Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 16. Mogok Bicara.


__ADS_3

"Aku bilang tidak, ya tidak, apapun Yang terjadi perjanjian di kertas utama kita tidak dapat dirubah!"tegas Arkan,"dan aku akan merahasiakan hubunganku dan Berlian."sambungnya.


Tiara emosi, ia bangun dari duduknya dan menatap marah Arkan.


"Baik jika kau tidak mau merubahnya, tapi kau harus ingat kalau kau sudah melanggar perjanjian kita, aku akan menghapus tiga larangan darimu Dan aku juga akan menambahkan tiga larangan untukmu!"


"Lakukan saja!"sahut Arkan.


Arkan sepertinya lupa dengan janjinya pada Berlian, Jika ia akan bicara pada Tiara untuk mengakhiri pernikahan mereka.


Tiara mengepalkan tangannya kuat-kuat ingin rasanya ia memukul wajah lelaki yang sangat egois itu, tapi ia takut jika melakukan itu akan menjadi istri durhaka.


Awas kau! Aku akan menambahkan larangan yang sangat berat dan tidak masuk akal untukmu_batin Tiara


Karena tidak mau emosinya semakin meninggi, Tiara memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, percuma bicara dengan lelaki berkepala batu seperti Arkan.


"Kau mau ke mana?"tanya Arkan.


"Bukan urusanmu!"


"Aku lapar dari tadi sore aku belum makan."


Tiara menghentikan langkahnya dan kembali menatap lelaki yang tidak tahu malu itu.


"Lapar! Apa kekasihmu itu tidak menyiapkan makanan untukmu?"sinis Tiara.


"Berlian tidak bisa masak."


Huuf, Tiara mengatur nafasnya.


"Jadi kau memintaku untuk memasak?"


Dengan tidak tau malu


Arkan mengangguk.


"Memangnya kau pikir aku ini ART mu!"kesal Tiara, dan langsung pergi meninggalkan Arkan dan membanting pintu ruangan itu dengan sangat kuat.


Ken, yang saat itu ingin masuk menjadi terkejut dan hampir menabrak Tiara.


"Nona, anda..!"


"DIAM!"bentak Tiara, yang seketika membuat Ken menutup rapat mulutnya,"jangan bicara apapun pada ku, dan katakan pada si kepala batu itu untuk tidak bicara juga pada ku."


"Apa dia tengah kesal dengan Tuan Arkan? Tapi kenapa aku yang harus dimarahi!"gumam Ken, yang menatap kepergian Tiara.


Ken masuk kedalam Ruangan Arkan dan sepertinya itu menjadi keputusan yang salah dari Ken, karena iapun di maki habis-habisan oleh Arkan yang dalam suasana hatinya sangat buruk.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Keesokan harinya.


Tiara dan Arkan terlibat perang dingin, tidak ada yang mau bertegur sapa dari kedua manusia itu, mereka diam bahkan seperti tidak saling melihat.


Saat ini Arkan dan Tiara Tengah berada di meja makan untuk sarapan pagi tidak ada suara di meja itu selain bunyi dentingan dari sendok yang mengadu piring.

__ADS_1


Tiara fokus dengan sarapannya, dan terlihat sangat menikmati, sedangkan Arkan, ia tengah membatin di hatinya.


Kenapa nasi goreng ini rasanya hambar?


Sepertinya ia tidak menambahkan garam atau bumbu apapun di sini?


Arkan ingin melayangkan protes tapi ia gengsi untuk membuka suara terlebih dahulu, jadi ia memilih untuk diam sambil menghabiskan nasi goreng hambarnya itu.


Masih untung Tiara mau memasak sarapan untuknya!


Tiara sudah menulis tambahan syarat larangan di kertasnya, salah satunya! Arkan tidak boleh melarangnya untuk pulang bahkan menginap di kontrakan, dan Arkan juga tidak boleh melarang Tiara untuk keluar kota selama 1 minggu untuk mengikuti kegiatan amal yang rutin diadakan oleh restoran Tiara setiap 3 bulan sekali, dan dua hari lagi Tiara akan berangkat ke luar kota.


Selesai sarapan Tiara berangkat terlebih dahulu daripada Arkan, karena ia harus mempersiapkan untuk keperluan ke luar kota.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Di Kantor.


Arkan dimarahi habis-habisan oleh Tri, karena Tri sudah mendapat laporan dari Bi Imah jika Arkan kembali berhubungan dengan Berlian dan yang paling membuat Tri marah adalah! Arkan Sampai berani membiarkan Berlian datang bahkan masuk ke dalam kamarnya.


