Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 75. Berlian Menyusul Arkan


__ADS_3

Tiara Arkan dan yang lainnya sudah sampai di Negara yang mereka tuju.


Dan saat ini mereka tengah berada di Hotel, tempat di mana Tiara menginap selama 2 minggu ke depan.


"Ini kamarmu,"kata Arkan yang sudah berdiri di depan pintu kamar Hotel Tiara.


"Apa aku akan satu kamar dengan Bulan?"


"Tentu saja tidak! Ken sudah menyiapkan Kamar untuknya."


"Kenapa aku tidak satu kamar saja dengan Bulan, supaya aku ada temannya,"kata Tiara.


"Aku akan menemanimu di sini."


"Tapi kau kan hanya menginap satu malam saja di sini, setelah itu akan kembali ke tanah air."


Tiara tahu jika suaminya itu sangat sibuk. Jadi tidak mungkin harus menemaninya selama 2 minggu di sana.


Arkan hanya akan menjenguk istrinya beberapa hari sekali, karena biar bagaimanapun juga ia harus tetap berada di tanah air untuk mengurusi segala sesuatu yang ada di sana.


*


*


*


Ken mengantar Bulan ke Kamarnya, pasca kejadian di kampung halamannya,


kedua manusia itu entah mengapa terlihat sangat akrab, mungkin ini trik dari Bulan agar Lelaki itu tetep menjaga rahasianya.


Atau mungkin sudah terjadi sesuatu di antara mereka berdua.


*


*


Arkan sudah membawa semua barang-barang milik Tiara ke kamar Hotel.


"Apa Kau lelah?"tanya Arkan sambil mengusap rambut Tiara.


"Tidak!"


"Lalu kenapa wajahmu ditekuk seperti ini, bukankah seharusnya kau senang bisa berada di sini dan mengikuti Kompetisi itu!"


"Aku senang, bahkan sangat senang karena bisa mengikuti kompetisi ini, tapi entah kenapa tiba-tiba aku kepikiran dengan Intan."


"Sudahlah sayang! Jangan terlalu memikirkan yang di sana, Apa kau tidak ingat pesan Mamah dan Ibumu, agar kau fokus dengan tujuanmu di sini,"kata Arkan.


Tiara mengangguk.


Arkan menarik tangan Tiara menuju ke kamar mandi.


"Mau apa?"


"Mandi!"


"Kau duluan saja, setelah itu baru aku yang mandi,"kata Tiara, karena saat ini ia bergerak ingin merapikan pakaiannya yang ada di koper.


Namun Arkan mengganggu dengan cara memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Ayolah sayang! Temani aku mandi, besok pagi aku akan kembali ke tanah air, jadi kita tidak akan bertemu untuk beberapa hari ke depan,"kata Arkan mencoba merayu Istrinya itu.


Tiara yang merasa ada benarnya juga, karena mungkin selama beberapa hari mereka tidak bertemu, jadi apa salahnya menghabiskan waktu bersama.


"Baiklah, tapi ingat! hanya sekedar mandi ya tidak melakukan apapun di sana,"kata Tiara.


"Kau Jangan menyuruhku untuk berjanji pada sesuatu yang sangat sulit untuk ku hindari,"kata Arkan, dan langsung menarik Tiara menuju ke Kamar mandi.


Lalu apa yang terjadi di sana! apakah benar mereka hanya sekedar mandi?


Entahlah! Hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu.


...πŸ‚****************πŸ‚...


Keesokan harinya!


Arkan tengah bersiap-siap untuk kembali pulang.


Dan hari ini pun, Tiara harus melakukan persiapan untuk Kompetisinya.


"Kau jaga dirimu baik-baik di sini, Ingat! tidak ada siapapun yang boleh masuk ke kamarku termasuk temanmu itu, dan jika si Brengsek Jay datang! Tendangan dia jauh-jauh,"kata Arkan sebelum ia keluar dari kamar Tiara.


"Iya-iya."


"Dia sudah mengulangi kata-kata itu lebih dari 10 kali."


Tiara menggandeng lengan Arkan membawanya keluar dari kamar.


"Tuan sudah saatnya kita berangkat, karena penerbangan kita 30 menit lagi,"kata Ken yang sejak tadi sudah menunggu di depan pintu.


