Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 92. Mengajak Makan Siang


__ADS_3

"Baiklah! Bagaimana kalau 10 hari saja!?"


"Tuan!"Ken sudah memasang wajah tak bersahabat.


"Baiklah, aku izinkan kau cuti selama dua minggu. Tapi sebelum kau cuti, carikan dulu aku tempat yang baik dan indah untuk berbulan madu, karena aku ingin bulan madu bersama Tiara."


"Kapan anda akan berangkat untuk berbulan madu?"


"Setelah kau selesai Cuti. Karena jika aku berangkat bersamaan dengan kau yang meminta cuti Lalu siapa yang akan mengurusi perusahaan ini."


"Itu masih lama Tuan, aku bisa mencarinya nanti setelah aku selesai cuti. Tapi tidak apa-apa, selama itu membuat anda senang aku akan melakukannya."


"Anda benar sekali tuan, anda tenang saja saya akan mencarikan tempat referensi yang bagus untuk Anda dan Nona Tiara berbulan madu."


Arkan mengangguk.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Tepat dipukul 11:00


Arkan mengendarai mobilnya menuju Rumah untuk menjemput Tiara.


Sesampainya di sana ia sudah melihat Tiara berdiri di ambang pintu menyambut kedatangannya.


"Selamat siang sayang!"sapa Tiara sambil merentangkan kedua tangannya dan langsung memeluk Arkan.


"Tumben sekali dia seperti ini."


"Kau sudah siap! Kenapa kau terlihat cantik seperti ini Apa kau ingin menggoda lelaki di luar sana dengan penampilanmu yang seperti bidadari ini?"protes Arkan yang melihat penampilan Tiara tak biasa.


"Menggoda! Aku berpenampilan seperti ini tentu saja untukmu."


"Tapi aku tidak suka jika kau berpenampilan seperti ini saat keluar Rumah. Jika kau ingin berpenampilan seperti ini nanti malam saja ketika kita sedang berdua di Kamar,"bisik Arkan.


Dan ia segera menuntun istrinya untuk kembali ke kamar dan memilihkan baju yang menurutnya cocok jika di bawa keluar Rumah.


"Kau pakailah ini!"kata Arkan sambil menyerahkan sebuah dress berlengan panjang, di bawah lutut.


Tanpa melayangkan protes Tiara meraih baju itu dan segera mengganti pakaian yang baru beberapa menit lalu ia kenakan.


"Kau jangan mengikat rambutmu seperti ini,"kata Arkan sambil melepaskan ikatan Rambut Tiara.


"Memangnya kenapa?"


"Tidak apa-apa kau lebih cocok saja jika rambutnya terurai seperti ini."


"Karna aku tidak suka dan tidak mau jika orang lain melihat lehermu yang jenjang dan menggoda ini."


Arkan


menautkan kedua alisnya, seperti ia tak puas dengan penampilan istrinya itu.


"Kenapa ia masih terlihat sangat cantik dan menggoda seperti ini! aaah membuatku tak rela jika ada mata lain yang memandangnya. Apa aku batalkan saja makan siang di luar hari ini? tapi....!"


"Ada apa lagi? Apa ada yang ingin kau rubah lagi?"kata Tiara yang mulai kesal. Ia tau jika Arkan masih belum puas.

__ADS_1


Tiara mendekat dan menggandeng lengan Arkan.


"Ayolah ini sudah siang, cepat kita berangkat sudah tidak ada waktu untuk mengganti pakaian lagi, aku sudah sangat kelaparan."Ajak Tiara.


Meskipun sedikit tak ikhlas tapi Arkan mengikuti kata Tiara karena benar ini sudah siang dan ia tidak mungkin membuat istrinya kelaparan.


❤️❤️❤️❤️❤️


Mobil sudah melaju keluar dari gerbang pintu Rumah besar Arkan menembus jalanan Kota yang tidak terlalu ramai jika di siang hari.


"Kita mau makan di mana?"tanya Tiara.


"Di tempat yang spesial pastinya,"sahut Arkan yang berada di belakang kemudi.


Hanya butuh waktu 20 menit mereka sampai di sebuah Restoran besar dengan nuansa dan pemandangan yang sedap dipandang mata.


Tiara sampai takjub melihat Restoran yang ada di hadapannya.


"Waaaw aku baru tahu jika ada Restoran sebagus ini, ke mana saja aku selama ini."gumam Tiara tak percaya melihat Restoran luar biasa di hadapannya, bahkan Restoran ini bisa menandingi The Dragon Resto yang menjadi satu satunya Restoran besar dan mewah di Kota itu.


Arkan mengulurkan tangan.


"Ayo kita masuk!"


Tiara menyambut uluran tangan Arkan dan ia langsung menggandeng tangan Tiara memasuki Restoran.


Baru beberapa langkah kaki Tiara memasuki pintu utama Restoran, ia sudah disambut dengan beberapa karyawan Resto yang berseragam rapih dengan senyum ramah seraya menundukkan kepala.


"Selamat datang Tuan, Nona!"


Bukan hanya para pelayan, tapi koki di sana juga ikut menyambut kedatangannya.


"Terimakasih!"kata Tiara yang juga menundukkan kepalanya dengan sopan.


Arkan kembali menuntunnya untuk memasuki lebih dalam lagi Restoran itu.


