Suami Antagonis

Suami Antagonis
Bab 38.Tujuan Arkan, Berhasil!


__ADS_3

Tiara beranjak dari duduknya untuk menghindar dari Arkan.


"Aku harus segera pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu!"


"Kau mau kemana?" Tanya lelaki itu .


"Kau habiskan saja makanannya, aku mau pulang ini sudah malam."


"Justru karena ini sudah malam kau tetep di sini."


"Tidak! Aku pulang saja, kau akan lembur kan."


"Tiara! Duduklah! Apa kau takut dengan ku?"


"Tentu saja tidak!"


"Sebenarnya aku sangat Takut melihat tatapan dan senyum anehnya itu."


"Kalau begitu cepat duduk!"


Dan terpaksa Tiara pun kembali duduk di tempat semula.


Diam!


Kedua manusia itu diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Arkan tengah fokus menghabiskan makanan yang tersaji di meja.


Sementara Tiara menatapnya dengan takjub!


"Astaga! dia benar-benar menghabiskan semua makanan itu!"


"Dia pasti sangat terkagum-kagum dengan ku kan! Ken Benar seorang Koki pasti mendambakan kekasih yang Perkasa dalam urusan makan, dan aku yakin saat ini Tiara tengah terpesona oleh ku!"


"Arkan!"panggilan Tiara dengan hati-hati.


"Eeem. Ada apa?"sahutnya masih sambil mengunyah makanan.


"Apa kau yakin menghabiskan semua makanan ini?"


Arkan mengangguk.


"Tapi ini sangat banyak, tidak baik juga untuk kesehatan jika makan dalam jumlah sebanyak ini."


"Benarkan! belum apa-apa saja dia sudah memperhatikan kesehatan ku."


"Aku sudah terbiasa."


"Sudah terbiasa! luar biasa!" batin Tiara.


20 menit berlalu.


Arkan benar-benar menghabiskan semua makanan itu.


Perutnya sudah terasa sangat kencang dan begah.


"Kenapa perutku seperti tertarik seperti ini."


"Kau baik-baik saja?" Tanya Tiara, yang melihat ada yang aneh dari ekspresi Arkan.


"Tentu saja baik."


Niat Arkan untuk mencari perhatian Tiara sepertinya lumayan sukses! Meskipun ia harus mengorbankan perutnya yang kini terasa mau pecah.


Tok


Tok


Tok.


Setelah mengetuk pintu, Ken masuk tanpa di persilahkan.


"Tuan, apa anda sudah selesai makan malam?"


"Sudah!"


"Dan kau lihat Ken! aku menghabiskan semuanya."


Ken melirik meja, dan benar saja tidak ada sisa sedikitpun makanan di sana.


"Astaga tuan, benar-benar menghabiskan semuanya! semoga saja anda masih bisa bekerja setelah ini tuan."

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita lanjutkan pekerjaannya."Ucap Ken.


"Kalian mau lanjut bekerja kan, kalau begitu aku pulang dulu."Sahut Tiara.


"Tunggu! Siapa yang mengijinkan mu pulang?" Cegah Arkan.


"Aku hanya mau pulang apa harus ada ijin juga?"


"Kau tetap di sini, kita pulang bersama setelah semua pekerjaan ku selesai."


"Apa aku harus menunggunya Bekerja."


Ken maju!


"Nona, maksud tuan Arkan, tidak baik dan sangat berbahaya jika anda harus pulang sendiri di malam hari seperti ini, jadi anda tunggu saja sebentar sampai kami selesai bekerja, setelah itu kita akan pulang bersama."


Tiara berpikir sejenak,


Kata-kata Ken ada benarnya juga, apa lagi di jalan menuju rumah Arkan jauh dari keramaian.


"Baiklah! Tapi aku tunggu di luar saja ya?"


"Kau tunggu di sini!"


Arkan melangkahkan kakinya menuju lemari buku yang menjadi pintu masuk kamar Rahasianya, dan membuka pintu itu.


Tiara sampai di buat takjub dengan apa yang ia lihat.


"Waaaah Dia memiliki Ruang rahasia di sini, luar biasa!"


Sementara Ken menatapnya heran Arkan yang dengan mudahnya meminta Tiara menunjukan kamar Rahasianya.


Bukankah itu Kamar Rahasia! dan tidak ada siapapun yang tau selain dirinya dan Ken, bahkan Berlian pun yang sudah menjalin kasih selama 2 tahun dengannya tidak mengetahui tempat itu.


Sampai sini Ken mulai meyakini sesuatu.


"Sepertinya Nona Tiara mempunyai tempat Khusus di hati anda tuan, melebihi dari posisi Nona Berlian, dan semoga anda segera menyadari jika sebenarnya anda tidak mencintai Nona Berlian, anda terikat dengannya hanya karna kematian Vino."