"Kau mengganggu saja Ken, bisa tunggu sebentar tidak! Aku belum selesai bicara dengan Istri ku,"kesal Arkan, karena baru saja ia ingin memulai mode Romantis, Ken sudah datang mengganggunya.


"Sudah! Aku akan baik-baik di sini, Kau pergilah 30 menit lagi pesawat akan terbang,"sahut Tiara.


"Bukan mengusir, tapi! seperti yang dikatakan Ken, 30 menit lagi penerbanganmu akan dimulai, jika terlalu lama, kau bisa ketinggalan Pesawat."


"Menyebalkan sekali!"grutu Arkan.


Menyadari jika Tuannya masih belum ingin beranjak dari sana.


Lalu Ken memberi satu kesempatan untuk Arkan.


"Baiklah! Saya beri Anda waktu 5 menit lagi, Setelah itu kita harus benar-benar berangkat. Dan saya menunggu anda di parkiran,"kata Ken, lalu ia pergi dari sana.


"Kenapa dia terlihat seperti mengaturku!"Kesal Arkan.


***


Waktu 5 menit.


Benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Arkan, meskipun dia kesal dan selalu menggerutu pada Sekretarisnya yang hanya memberi waktu 5 menit,


tapi apa boleh buat karena Ia memang benar harus berangkat ke tanah air, untuk mengurus segala sesuatu yang ada di sana, termasuk persidangan antara Lastri dan Herman.


Arkan kembali mengajak istrinya masuk ke dalam Kamar.


"Mau apa lagi, waktu mu cuma 5 menit!"


"5 menit akan menjadi waktu yang sangat memuaskan jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik,"kata Arkan sambil menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di tempat lain.


Herman nekat mendatangi Lastri di Rumah Arkan.


Ia menyampaikan pada kakak iparnya itu untuk menyerahkan Intan, tanpa harus melewati persidangan.


"Apa kau sudah tidak waras?"


"Apa maksud Mbak Lastri berbicara seperti itu! Saya datang ke sini baik-baik untuk meminta Mbak mengembalikan anak saya."


"Anak! Sudah berapa ratus kali saya bilang padamu Herman, jika Jangan pernah menganggap Intan dan Tiara anakmu, karena sejak 10 tahun yang lalu kau sudah membuang mereka."


Herman kesal dengan perkataan mantan kakak iparnya itu.


"Baiklah! Sepertinya Mbak Lastri benar-benar tidak bisa diperlakukan dengan lembut."


"Saya tidak butuh perlakuan lembutmu."


Herman semakin jengkel!


Sebenarnya ia mendatangi Lastri karena ingin bicara baik-baik dengan mantan kakak iparnya itu, Herman ragu menempuh jalan hukum, oleh sebab itu ia mendatangi Lastri Siapa tahu kakak iparnya itu dengan sukarela memberikan Intan tanpa harus melewati persidangan.


Tapi nyatanya salah! Lastri dengan tegas menantang Herman di pengadilan, dan hal itu membuat pria itu semakin membulatkan tekadnya.


**


Karena ia membuat keributan di Rumah Arkan


Beberapa penjaga di Rumah Arkan menyeret Pria itu dan membawanya keluar dari sana.


"Aku akan benar-benar memberi pelajaran padamu Arkan!" Kesal Herman, lalu ia pergi dari sana.


...****************...


"Kau mau ke mana sayang?"tanya Merlin pada putrinya yang tengah merias wajah cantiknya.


"Aku mau menemui Arkan di Kantornya mah."


"Pergilah! Taklukan kembali Lelaki itu, dan buat dia bertekuk lutut padamu,"kata Merlin.


"Tentu Mah! Kalau begitu aku pergi dulu ya mah,"pamit Berlian, lalu ia pergi menuju Kantor Arkan.


...πŸ‚****************πŸ‚...


Sesampainya di Kantor, Berlian sangat kesal karena ternyata Arkan tidak ada di sana.


Yang lebih membuatnya kesal lagi adalah.


Ternyata Arkan tengah mengantar Tiara ke luar Negeri.


Dan pada hari itu juga Berlian terbang menyusul Arkan, bahkan ia tidak memberitahu Orangtuanya terlebih dahulu.


πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️


__ADS_2