
Ken tertawa terbahak-bahak sambil memegangi telinganya, lalu beralih pada Bulan.
"Telingaku sakit mendengar ucapannya, apa kau memiliki obat yang bisa meringankan sakit di telingaku?"tanya Ken pada Bulan, tapi tujuannya untuk menyindir Merlin.
"Ken! Jangan kurang ajar kau!"bentak Herman tak terima jika istrinya tercintanya di sudutkan oleh Ken.
Dan saat itu juga perdebatan dimulai antara Herman dan Ken,
tentu bukan perdebatan biasa Karena perdebatkan itu semakin memanas dan berakhir dengan baku hantam antara dua lelaki berbeda generasi itu.
Dan sudah pasti baku hantam antara dua orang itu,
di menangkan oleh Ken, karena ia memiliki fisik yang kuat, masih muda dan sedang dalam kondisi sehat walafiat.
Herman tersungkur di lantai dan langsung disambut teriakan histeris oleh Merlin.
Tak ingin peduli dengan kedua orang itu.
Ken langsung keluar dari Rumah Merlin dan menyusul Bulan yang sudah terlebih dahulu keluar dengan membawa Intan.
π
*
*
"Terimakasih anda sudah membantu saya untuk membawa Intan kembali,"ucap Bulan.
"Iya Om, aku juga ingin mengucapkan terimakasih pada Om Ken, yang sudah membantu aku dan kak Bulan,"sahut Intan.
"Iya, tapi Om minta, jangan bilang pada Ibumu jika Om yang membantumu mengeluarkan dari rumah wanita jahat itu,"kata Ken seraya mengusap rambut Intan.
"Kenapa Om? Ibu pasti senang jika Om yang menolongku."
β"Tidak apa-apa , itu hanya permintaan Om saja sebagai balasan karena Om sudah menolongmu, bagaimana!"
β
"Baik Om, aku tidak akan memberitahu pada ibu jika Om yang sudah menolongku."
Ken tahu, Lastri pasti akan marah jika mengetahui dia yang menolong Intan dan itu atas perintah dari Arkan, karena Lastri masih sangat marah dengan Tuannya itu.
"Sepertinya! selain meluluhkan hati Nona Tiara, anda juga harus bisa mengambil hati ibunya. Tuan Arkan!" gumam Ken dalam hatinya, dan seketika ia langsung mengingat Tuannya yang tengah berada di Negeri orang itu.
ππ
*
*
Ken mengantarkan Bulan yang membawa Intan ke rumah Bu Lastri.
Dan saat ini mereka sudah berada di halaman Rumah itu,
Ken menurunkan Bulan dan Intan cukup jauh dari Rumah Lastri agar wanita itu tidak mengetahuinya.
"Tuan Ken, sekalipun anda telah membantu saya untuk menolong Intan, tapi anda harus tetap ingat jika urusan kita belum selesai!"kata Bulan penuh dengan penekanan sebelum ia memasuki halaman Rumah Lastri.
"Sepertinya kau menyimpan dendam kesumat pada saya!"sahut Ken.
"Tentu saja, dan Saya rasa anda pasti tahu apa penyebabnya."
"Seharusnya kau marah dan menyimpan dendam pada kekasihmu itu, kenapa malah menyalahkan saya? Lelaki itu benar-benar seorang pecundang,"ledek Ken.
"Tapi tetap saja anda yang salah, karena anda sudah memanfaatkan situasi itu."
"Berarti saya pintar dong, mampu memanfaatkan situasi yang ada!"sahut Ken tanpa dosa.
Dan membuat Bulan semakin kesal padanya.
"Pokoknya jika terjadi sesuatu pada Tiara, dan itu disebabkan oleh Arkan. Andalah orang pertama yang saya mintai pertanggungjawaban!"kata Bulan, namun dengan suara pelan karena takut didengar oleh Intan.
Dan Ken hanya menyahuti dengan mengedikan bahunya saja.
*
Setelah melewati sedikit perdebatan,
Bulan segera membawa masuk Intan ke dalam rumah Lastri.
__ADS_1
Bu Lastri yang tengah gelisah dan berdoa di dalam kamarnya tak kuasa menahan haru bahagia ketika mendengar suara Intan yang memanggilnya dari pintu depan.
Ia langsung berhambur dan membawa anak itu ke dalam pelukannya lalu mencium seluruh wajah dan rambut gadis kecil itu
"Syukur nak, kau baik-baik saja,"lega Bu Lastri.
Lalu beralih pada Bulan.
"Terima kasih nak Bulan, kau sudah membawa Intan kembali,"kata Bu Lastri.
"Iya Bu, aku sudah berjanji pada Tiara jika aku akan menjaga Intan di sini, jadi aku pasti akan melakukan apapun untuk membawa Intan kembali pada ibu."
ππππππ
Sementara Merlin.
Ia tengah Ripuh memanggil Dokter karena lagi-lagi Herman harus babak belur.
Dulu ia babak belur karena Menantunya,
Sekarang ia juga harus babak belur dengan Sekretaris Menantunya itu.
Besok-besok dengan siapa lagi! Kesal Merlin dalam hatinya.