"Apa kau tidak punya hati nurani, atau bahkan kau tidak mempunyai otak,"maki Tri dengan kejam!


"Kenapa Mama akhir-akhir ini selalu memarahiku hanya karena Tiara?"


"Karena sekarang mama sadar jika ucapan papamu itu benar, kau sekarang sudah dewasa, kau harus bisa menjaga sikap dan bertanggung jawab, terutama pada istrimu."


Arkan hanya diam tertunduk mendengarkan omelan mamanya, selama 30 tahun baru kali ini Tri memakainya dengan begitu kejam.


"Arkan! Apa kau dengar?"


"Jauhi Berlian, bila perlu usir jauh-jauh wanita binal itu."


"Mama tidak boleh bicara seperti itu tentang Berlian, Dia gadis baik-baik,"bela Arkan yang tak terima.


"Cukup Arkan, jangan kau terus membela wanita itu dia itu putri dari wanita perebut suami orang."


"Mah, yang salah itu ibunya, Berlian tidak tahu apa-apa."


"Kau yang tidak tau apa-apa tentang wanita itu."


Arkan diam, sangat sulit jika berdebat dengan mamahnya,apa lagi jika membicarakan Berlian, Tri akan selalu mengorek dan mengungkit semua kesalahan orangtua Berlian di masa lalunya.


Setelah beberapa saat.


"Arkan, nanti malam kau ajak Tiara untuk menghadiri pesta ulang tahun Pak Handoko."


"Kenapa harus aku mah? Biasanya kan mamah dan papah yang menghadiri acara seperti itu,"tolak Arkan.


"Tidak bisa, siang ini papah dan mamah keluar kota,dan pasti pulang larut malam tidak akan sempat jika harus menghadiri pesta pak Handoko, pokonya kau harus datang! Mamah sudah mengirimkan pesan pada Tiara untuk menemani mu nanti malam."


"Aku sendiri bisa mah, tidak perlu mengajak Tiara."


"Tidak! Kau harus pergi bersama Tiara, perkenalkan dia sebagai istri yang sangat kau cintai dan menantu kesayangan mamah, ingat! Jangan macam-macam ada Tina yang akan mengawasi mu di pesta itu!"


"Apa! Tina! Kenapa harus ada Tina mah?"

__ADS_1


"Sudah mamah bilang, dia akan mengawasi mu di sana."


"Mamah kejam sekali,"gumam Arkan dengan suara sangat pelan.


"Arkan apa yang kau Gumamkan?" Tanya Tri dengan mata yang melotot.


"Aku tidak bicara apa-apa."Arkan langsung tertunduk.


Pendengarannya tajam sekali.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sore hari.


Arkan sudah pulang terlebih dahulu daripada Tiara.


"Sepertinya dia benar-benar ingin memberontak,"gumam Arkan yang melihat tidak ada motor Tiara di Garasi.


Tapi Arkan tidak akan berani protes karena dia sedang mogok bicara pada Tiara.


Ia lebih memilih bersiap-siap, untuk pergi ke pesta, Arkan bermaksud datang lebih awal agar ia bisa pulang lebih cepat!


Tak lama Tiara juga pulang, sebenarnya Tiara berniat untuk bermalam di kontrakannya,tapi Tri malah memintanya untuk menemani Arkan di pesta malam ini, dan Tiara pun tidak bisa menolak permintaan mamah mertuanya.


"Nona anda sudah pulang, Tuan Arkan sudah pulang sejak 40 menit yang lalu,"ucap Bi Imah.


"Iya bi, sekarang aku mau siap-siap dulu."


Bi Imah menyerahkan satu gaun berwarna Salem untuk Tiara.


"Ini titipan dari Nyonya Tri, dan meminta anda untuk memakainya di pesta malam ini."


"Baik Bi Terimakasih."


πŸ‚


Tak butuh waktu lama.


Tiara sudah siap dan keluar dari kamarnya dengan gaun yang di pilihkan Tri,dia sudah siap untuk berangkat.


Ken, Bi Imah, dan Arkan menatap Tiara yang baru keluar dari kamarnya, Arkan langsung membuang wajahnya tak mau memandang terlalu lama penampilan Tiara yang sangat berbeda dari biasanya.


Ia takut Terpesona!


"Waaaah, anda sangat berbeda jika mengenakan gaun seperti ini Nona!" Kagum Ken.


"Benar, anda sangat-sangat Anggun dan cantik." Sambung bi Imah.


πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™


Like dan tinggalkan komentar 😁

__ADS_1


__ADS_2