Suami Antagonis

Suami Antagonis
BAB 69. Menyenangkan Mu.


__ADS_3

Arkan keluar dari Kamar mandi dan segera menuju ke Ruang ganti.


Tapi ketika lelaki itu tengah memilah baju tiba-tiba ia menghentikan pergerakan tangannya.


"Untuk apa aku pakai baju! Bukankah Malam ini aku tidak membutuhkan semua pakaian ini?"gumam Arkan bertanya dalam hatinya.


"Benar! Malam ini kau tentu tidak membutuhkan semua pakaian yang ada di sini."


"Baiklah!"seru Arkan sambil tersenyum puas di depan cermin.


Sambil bersiul-siul ria, ia kembali melangkah menuju Ranjangnya hanya dengan mengenakan handuk yang melilit di sebagian tubuhnya.


Arkan menatap Tiara yang tengah terlentang dengan selimut tebal menutupi sebagian tubuhnya.


"Apa dia tidak berniat melakukan itu! Kenapa dia tidur dengan menggunakan pakaian lengkap seperti ini!"gerutu Arkan,"tapi tidak apa-apa, biar aku yang akan membantu membukakan semua bajumu,"ujarnya dengan menyinggungkan senyum licik di bibir.


Secara perlahan lelaki itu mulai menaiki Ranjang.


Dan.


Wuuuuss.....


Ia menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Tiara.


Setelah sukses menyingkirkan selimut yang menjadi penghalang pertama, kini Arkan mulai membuka kancing baju piyama yang Tiara kenakan.


"Kenapa banyak sekali jumlah kancing di baju ini!" Arkan kembali menggerutu, ia sudah tidak sabar karena harus melepas deretan kancing yang tertata rapih di baju piyama berwarna Maroon milik Istrinya itu.


"Aku akan menyuruh Ken menutup semua pabrik baju yang menciptakan kancing sebanyak ini,"kesalnya.


Padahal mah cuma ada 5 biji kancing di sana,


tapi dianya saja yang tidak sabar.


Hingga membuat ia merasa, tengah membuka 100 kancing.


Setelah sukses dengan urusan kancing ia tersenyum puas sambil membanggakan diri.


"Kau hebat Arkan!"


Arkan mulai bergerak dan perlahan-lahan memberikan kecupan-kecupan kecil dan lembut di area yang baru saja ia buka penutupnya.


Tanpa henti,


ia masih menghujani lahan polos dan putih itu dengan kecupan-kecupan yang membuat si pemilik lahan meremang dan merinding.


Karena rasa geli, aneh bercampur aduk membuat Tiara terganggu tidurnya,


dan secara perlahan Ia membuka matanya.


"Arkan!"karena terkejut Tiara mendorong kepala lelaki itu,"Apa yang kau lakukan?"


Tiara menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang baru ia sadari sudah tidak ada penutup.


Melihat Tiara yang panik Arkan malah menyunggingkan senyum tak merasa bersalah.


"Kenapa kau menutupinya?"


"Aku tanya apa yang kau lakukan?"


"Memangnya apa lagi! Tentu saja mengulang adegan kemarin, dan mulai dari sekarang adegan itu harus dilakukan setiap malam,"jawabnya dengan santai.


"Adegan kemarin?"


Tiara mencoba mengingat kejadian kemarin, dan beberapa detik kemudian ia berhasil mengingat semuanya dengan sempurna, dan ia pun baru menyadari jika saat ini tengah tertidur di kamar Arkan.

__ADS_1


"Astaga! kenapa aku hampir lupa, kalau aku sudah melakukan itu dengannya."


Ia langsung salah tingkah ketika mengingat pagi panas itu.


"Ini sudah hampir subuh, tidurlah Kau pasti lelah kan,"kata Tiara berusaha menghindar.


"Tidur! Kenapa kita harus tidur?"


"Iya tidur, kau harus beristirahat yang cukup, dan lihatlah itu, kenapa kau tidak pakai baju! kau mau masuk angin?"


Arkan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Sayang, aku tidak berpakaian seperti ini untuk menyenangkanmu."


"Menyenangkan ku!"


"Apa maksudnya!"


"Iya, dan Kau pasti merasa senang kan menyaksikan tubuh indahku ini ketika membuka mata!"


Tiara terbengong mendengar perkataan suaminya yang dengan penuh bangga sambil menepuk-tepuk dadanya yang bidang.


"Ya,aku cukup terpesona dengan keindahan itu, tapi tidak mesti di pamerkan seperti itu juga kan!"


