Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 72. Apa Kau Cemburu!


__ADS_3

"Auww, kenapa kau memukul tanganku,"rengek Indah.


"Maaf aku tidak sengaja, tadi aku melihat ada nyamuk di tanganmu,"kata Tiara Sambil tersenyum miring.


Indah kesal sambil mengusap-usap tangannya yang lumayan sakit akibat tepakan dari Tiara.


Tapi ia tidak mau berhenti sampai di situ saja, gadis itu kembali mengulangi kegiatannya bermaksud berkenalan dengan pria tampan yang ada di samping Tiara.


Ia tersenyum ramah dan manis pada lelaki yang tidak ia ketahui jika status nya adalah! suami temannya.


"Kau belum menyebut namamu,"kata Indah yang kembali mengulurkan tangannya.


Namun uluran tangan itu disambut dengan Tiara.


"Namanya Arkan, dan dia suamiku!"kata Tiara sambil memicingkan mata pada Indah.


Indah terkejut, lebih tepatnya tidak percaya mendengar pengakuan Tiara yang mengatakan jika lelaki tampan dan sudah pasti orang kaya itu adalah suaminya.


"Hahaha...!"lalu ia tertawa untuk menetralisir kan keterkejutannya.


"Dari dulu sampai sekarang kau senang bercanda Tiara,"kata Indah yang masih tertawa menganggap ucapan Tiara adalah lelucon.


"Kenapa dia tertawa seperti itu! apa dia tidak percaya atau meledekku! ah terserah padanya saja."


"Baiklah terserah kau saja jika tidak percaya tidak apa-apa,"kata Tiara yang kesal.


Dan sebenarnya kekesalan itu ia tunjukkan pada Arkan yang hanya diam saja tak bersuara untuk menjelaskan jika dia memang benar suaminya.


Tiara hendak beranjak dari sana namun secepat kilat Arkan menahannya.


"Kau mau ke mana?"


"Aku mau memesan es teh manis, agar kepala dan hatiku ini bisa sejuk kembali,"ketus Tiara menyahuti pertanyaan Arkan.


Arkan mengulas senyum, dan di dalam hatinya tengah tertawa girang.


Karena ia sukses membuat Tiara cemburu hanya karena gadis yang bernama Indah itu.


"Apa kau tidak ingin menjelaskan padanya! maksudku meyakinkan pada gadis ini jika aku ini benar suamimu,"bisik Arkan di telinga Tiara.


"Tidak perlu dijelaskan, aku sudah mengatakannya jika dia tidak percaya ya sudah!"sahut Tiara tak perduli, meskipun dalam hatinya sangat sebal pada Indah terutama Arkan.


Arkan menarik pinggangnya Tiara agar lebih dekat dengan dirinya, lalu ia berkata pada gadis yang bernama Indah Putri semata wayang pak RT itu.


"Kenalkan saya suami dari Tiara, saya cukup senang bertemu anda di sini,"kata Arkan yang sontak membuat Indah membelalakkan matanya dan membuka lebar mulutnya.


Tiara memicingkan matanya mendengar perkenalan Arkan pada Indah.


"Dia memperkenalkan diri sebagai suami, tapi dia juga mengutarakan kesenangan nya bertemu dengan gadis itu, bukankah itu sama saja bohong!" batin Tiara.


"Itu karena aku ingin membuat mu cemburu!" sahut Arkan, tapi dalam hatinya.


"Su... Suami!"Kata Indah, dengan terbata-bata.


Arkan mengangguk.


Arkan masih menyadari jika Tiara masih kesal dengannya dan gadis itu, tapi dia seolah ingin memancing seberapa besar kecemburuan Istrinya itu.


"Jadi kau teman Tiara?"tanya Arkan.


Dan pertanyaan itu seolah angin segar bagi Indah, karena ia rasa Arkan tertarik padanya hingga lelaki itu ingin berbicara dengannya lebih lama lagi.

__ADS_1


Ia kembali mengulas senyum terbaik yang ia miliki.


"Benar! Aku teman Tiara bahkan kami berteman sejak kecil, jika kau ingin mendengar cerita masa kecil kami yang lebih lengkap dan rinci, kita bisa meluangkan waktu untuk mengobrol,"kata Indah yang dengan yakin jika Arkan dengan senang hati berkata Oke.


"Tidak perlu! Biar aku saja yang akan menceritakannya, jadi kau tidak perlu repot-repot untuk menceritakan masa kecil kita pada suamiku ini,"kata Tiara yang langsung menggandeng dengan Arkan lalu mengajaknya berpindah tempat menjauh dari Putri pak RT itu.


Arkan masih senyum-senyum sendiri, saat ini ia tengah bahagia karena melihat Tiara yang cemburu.


Itu artinya, wanita itu mencintainya kan!


"Kau kenapa sayang, kenapa wajahmu ditekuk seperti itu!"kata Arkan menggoda istrinya.


"Tidak apa-apa , aku hanya tengah kesal karena makanannya lama sekali,"sahutnya.


