
Tiara sudah memulai kompetisinya.
Hari demi hari ia berhasil melewati seleksi di babak penyisihan, dan beberapa hari lagi ia akan menuju final.
Tiara sangat terkejut ketika mendapati jika juri di final nanti adalah Jay.
Dan di sini juga Tiara baru mengetahui bahwa Jay bukanlah koki di Dragon Resto melainkan, ialah pemilik Restoran terbesar di seluruh Dunia itu.
Dan hari ini, Jay mengunjungi Galeri tempat kompetisi itu.
Ia mengulas senyum senang ketika melihat Tiara ada di sana.
Di saat Tiara tengah berjalan keluar dari Galeri, dan akan kembali ke Hotel bersama Bulan ia dikejutkan oleh Jay.
"Bagaimana dengan kabarmu! Kau kembali ke Tanah air tanpa memberi kabar padaku, dan kau kembali lagi ke sini pun tidak memberitahuku,"kata Jay yang tiba-tiba muncul di hadapan Tiara.
"Jay!"Tiara tidak terlalu terkejut, karena ia tahu jika Jay akan menjadi juri di kompetisi itu jadi wajar sekali jika dia ada di sana.
Tapi yang membuatnya terkejut kenapa Jay menghampirinya.
Beberapa langkah Jay berjalan Lebih mendekati Tiara.
"Apa kita bisa bicara sebentar?"
"Maaf Tuan Jay, tapi saya harus segera kembali ke Hotel karena ini sudah sore,"sahut Tiara yang berusaha menolak ajakan Jay, yang meminta bicara dengannya.
Jay terkekeh ketika mendengar Tiara menyebutnya Tuan.
"Aku sungguh tidak nyaman dengan sebutan mu itu."
Meskipun Jay merasa tidak nyaman. Tapi Tiara tetap menyebutnya dengan sebutan Tuan, karena Tiara merasa itulah sebutan yang cocok untuk lelaki yang ada di hadapannya ini.
Dia adalah orang besar, bukan koki amatiran seperti dia.
"Maaf Tuan. Saya permisi harus segera pulang,"kata Tiara yang sudah tidak menghiraukan Jay lagi lalu ia berjalan melewati lelaki itu, diapun sedikit kecewa dengan lelaki itu karena selama ini telah membohonginya.
Ketika Tiara berlalu di hadapannya dengan cepat Jay mencekal tangan wanita itu.
Dan hal itu sontak membuat Tiara dan Bulan tersentak.
Tiara segera menepis tangan Jay yang mencekal lengannya, tapi dia masih tidak mau melepaskannya.
"Maaf Tuan Jay tolong jangan seperti ini di tempat umum, bagaimana jika ada yang melihat!"kata Tiara.
Dan Bulan pun berusaha membantu temannya itu.
"Benar Tuan Jay. Tolong jangan persulit kami dengan tindakan anda yang seperti ini, karena jika ada orang lain yang melihat anda seperti itu dengan Tiara, orang-orang pasti akan menilai buruk apalagi anda juri di sini."
__ADS_1
"Aku akan melepaskan dia jika Tiara mau bicara denganku, tidak lama! Aku hanya meminta waktu 10 menit saja untuk bicara dengannya."
Dirasa perkataan dia tidak main-main, dan ia benar-benar tidak akan melepaskan Tiara jika Tiara tidak mau bicara dengannya.
"Baiklah! Kita bicara selama 10 menit,"kata Tiara menyerah. Dan Tiara rasa ia juga harus bicara pada Jay, agar lelaki itu tidak terus berharap padanya.
"Apa kau yakin?"tanya Bulan.
Tiara mengangguk.
"Tidak apa-apa aku hanya bicara dengannya 10 menit kau tunggulah di luar."
"Baik!"
Bulan keluar terlebih dahulu.
Dan Jay mengajak Tiara untuk duduk di kursi yang berada di dekat pintu Galeri.
"Apa yang ingin kau bicarakan Jay?"
"Nah seperti itu dong! Panggil dengan sebutan Jay saja, karena aku tidak suka jika kau memanggilku Tuan Jay."
"Waktu sudah berkurang 2 menit, dan hanya menyisakan 8 menit lagi,"kata Tiara yang melilit jam di pergelangan tangannya.
Lagi-lagi Jay terkekeh.
"Kau lucu sekali."
"Sepertinya kau kesal sekali denganku, apa karena aku membohongimu selama ini! Sebelumnya aku minta maaf, aku tidak bermaksud membohongimu, aku hanya ingin Lebih dekat denganmu saja dengan berpura-pura sebagai koki di Dragon Resto karena jika aku bilang kalau aku pemilik di sana kau pasti tidak mau berteman denganku kan!"kata Jay.