*
*
Setelah Dokter datang,
Herman disarankan untuk segera di bawa ke Rumah Sakit, karena kondisinya yang cukup memprihatinkan ditambah lagi baru beberapa minggu yang lalu ia menjalani operasi pendonoran sumsum tulang belakang.
Dan sudah bisa dipastikan jika Herman harus kembali dirawat di Rumah Sakit untuk yang kesekian kalinya.
"Sial! Ini gara-gara Sekretaris sialan itu aku jadi gagal menahan Intan, padahal anak penyakit dan itu adalah umpan terbaik untuk mengendalikan Tiara.
Tapi jangan khawatir Merlin! Kau masih mempunyai banyak rencana bukan!"gumam Merlin dalam hatinya, tapi di keluarkannya secara langsung senyum jahat yang terukir di bibirnya.
ππππ
Pekerjaan untuk melindungi Intan sudah selesai.
Dan info tentang Intan di bawah Herman pun Ken dapatkan dari anak buahnya yang menjaga rumah Lastri secara diam-diam.
Tapi mereka tidak langsung bertindak di saat itu juga, karena itu akan memancing emosi bu Lastri jika tahu orang-orang yang mengawasinya selama ini adalah suruhan dari Arkan.
Dan Bulan pun untuk beberapa hari ke depan tinggal di rumah Bu Lastri.
Saat ini Bu Lastri dan Intan sudah tidak tinggal di kampung halamannya lagi, mereka tinggal di Kota agar lebih mempermudah untuk ke rumah sakit, karena Intan harus sering-sering dikontrol, Selain itu, Lastri dan Intan juga tengah menunggu Tiara untuk memboyongnya ke luar Negeri.
πππππππππ
Kembali pada Arkan dan Tiara.
*
*
*
Arkan melepaskan pangutan bibirnya tapi itu hanya untuk beberapa detik saja karena ia kembali mengulangi pangutan itu sampai berulang-ulang.
Bahkan Ciuman itu menjelma menjadi Ciuman super panas, yang memicu dada dari kedua nya berdebar hebat!
Sepertinya ia tengah menuangkan rasa rindu yang bercampur kekesalan pada Istrinya itu.
"Cukup Arkan!"akhirnya Tiara mampu melepaskan pangutan Arkan.
Dan dengan nafas yang memburu dari keduanya, mereka saling bertatapan di tengah kegelapan.
Secara bersamaan dengan itu, panitia mengumumkan jika Dansa telah usai Dan dalam hitungan 10 detik lampu akan kembali dinyalakan.
"Selama perhitungan waktu mundur di mulai, dimohon untuk para peserta kembali ke kelompok masing-masing, 1 untuk kelompok wanita dan 2 untuk kelompok pria."
Arkan melepaskan pelukannya dan kembali mendaratkan kecupan singkat di bibir Tiara,
Lalu pergi dari Aula Dansa sebelum lampu menyala.
*
__ADS_1
Dia sudah merasa seperti Cinderella saja!
*
CPLEK!
*
*
Semua cahaya yang ada di Gedung mewah berwarna putih itu kembali menyala dengan sempurna.
Dan para tamu sudah berada di posisi masing-masing.
Jay mengedarkan pandangannya untuk mencari Tiara.
Tapi seperti apapun bola matanya dibolak-balik Jay tetap tidak mendapati gadis itu.
Sejak tadi Jay kehilangan jejak Tiara.
Bahkan ia sampai bergonta-ganti pasangan Dansa karena ia tidak yakin jika itu Tiara.
Ada satu wanita yang ia kira itu adalah Tiara,
Dengan berbekal cahaya lilin yang sangat tidak membantu, dan wajah wanita itu tertutup setengahnya, Jay sempat mengira Jika dia benar-benar Tiara.
Tapi baru beberapa menit ia berdansa,
Jay langsung mendorong wanita itu ketika wanita itu mengeluarkan suara untuk menggodanya, dan dari suara itu, sudah jelas jika itu bukanlah Tiara, gadis pujaan hatinya.
Di mana Tiara?
Kenapa sejak berpamitan ke Toilet dia tidak kembali?
Apa dia juga ikut Dansa ini?
Lalu siapa pasangan dansanya?
Kalau dia tidak ikut, lalu kemana Tiara pergi!
Itulah beberapa pertanyaan yang terlintas di benak Jay.
π
Tiara.
Ia langsung keluar dari Aula Pesta menerobos kerumunan orang-orang yang sedang berbalik ke posisi masing-masing Setelah lampu dinyalakan.
Dengan cepat! dia keluar dari Gedung itu.
Dan Kembali menuju hotelnya terlebih dahulu tanpa menunggu Jay.
Tiara takut sekaligus malas jika harus bertemu dengan Arkan yang egois itu jika ia masih berada di Pesta.
"Aku harus cepat pergi dari sini sebelum ia menemukanku kembali,"gumam Tiara.
Dan ia benar-benar kembali ke Hotel dengan menggunakan Taksi.
*
*
*
.ππππππ
Sampai kamar Hotel Tiara menutup rapat-rapat pintu kamarnya.
Dan ia menetralkan hatinya yang tengah berdebar dan berguncang hebat, ketika mengingat ciuman panas yang Arkan berikan di tengah kegelapan itu.
πππππππππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini ππ
Mohon dukungannya ya ππ€
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈ
__ADS_1