana.
Dia adalah Berlian.
Semua lelaki berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian dan cinta dari gadis itu.
Termasuk Arkan, Jay dan Vino.
Mereka bersaing secara sehat untuk mendapatkan Berlian.
Tapi lama-lama persaingan sehat itu berubah menjadi penyakit, karena adanya kecurangan di antara mereka bertiga.
Hingga pada akhirnya Berlian memilih Vino sebagai kekasihnya, dan membuat persahabatan mereka sedikit renggang.
Sebenarnya tidak masalah bagi Arkan karena ia tidaklah sungguh-sungguh menyukai Berlian, ia hanya tidak mau kalah saing dengan 2 sahabatnya itu.
Karena yang benar-benar mencintai Berlian adalah Vino.
Satu Tahun berlalu.
Hingga sebuah kejadian tragis menimpa Vino.
Vino yang seorang mahasiswa teladan terkenal baik dan menjadi panutan bagi siswa yang lainnya tiba-tiba tertimpa masalah yang mengubah hidupnya.
Vino dituduh melakukan pelecehan pada salah satu mahasiswi di Kampus, dan berita itu dengan cepat menyebar dan meluas, semua orang berbondong-bondong menghujat dan menghakimi Vino, membuat lelaki itu mengalami depresi berat.
Tidak ada yang percaya padanya sekalipun dia sudah bersumpah, bahkan kedua orang tua dan kerabatnya pun tidak mempercayai ucapan Vino.
Dalam hidup Vino hanya 3 orang yang berarti baginya.
Yaitu!
Berlian, Jay dan Arkan.
Hingga di suatu malam, Vino berada di titik keputusasaan.
Begitu banyak orang di luar sana yang menghujat mencaci dan mengumpatnya bahkan orang tuanya sendiri, ia tidak tahu lagi harus mendapatkan kepercayaan dari siapa tapi Vino masih mengingat kedua sahabatnya itu.
Ia menghubungi Jay, dan lelaki itu dengan sangat yakin kalau dia mempercayai Vino dengan sepenuhnya.
Vino sedikit lega dan senang, tapi ia mengira jika Jay hanya tengah menghiburnya saja.
Vino kembali mencari keyakinan dari Arkan.
Tapi sayang di saat Vino menghubungi Arkan, Arkan tidak menjawab dan membalas pesannya.
Hal itu membuat Vino salah paham, ia mengira jika Arkan tidak mempercayainya bahkan membencinya sebab itu ia tidak mau mengangkat dan membalas pesannya.
Vino menjadi gelap hati.
Apa artinya hanya satu orang yang mempercayainya sedangkan ratusan orang membencinya dan menuduhnya.
Vino memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di malam itu.
*
*
Berita kematian Vino menghebohkan.
Berlian sampai histeris ketika melihat kekasihnya meninggal dengan cara seperti itu.
__ADS_1
Berlian dan Jay menyalahkan Arkan atas meninggalnya Vino, karena ia tidak membalas dan menjawab pesan Vino padahal saat itu Vino sangat membutuhkan dorongan agar tetap kuat menjalani masalah berat yang menimpanya.
Sama seperti Jay, Arkan juga sangat terkejut dan terpukul dengan kematian Vino.
"Ini semua karena kesalahan mu Ar, apa kau menyimpan dendam pada Vino, karena kau kalah saing dengannya! hingga di saat dia membutuhkan Suport untuk bertahan hidup, kau malah mengabaikannya!"Maki Jay.
Namun seperti apapun Arkan menjelaskan Jay tidak mempercayainya.
Malam itu Arkan mengalami kecelakaan meskipun itu tidak sampai membuatnya terluka parah, tapi ia kehilangan ponselnya.
Padahal Jay sudah mendapati beberapa luka di tubuh dan wajah Arkan, tapi lelaki itu seolah menutup mata, dan tetep menganggap Arkan bersalah dan harus bertanggung jawab atas kematian Vino.
Arkan yang selalu di sududkan dan salahkan menjadi yakin kalau dia memang bersalah.
Arkan iba melihat Berlian yang benar-benar terpukul atas kematian Vino, dari sini Arkan coba mendekati Berlian kembali dengan maksud menghibur gadis itu.
Berlian selalu bercerita tentang Vino yang sangat mencintainya dan akan selalu bersamanya, hingga tak senaja Arkan mengatakan.
"Aku Akan terus menjaga dan bersamamu."
"Apa kau akan menggantikan Vino?"
"Vino tidak bisa di gantikan dengan siapapun,aku terlalu buruk untuk menjadi seperti Vino, tapi aku akan berusaha menggantikan tanggung jawabnya."
berlian tersenyum mendengar kata-kata Arkan, hingga ia mampu melupakan Vino dan terus bergantung pada Arkan.
Jay, yang masih menyimpan marah pada Arkan, tak terima dengan cara Arkan yang mendekati Berlian.
Ia mengira bahwa Arkan memanfaatkan situasi agar dapat memiliki Berlian.
Padahal Arkan tidaklah Mencintai Berlian.
Kedua lelaki itu kembali bersaing untuk mendapatkan Berlian, Berlian juga sangat dekat dengan Jay bahkan mereka seperti sepasang kekasih.
Tapi entah mengapa Berlian lebih memilih Arkan, disaat Arkan di angkat menjadi Prsedir menggantikan Wilson.
Mereka bersama meskipun Tri menentangnya.
Tapi Arkan sama sekali tidak mencintai Berlian, seperti apapun Gadis itu merayu dan memaksanya untuk melakukan hubungan lebih jauh dari sekedar kekasih Arkan selalu menolaknya dengan berbagai alasan.
π FLASH BACK OFπ
*
*
*
Tiara tertegun mendengar cerita dari Arkan.
"Kau tahu, kaulah wanita pertama yang aku sentuh, dan kau akan satu-satunya untuk ku,"kata Arkan.
"Benarkah!"
"Tentu saja!"
Tiara tersenyum dan untuk pertama kalinya ia memeluk Arkan terlebih dahulu.
πππππππ
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya ya π
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya ππ
Love Banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈ itu