Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 89. Fakta


__ADS_3

"Jay!"


"Iya Ar, itu semua ulah Jay, dia yang menyuruh pelayan Hotel memberikan mu minuman agar kau tidak sadarkan diri."


❤️


Jadi! pada itu.


Berlian memang tidak berniat untuk membuat Arkan tidak sadarkan diri. Itu semua ulah Jay.


Pada saat itu Berlian hanya bermaksud menjebak Tiara.


Ia sudah tahu sejak lama jika Tiara anak dari Herman Papahnya, Berlian sangat membenci Tiara, karna ia selalu di cap sebagai anak dari seorang pelakor.


Sejak sekolah Berlian selalu menjadi bahan bully teman-temannya karena ulah Ibunya yang menikah dengan pria beristri bahkan si pria sampai meninggalkan istrinya demi bersama Ibunya.


Tapi rasa kesal dan marah Berlian ia tuangkan pada wanita yang menjadi istri Herman sebelumnya yaitu Rossa, Berlian mencari tahu tentang wanita itu dan ia mendapati fakta jika wanita itu sudah meninggal dunia.


Tapi di saat itu juga Berlian mengetahui Jika ternyata Rossa dan Herman memiliki anak perempuan yang usianya sama dengannya yaitu Tiara.


Berlian mencari tahu semua tentang Tiara.


Dan tentu saja, itu bukanlah hal yang sulit bagi Berlian.


Berlian yang sangat membenci Rossa melampiaskan semuanya pada Tiara, ia ingin merusak Tiara, ia ingin saudarinya itu di Cap sebagai Gadis murahan. Dan menghancurkan masa depannya.


Hingga ide gila muncul di benak Berlian.


Berlian meminta Wina, sahabat Tiara untuk membawa Gadis itu di sebuah Hotel, pada awalnya Wina menolak permintaan Berlian.


Tapi, ketika Berlian mengatakan bahwa ia hanya ingin berbicara dengan Tiara dan tidak melakukan apapun, membuat Wina menyetujui permintaan Berlian,


dan Berlian juga memberikan sejumlah uang pada Gadis yang saat itu benar-benar tengah membutuhkan uang.


Berlian menyampaikan niat jahatnya itu pada Jay.


Ia meminta Jay untuk meniduri Tiara di Hotel yang sudah ia siapkan, dan Berlian juga meminta Jay untuk membuat Video dan beberapa foto di saat mereka melakukan itu di kamar Hotel.


Namun Jay menolak!


Tapi Berlian berusaha keras membujuk dan merayu Jay agar mau membantunya.


Dan sekali lagi, Jay menolak dengan tegas.


Di saat mereka tengah berbicara, Berlian menerima telepon dari Arkan.


Lelaki itu mengajak Berlian bertemu di sebuah Hotel, karena Arkan ingin memberikan kejutan pada Kekasihnya itu.


Secara tidak senaja Jay mendengar semua percakapan mereka.


Dan tiba-tiba ide gila pun terlahir di otak Jay.


Ia menyetujui permintaan Berlian. Dengan syarat Berlian harus membawa Tiara (pada saat ini Jay belum pernah mengenal dan bertemu Tiara) ke Hotel yang sama di mana Arkan membuat janji dengan Berlian.


Dan tanpa melibatkan firasat curiga, Berlian pun memenuhi syarat dari Jay.


Kedua orang ini dengan semangat melakukan rencana yang ada di otak mereka masing-masing


Wina berhasil memancing Tiara datang ke Hotel.


Dan sebelumnya.


Jay sudah berhasil membuat Arkan tidak sadarkan diri dengan bantuan petugas Hotel.


Berlian tidak turun tangan langsung, begitupun dengan Jay.


Jay hanya memerintahkan petugas Hotel untuk membuat 2 orang itu tidak sadar, dan tempatkan mereka di satu kamar dengan posisi yang fulgar.


Dan Jay pun mengulur-ngulur waktu Berlian agar Gadis itu tidak segera datang ke Kamar yang sudah Arkan pesan.


Dan Jay juga lah.

__ADS_1


Yang membuat drama penggerebekan itu. Tidak hanya itu, Jay juga menelpon beberapa wartawan untuk datang ke Hotel itu.


Entah apa maksud dan tujuan Jay melakukan itu.


Tapi yang jelas, saat ini lelaki itu tengah menyesal. Kenapa dulu ia tidak menerima tawaran Berlian, ia malah membuat Gadis yang di tawarkan oleh Berlian tidur bersama Arkan.


❤️❤️❤️


Arkan mendengus kesal mendengar cerita dari Berlian.


Tapi tetap saja Ia juga kesal dengan wanita itu karena Berlian sungguh tega dan kejam ingin merusak saudarinya sendiri.


Untung saja itu semua tidak terjadi.


Seperti apa yang di katakan Jay beberapa hari yang lalu.


Jika saja saat itu Jay tidak menolak permintaan Berlian mungkin saat ini ialah yang akan menjadi suami Tiara.


"Ar, sekarang Kau percaya kan jika aku tidak bersalah itu semua ulah Jay, Jay yang melakukan itu semua bukan aku."


"Tapi kaulah dalang dibalik semua ini, tapi tidak apa-apa. Aku sudah memaafkan perbuatanmu itu."


Berlian mengulas senyum mendengar perkataan Arkan yang ternyata memaafkannya.


Tapi ternyata Arkan belum menyelesaikan ucapannya.