"Kenapa kau malah bengong seperti itu? Aku tahu kau sangat terkesima dengan keindahan tubuhku ini dan itu sangat wajar sekali, tapi mulai dari sekarang kau tidak perlu menahannya lagi sampai-sampai terbengong seperti itu, sayang!"Arkan merentangkan kedua tangannya,


"Ayo! Terjanglah aku, malam ini dan malam seterusnya aku menjadi milikmu seutuhnya kau bebas melakukan apapun pada tubuhku yang indah ini,"kata Arkan sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Membuat Tiara mendengus kesal sekaligus heran melihat kelakuan Arkan yang sungguh di luar dugaan yang selama ini ia pikirkan.


Ternyata lelaki Antagonis ini bisa bersikap dan berkelakuan Absurd seperti itu.


"Kenapa kau masih Diam! Apa kau bingung harus memulainya dari mana?"tanya Arkan.


Namun Tiara masih tetap saja diam enggan untuk menyahut suaminya itu, dia hanya menatap bingung lelaki yang ada di hadapannya.


"Baiklah, jika kau tidak tahu harus memulai dari mana. Biar aku yang mengajarimu untuk memulainya dari mana."


Arkan menarik paksa selimut yang Tiara pakai untuk menutupi tubuhnya.


Dan sedetik itu juga ia langsung menerkam tubuh Istrinya itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pagi hari.


Seperti apa yang sudah Tiara katakan, pagi ini ia akan pulang ke rumah Ibunya untuk menjenguk adik kesayangannya, dan ia akan menginap selama 3 hari di sana dan setelah itu, Tiara akan kembali ke luar Negeri untuk meraih mimpinya selama ini dan ia harus meminta Restu pada ibunya.


Ia berangkat ditemani oleh Arkan dan diantar oleh Ken.


"Salam untuk Ibumu ya nak,"ucap Tri yang melepas kepergian menantunya itu.


"Iya Mah, aku pamit ya mah."


"Iya sayang berhati-hatilah, lalu Tri beralih pada Arkan,"Arkan, selama kau di sana jangan bikin ulah dan dengarkan apa kata ibu Lastri."


"Iya Mah, Memangnya Mama kira aku ini anak kecil,"grutu Arkan.


Setelah berpamitan,


Arkan bersama Tiara berangkat menuju rumah Lastri.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sementara di tempat lain.

__ADS_1


Merlin tengah sibuk menghubungi semua pengacara terbaik yang ia miliki.


"Siapa yang Mama hubungi di pagi-pagi seperti ini?"tanya Berlian yang melihat mamanya mondar-mandir sambil menghubungi seseorang.


"Mama tengah menghubungi Pengacara terbaik kita sayang,"sahut Merlin yang tak mengalihkan pandangannya dari Ponsel.


"Pengacara! Untuk apa mah! Apa Mama terlibat hukum?"panik Berlian.


"Bukan untuk itu sayang, Mamah dan papah ingin merebut hak asuh anak penyakitan itu, dan Mamah harus menyewa pengacara terbaik yang ada di Negara ini."


"Apa!"Berlian terkejut,"untuk apa mah! Pokoknya aku tidak mau dan setuju jika mamah mengurus anak itu, kakaknya saja sudah sangat membuatku muak, kenapa harus ditambah dengan Adiknya lagi,"Crocos Berlian dengan sangat kesal.


"Sayang! Kau dengar dulu penjelasan mamah,"Merlin menuntun Putri kesayangannya untuk duduk dan tenang.


Lalu ia menjelaskan tujuan dan maksudnya untuk merebut hak asuh Intan.


Setelah mendengar penjelasan dari Merlin,


Berlian tersenyum puas dengan rencana ibunya itu.


"Baik mah, jika memang seperti itu aku sangat setuju!"kata Berlian.


"Terimakasih sayang, mamah akan melakukan apapun untuk mu,"ucap Merlin seraya mengusap lembut rambut Berlian.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Arkan dan Tiara sudah sampai di Rumah Lastri.


Mereka disambut oleh Intan dan Ibunya ternyata di sana juga ada Bulan.


Intan langsung berhambur memeluk kakaknya.


"Aku senang kakak sudah pulang."


"Kakak juga sangat senang, bagaimana, Intan baik-baik saja kan? apa masih s merasakan sakit?"Tanya Tiara.


"Tidak kak, aku sudah sehat."


Tiara tersenyum.


"Kau memang hebat!"


Setelah puas dengan Intan,


Tiara memeluk penuh rindu ibunya.


"Kau baik-baik saja kan selama di sana?"tanya Lastri.


"Tentu Bu, aku akan baik-baik saja di manapun berada."


"Kalau begitu ayo masuk! kau istirahat di dalam," ajak Lastri.


"Tiaraaaa...!" Rengek Bulan, Sambil merentangkan kedua tangannya.


Dan langsung di sambut oleh Tiara.


Namun di tarik dengan cepat oleh Arkan.


"Jangan terlalu lama berpelukan dengannya,"bisik Arkan tepat di telinga Tiara.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ™


Love Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2