Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 51. Tiara Pergi.


__ADS_3

Setelah merapikan semua barang-barangnya Tiara berpamitan pada Bi Imah.


"Nona, tolong jangan pergi, paling tidak tunggulah sampai Tuan Arkan pulang saya mohon Nona." Pinta Bi Imah berusaha mencegah kepergian Tiara.


" Maaf bi, Tiara harus tetap ikut dengan s pulang bersama saya," Ibu Lastri menyahut.


Bi Imah berbalik dan kembali meminta pada Bu Lastri untuk tidak membawa pulang Tiara.


Tapi tetap saja, Bu lastri tetap pada pendiriannya untuk membawa Tiara dan Tiara pun tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti keinginan wanita yang paling berjasa dalam hidupnya.


" Aku pamit ya Bi, jaga diri bibi baik-baik Terima kasih karena selama ini sudah menemaniku di sini."


Dengan berat hati dan sedih B Imah pun merelakan kepergian Tiara.


Tapi ada satu hal yang paling membuatnya takut! Yaitu, Bagaimana cara dia menyampaikannya pada Arkan, sudah bisa dipastikan tuannya itu pasti Akan marah besar.


Berulang kali Bi Ima menghubungi Ken, tapi sepertinya lelaki itu tengah sibuk dengan semua pekerjaannya hingga membuat dia membisukan ponselnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setelah selesai dengan semua pekerjaannya, Arkan memutuskan pulang lebih awal.


"Di mana Tiara bi?" tanyanya setelah sampai di pintu masuk.


"Maaf tuan, tadi siang Nyonya Lastri datang untuk menjemput Non Tiara."


"Menjemput Tiara! Lalu di mana sekarang?"


Arkan masih belum menangkap apa yang di katakan oleh Bi Imah.


Yang Arkan tahu, Tiara memanglah berniat ingin pulang ke rumah Ibunya dan itu ditunda karena Tiara menunggu lebam di pipinya sembuh.


" Mereka sudah pergi tuan!"


"Pergi ke mana?"


" Ibu Lastri mengajak Nona Tiara pulang ke Rumahnya."


Arkan masih mengira jika Lastri hanya mengajaknya pulang dan akan kembali lagi.


" Kenapa dia tidak menungguku pulang dulu?"


" Mungkin mereka terburu-buru tuan, karena Nyonya Lastri bilang jika Adik Nona Tiara sedang sakit."


"Baiklah! besok aku akan menjemputnya pulang."


Arkan masih belum menyadari dan ia masih berpikir positif, jika Tiara benar-benar hanya berkunjung untuk menjenguk Ibu dan Adiknya.


Tanpa merasa ada yang aneh, Arkan pun naik ke Kamarnya.


Ia akan menjemput Istrinya itu esok hari, karna malam ini ada sesuatu yang harus ia selesaikan, Ia harus bertemu Berlian.


Seperti biasa! Karena Tiara pergi tanpa meminta izin padanya, ia pun berniat melayangkan Protes pada Istrinya.


Arkan menghubungi Tiara, namun Tiara tidak menjawab panggilan dari Arkan.


Dia hanya membalasnya dengan sebuah pesan. Jika ia sedang berada di dalam perjalanan tidak bisa mengangkat telepon.

__ADS_1


( Kenapa kau pergi tidak menungguku dulu, dan tidak meminta izin padaku)


( Maaf, aku tadi buru-buru, karena harus segera pulang adikku sedang sakit, tapi aku sudah menitipkan pesan pada Bi Imah.)


( Baiklah! Aku maafkan, dan besok aku akan menjemputmu, berhati-hatilah di jalan)


( Ya. Jagalah dirimu baik-baik)


Arkan mengerutkan keningnya ketika membaca pesan terakhir dari Tiara.


" Dia memintaku untuk menjaga diriku sendiri." Gumam Arkan sambil tersenyum, lalu ia kembali mengirimkan pesan kepada Tiara.


( Apa kau menghawatirkan aku)


Kali ini pesannya tidak dibalas,


malah tidak terkirim karena masih Centang satu.


Arkan tidak mempermasalahkan itu karena ia kira,


ada masalah di jaringan Internet Tiara, yang sedang dalam perjalanannya.


🍁🍁🍁


Lastri sudah menceritakan semuanya pada Tiara termasuk soal pendonoran yang akan dilakukan Herman


Tiara bahagia sekaligus sedih.


Ia bahagia karena Intan mendapatkan pendonor.


Tiara terkejut dengan syarat yang diajukan oleh Herman dan Merlin.


"Apa tidak bisa ia mendonorkannya tanpa syarat apapun, Bukankah Intan adalah putrinya! Bahkan jika dia memberikan nyawanya sekalipun pada Intan, itu tidak bisa menebus semua kesalahannya pada adikku itu."Gumam Tiara dalam hatinya.