Dan luar biasa! Restoran yang didominasi dengan warna putih abu-abu dan 50% dari bangunan itu dipenuhi oleh kaca yang menembus langsung ke Jalan, hingga membuat siapapun yang berkunjung di sana dapat menikmati sensasi bersantap di temani pemandangan pusat Kota yang indah, namun tetap merasa nyaman karena mereka berada di ruangan yang tertutup dan bersih.


Tapi Tiara sangat heran.


Restoran sebesar dan semewah itu, tidak ada satupun pengunjung.


Itulah yang pertama kali Tiara lihat ketika memasuki Restoran, tidak ada satu orang pun yang mengisi jejeran kursi dan meja yang tertata rapih di sana.


Padahal Restoran ini sangatlah nyaman jika dikunjungi bersama anggota keluarga, anak muda bahkan jomblo sekalipun.


Apakah makanan yang ada di sini semuanya mahal?


Ya.. mungkin itu alasannya kenapa Restoran ini sepi. Itulah yang ada dipikiran Tiara.


Padahal ini jam makan siang, Restoran tepat dia dulu bekerja saja yang berada di pinggir jalan sangat ramai jika siang hari seperti ini.


Dua pelayan wanita dengan kemeja putih dan rok span hitam berdiri di sisi meja dengan sepasang kursi yang di selimut kain putih


Meja itu satu-satunya meja yang berbeda dari yang lainnya, sepertinya meja ini di pesan khusus untuk menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


Arkan mengajak Tiara menuju meja itu, dan ia menarik bangku untuk istrinya duduk lalu kedua Pelayan itu menundukkan kepala dengan hormat lalu menuangkan minuman untuk Tiara dan Arkan.


"Silakan. Tuan, Nona."


Beberapa detik kemudian.


Rombongan pelayan datang berbaris seperti serdadu dengan Trolley Food yang mereka dorong.


"Astaga kenapa banyak sekali!"Tiara sampai terbelalak melihat barisan Trolley Food yang datang menuju ke mejanya, ia melirik Arkan bertanya apa ini maksudnya.


Apa lelaki itu kira Tiara adalah pemain sirkus, atau dia ingin syuting membuat konten Mukbang, sehingga ia memesan makanan sebanyak itu.


Trolley Food sudah berbaris rapi dan secara bergantian para pelayan menghidangkannya di meja.


Tentu tidak semua, karena meja itu tidak akan muat jika semua makanan yang ada di barisan Trolley Food dijajarkan di sana.


Saat ini Trolley Food pertama yang menyajikan hidangannya pada Tiara dan Arkan.


"Tiara yang masih bingung dan terkejut akhirnya bertanya pada Arkan.


"Apa ini! Kenapa kau memesan makanan segini banyak?"


Arkan mengulas senyum.


"Ini untukmu."


"Sayang, sekalipun aku merasa kelaparan karna berhari-hari tidak makan. Tapi aku tidak mungkin makan sebanyak ini."


"Aku tahu, aku hanya ingin kau menilai menu masakan mana yang cocok untuk mengisi daftar menu di Restoran ini."


"Aku!"


"Iya sayang, memangnya siapa lagi."


"Kenapa harus aku? Resto ini Restoran besar dan mewah, sudah pasti memiliki Koki hebat dan tidak main-main, kenapa aku harus menilai masakan mereka. Aku tidak tahu malu sekali jika sampai berani menilai masakan para Koki hebat itu."Kata Tiara.


"Sayang! Kau jauh lebih hebat dari mereka. Jadi kaulah yang berhak menentukan hidangan mana yang akan mengisi di daftar menu Restoran ini, bahkan kau juga bisa menambahkan beberapa menu yang ingin kau tambahkan."


Tiara semakin bingung dengan penjelasan Arkan, dia datang ke Restoran ini untuk makan siang, tapi kenapa dia seperti menjadi juri di sana.


Arkan memberi isyarat pada pelayan yang membawa Trolley Food pertama untuk menjelaskan menu apa yang ia hidangkan pada Tiara.


Pelayan itu menundukkan kepala dengan hormat dan mulai menyampaikan menu apa yang ia bawa di hadapan dua orang itu.


"Selamat siang Nona, Tuan. Nama saya Darren, saya membawakan menu pembuka di Restoran ini, yang dibuat oleh Chef Randy,"ucap Pria yang bernama Daren itu sambil mengarahkan tangannya pada Chef bernama Randy, yang tengah menuju ke arah mereka dan menundukkan kepala dengan hormat pada Tiara.


"Astaga! Apa-apaan ini! Apa aku tidak salah lihat! Chef Randy! Bukankah dia lulusan dari pencarian bakat memasak yang sering muncul di TV itu. Ya ampun! aku sungguh tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung, dia idolaku, ingin rasanya aku meminta foto bersama dan memamerkannya pada Bulan,"gumam Tiara dalam Hatinya.


Chef Randy mulai menjelaskan calon menu pembuka di Restoran itu, dia menjelaskan secara rinci komponen apa saja yang ia gunakan untuk hidangan yang sangat menarik mata dan menggugah selera yang tersaji di meja Tiara.


🍂❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🍂


Cerita ini sudah memasuki tahap Final, jadi hanya tinggal beberapa Episode lagi akan Tamat! Ntor harap Para pembaca terLove-Love❤️❤️ Tidak bosan, dan tetap mendukung karya receh ini sampai Akhir 🙏🤗


Terimakasih. Love-Love ku yang masih setia Mengikuti Cerita ini 🤗😘😘

__ADS_1


Pokoknya Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️😘😘❤️❤️❤️


__ADS_2