Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 62. Perpaduan Antara Harimau Dan Singa.


__ADS_3

Tapi lagi-lagi Tiara menepis tangan Arkan.


"Tolong biarkan aku keluar dari sini."


"Tidak! Kau akan tetap di sini sampai pembicaraan kita selesai."


"Baik, kita akan bicara, tapi obati dulu luka di kakimu. Dan setelah itu biarkan aku pergi dari sini."


Tiara membantu Arkan mengobati luka di kakinya, setelah luka itu di perban dengan rapi, Tiara bangun dari duduknya dan beranjak menjauh dari jangkauan lelaki itu.


Arkan juga ikut bangkit mengikuti Tiara.


"Cepat! Apa yang ingin kau katakan!"ucap Tiara.


"Jika bicara tataplah mataku,"Arkan kembali meraih wajah Tiara agar mau menatap matanya.


Dada Tiara berdebar dengan cepat kala matanya menatap mata Arkan.


"Kau berani menukar suamimu ini dengan sumsum tulang belakang Herman?"


Tiara membuka matanya dengan lebar.


"Jadi dia sudah mengetahuinya, benar! tentu tidak sulit baginya untuk mengetahui hal seperti ini."


Arkan kembali mengangkat dagu Tiara agar lebih dekat lagi menatap wajahnya.


"Jika kau bicara padaku soal itu, jangankan sumsum tulang belakang, bahkan Ginjal, Jantung, Usus, Empedu sampai Bola Mata Pria itu akan aku berikan padamu tanpa kau harus menukar suamimu ini."


"Arkan! Aku...!"


"Apa? Kau melakukan ini demi kesembuhan adikmu kan! Tapi apa Kau tahu jika hatiku ini sangat terluka karena kau seolah-olah menjualku pada wanita itu, dan melayangkan surat perpisahan begitu saja,"Arkan bicara sambil menundukkan wajahnya sampai keningnya menempel di kening Tiara.


"Cukup Arkan!"Tiara mendorong tubuh Arkan.


"Sepertinya aku harus benar-benar bersikap tegas dengannya."


Arkan menjadi gusar karena lagi-lagi Tiara menolak sentuhannya.


Tapi ia masih bisa menahan emosinya agar tidak sampai berbuat kasar pada Tiara.


"Tiara!"


"Cukup Arkan! Tolong sudahi semua ini, baik sekarang ataupun nanti, kita akan tetap berpisah bukan! Sesuai dengan isi perjanjian kita dulu, jadi! Daripada kita menunggu waktu itu, lebih baik kita berpisah sekarang. Kau juga bisa kembali melanjutkan hubunganmu dengan Berlian tanpa harus terikat dengan Pernikahan ini,"kata Tiara dengan suara bergetar karena menahan sakit di hatinya.


Arkan geram.


Dan ia semakin mendekat bahkan sampai menyudutkan Tiara di tembok.


"Kenapa kau begitu ingin berpisah denganku! Apa ini semua karena Jay!"


"Lagi-lagi dia mengaitkan semua ini dengan Jay.".


"Ini tidak ada hubungannya dengan Jay, aku hanya mengikuti isi Kontrak yang sudah kita sepakati dulu."


"Baiklah! Jika kau berpegang pada isi Kontrak kita, kau tentu sudah tahu kesalahan fatal Apa yang kau lakukan bukan?"


Tiara diam.


"Baik, akan kujelaskan padamu. Kau memutuskan berpisah sebelum kontrak kita habis dan itu Kesalahan terbesar pertamamu. 2, kau tidak melakukan tugasmu sebagai seorang istri selama beberapa minggu ini. Dan 3, kau menceritakan soal perjanjian kita pada Jay, sangat banyak bukan larangan yang kau langgar! Dan kau sudah tahu bukan Konsekuensinya apa?


Aku berhak menghapus semua larangan yang ada di surat perjanjian mu, dan aku juga berhak menambahkan beberapa aturan yang harus kau taati,"kata Arkan.


"Sial! kenapa aku bisa melupakan hal ini," batin Tiara.


Arkan merapikan rambut Tiara yang sedikit berantakan hingga menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Tiara, aku akan menghapus semua larangan yang kau berikan padaku, tapi aku tidak akan menambah larangan untukmu. Karena aku sudah mengubah semua isi perjanjian utama kita."


"Apa maksudmu?"


"Jika dulu kita akan terikat pernikahan selama 1 tahun, tapi mulai saat ini kita akan terikat pernikahan selama-lamanya."


"Apa!"


"Kenapa kau terkejut seperti itu sayang!"


"Kau tidak bisa seenaknya seperti ini."