"Aku memaafkanmu, karena perbuatanmu itu aku jadi bisa bertemu dan menikah dengan Tiara. Jika bukan karena itu, tentu aku akan memberimu pelajaran. Tapi tetap saja! kau jangan senang dulu sepertinya aku harus tetap memberimu pelajaran, dan itu akan aku serahkan pada Tiara Seperti apa dia membalasmu."


Tiara hanya bisa terbengong tak percaya dengan apa yang dilakukan Berlian.


Sungguh ia tega melakukan itu pada saudarinya sendiri.


Tiara salah! Dan ia baru menyadari, jika Berlian tidak pernah menganggapnya sebagai saudari hanya ialah yang menganggap Gadis itu sebagai keluarganya.


Herman pun cukup tercengang dengan fakta ini.


Ia tidak habis pikir kenapa Berlian bisa bertindak setega itu dengan Tiara, ia hampir merusak Tiara , dan mempermalukan Tiara saudarinya sendiri.


Tapi! Lagi-lagi Herman tidak bisa marah pada Putri kesayangannya itu.


Arkan melingkarkan tangan di pinggang Tiara lalu mencium pipi istrinya itu.


"Sayang! Pembalasan Apa yang kau inginkan pada wanita itu?"tanya Arkan sambil menunjuk Berlian.


Tiara yang masih terkejut dan tak percaya, tidak bisa langsung menjawab apapun yang Arkan tanyakan pada dirinya.


Ia hanya meminta kalau ia ingin pulang saat itu juga.


Arkan yang menyadari jika Tiara tidak nyaman dan terkejut akan fakta itu menuruti permintaan istrinya untuk pulang ke Rumah.


Tapi sebelum ia benar-benar melangkahkan kaki keluar dari Rumah Merlin.


Arkan sekali lagi mengucapkan kata-kata pada Berlian, dan kata-kata itu lebih tepat di sebut sebagai ancaman, karena Arkan berkata Jika ia tidak akan melepaskan Berlian sekalipun Tiara memberi maaf padanya.


Melihat Arkan yang pergi dari Rumahnya.


Membuat Berlian histeris.


Ia berlari mengejar lelaki itu tapi Herman menahannya.


"Cukup Berlian! Papa bilang cukup! Hentikan! sudah sampai di sini saja."


"Tidak Pah! Aku tidak boleh membiarkan Arkan pergi begitu saja, aku harus mencegahnya."


"CUKUP BERLIAN!"bentak Herman yang sontak membuat Berlian diam tak memberontak, dan langsung menatap lekat Papanya Itu.


❤️❤️


Arkan dan Tiara kembali ke mobil dan mereka segera melaju meninggalkan Rumah Merlin.


❤️❤️

__ADS_1


Sesampainya di Rumah.


Tiara meminta Ibunya dan Adiknya agar segera beristirahat.


"Iya kak, aku tidur dulu ya!"


"Iya sayang selamat malam!"


Intan berlalu terlebih dahulu ke Kamarnya.


"Nak kau baik-baik saja?"tanya Bu Lastri yang menyadari jika Tiara tidak seperti biasanya ada raut kekecewaan dan sedih di wajah anaknya itu.


"Tidak apa-apa Bu, aku hanya sedikit lelah saja."


"Kalau begitu kau beristirahatlah."


"Iya Bu."


Tiara pun bergegas masuk ke dalam Kamar dan diikuti Arkan di belakangnya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Arkan yang saat ini mereka sedang berada di dalam Kamar.


"Aku baik!"


Namun, meskipun Tiara mengatakan jika ia baik-baik saja, tentu Arkan menyadari jika istrinya itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.


Ia membawa Tiara kedalam pelukannya.


"Tenanglah aku akan membalas semua perbuatan mereka padamu."


Tiara terisak di pelukan Arkan.


Ia menangis bukan karena perbuatan Berlian, tapi! lagi-lagi Tiara sedih dan kecewa karena Herman Ayahnya.


Sebegitu tidak perdulikah Herman padanya!


Sampai Berlian berbuat sejahat itu pun Herman tidak menegur gadis itu.


Herman bersikap seperti bukan seorang ayah pada Tiara ketika mendengar, jika Berlian hampir saja merusak masa depan putrinya.


Tiara masih terisak di pelukan Arkan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


PLAK!


Merlin melayangkan tamparan kuat di wajah Herman, karena telah berani membentak Berlian sampai membuat Gadis itu tersentak dan ketakutan.


"Kau! Berani membentak Berlian sampai seperti ini?"ucap Merlin dengan suara tinggi sampai otot-otot di lehernya menonjol menampakkan diri.


Herman menyentuh pipinya yang tentu saja terasa sangat perih dan panas.


Tapi itu tidak seberapa karena Herman justru merasa lebih perih di hatinya.


Kenapa Merlin sekurang ajar ini pada Suaminya?


Kenapa Merlin berani membentak, dan menunjuk wajahnya suaminya!


Herman tiba-tiba teringat dengan Rossa.


Wanita itu sekalipun tidak pernah meninggikan suaranya ketika berbicara dengan suaminya, apa lagi untuk membentak dan menunjuk wajah suaminya.


"Merlin!"kata Herman dengan suara lirih.


"Apa!"sahut Merlin, dengan suara tinggi sambil melebarkan kedua matanya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏🤗


Mohon dukungannya ya 🙏🤗

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗🤗


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2