"Apa benar karena itu alasannya?"


Tiara mengangguk.


"Jika kau tak ingin wanita lain menggoda suamimu yang tampan ini, seharusnya kau lebih menempel dan mengeratkan pegangan tanganmu itu pada lenganku, agar mereka semua tahu kalau aku ini sudah menjadi milikmu dan tidak ada harapan sedikitpun untuk mereka menggodaku,"kata Arkan.


"Kau nya saja yang tidak peka!"


πŸ‚


"Mas Wisnu!"seru Bulan yang langsung mengambil alih fokus Arkan dan Tiara.


Gadis itu berseru karena tengah gembira karena melihat mas Wisnu pemuda tampan penjual nasi goreng yang ia tunggu-tunggu sudah datang.


Kedua bola mata Bulan berbinar, bahkan ia sampai tak berkedip menatap pemuda tampan itu.


"Astaga! apa yang di lakukan pemuda itu pada wajahnya, kenapa ia makin tampan saja."


"Iya dia Wisnu,"sahut Bibi yang tengah membungkus pesanan Tiara.


"Astaga! Apa aku salah telah membuat keputusan untuk cepat menikah,"gumam Tiara yang matanya masih terus menetap mas Wisnu.


Dan gumaman itu disambut baik oleh Arkan dengan cara menarik telinganya.


"Aaww!"sakit, pekik Tiara yang melotot pada Arkan.


"Astaga! Kau melotot padaku!"kata Arkan yang ingin kembali menarik telinga Tiara.


"Tidak-tidak!" Cegah Tiara yang menahan tangan Arkan.


"Ingat sayang, kau sudah menikah! Dan suami tampan mu ini ada di sisimu sekarang, jadi jaga pandangan mu, kalau tidak mau aku hukum!"kata Arkan, dengan suara yang penuh makna.


"Iya, aku tau, aku hanya terkejut saja. Tapi bukankah kau juga tadi menatap Indah! Malah mengajaknya untuk mengobrol!"


"Kau cemburu dengan gadis itu?"


"Ha Cemburu!"


"Apa iya aku cemburu!"


"Sepertinya tidak!"kata Tiara.


Yang sontak membuat Arkan kesal, karena jawaban istrinya tak sesuai apa yang ia inginkan.


Arkan semakin mengeratkan pelukannya tangannya di pinggang Tiara, bahkan lelaki itu sampai merubah posisi seperti sedang berpelukan seluruh badan.


Dan hal itu langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan, jangan seperti ini, malu di lihat orang,"kata Tiara dengan pelan, namun sangat terdengar jelas di telinga Arkan.


"Malu! Kenapa harus malu, aku ini kan suamimu. Bahkan aku bisa menciummu di sini!"


"Jangan-jangan, kau jangan berkelakuan yang aneh-aneh di depan umum,"kesal Tiara yang mencoba melepaskan pelukan apa.


Namun sama sekali tidak di dengar lelaki itu, yang masih memeluk Tiara di depan orang banyak.


*


*


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Beberapa menit sudah berlalu.


Dan di waktu itu sukses membuat dada dan otak Arkan seperti terbakar karena tak tahan melihat Wisnu yang terlihat curi-curi pandan pada Tiara.


Namun lelaki itu tak bisa berbuat apa-apa selain menutupi Tiara dari pandangan Wisnu dengan cara memeluknya,


jika saja bukan di tempat umum seperti ini mungkin ia sudah mencongkel kedua mata mas Wisnu itu karena sudah berani melirik istrinya.


Mereka berempat masih belum pulang, karena Bulan masih mengulur waktu dengan meminta untuk makan di sana.


Tentu saja karena ia ingin lebih lama berdekatan dengan pemuda tampan itu.


Karena Tiara tidak bisa meninggalkan ibu dan adiknya terlalu lama, jadi ia memutuskan untuk pergi dari sana terlebih dahulu.


Tertentu membuat Arkan mengulas senyum tenang karena istrinya sudah tidak akan dilirik lagi dengan pemuda, yang menurut Arkan sok tampan itu.


Padahal emang tampan!


"Kalian pulang lah, nanti aku bisa pulang sendiri atau bisa diantar sama mas Wisnu, iya kan mas!"kata Bulan pada pemuda itu.


Wisnu mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Bulan.


Tapi Tiara tentu tidak mengizinkan jika temannya itu kembali ke Rumah dengan seorang diri, apalagi di malam hari seperti ini.


Tiara pun meminta Arkan untuk menyuruh Ken,


menemani Gadis itu sampai ia selesai makan dan membawa kembali pulang ke Rumah.


Dan mau tidak mau,


karena perintah itu bersumber dari sang Bos Ken pun menurutinya,


meskipun ia juga menahan kesal karena harus melihat kebucinan Bulan pada pemuda penjual nasi goreng dan pecel lele itu.


"Ayo kita pulang!"ajak Tiara pada Arkan.


"Ayo sayang!"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita iniπŸ™


Mohon dukungannya πŸ™πŸ™


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ™


Love Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2