"Kenapa! Apa Kau keberatan?"


"Tentu!"sahut Tiara cepat.


"Tapi sayang, aku tidak peduli, dan aku akan tetap memaksamu untuk menjadi istriku."


"Arkan! Kau tidak bisa memaksaku seperti ini, kita tidak mungkin menjalani pernikahan tanpa adanya rasa cinta di antara kita bukan!"


Arkan kembali kesal.


"Apa kau merasa terpaksa?"


Raut wajah Arkan sudah berubah drastis


"Apa ini semua karena Jay?"


"Dan apa kau tak bahagia bersamaku?"


Beberapa pertanyaan sudah Arkan layangkan tapi tidak ada satupun yang dijawab oleh Tiara, Gadis itu hanya membisu menahan gemuruh di hatinya.


"CEPAT KATAKAN! apa selama ini kau tidak menyimpan rasa Cinta sedikitpun untukku?"teriak Arkan sambil mencekram dengan Tiara.


"Tidak!"jawab Tiara tegas sambil menatap lekat wajah Arkan.


Arkan melepaskan cengkraman tangannya ia mulai menjauh beberapa langkah dari Tiara.


Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi mendengar jawaban dari Tiara, sudah seperti orang yang kehilangan akal.


beberapa detik kemudian,


ia kembali menatap dan mendekat pada Tiara.


"Baiklah! Sepertinya aku memang harus benar-benar memaksamu kali ini,"kata Arkan dengan raut wajah yang sudah seperti perpaduan antara Harimau dan Singa.


Arkan meraih pinggang Tiara, agar mendekat padanya,


lalu ia gerakan tangannya untuk menekan tengkuk Tiara dan seketika itu Arkan mencium Tiara dengan brutal.


Tiara memberontak! namun itu tidak ada artinya bagi Arkan.


Lelaki itu menggila!


Dan semakin menyerang Tiara dengan ciuman ganasnya.


"Arkan! Lepaskan! Jangan seperti ini,"teriak Tiara, ketika Arkan mulai menurunkan serangan di tengkuknya.


BUG!


Tiara berhasil memukul Arkan hingga membuat laki lelaki itu melepaskan pelukannya.


Di kesempatan itu Tiara segera berlari menuju pintu.


Tapi Arkan sudah lebih dulu meraih tangannya.

__ADS_1


"Arkan jangan seperti ini!"Histeris Tiara, yang semakin takut dengan tindakan Arkan.


Arkan mengangkat tubuh ramping itu dan menghempaskan nya di atas Kasur.


Yang membuat Tiara semakin takut dan panik.


Sebelum Tiara bangkit, Arkan sudah lebih dulu menahan dengan tubuh besarnya.


Dan dengan posisi bertumpu pada Tiara, Arkan kembali menyerang Tiara.


"Arkan lepaskan!"


"Tolong jangan lakukan ini pada ku!"


Pinta Tiara sambil berteriak.


Namun lelaki itu sama sekali tidak memperdulikan teriakan Tiara.


Karna jiwa dan raganya benar-benar sudah di kuasai amarah dan nafsu.


Arkan meraih Dasi yang tergeletak di meja dekat ranjang.


Dan ia ikatkan itu di kedua tangan Tiara yang terus memberontak dan menghalangi gerakannya, yang ingin menyentuh setiap lekuk tubuh istrinya.


"Arkan apa yang ingin kau lakukan! kenapa kau mengikat tanganku seperti ini!"Tiara benar-benar sudah ketakutan setengah mati.


"Aku akan melepaskannya jika kau sudah tidak menolakku lagi."


"Tolong jangan Arkan, aku mohon!"Tiara tau apa yang akan di lakukan Arkan, dan ia tidak boleh membiarkan itu terjadi.


"Toloooong!"Taira berteriak, berharap ada seseorang yang mendengarnya.


Tapi teriakan itu malah di sambut dengan kekehan kecil di bibir Arkan.


Arkan kembali membungkam Tiara dengan Ciumannya.


Dan kali ini benar-benar semakin menggila.


Arkan dengan bebas melakukan itu karna tangan Tiara tak lagi menghalanginya.


Arkan melepaskan Ciumannya setelah beberapa menit ia berpetualang di sana.


Dengan Nafas terengah-engah dari Keduanya.


Arkan menatap Tiara dengan tatapan lapar.


Tiara tau Arti tatapan itu.


"Jangan Arkan!"


"Kenapa! aku hanya ingin meminta Hakku sebagai seorang Suami."


BREEEEK.....!


Arkan merobek kemeja Tiara sampai membuat kancingnya berhamburan.


πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya ya πŸ™πŸ™


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2