Lastri menyarankan agar Tiara menerima tawaran dari Merlin, ini semua demi kesembuhan Intan, Intan harus segera mendapat pendonor, dan inilah jalan satu-satunya.


Bukan hanya itu!


sekalipun Tiara tidak menerima tawaran dari Merlin dia akan tetap meminta Tiara berpisah dengan Arkan.


Tentu Lastri tidak akan Sudi dan tidak akan rela jika putrinya harus menjadi istri dari lelaki yang tidak setia.


Mungkin Lastri terlalu Trauma dengan Herman, yang telah menyakiti adiknya Rossa, dan ia tidak mau jika itu terulang lagi pada putrinya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tiara sudah sampai di Rumahnya.


Dan tidak disangka!


Sudah ada Merlin yang menunggu kepulangannya di sana.


Wanita jahat itu tersenyum puas karena Lastri benar-benar membawa pulang Tiara.


Tanpa basa-basi Merlin pun langsung bicara pada Tiara.


" Ibumu ini pasti sudah menceritakan semuanya kan? jadi saya tidak perlu repot-repot lagi untuk bercerita panjang lebar denganmu, saya datang ke sini hanya ingin memastikannya saja, karena semua keputusan ada di tanganmu. Bagaimana Apa kau setuju dengan syarat yang saya ajukan, jika kau sampai menolaknya tentu kau bukanlah kakak yang baik!"

__ADS_1


Tiara tersenyum kecut mendengar ocehan Merlin.


" Seharusnya anda tidak perlu repot-repot melakukan ini nyonya Merlin, jika memang Arkan mencintai Berlian, tentu lelaki itu dengan senang hati menikahi Putri anda dan segera menceraikan saya, tapi anda bahkan sampai mengorbankan suami sendiri untuk melakukan semua ini!"


"Sudah! Tidak perlu banyak omong sekarang kau mau terima atau tidak!"


"Jika aku bisa memilih, tentu aku tidak sudi Intan mendapat donor dari pria jahat itu, tapi tidak ada pilihan lain, kesembuhan Intan adalah yang paling penting!" batin Tiara.


"Baik, aku menerimanya."


"Pilihan yang bagus dan tepat sekali, karena kesembuhan adikmu memang jauh lebih penting kan, daripada kau harus mempertahankan Suami yang tidak Mencintaimu!"


πŸ‚πŸ‚


Setelah Tiara mengatakan setuju, Merlin pun mengajukan surat perjanjian pada Tiara.


Jika Tiara harus menghilang dari kehidupan Arkan,


dan tidak pernah muncul lagi.


Ia harus pergi sejauh mungkin tanpa harus menampakkan diri lagi walau hanya sedetik di hadapan Arkan.


Kondisi Intan semakin memburuk dan anak itu benar-benar harus mendapatkan donor sesegera mungkin, dan satu-satunya donor yang terbaik saat ini adalah Herman ayah kandung mereka sendiri.


Meskipun rasa sakit yang luar biasa menghantam dada Tiara karena lelaki itu mendonorkan Sumsum tulang belakangnya, bukan untuk kesembuhan Intan. Tapi itu semua ia lakukan untuk kebahagiaan Berlian.


Tapi itu tidak masalah bagi Tiara, ia akan menerimanya, yang penting Intan bisa cepat sembuh dan pulih, hingga gadis kecil itu bisa menjalani kehidupannya seperti anak-anak yang lainnya.


πŸ‚


Karena Merlin meminta Tiara pergi sejauh mungkin dari kehidupan Arkan.


Tiara memutuskan untuk pergi ke luar Negeri, Ia Berangkat dengan cara mengikuti Kontes pemilihan Chef terbaik di seluruh Dunia.


Padahal Acara itu akan di adakan beberapa bulan lagi, tapi Tiara akan berangkat lebih awal sambil melatih diri dan bekerja di sana.


Karena Merlin baru akan melakukan operasi setelah Tiara benar-benar pergi.


Dan malam itu juga Tiara pergi ke luar negeri dengan bantuan sahabatnya Bulan.


Tiara juga meminta pada Bulan, untuk merahasiakan keberadaannya pada siapapun dan Tiara juga.


Meminta ibunya untuk pindah dari Rumah itu setelah Intan berhasil dioperasi, jika waktunya tiba, dan ia berhasil di sana, Tiara akan memboyong keluarganya untuk tinggal di luar Negeri bersamanya.


Sebelum Tiara pergi, ia juga mengajukan surat gugatan cerai pada Arkan.


Agar ia pergi tanpa memiliki ikatan apapun dengan lelaki itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah mau membaca cerita ini πŸ™πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ€—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2