"Tidak masalah! Lupakan saja aku tidak marah kok, itu hakmu ingin menyembunyikan identitasmu atau tidak. Apa itu saja yang ingin kau bicarakan, kalau sudah aku harus pergi Jay."
Ya!
Tiara harus benar-benar menghindari lelaki ini agar tidak menimbulkan masalah, karena jika sampai Arkan tahu jika Jay menemuinya kemungkinan besar akan terjadi perang besar di antara mereka berdua.
"Tentu saja belum, aku belum selesai bicara denganmu karena ada satu jawaban yang belum kau ucapkan padaku."
"Apa?"bingung Tiara.
"Kau belum menjawab, atas pertanyaanku beberapa bulan yang lalu mengenai perasaanku padamu."
"Jay! Sebelumnya aku minta maaf, tapi kau tahu kan aku sudah menikah, jadi Kau pasti tahu kan jawaban apa yang akan aku berikan padamu."
"Dan kau juga tahu bukan, jika aku tidak menerima penolakan darimu!"kata Jay.
"Tiara, aku tahu pernikahanmu dan Arkan bukanlah pernikahan seseorang yang saling mencintai, Jadi jika kau memang sudah tidak mau bersama dengan Arkan kau katakan padaku aku akan membantumu untuk terlepas dari pernikahan ini, bukankah kau sudah menggugat cerai lelaki itu?"
__ADS_1
"Jay! Awalnya aku pun berpikir seperti itu, berpikir jika pernikahanku dan Arkan tidak akan bisa bahagia karena kami tidak saling mencintai, tapi seiring berjalannya waktu, cinta itu sudah hadir di hati kami, mengenai aku menggugat cerai Arkan, kau tahu sendiri kan alasanku apa? Dan aku sudah melihat kesungguhan dari mata Arkan bahwa ia akan benar-benar memperbaiki pernikahan kami, dan aku pun tidak bisa mengabaikan kesungguhannya begitu saja, karena pernikahan bagiku adalah hal yang sakral dan bila perlu hanya dilakukan satu kali di seumur hidup kita, jadi aku akan mencoba mempertahankan pernikahanku dan Arkan."
"Tapi kau tidak mencintai Arkan kan?"
Tiara menatap lekat Jay.
"Dulu memang tidak, tepatnya di saat kami baru menikah dan Arkan masih memiliki hubungan dengan Berlian. Tapi, entah kapan perasaan itu muncul, dan aku meyakinkan hatiku sendiri bahwa saat ini aku mencintai Arkan."
Pengakuan Tiara bagai pukulan keras untuk Jay.
Meskipun dia sudah tahu jawabannya akan seperti ini tapi entah mengapa ia masih merasakan sakit di hatinya.
"Arkan! dia selalu memenangkan semuanya, dia selalu merebut apa yang ingin aku miliki."
"Sekali lagi, aku minta maaf padamu Jay, kalau lelaki baik. Kau pasti akan mendapatkan Gadis yang jauh lebih baik daripada aku."
Jay mengangguk. Dan ia menyunggingkan senyum getir.
"Baiklah! Tentu aku tidak bisa memaksamu untuk menjadi milikku, jika kau tidak mencintaiku. Aku harap kau bahagia dengan pilihanmu, tapi jika Arkan sampai menyakitimu lagi, tanpa kau setujui bahkan kau larang pun aku akan tetap merebutmu dari lelaki itu."kata Jay.
Tiara tersenyum lega, karena akhirnya Jay mengerti dengan pilihannya.
"Terimakasih Jay!"
"Jika kita tidak bisa menjadi sepasang kekasih atau suami istri, tapi kita tetap menjadi teman baik kan!"ujar Jay.
"Maafkan aku Jay, aku tidak bisa menjanjikan menjadi teman yang baik untukmu, karena kau tahu kan statusku sekarang. Aku wanita yang sudah mempunyai suami. Tentu aku harus lebih menjaga perasaan suamiku."
"Dan sekarang iapun menolak untuk berteman denganku."
Lagi-lagi Jay tersenyum getir.
Bahkan ia meminta menjadi temannya saja, wanita itu menolak.
Yang dikatakan Tiara ada benarnya, karena status nya saat ini, wanita yang sudah bersuami, tentu ia harus menjaga perasaan suaminya
dengan tidak menjalin pertemanan dengan lawan jenis.
Karena tidak ada pertemanan dan persahabatan yang murni antara Pria dan Wanita.
Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang mungkin bisa mengusik ketentraman rumah tangga, lebih baik hindarilah bersahabat dengan lawan jenis.
🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️