"Masuklah!" Kata Arkan.


Tiara masuk kedalam Kamar Rahasia yang ternyata Besar dan mewah.


"Kau tunggu saja di sini, sampai aku selesai bekerja."


"Baik! Terimakasih."


Arkan keluar dan menutup kembali pintu itu


Lalu ia m mulai pekerjaannya bersama Ken.


πŸ‚


Di dalam Kamar.


KRING.....


Di tengah kekagumannya dengan Kamar rahasia Arkan, ponsel Tiara berdering.


"Halo!"


("Tiara, aku punya kabar baik sekaligus buruk untuk mu!)


Suara Bulan di sebrang sana nampak sangat tergesa-gesa.


"Kabar apa? Jangan membuatku takut?"


("Besok, Restoran kita di undang undang membuat sajian di acara pesta Nyonya Merlin, kau tau siapa Nyonya Merlin?")


"Tidak!"


Karna memang Tiara tidak mengetahuinya.


Padahal Wanita itu sangat terkenal dan populer.


Dan dengan Antusias dan penuh Drama, Bulan pun menceritakan semuanya


termasuk dia yang harus ikut serta di acara itu.


"Baik aku akan ikut, tidak masalah."


("Tuan Arkan juga akan hadir di pesta itu, dia akan mengajak mu kan?")

__ADS_1


"Mengajakku!"


Tiara berfikir,


"Apa dia benar akan mengajak ku!"


("Tiara, lebih baik kau tolak saja perintah dari pak Gandi dengan menggunakan nama suamimu itu, aku khawatir!")


"Apa yang kau khawatirkan?"


Bulan takut jika Tiara akan di permalukan di pesta itu,


Bulan juga merasa ada maksud tertentu dari Berlian kenapa harus memilih Resto pak Gandi, yang kebetulan Tiara bekerja di Resto itu.


Arkan menghadiri pesta itu sebagai tamu VIP dan sangat terhormat, apa jadinya jika semua orang tau kalau istrinya yang membuat menu dan memasak di pesta itu.


Tapi Bulan sangat berharap, jika Arkan mengajak Tiara.


Hingga Tiara menghadiri pesta itu sebagai Tamu VIP mendampingi Arkan bukan sebagai tukang masak di sana.


Dan Bulan harus memastikannya.


"Aku tidak tau dia akan mengajakku atau tidak!"


"Mana mungkin dia mengajakku di pesta ulang tahun ibu kekasihnya."


("Kau ini istrinya, kalau dia tidak mengajak ya kau harus ikut!" )


"Baiklah kita lihat saja besok pagi!"


("Aku sangat berharap kau menghadiri pesta itu sebagai tamu terhormat bukan yang menyiapkan menu makanan untuk para tamu.")


"Baik, aku mengerti, sekarang sudah malam tidurlah."


Setelah selesai berbicara dengan Bulan


Tiara mulai di landa kecemasan.


"Tentu Arkan akan hadir, karna itu pesta ulang tahun ibu kekasihnya, justru karena itu ibu kekasihnya mana mungkin dia mengajak ku,"gumam Tiara.


"Tapi! bisa jadi Bulan benar, Arkan akan mengajak ku, baiklah aku tunggu malam ini sampai dia mengatakan ingin mengajakku besok malam."


Karna terlalu lelah berpikir Tiara pun Tertidur!


πŸ‚πŸ‚


Di Ruangan Kerja Arkan.


"Tuan apa anda baik-baik saja?"


Ken sedikit cemas melihat Arkan yang tak bisa diam duduk di kursinya.


"Perutku sakit sekali Ken,"keluh Arkan, sambil memegangi perutnya.


"Sudah ku duga."


Ken bangun dan mendekati Arkan.


"Pasti Karna anda terlalu banyak makan jadi seperti ini."


"Kenapa kau malah menyalahkan makanannya?" Arkan tak terima, jika makanan Tiara di salahkan.


"lalu aku harus menyalakan siapa? Nona Tiara yang membawa terlalu banyak makanan?"


"Kurang ajar! aku akan benar-benar memotong gajimu Ken!"


Arkan sudah meninggikan suaranya.


Tapi kembali melemah karna ia tengah menahan sakit di perutnya.


"Anda tunggu di sini dan jangan banyak bergerak, saya akan ambilkan obat,"Ken menuju Laci tempat obat-obatan.


πŸ‚πŸ‚πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ‚πŸ‚


Terimakasih sudah mau membaca cerita ini πŸ™πŸ€—


Mohon dukungannya ya πŸ™


Tolong koreksi dan sampaikan pada Ntor jika ada kesalahan dalam tulisan ini, agar Ntor bisa segera memperbaikinya πŸ€—


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️😘

__ADS_1


__ADS_2